Tulungagung Hunting Wish List

Posted by: on Dec 12, 2007 | 5 Comments

Meskipun ketika sudah sampai di rumah rasanya menjadi sangat malas untuk keluar dan menenteng perkakas fotografi, situs Tulungagung @ East Java memberikan saya semangat untuk memotret lokasi-lokasi yang disebutkan. Antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Lawean, Sendang.
    Bulik Woro dan [calon paklik] Farid telah menunjukkan foto-foto dataran tinggi di Tulungagung ini. Indah, tapi harus jeli agar landscape yang ada benar-benar terekspose dengan cantik.
  2. Waduk Wonorejo.
    Apa yang bisa diambil dari sebuah waduk yang masih gersang? Hmm.. tapi di situlah tantangannya.
  3. Pantai Popoh.
  4. Pantai Sine.
    Baru tahu dari situs ini pula saya kalau ternyata pantai ini menawarkan pemandangan sunrise. Yah, secara pantai Tulungagung kan menghadap ke laut selatan, jadi siapa sangka bisa mendapatkan sunrise? Perlu dibuktikan!
  5. Pantai Klatak, Brumbun, dan teluk-teluk kecil yang menghadap laut selatan. Saya pernah melihat Pantai Brumbun di kalender. Tapi secara fisik saya belum pernah ke sana.
  6. Wajak, Boyolangu.
    Hueheuheuheu… motret sekolahan dunks?
  7. Candi Mirigambar (Angling Darma).
    Dengar aja baru sekarang saya
  8. Industri Marmer terbesar di Indonesia.
    Ada di Besole, Campurdarat. Hanya empat kilometer dari rumah saya. Lima belas menit sampai. Dulu, lokasi ini bagi saya lebih mirip sirkuit daripada daerah kunjungan. Ada di jalur Tulungagung-Pantai Popoh, aspal hotmix yang berkelok-kelok sangat mengasyikkan untuk ajang geber-geberan mesin sepeda motor.

Coba ya, liburan akhir tahun ini saya mendapatkan berapa lokasi. Atau hanya nol besar seperti libur lebaran kemarin? Maklum, kalau sudah di rumah bawaannya kangen-kangenan terus sama kolam lele yang ada di kebun belakang rumah.

Barongsai

Posted by: on Dec 12, 2007 | 4 Comments

FLICKR
Lokasi: Stadion PTIK Kebayoran Baru, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm (@34mm) | 1/500 s | F/5

Stock foto lama, dari Pembukaan Petrocup 2007. Barongsai ini adalah persembahan kontingen Petrochina.

SQL Tuning: Fungsi String di Klausa WHERE

Posted by: on Dec 11, 2007 | 3 Comments

Ini adalah Oracle SQL Performance Tuning tips and trick dari Mas FF. Katakanlah kita punya SQL seperti ini,

SELECT *
FROM tabel t
WHERE LOWER(t.kol)
LIKE ‘%hehe%’ AND SUBSTR(t.kol2,2,4) = ‘AB’

Terlihat familiar? Ini memang query standar kok. Tapi apakah Anda tahu implikasi fungsi LOWER dan SUBSTR di masalah kecepatan? Ternyata proses LOWER dan SUBSTR adalah me-lower-case-kan seluruh baris di kolom t.kol tersebut dan men-substring-kan seluruh baris di kolom t.kol2 sebelum membandingkannya dengan hehe dan AB. Jika jumlah barisnya terlalu banyak, tentu saja akan terjadi degradasi kecepatan yang sangat berarti (baca: signifikan).

Solusi: Gunakan fungsi-fungsi semacam LOWER dan SUBSTR secara bijak. Jika sudah yakin suatu kolom dalam lowercase, maka input sebelah kanan (dalam hal ini hehe) harus diubah ke lowercase juga. Demikian pula untuk fungsi SUBSTR.

Demikian tips dan trik singkat SQL Tuning.

Nikonian

Posted by: on Dec 10, 2007 | 4 Comments

FLICKR
Lokasi: Bukit Sentul, Bogor
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | 1/125 s | F/5.6

Seorang fotografer bawaan Event Organizer yang menyelenggarakan acara Family Day kantor saya di Bukit Sentul. Sekilas, kelihatannya seperti Nikon D50 dengan lensa general purpose Nikkor AF-S 18-135 mm.

