Membuat Java Servlet

Date February 8, 2008

SERI MEMBANGUN APLIKASI WEB-BASED DENGAN JAVA ENTERPRISE

Dalam sesi tutorial kali ini, kita akan membuat servlet sederhana dalam langkah demi langkah dengan tujuan memahami bagaimana gaya Java menangani sebuah mekanisme website (request dan response) dalam mekanisme protokol HTTP. Seperti yang telah saya tulis di panduan ini, Java Servlet memiliki beberapa kelemahan yang sangat signifikan. Tetapi saya tetap mengantarkan konsep ini daripada saya memperkenalkan cara yang lebih mudah seperti JSP. Alasan utama saya, untuk memperkenalkan kepada Anda konsep sistem Java Enterprise dengan bertumpuk-tumpuk servlet, Anda harus mengerti konsep servlet terlebih dahulu karena framework-framework tersebut sebenarnya juga tersusun dari servlet.

Tutorial ini membahas mengenai pembuatan servlet sangat sederhana dengan menggunakan IDE Eclipse Europa versi 3.3. IDE ini sangat memudahkan kita dalam melakukan development sistem Java Enterprise. Servlet yang akan kita buat hanya menampilkan form, meminta pengunjung memasukkan nama, dan menyapanya kembali dengan nama yang telah dimasukkan tersebut.

Pada bagian akhir tutorial, kita melakukan deployment pada server production dengan menggunakan Apache Tomcat.

Silakan mendownload panduan ini (dalam format PDF) di sini: Membuat Java Servlet.

Jika Anda memerlukan source code lengkap beserta hirarki directory-directory-nya, silakan download di sini (dalam format ZIP): Source Code Lengkap.

Selamat mencoba. :)

Link yang mungkin terkait:

8 Responses to “Membuat Java Servlet”

  1. purna said:

    waaah, keren
    masih sempat buat tutorial :)

  2. Galih Satria said:

    #purna:
    thanks purna, mumpung lagi menemukan mood bikin tutorial di saat mood nerusin kerjaan ilang. ini aku buat jam 11 malam sampai jam 1 pagi loh… pas lagi didera insomnia nggak bisa tidur… hehehe

  3. Aris Kumara said:

    Mantap tutorial Servletnya. Aq request tutorial Enterprise Java Beans dong lih… :)

  4. Aris Kumara said:

    Oh ya lih, gw pernah baca buku Head First Servlet and JSP by Kathy Sierra (Chapter 2). Dalam MVC kita tidak boleh berasumsi kalo desain yang kita buat hanya dipakai di aplikasi web. Jadi business logic sebaiknya ditaruh di Model (Plain Old Java files), bukan di Servlet. Karena mungkin business berkembang, dibutuhkan Swing untuk aplikasi yang sama, dan kita tidak usah coding lagi. Servlet jadi cuma controller-nya.
    Terus berkarya lih ! Semoga someday bisa seperti kamu :).
    CMIIW

  5. Galih Satria said:

    #Aris 1:
    Aku ndak bisa EJB ris, nggak diajari di sini je :D

    #Aris 2:
    semoga someday aku juga bisa seperti kamu. jalan-jalan keluar negeri, the real eksmud is you ris. :)

  6. ade said:

    thank, tutorialnya, bagus pisan
    smoga tambah sukses

    YM ade_huh@yahoo.com
    salam

    ade

  7. kholis said:

    mas galih. ditunggu tutorial java berikutnya :P
    thx

  8. Tango said:

    Bagus mas galih, tutorial anda jelas banget… dan saya test langsung tidak ada error..Good.. orang yang kayak gini yang bisa bikin indonesia maju… good luck bro… Aku tunggu artikel lanjutan yan mas janjikan yaitu : Framework web

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>