Terkadang Saya Iri

Date January 5, 2008

Terkadang saya iri dengan para don juan penakluk wanita itu
Begitu mudahnya mendekati dan memikat wanita
Satu, dua, tiga… hitungan, tiga wanita didapatkan

Terkadang saya iri
Saya bukanlah orang yang pandai membawakan diri di hadapan wanita
Saya bukanlah orang yang bisa dikagumi
Saya bukanlah orang yang bisa dipuja-puja

Saya hanya bisa membawa diri saya apa adanya
Nyatanya, hanya itu yang bisa saya lakukan
Saya yang angkuh, saya yang sombong
Saya yang tak pandai berkomunikasi
Saya yang ketika mencoba mendekati wanita…
belum apa-apa sudah defensif
belum apa-apa sudah menghindar

Bukan berarti saya tak mau belajar membawakan diri
ala para penakluk itu [thanks kempol dan semua yang pernah mengajari saya]
Saya sudah berulang kali mencoba
Tapi semua hanya membuat saya membohongi diri saya sendiri
Semua hanya membuat saya tidak menjadi diri sendiri

Terkadang saya sedih
Terkadang saya bertanya-tanya mengapa
Mengapa saya selalu tidak diperbolehkan untuk diterima oleh seorang yang saya sukai?
Seorang yang coba saya sayangi
Seorang yang coba saya cintai dengan tulus

Saya capek…
Saya lelah dengan segala petualangan mencari cinta
Kenapa harus dikejar kalau memang tak bisa dikejar?
Kenapa harus dikejar kalau memang kelihatannya tak bisa dikejar?
Kenapa harus meminta toh kalau jawabannya selalu penolakan?
Kenapa harus berharap kalau akhirnya tinggal harapan kosong?
Kenapa harus dicoba toh kalau hasil akhirnya tetap akan gagal?
Kenapa harus bersemangat kalau nantinya dia akan selalu menghindar?
Kenapa harus belajar mendengarkan kalimat konotatif penolakan yang ahli diucapkan wanita?

Saya akhirnya tiba pada kesimpulan.

Saya suka seseorang, maka saya tidak perlu menyembunyikan suka itu
Saya tak perlu katakan padanya
karena saya bukanlah orang yang bisa menyembunyikan perasaan
Saya tak peduli jika dia tahu terlalu awal
Kalaupun dia kemudian menghindar, itu hak dia untuk menghindar

Silakan saja.
Saya tak akan mengejar lagi
Saya tak akan memaksa lagi
Saya tak akan mengatakan kalau saya cinta dia
karena dia tahu saya cinta dia
Dan saya tak akan menawarkan dan meminta lagi

Kenapa harus meminta jika hasil akhirnya adalah selalu penolakan?

27 Responses to “Terkadang Saya Iri”

  1. fahmi! said:

    :))

  2. Juminten said:

    Ayo, Mas Galih… optimis dunkz! ;)
    duh, lg melow ya mas?
    hmmm… habis mengalami kejadian buruk?
    ayo cerita! :D

  3. Anang said:

    tetap semangat lih…. terus berjuang.. terus gali lagi gairah gejolak kawula muda dalam dirimu…. hehehe jangan khawatir.. penolakan itu adalah penerimaan yang tertunda….

  4. tukang foto keliling said:

    tunjukkan dirimu apa adanya…
    jangan terlalu iri pada mereka,
    you have your own style,
    i trust u can get your love bro :)

  5. taqi said:

    sabar lih…
    jika cinta mudah dimengerti semua orang pasti bisa mengerti :p
    pasti ada saat nya sendiri ntar hehehe

    lih, yang imut dulu kemana lo lih ???

  6. Arif Hidayat said:

    :((

    mas ,, aku boleh kopi paste gk ini puisinya ? ,, kok mirip banget sama nasib ku ya ….. :((

  7. Galih Satria said:

    #fahmi!:
    hiyah, malah ketawa, kapan lagi punya mood bikin puisi melankolis? heheheeh….

    #juminten:
    hehehehe…. maw tawwww aja…

    #tukang foto keliling:
    thanks friend :)

    #taqi:
    yang imut? yang mana ya.. emang pernah sama yang imut? =)) :)) *sok lupa mode

    #Arif:
    wuehe… silakan dikopi paste… :)

  8. abdulmuneverlose said:

    lebih baik ditolak daripada menyesal di kemudian hari … :D

    sejak dulu, beginilah cinta. penderitaannya tiada pernah berakhir :))

  9. Galih Satria said:

    #abdulmuneverlose:
    sekarang udah capek nif… sekarang mah lebih baik diam…

  10. tukangmoto said:

    tip yg mungkin basbang:
    try online chat.. ! ga perlu minder or sungkan krn tidak perlu bertatap muka.. sampai benar-benar siap en yakin..

    psstt.. saya ketemu ‘dia’ jg lewat jln online kok hehehehe . masa cowok kalah , minder , jiper di depan cewek hehehe ayoo pecut pecut..nekaad hehe

    ngomong opo aku iki

    motret lagi yuk ..^_^

  11. aji putra said:

    jadi nyerah mas…? jangan nyerah atuh…

    *
    Manusia Berusaha…
    Tuhan yang menentukan..
    itu telah digariskan…
    *

  12. budi said:

    ealah.. cuma gini thok tho gal?

  13. Kempol said:

    “Saya tak akan mengatakan kalau saya cinta dia
    karena dia tahu saya cinta dia”

    Aturan pertama Penakluk dah kamu langgar..weleh weleh….Check this out bro “Proposal Daisakusen”.