Bermain Bola

Posted by: on Dec 10, 2007 | 7 Comments

FLICKR
Lokasi: Pelataran Museum Fatahillah, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | 1/320s | F/10

Song of the Day: Kusimpan di Atas Segalanya

Posted by: on Dec 10, 2007 | 4 Comments

Kusimpan di Atas Segalanya
Broery Marantika

Tak terlintas sedikitpun
Aku sanggup berpaling darimu
Karena selalu tentangmu, bahkan mimpi buruk pun tentangmu

Kuharap kau pun mengerti
Di hatiku memang begitu adanya
Hanya wajah dan namamu kusimpan di atas segalanya

Semua yang kukatakan rasanya tak berlebihan
Lalu bagaimana agar dapat yakinkan hatimu?
Namun bila kau ragukan sudah jangan kau paksakan
Setidaknya kau telah tahu segalaku untukmu

Oh, kuharap kau pun mengerti
Di hatiku memang begitu adanya
Hanya wajah dan namamu kusimpan di atas segalanya

Semua yang kukatakan rasanya tak berlebihan
Lalu bagaimana agar dapat yakinkan hatimu?
Namun bila kau ragukan sudah jangan kau paksakan
Setidaknya kau telah tahu segalaku untukmu…

Lagu ini untuk saya… yang begitu bodoh dan dungu tak sanggup berbuat apa-apa lagi, yang begitu lemah hingga tak sanggup melawan lagi.

Review: Sang Pemimpi

Posted by: on Dec 6, 2007 | 26 Comments

Judul Buku: Sang Pemimpi: Buku Kedua dari Tetralogi Laskar Pelangi
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang

Sekelompok anak-anak miskin di kawasan Belitong, bekerja sebagai kuli paling kasar di pelabuhan Belitong agar tetap bisa sekolah. Adalah Ikal, sang penutur cerita sekaligus pemeran utama; Arai, saudara Ikal, seorang simpai keramat atau sebatang kara yang diasuh oleh orang tua Ikal; dan Jimbron, si tambun yang gagap yang punya obsesi kompulsif terhadap kuda. Meskipun nakal dan berandalan, Ikal dan Arai adalah penghuni garda depan, istilah untuk orang-orang yang memiliki top rank di sekolah. Sebagai kaum buruh miskin, mereka memiliki cita-cita yang lebih mirip mimpi daripada cita-cita. Pungguk merindukan bulan.

Tapi anak-anak ini tidak sekedar bermimpi. Mereka termotivasi oleh mimpi-mimpi dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Menabung sereceh demi receh hasil dari pekerjaan mereka ke dalam celengan demi untuk mewujudkan cita-cita bersekolah ke Perancis! Waw…

Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!

Arai

*

Kisah cinta apa yang paling menyedihkan di muka bumi ini? Cinta yang patah berkeping-keping karena pengkhianatan? Dipaksa putus karena perbedaan? Cinta yang menjadi dingin karena penyakit kebosanan? Terpisah oleh samudera? Bukan. Cinta yang paling menyedihkan adalah cinta yang tak peduli. [hal. 186]

Zakiah Nurmala adalah wanita pujaan Arai. Namun sayang, Zakiah terlalu tak peduli pada Arai. Tapi lihatlah bagaimana perjuangan Arai untuk mendapatkan cintanya. Mengharukan. Tak kenal lelah, tak kenal putus asa meskipun respon Zakiah sangat buruk, bahkan cenderung menghina. Apakah hati Zakiah luruh dengan perjuangan Arai ini?

Di titik Zakiah ini, mungkin saya terlalu larut dengan novel ini. Secara tak sadar saya selalu bersimpati dan tertarik oleh cerita-cerita yang menggambarkan kasih tak sampai. Mungkin seperti bercermin melihat diri sendiri kali ya?

Si Ikal sendiri ternyata adalah Andrea Hirata. Jika kita melihat perjalanan hidup Ikal dan kemudian membaca biografi Andrea, sangat mungkin bahwa Andrea menceritakan kisah perjalanan hidupnya sendiri dengan banyak bumbu-bumbu dramatis. Gaya penceritaannya hiperbolis, dengan pengandaian-pengandaian yang sering keterlaluan dan membuat geli dan tertawa kecil.

Saya suka ketika tahu bahwa para pendidik diangkat dan dihormati di sini. Pak Balia adalah sosok kepala sekolah yang cerdas dan jujur. Pak Mustar, meskipun masih bersikap sangat keras, beliau sebenarnya sangat perhatian dengan perkembangan anak didiknya.

Kesimpulan, novel ini wajib baca. Ringan, menghibur, menyenangkan, dan memotivasi untuk selalu bersemangat dan terus siap tempur. Thanks to Mas Puntadi yang telah meminjami novel ini. ) [banda nyilih thok aku kiy]

Switch to our mobile site