Entries from November 2007

Tujuh Cakra Avatar

Date November 11, 2007

Inilah kenapa saya suka film-film asing. Mereka selalu memiliki pesan-pesan yang dalam, bahkan dalam kisah Aang the Avatar: the Last Air Bender. Hal inilah yang jarang dimiliki film (apalagi sinetron) buatan Indonesia. Berikut adalah pesan yang terdapat pada salah satu serinya. Book two: Earth, Chapter 19: The Guru.

*

Dalam tahapan menguasai kebesaran Avatar, kamu harus membuka semua cakra. Cakra adalah kolam-kolam energi yang terkumpul di dalam tubuh. Kolam-kolam energi tersebut memiliki penghalang yang harus kamu buka agar dapat mengalir.

Ada tujuh cakra energi dalam tubuh kita dan setiap energi memiliki tujuan tersendiri dan dapat terbendung oleh sifat emosional tertentu. Untuk mencapai kebesaran Avatar, semua pembendung itu harus dibuka.

Inilah tujuh cakra tersebut:

  1. Cakra Bumi. Terletak di dasar tulang belakang. Dia disebabkan oleh kepercayaan. Terbendung oleh perasaan takut.
  2. Cakra Air. Cakra ini dibebaskan oleh tekanan dan dibendung oleh Cemooh. Kenyataan yang telah membuatmu menyalahkan dirimu telah terjadi. Tapi jangan membiarkannya menampar dan meracuni energimu. Jika kamu bisa berpikir positif, kamu akan bisa memaafkan dirimu sendiri.
  3. Cakra Api. Terletak pada lambung. Cakra ini adalah bagian dari perasaan. Terbendung oleh rasa malu. Apa yang membuatmu merasa malu? Apa kekecewaan di dalam jiwamu?
  4. Cakra keempat terletak di hati. Dia berurusan dengan cinta. Terbendung oleh duka cita. Lepaskan semua duka citamu. Kamu mungkin sangat kehilangan. Tapi cinta adalah energi yang sangat penting. Cinta yang berakhir bagimu, bukan berarti akhir dari energi ini. Dia masih tetap ada di dalam hatimu dan tumbuh kembali menjadi cinta baru. Biarkan kesedihan mengalir keluar.
  5. Cakra Suara. Terletak pada tenggorokan. Dia berurusan dengan kebenaran. Terbendung oleh kebohongan.
  6. Cakra Cahaya. Terletak di tengah-tengah dahi. Dia berurusan dengan batin. Terbendung oleh ilusi. Ilusi terhebat pada tingkat ini adalah ilusi dari perpecahan. Merasa sesuatu itu terpisah, namun sebenarnya adalah satu kesatuan. Bahkan keempat elemen yang terpisah (air, bumi, api, dan angin) adalah ilusi. Elemen tersebut adalah satu kesatuan.
  7. Cakra ketujuh adalah cakra terakhir. Jika cakra ini terbuka, kamu akan keluar menuju kebesaran Avatar dengan nyata. Dan saat berada di kebesaran Avatar, kamu bisa sepenuhnya mengendalikan semua tindakanmu.

    Cakra ini terletak di atas kepala. Dia berurusan dengan energi kosmis.  Terbendung oleh hal duniawi. Cara melepaskannya adalah mengacu pada air. Biarkan semuanya tersimpan, biarkan ia mengalir ke sungai, dan… lupakan.

Sherlock Holmes: Misteri yang tak Terpecahkan

Date November 8, 2007

Judul novel: Sherlock Holmes: Misteri yang tak Terpecahkan
Judul asli: A Slight Trick of the Mind
Penulis: Mitch Cullin
Penerbit Indonesia: Hikmah (Mizan)
Tebal halaman: 513 halaman.

Yes, inilah kisah Sherlock Holmes yang baru. Bukan Sir Arthur Conan Doyle yang menulisnya, tapi oleh Mitch Cullin. Sir Arthur mengakhiri kisah Holmes dengan cerita bahwa Holmes telah pensiun dan mengasingkan diri di pedalaman Sussex. Beternak dan meneliti lebah adalah kesibukannya setelah  pensiun. Nah, berawal dari titik inilah Cullin menceritakan kehidupan Holmes.