    Inga’ inga’….mencintai tdk hrs memiliki tp menikmati!! :p

    Ki Kempol

  14. jka said:

    Gak usah pesimis ngono po’o.
    ditolak, diterima, diputus, ato apa saja.
    memang bikin sedih, tetapi akan menjadi harta yang tak ternilai, yang dinamakan kenangan a.k.a pengalaman.

    mutung oleh Lih, tapi ojok suwe2.
    tip-nya: lihat segala sesuatu itu secara tembus pandang. (ojok ngeres dhisik lhoh, mreneo tak kandhani ….. )

  15. vendy said:

    mas, mas, jodoh udah ada yang ngatur.. kalo emang udah jodoh ya ndak bakal kemana.. tapi inget, usaha jalan terus :D

  16. dnial said:

    Makanya lih…
    Jangan ngomong ke anaknya… ngomong ke ortunya…
    “Pak, boleh saya minta putri anda untuk dikawin”
    :))

  17. Galih Satria said:

    #dnial:
    ngg…… nggg….. nggg…. iku senjata terakhir waeh… :P

  18. sum1 said:

    > Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya
    > sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan
    > jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan
    > Cinta.

    > Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan
    > air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika
    > dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya
    > dengan setia.

    > Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan
    > hatimu kembali ke alam bebas lagi, kau mungkin
    > menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan
    > kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak
    > perlu mati bersama cinta itu.

    > Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
    > mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap
    > bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam
    > perjalanan kehidupan, kamu belajar lebih banyak
    > tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan
    > tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap dihatinya,
    > sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup yang
    > telah kau buat.

    > Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan
    > bagaimana kamu mengerti, bukanlah apa yang kamu lihat,
    > melainkan apa yang kamu rasa, bukanlah bagaimana kamu
    > melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan.

    > Lebih menyakitkan menangis dalam hati dari pada
    > menangis tersedu atau mengadu, air mata yang keluar
    > dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi
    > menggoreskan luka dihatimu yang tidak akan pernah
    > hilang.

    > Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti
    > mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti
    > mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa
    > orang itu akan lebih berbahagia apabila kita
    > melepaskannya.

    > Namun bila pun kau benar2 mencintai seseorang, jangan
    > lepaskan dia, bila dia tak membalasmu, barangkali dia
    > tengah ragu dan mencari, jangan percaya bahwa
    > melepaskan berarti kamu benar2 mencintai tanpa suatu
    > balasan, mengapa tak berjuang demi cintamu? mungkin
    > itulah cinta sejatimu.

    > Kadang kala, orang yang paling mencintaimu adalah
    > orang yang tak pernah menyatakan cinta padamu, karena
    > kau takut berpaling dan memberi jarak, dan bila ia
    > suatu saat pergi, kau akan menyadari ia adalah cinta
    > yang tidak kamu sadari.

    > Maka mengapa kau tak mengungkapkan cintamu, bila kau
    > memang mencintainya, meskipun kau tak tahu apakah
    > cinta itu ada juga padanya?

  19. she.gets said:

    Kata Iwan Pales:

    Keinginan..adalah sumber penderitaan…
    tempatnya di dalam fikiran,..

    @ yg punya rumah , tujuan bukan utama yg utama adalah process nya..

  20. rd Limosin said:

    ehm *uhuk-uhuk*

    kok saya dipanggil yah??

  21. Bowo said:

    Kamu tidak sendiri kok. Ribuan laki laki di Jakarta mengalami masalah yang sama. Ya termasuk saya juga.
    Jalani saja hidup ini.
    Kejar kalau harus dikerjar.
    Bahagia saat harus bahagia.
    Sedih kalau harus sedih.

    Yang penting menyadari diri kita siapa. Dan berusaha menghargai apa yang kita punya.
    Kita tidak bisa mendapatkan semuanya didunia ini.

    Memang susah, karena ini jihad melawan diri sendiri.

    Tabik.

  22. - said:

    sebenernya ada lho yg suka sama sampeyan
    tapi kayaknya selera sampeyan itu agak njelimet gimanaa gitu???
    aq prnh liat sampeyan jalan sendirian + rada nglamun ,,,,(pas nyebrang jalan ITS) kaya hidup tuh beraaat banget,,,:(
    saran :
    lebih open & aware ama sekitar
    siapa tau, sebenernya yg kau cari ada dekat, tapi tak kau sadari ,,, :)

  23. Galih Satria said:

    #-:
    wah begitu ya kesannya. memang kalau sedang jalan saya suka ngelamun. :) anda perhatian sekali yak? thanks anyway :)

  24. Ali S Kholimi said:

    Search IP-nya Lih, kirim pesan itu darimana. :D Siapa tahu dari LabProg.

  25. Galih Satria said:

    #Mas Ali:
    Sayang sekali IP-nya bukan dari labprog :D tapi IP-nya miliknya D-Net Surabaya hehehe…

  26. yuhana said:

    Tunggu aja lih, entar kalau memang sudah saatnya dan jodohnya pasti akan datang juga. Emang seleranya yang gimana sih Lih, sebenarnya selera Galih yang njlimet apa memang Galihnya yang kurang peka …. lari mode ON :D….

  27. Galih Satria said:

    #bu yuhana:
    selera saya sebenarnya sangat simpel kok bu, nggak tinggi-tinggi amat. cuma masalahnya selera saya itu juga disukai banyak orang, jadi mau cari yang sedang single sudah susah. ketemu yang single-pun belum tentu mau :))

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>