Kita Sedang Dibodohi Operator GSM

Posted by: on Feb 4, 2008 | 27 Comments

Ya, apalagi kalau bukan soal tarif? Bukannya malah berlomba-lomba memperbaiki kualitas layanan, justru berlomba-lomba membuat mekanisme akal-akalan agar bisa kampanye tarif murah di TV. Saya sebenarnya tak ambil pusing terhadap iklan-iklan tersebut karena tidak yakin mereka tulus memangkas harga. Selalu ada tanda bintang yang berisi syarat dan ketentuan yang ditulis dengan font yang tidak mungkin terlihat. Gara-gara iklan XL versi kawin dengan monyet lah saya penasaran ingin cari tahu.

Kampanye XL menggembar-gemborkan tarif 0,1 rupiah per detik ke seluruh operator. 0,1 rupiah dari Hongkong? Ternyata tarif tersebut hanya berlaku pada menit ke-sekian hingga ke sekian. Menit pertama dan menit berikutnya menggunakan tarif yang normal. Artinya sama mahalnya. Hwarakadah… kalau begitu saya bisa saja bikin iklan dengan tarif gratis, ke semua operator, sepanjang waktu! Untuk menit ke 3000 dan seterusnya… menit pertama tarif tetap ;) ) Dan memang setelah saya hitung-hitung, tarif XL pada menit pertama tetap mahal, 25 kali 60 = Rp. 1500. Tarif 0,1 yang digembar-gemborkan itu berlaku pada menit ke-2, artinya setelah orang mengeluarkan uang Rp. 3000.

Telkomsel dengan Simpati Pe-De-nya? Sama saja, hanya berlaku setelah menit pertama. Mereka pasti telah meriset dengan alat Bussiness Intelligence-nya, bahwa statistik pelanggan mereka rata-rata tidak pernah menelepon lebih dari satu menit. Itu artinya, mereka bisa bikin iklan bombastis seakan-akan turun tarif, padahal sebenarnya tidak. Strategi marketing yang luar biasa.

Indosat Mentari yang memasang Dian sebagai endorser mengusung gratis pada 1 menit pertama. Saya belum memeriksa lebih detail lagi, tetapi saya lihat di website Klub-Mentari, ada Term and Condition yang cukup panjang untuk dibaca.

Saya sendiri saat ini sudah jarang menggunakan telepon dan SMS. HP CDMA saya sudah lama tidak pernah aktif lagi, nomor Simpati saya sudah tidak saya isi dan akan memasuki masa tenggang besok lusa. Tinggal nomor IM3 yang masih saya gunakan sebagai nomor utama. Selain untuk SMS-an dan sesekali menelepon, pengeluaran terbesar pulsa M3 ini adalah untuk akses internet via GPRS.

27 Comments

  1. Ali S Kholimi
    February 4, 2008

    Sebagai seorang buron, tampaknya untuk nomor GSM, nomor saya gak boleh diubah-ubah. Jadi gak pernah eksperimen nomor GSM. :D

    Reply
  2. Galih Satria
    February 4, 2008

    #Mas Kholimi:
    Buron? Penghalusan makna dari direktur sebuah perusahaan perseroan terbatas, kalau diluaskan maknanya menjadi “orang penting” :D ;) )

    Reply
  3. Juminten
    February 4, 2008

    hmmm… benar sekali! :-?
    perasaan masih ada operator lain yg belum disebut, deh… yg baru2 itu, tuh! :-\” ;) )
    ya sudah. kalo begitu pake CDMA aja. :D
    sayang HP CDMA ku lg rusak… :( hix…

    Reply
  4. ajiputra
    February 4, 2008

    yah, Indonesia…

    Reply
  5. dnial
    February 4, 2008

    Mau murah kek… mau mahal kek… sebenernya yang penting mindset.

    Toh sebagian besar pengguna hape di indo pake prabayar. Diset aja… misalnya sebulan 50rb atau 100rb atau berapalah…. kalo sudah lebih dari itu ya udah… jangan ngisi lagi sebelum bulan berganti. Kalo bisa disiplin seperti itu, mau apapun kartunya tetep 50-100rb / bulan.

    Intinya…. make hape itu yang epektip dan episien. :D

    Reply
  6. Elys Welt
    February 4, 2008

    lha saya malah ndak mudeng soal sms2 an dgn segala tarif HP wong saya ndak punya HP kok :D

    Reply
  7. tukang foto keliling
    February 5, 2008

    internetan pake gprs im3 piro?
    solusi yang lumayan neh ketika jadi fakir bandwith klo pulang ke Indo :D

    Reply
  8. Galih Satria
    February 5, 2008

    #Juminten:
    secara nggak pernah pakai yang baru-baru itu la’, jadi nggak ditulis…

    #dnial:
    hmm… sudah lulus dan? selamat yo.. :P ;) )

    #elys welt:
    serius lo? wah… hebwaat…

    #tukang foto keliling:
    Rp. 1/KB atau Rp. 100/menit, tinggal pilih salah satu. lebih cepat lagi kalau pakai modem HSDPA via indosat 3,5G. tarifnya sama.

