Entries from December 2007

Fotomodel Wannabe

Date December 16, 2007


FLICKR
Lokasi: Studio Alam TVRI, Depok
Model: Natalie (thanks to Hunting Bareng TheLight)
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | 1/25s | F/6.3

Bagi saya, genre yang paling sulit dalam fotografi adalah fotografi model. Motret model. Hal yang paling sulit tentu saja adalah menemukan feel, aura, dan karakter dari si model. Halah! Bicara apa saya ini. Motret aja masih asal jepret sudah berani-berani jumawa soal karakter dan aura.

Tapi begitulah kesimpulan yang saya dapat sepulang dari hunting bareng milis TheLight di Depok sebulan yang lalu. Saya tidak berbakat motret model. Ada sekitar 300-an foto, tapi tak satupun yang bisa memuaskan. Pikiran optimistis saya menghibur bahwa latihan terus menerus akan mengasah feel dalam memotret model.

Berhenti Upload di FN

Date December 14, 2007

Tidak dapat dipungkiri, pengajar fotografi saya adalah komunitas Fotografer.net. Karakter foto-foto saya (kalaupun punya karakter :D ) sangat dipengaruhi oleh FN. Saturasi, ketajaman, dan olah digital. Namun, sejak beberapa waktu yang lalu, saya berhenti upload di FN, bahkan mengunjungi situsnya pun sudah sangat jarang.

Ada beberapa hal yang membuat saya tidak upload lagi ke FN. Salah satu hal yang paling tidak nyaman adalah nilai dan komentar. Nilai FN dibagi menjadi 6: 3 Thumbs Up untuk foto yang paling sempurna, 3 Thumbs Down untuk foto yang paling parah. Setiap anggota FN diwajibkan memberikan nilai dan komentar. Sekarang, dari 6 kategorisasi nilai itu, 3 TD hanya untuk para penjiplak, plagiat, dan pembajak. Orang pun sudah jarang yang memberikan nilai 2TU dan 1TU, mayoritas 3TU meskipun sebuah foto tidak layak mendapatkan nilai sempurna. Jadi, jika disimplifikasi, nilai sekarang hanyalah 3TU dan miskin penilaian. Saya pribadi — dengan adanya penilaian ini — wajar jika ingin foto saya memiliki nilai yang bagus. Saya jadi dituntut untuk selalu upload foto-foto yang mencolok agar menarik perhatian di antara sekian ratus foto yang sama-sama tampil. Bukan foto-foto yang bagus, tapi asal mencolok! Saturasi warna dihajar sampai level tertinggi. Foto-foto sederhana tapi bermakna malah tidak laku di FN. Mayoritas foto FN kini dipenuhi dengan: foto sunrise, sunset, infra-red, dan tentu saja…. model cewek! ;)

Saya menjadi tidak nyaman lagi upload sembarang foto, sehingga saya akhirnya memilih upload foto di blog saja. Saya bebas mengupload foto yang saya suka. Saya bebas bereksperimen warna dan komposisi. Saya bebas mengupload foto yang jelek sehingga dikritik teman-teman. Kritik yang membangun. Di FN, sebuah foto hanya tampak beberapa menit saja karena disusun dalam urutan waktu. Sebuah foto di halaman 3, artinya tidak akan ada orang yang melihat dan itu artinya tidak akan ada kritik dan masukan buat Anda.

Sebenarnya ada situs-situs baru yang berusaha memperbaiki FN yang terlalu malas untuk berubah. Ayofoto.com misalnya. Ayofoto tampaknya berusaha mengurangi keterlibatan olah digital dengan melarang penggunaan frame, berusaha memperbaiki sistem komentar dan nilai. Tapi karena komentar dan nilai bukan hal yang wajib, komentar dan kritik menjadi jauh lebih sepi. Jadi serba salah. :D Sehingga, saya menemukan tempat yang nyaman: blog sendiri dan flickr :)

Butuh Presisi

Date December 13, 2007

FLICKR
Lokasi: Padang Golf Gunung Putri, Bogor
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR (@200mm) | 1/320 s | F/5.6