Meneruskan tokoh fiktif yang telah melegenda hasil ciptaan orang lain tentunya bukan hal yang mudah. Bagaimana karakter Holmes yang sebenarnya tentu hanya diketahui oleh Sir Arthur sendiri. Namun, kisah Holmes memang memiliki celah untuk bisa diteruskan orang lain. Dalam kisah-kisah petualangan Sherlock Holmes, Dr. Watson berperan dalam menuliskan kisah-kisahnya, tentunya dengan sudut pandang Dr. Watson sendiri. Titik inilah yang dimanfaatkan oleh Cullin untuk meneruskan kisah Holmes dalam sudut pandang Holmes sendiri!

Cullin telah membuat Holmes jauh lebih manusiawi. Di sini Holmes bercerita dengan penuh kerendahan hati, berargumen bahwa apa yang diceritakan Dr. Watson adalah sebuah dramatisasi untuk menciptakan konflik cerita yang enak dan populer. Salah satu contohnya adalah, ia memanggil sahabatnya itu dengan sapaan John (nama lengkap Dr. Watson adalah Dr. John H Watson), bukan Watson seperti di novel Sir Arthur. Jauh lebih akrab dan masuk akal untuk dua orang yang bersahabat selama bertahun-tahun.

Apakah kemampuan deduksi Holmes yang bertumpu pada hal-hal sepele itu juga hasil dramatisasi Dr. Watson? Ternyata tidak! Holmes memang memiliki itu. Bagaimana ia bisa menebak nyaris sempurna mengenai latar belakang Mr. Umezaki membuktikan hal tersebut.

Well, bicara mengenai jalan ceritanya… sungguh.. novel ini bukan lagi sebuah novel detektif penuh petualangan lagi. Ini adalah novel narasi kehidupan orang tua berumur 90 tahun yang pernah melegenda di masa mudanya yang meledak-ledak. Sungguh tragis menyaksikan kehidupan manusia di masa senjanya. Fungsi-fungsi tubuh yang tak lagi bekerja dengan baik, otak yang biasanya cerdas kini telah memudar, kesepian ditinggal teman-teman yang telah meninggal, sungguh menyedihkan.

Begitu pula ketika membaca kisah cinta Holmes yang ternyata sangat menyedihkan. Sunguh tersiksa rasanya melihat Holmes yang cerdas luar biasa, namun tak memilki kemampuan komunikasi dengan wanita, harus mencintai wanita yang tidak mungkin dimilikinya. Pertemuan dan kontak dengan wanita itu begitu singkat, namun begitu membekas. Kekecewaan terpendam membuat ia memilih hidup sendirian tanpa ditemani seorang isteri.

Novel ini termasuk dalam kategori novel berat. Perlu kebiasaan membaca novel yang panjang dan kompleks jika ingin menikmati novel ini. Alur yang digunakan adalah campur aduk, mengalir bolak-balik: kadang maju, kadang mundur, toiba-tiba flashback, lalu balik ke depan lagi.., tanpa klimaks yang berarti. Paling tidak ada tiga alur besar dalam novel ini yang semuanya disusun secara campur aduk, antara lain: (1) kehidupan masa kini, Holmes di Sussex, (2) cerita tentang perjalanan ke Jepang memenuhi undangan Mr. Umezaki yang baru saja ia jalani, dan (3) cerita masa lalu tentang kisah cinta Holmes lewat naskah artikel yang ditulisnya sendiri. Tidak ada lagi kisah-kisah petualangan dengan alur maju-mundur sederhana ala Sir Arthur Conan Doyle. Di sini alurnya benar-benar campur aduk, bisa bosan kalau tidak terbiasa.

Sebagai penutup, novel ini dapat dikatakan melengkapi kisah Sherlok Holmes yang dramatis dan penuh petualangan. Mengikuti kisah humanis seorang yang telah berumur 90 tahun, dengan segala masalahnya adalah jendela baru pengetahuan mengenai kehidupan manusia. Ego, ambisi, kesombongan, cita, harapan, dan cinta…

Foto sampul dicolong dari: BukuKIita.com

Kawasan Kota Tua, Spot Favorit Foto Pre-Wedding

Date November 8, 2007

Setiap kali saya mengamati undangan pernikahan, hampir selalu spot foto pre-wedd yang diambil para pasangan adalah kawasan kota tua Jakarta. Museum Fatahillah dan sekitarnya. Spot kedua setelah kota tua adalah Pelabuhan Sunda Kelapa — atau agak bergeser sedikit ke Pantai Indah Kapuk. Secara statistik, kawasan kota tua 68% selalu muncul di undangan pernikahan.