    Reply
  9. mazbintang
    February 5, 2008

    perang tarif ama perang model juga…

    Reply
  10. LieZMaya
    February 5, 2008

    oh gitu toh, tengkyu mas buat infonya
    tadinya pengen nyobain yang 0,1 ituh…eh dudul ternyata haha

    hidup tri, walopun cuman kesesama dan sinyalnya lom bagus huahahah, secara ditelpon gratis molo :P

    Reply
  11. ulliee
    February 5, 2008

    suer..saya gak dibayar ama XL.
    Tp saya emang udah lama pake XL juga. Nah, memang kl kita nelepon dibawah 10 menit jadinya bayarnya mahal (sekitar 1500 an). Tp kemaren saya nelpon sampai 18 menit, trus dikasih notifikasi sama operatornya lewat sms, biaya pemanggilan terakhir dapat diskon 95%, jadi cuma bayar sekitar Rp.350 utk 18 menit tersebut (ke sesamanya tentu saja) heheheh…Kesimpulannya..bagi yg jauh dr keluarga dan ingin ttp keep in touch n ngobrol lama2, kayaknya XL lumayan utk dipertimbangakan ;)

    Reply
  12. Anang
    February 5, 2008

    slogan mereka kan yang penting untung ga peduli rakyat buntung…

    Reply
  13. Galih Satria
    February 5, 2008

    #ulliee:
    thanks ullie’ infonyah… jadi model iklan XL boleh juga tuh ;)

    Reply
  14. nRa
    February 6, 2008

    oke deh… ntar tak coba klo udah pulang,
    palingan aku pake modem dari hape ku :)

    Reply
  15. namakututi
    February 6, 2008

    hidup CDMA (FLEXI)

    kalo gak mau di akal-akalin neleponnya di wartel aja. lebih terkontrol.
    palingan diakal-akalin sama kasirnya yang suka membulatkan tarif sebulat-bulatnya.

    Reply
  16. det
    February 7, 2008

    saya paling jengkel denger suara dubber iklan XL itu! suara cowok, congkak banget dengan nada meremehkan operator lain!

    Reply
  17. Galih Satria
    February 8, 2008

    #det:
    berarti agensi iklan XL telah berhasil :) memang itu tujuannya meremehkan operator lain, sama persis seperti iklan Esia yang mengusung Agus Ringgo sebagai endorser.

    Reply
  18. chiw
    February 8, 2008

    bukan dibodohi, Mas…
    kita cuma sedang diuji kecerdasan dan kekritisannya aja kok…

    ya yang harus pinter milih kan kita kita juga…

    namanya juga perusahaann, strategi itu pasti diperlukan laaah…

    masak sampeyan ndak kek gitu sih?
    :D

    Reply
  19. chiw
    February 8, 2008

    betewe, saya juga setia pakai emtri jeeeh…

    :D

    Reply
  20. Galih Satria
    February 8, 2008

    #chiw:
    pemikiranmu boleh juga chiw

    Reply
  21. ari
    February 17, 2008

    ide komparasi Anda bagus juga, ya itu emang strategi pemasaran aja, semua tergantung kita mau pake yang mana, catatan untuk xl emang yang prabayar reguler itu tarif internetnya mahal Rp. 10/kb tapi yang paket mega data bisa di pertimbangkan Rp 99 rebu dapat 250 mega, cuman namanya gprs kadangkala drop juga koneknya

    Reply
  22. sip
    February 28, 2008

    ada yang lebihgila lagi nii.. emtri.. lbih dahsyat,, nelpon k semua operator 0,01 rupiah/detik ada syaratnya jg cc… kalo ssama oprtr setelah 90detik pertama… ya skitar ngabisin pulsa 1350.. tu murah gileee… setelah itu cuma 0,01 rupiah.. kalo d itung2 ya.. nelpon 2 jam cuma ngabisin pulsa kurang dari 1500.. gile ee ee bener

    Reply
  23. Galih Satria
    February 28, 2008

    #sip:
    koreksi, 2 jam artinya 4 kali 30 menit. FYI, im3 selalu call drop setelah 30 menit. Jadi, total biaya yang harus dikeluarkan adalah 4 * 1500-an = 6000-an. masih termasuk sangat murah. dulu saya pernah pakai bonus telkomsel yang pagi-pagi itu, 6000 hanya untuk sekitar 15-20 menit saja. im3 memang mantabs!

    Reply
  24. Haris
    March 3, 2008

    sumpah…emang nyebelin banget makin lama sama iklan operator gsm, saya juga punya tulisan soal ini.

    silahkan kunjungi http://www.harismedia.com/2008/02/12/promo-xl-rp-01detjangan-tertipu-lagi-deh-trik-promosi-seperti-ini/

    Reply
  25. andre
    October 6, 2008

    iming-iming dengan tarif murah bahkan gratis hanya akan membuat konsumen muak .

    Reply
  26. andre
    October 6, 2008

    iming-iming dengan tarif murah hanya akan membuat konsumen semakin merasa dibodohi.

    Reply
  27. cahyo
    January 23, 2009

    halahhh, prinsip telp murah ato gratis sepanjang itu 1 operator itu sih sm aj bulsiit. yg penting nelpon murah, di telpon murah n sinyal jg kuat. itu baru ok. pernah coba pake xl jempul lumayan hemat tuuh,tp ditlp pake tlp rmh walah mahal. im3 ga mahal di tlp dri rmh (kt temen). tp matrix lbh nyaman tuuuuh

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site