Sedikit Sport Jantung di Pagi Hari

Date December 13, 2007

Wisma Mulia, 07:10 AM

Rutinitas harian, masuk ke kantor lewat gerbang belakang. Disambut oleh senyuman ramah Mas Security [robot?] yang berjas lengkap dengan dasi dan memeriksa sekilas tasku dengan alat semacam tongkat pemukul bola kasti yang selalu berbunyi, tiit…. “Selamat Pagi, Pak? Apa kabar?” Huff… I’m still 23! Do I look that old? :(

Masuk lift bareng dengan Ibu Sthephanie Meadow yang beratnya tiga kali lipat beratku ;)) Jadi ragu apakah si lift bisa mengantar sampai tujuan :D Dan benarlah, masih setengah perjalanan, tiba-tiba indikator penunjuk lantai mati dan lift berhenti dengan sedikit hentakan. Agak panik, aku tempelkan lagi kartu akses lift, tapi tetap saja, lampu nomor 48 tidak mau menyala. Beberapa lama kemudian, lift bergerak turun dan lampu indikator lantai menunjukkan tanda G. Lega, aku berujar ke Ibu Meadow, “Come back to the ground…”

Si Ibu berceloteh sambil ketawa ketiwi yang kurang lebih artinya begini: Nanti kalau lift yang lain juga begini, kita kembali ke mobil dan pulang. ;))

Heheh, dulu, waktu di ITSnet, lift-nya jauh lebih sering ngadat. Berhenti di tengah-tengah, bergetar tidak karuan adalah hal biasa. Tapi lantainya hanya 6. Jadi kalau jatuh, paling banter patah tulang kaki. Lha kalau di sini, meskipun liftnya lebih canggih dan aman, tetap aja… 48 lantai je… ngeri… :D

Tulungagung Hunting Wish List

Date December 12, 2007

Meskipun ketika sudah sampai di rumah rasanya menjadi sangat malas untuk keluar dan menenteng perkakas fotografi, situs Tulungagung @ East Java memberikan saya semangat untuk memotret lokasi-lokasi yang disebutkan. Antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Lawean, Sendang.
    Bulik Woro dan [calon paklik] Farid telah menunjukkan foto-foto dataran tinggi di Tulungagung ini. Indah, tapi harus jeli agar landscape yang ada benar-benar terekspose dengan cantik.
  2. Waduk Wonorejo.
    Apa yang bisa diambil dari sebuah waduk yang masih gersang? Hmm.. tapi di situlah tantangannya.
  3. Pantai Popoh.
  4. Pantai Sine.
    Baru tahu dari situs ini pula saya kalau ternyata pantai ini menawarkan pemandangan sunrise. Yah, secara pantai Tulungagung kan menghadap ke laut selatan, jadi siapa sangka bisa mendapatkan sunrise? Perlu dibuktikan! :)
  5. Pantai Klatak, Brumbun, dan teluk-teluk kecil yang menghadap laut selatan. Saya pernah melihat Pantai Brumbun di kalender. Tapi secara fisik saya belum pernah ke sana.
  6. Wajak, Boyolangu.
    Hueheuheuheu… motret sekolahan dunks? :D
  7. Candi Mirigambar (Angling Darma).
    Dengar aja baru sekarang saya :P
  8. Industri Marmer terbesar di Indonesia.
    Ada di Besole, Campurdarat. Hanya empat kilometer dari rumah saya. Lima belas menit sampai. Dulu, lokasi ini bagi saya lebih mirip sirkuit daripada daerah kunjungan. Ada di jalur Tulungagung-Pantai Popoh, aspal hotmix yang berkelok-kelok sangat mengasyikkan untuk ajang geber-geberan mesin sepeda motor. :)

Coba ya, liburan akhir tahun ini saya mendapatkan berapa lokasi. Atau hanya nol besar seperti libur lebaran kemarin? Maklum, kalau sudah di rumah bawaannya kangen-kangenan terus sama kolam lele yang ada di kebun belakang rumah. :)