Saya beberapa kali hunting foto ke kawasan kota tua meskipun bukan foto pre-wedd sehingga saya tahu sudut-sudutnya, lengkap dengan sepeda tua dan pemiliknya yang memang sengaja menyewakan sepeda itu untuk kepentingan foto pre-wedd. Ketika saya lihat sepeda itu lagi di undangan pernikahan si A, B, dan lalu si C, saya kontan tertawa. Apa nggak ada tempat lain selain kota tua sih? :)) Saya yakin, pasangan pre-wedd itu pasti menginginkan sesuatu yang berbeda dengan yang lain dalam sesi pre-wedd-nya. Ketika spot yang diambil adalah kota tua dengan busana kebaya/jas/dasi, kesan berbedanya akan langsung hilang seketika.

Ini adalah tantangan buat fotografer untuk mencari ide dan konsep yang orisinil, di luar batas mainstream bagaimana seharusnya foto pre-wedd dibuat. Masih banyak ide dan konsep yang belum dieksplorasi. Eksplorasi ide bisa diawali dari pemilihan tempat yang berbeda, di luar kebiasaan seperti Kota Tua, Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Pantai Indah Kapuk, atau Kebun Raya Bogor. Mungkin hasilnya agak berbeda ketika tempatnya berbeda, misalnya di tengah kemacetan Pasar Tanah Abang, di antara hiruk pikuk pasar ikan Muara Karang, atau semacam itu.

Inilah foto-foto kota tua: Read the rest of this entry »

Masjid Tiban, Makam Aulia Sunan Kuning

Date November 7, 2007

Tidak banyak yang tahu siapa Sunan Kuning. Nama ini lebih dikenal sebagai tempat nista di Semarang. Sunan Kuning sebenarnya adalah Raden Mas Garendi, a.k.a Sunan Amangkurat III, salah satu raja dalam trah Kerajaan Mataram dan pecahan-pecahannya. Sunan Kuning termasuk murid Sunan Kalijaga, satu angkatan dengan Sultan Hadiwijaya (Pajang), Ki Ageng Pamanahan, Ki Ageng Penjawi, dan Ki Juru Martani.

Tidak banyak yang tahu juga di mana makamnya. Ternyata makam Sunan Kuning ada di Ds. Macanbang, Kabupaten Tulungagung. Makamnya ada di belakang masjid yang dikenal orang sebagai Masjid Tiban. Namun demikian — tanpa bermaksud berprasangka buruk — seperti halnya makam-makam tua, tempat ini lebih banyak digunakan sebagai kegiatan syirik seperti pencarian nomor togel, wangsit, pusaka, dll.

Berikut foto-fotonya:


Atap masjid yang khas.


Ruangan utama masjid. Kelihatan sekali kalau masjid ini sudah tua sekali.


Bedug yang tak kalah tua.

Terima kasih kepada: Teman baik saya, Denny Listianawati, yang telah berbaik hati mengantarkan berkunjung ke masjid tiban ini.

Foto-foto:
- Galeri flickr saya
- Kamera: Canon Powershot A400.
Artikel Terkait:
- Kesultanan Mataram di Wikipedia
- Bekas Kesultanan Surakarta di situs Solo-Kedu
- Kerajaan Mataram di situs Joglosemar
- Sharing Walisongo di forum kaskus

Jazzy Friday with Ireng Maulana

Date November 6, 2007

Lokasi: Pasar Festival, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | Nissin Digital Di622 for Nikon | 1/30s | F/5.6

Anda ingat siapa band yang mengiringi Koeshendratmo dalam kuis Berpacu dalam Melodi di TVRI? Yeah, Ireng Maulana. Nah, ternyata saya baru tahu kalau dedengkot Jazz Indonesia yang merintis Jak Jazz Festival ini tiap Jumat manggung di Pasar Festival, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan. Gratis. :D

Secara saya paling demen dengan hal-hal yang berbau gratis, Jumat kemarin saya nonton. Seru juga. Apalagi kalau nonton Opa Ireng bersolo gitar (kemarin solo Still Got the Blues-nya Gary Moore), kereen! Two thumbs up!