Tetap Bertahan dengan Suzuki Tornado GS th. 1996

Date December 5, 2007

Sepeda motor yang sudah tua. Berinisial nama saya, GS, Galih Satriaji :P Dua tak, dengan emisi yang cukup untuk mempercepat kematian sang ibu bumi. Saya mulai memakainya tahun 1999, tiga tahun bolak-balik rumah sampai parkiran SMU Negeri 01 Boyolangu, Tulungagung. Berlanjut empat tahun kemudian menyusuri jalanan Surabaya. Dan sekarang, menyusuri kepadatan Jakarta yang kian hari kian semrawut.

Sebenarnya saya cukup malu masih membawa dua tak di tengah belantara motor empat tak di sini. Asap dari knalpotnya yang terlalu banyak adalah faktor utama. Sekarang sudah mulai terengah-engah kelelahan. Tak bisa lagi dibawa dengan kecepatan lebih dari 80 km/jam, berbeda dengan ketika waktu kelas 2 SMU dulu, waktu saya tabrakkan dengan sebuah GL-Max. Kecepatan sebelum kejadian yang meretakkan tempurung lutut saya itu cukup fantastis: 129 km/jam. Penampilannya telah kuyu, dijemur matahari, diguyur hujan asam. Kalaulah ia bisa bicara, pasti ia berontak ketika saya paksa ia menggandeng seorang wanita dari halte FK UI. Ah, waktu yang telah berlalu :) Terlalu banyak cerita bersamanya.

Kenapa saya tidak mempensiunkan sepeda motor ini dan menggantikannya dengan yang baru? Apakah alasan romantis di atas menjadi faktor utama? Sebenarnya tidak. Ada beberapa hal,

  1. Faktor kriminalitas. Terlalu banyak kriminalis yang berkemampuan jenius di sini. Saya lebih tenang meninggalkan sebuah Suzuki Tornado 96 di pelataran parkir daripada sebuah Honda Supra 2006.
  2. Saya tidak yakin sepeda motor akan berumur panjang di Jakarta. Saya meramal bahwa sebentar lagi akan ada kebijakan dari pemkot DKI yang melarang penggunaan sepeda motor di Jakarta.
  3. Harga sepeda motor mahal bo’ :P

Wis pokoke, cuek aja, tetap pakai dua tak yang banyak asap :P ;))

23 Responses to “Tetap Bertahan dengan Suzuki Tornado GS th. 1996”

  1. tukang foto keliling said:

    awas dituntut oleh pemerintah :p dan orang2 sekitar…
    sekarang sedang ada konfrensi tingkat dunia di bali tentang perubahan iklim yang begitu cepat dimuka bumi dan pemanasan global :D

  2. tukang foto keliling said:

    oiii… vertamaxxx plus :D

  3. tukang foto keliling said:

    hetrixxx….
    jangan beli sepeda motor lih, beli wide lens aja :p
    nikon 10-24 :D

  4. Galih Satria said:

    #tukang foto keliling:
    Ampun ndrak… aku ngincer sigma 10-22 wae ;))

  5. bayu said:

    hueheuehueh,.. alasannya asyik juga,.. huaehaeuiae,..

    1. pake asuransi aja,..
    2. weleh,.. ini isu dari mana lagi neh??
    3. kredit aja,..

    anyway, prasaan kalo 2tak itu kan ada oli samping supaya asapnya nggak banyak,.. (CMIIW).

  6. dnial said:

    Bukane sejak jaman kuliah aku sarankan ganti motor karena nambah2i polusi nang surabaya?

    Saiki nambah2i polusi nang jakarta, babahno se… bukan kotaku :p
    Masio lawas, jgn 2-tak po’o, polusine lho……

  7. Galih Satria said:

    #bayu:
    karena sudah tua, tetep saja asapnya banyak

    #dnial:
    anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu :))

  8. tukang foto keliling said:

    “anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu”

    hayo yang “merasa” anjing angkat kaki :))

  9. Rachmad Hidayat said:

    wooo.. iki tho tibake sing nggarai jakarta tambah panaaaasss..
    waduh Lih, nek aku sik nang suroboyo mungkin aku gak bakal ngurusi sepedamu, lha berhubung saiki aku podo-podo nang jakartane, please deh Lih.. ganti motormu besok yaa..

  10. fuad said:

    ati2. Jangan sekali2 berada di belakangnya. Baunya bo :-D Pengalaman soal e :-P

  11. Rina said:

    Salam kenal Mas Galih,
    Salam Tornado GS th 1996…sama…punyaku juga
    Dia masih setia temenin aku menyusuri jalanan Jogja-Solo-Magelang…bahkan wonogiri-sragen, Pokoke masih tangguh…

  12. aji putra said:

    hohh… jadi itu sebabnya tetep pakek GS soale sesuai dengan inisial namanya mas galih ya hehehe…

  13. aji putra said:

    mandingan juga beli kamera ya mas..??

  14. Galih Satria said:

    #aji putra:
    ho-oh :D :))

  15. Kampanye Ijo « Zero Reality said:

    […] negara untuk mengadakan uji emisi (motornya g***h g akan lolos hihihi…) secara berkala seiring dengan perpanjangan STNK, jika gagal STNK tidak […]

  16. vend said:

    aku juga setia, tapi sama yamaha vega (4 tak :P )
    terlalu banyak memori :D
    sampe 129 km/jam?? busyet dah, rekorku aja pake shogun 130 km/jam. (4 tak seharusnya lebih mudah menjangkau top speed daripada 2 tak)

    @ bayu & mas galih :
    justru oli samping itu yang ikut dibakar di ruang bakar buat melumasi piston, yang akhirnya menghasilkan asap buang di knalpot..

  17. gbl_elit said:

    Setelah membaca komentar teman2 di atas saya jadi paham…ternyata masih banyak dari saudara kita yang belum paham tentang mesin. kita tidak perlu terlalu jauh memahami mesin, tapi paling tidak kita tau perawatan mesin yg benar.. dalam artian mau 4 tak atau 2 tak kalau perawatannya benar pasti nyaman di kendarai dan tentunya tidak menimbulkan polusi udara…
    dari data yang saya peroleh mesin 4 tak kalau jarang di service juga menimbulkan banyak polusi meskipun tidak mengeluarkan asap (polusi itu bukan berarti yg keliatan aja ya) mungkin kalian pernah dengar ada ada berita di surat kabar atau televisi yang menceritakan seseorang meninggal dunia karena keracunan gas asap knalpot … itu berasal dari knalpot mesin 4 tak (mobil) bukan dari 2 tak ..

    Dan bagi pengendara motor 2 tak juga harus memperhatikan kondisi kendaraanya … seperti memakai oli samping yang baik dan low smoke sehingga tidak mengganggu pengguna kendaraan yg lainnya..juga rajin service supaya asap tidak banyak seperti obat nyamuk OK

  18. imam mubarok said:

    wah bro GS gw lebih fantastis 140km/h walaupun setelah 7th!
    gwe setuju ngt mendingan ninggalin tornado di lapangan sepi daripada smash di parkiran mall (serius pernah ketinggalan + koncinya selama 30mnt and GAG ADA YG NGAMBIL!!)
    walaupun butek,buluk,item,karat,cakramnya klo keseringan di pake sering macet ,tp
    gwe bangga bawa tuh ‘anak’ jalan2 bareng tm” gwe
    makin bangga klo dah di ajak ngebud!

    pokoknya pertahan kan nyali masa muda mu bro……

    _mamimoto_ GS ‘97

  19. atsuy said:

    kasi tahu dong caranya nyervice motor tornado, soalnya pengen coba sendiri, biar ga perlu ke bengkel mulu,

  20. racho said:

    wakakaka.. masi ada yg pake tornado toh..
    saya juga mas.. tapi pakenya gx 97…
    masi biasa ngebut di jalanan ibukota meski mentok di 110km/jam..
    (kalo ganti knalpot racing nan berisik masi bisa 130km/jam)

    coba join ke suzuki-tornado@yahoogroups.com aja ato suzuki 2 wheels kalo mo servis2 sendiri.. gw sih biasa servis sendiri, gampang, ga kaya 4-tak..
    udah bertaon2 ga dibawa ke bengkel buat servis

  21. ahmad harist said:

    mas,saya punya suzuki tornado tahun 2000.100cc,klo oli samping yg bagus bwat motor saya merk apa ia?

  22. ifan said:

    sama bos alternatif saya beli suzuki tornado GS alasannya:
    1. Dengan harga yang murah cenderun lebih relax dan aman tanpa harus ada yang nyuri, tapi tetep hati-hati.
    2. Yang penting enjoy aja.
    3. Di Tasik boleh dibilang hampir punah banyak sih cuma jarang-jarang di tengah hiruk pikuk 4 tak gituloh
    4. ok ca yooo santai and be our self aja!

  23. Andreas Kisser said:

    bos gue punya tahun 95 masih 95km / jam bisa dia, udah 13 than nemenin gue melakukan hal-hal yang baik maupun tak baik jadi gue sayang baget ngejualnye banyak orang suruh jual tapi gue bilang motor gue memang murah tapi kenangan bersamanya tak bisa berbanding dengan besarnya uang coba aja lo sering bersihin blokcc nya atau cylinder headnya dan membran ganti pasti kecepatan dan tenaganya bertambah

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>