Entries from November 2007
November 16, 2007
Sama halnya ketika aku menemukan lagu Love-nya The Mercy’s di tumpukan file-file MP3-ku, tadi pagi aku menemukan lagu yang amat menarik. Sangat puitis dan dalam. Tentu saja bukan dari lagu zaman sekarang — kamu tidak akan pernah menemukan lagu puitis dan dalam sekarang, adanya lagu komersil
. Lagu ini milik Ebiet G. Ade, berjudul Asmara Satu Ketika.
Berikut liriknya:
Asmara Satu Ketika
Ebiet G. Ade
Ketika kubuka jendela kegetiran datang menyergap
Apakah karena hembusan angin bawa aroma rumput basah?
Gemuruh air hujan menumpas nyanyianku
tentang asmara yang sirna terkubur dalam dada
Aku kembali terduduk di atas kebekuan bara hati
Ketika kuberjalan sendiri menyusuri sungai berliku
Apakah langkahku bawa ke hulu ataukah ke muara?
Gemuruh suara hati menikam kebisuan
Ketika cintaku kandas terkubur dalam jiwa
Aku kembali terduduk di atas kebekuan bara hati
Gemuruh air hujan menumpas nyanyianku
tentang asmara yang sirna terkubur dalam dada
Aku kembali terduduk di atas kebekuan bara hati
Oh malam dengarkanlah syair dari nyanyianku
Barangkali akan dapat menolongku
Coba bawakan dia meski hanya lewat mimpi
Oh… kelam bicaralah!
Oh… demi semi cintaku…
Oh… o… demi semi cintaku…
Bergenre pop lembut sedikit beraroma jazz, kalau penasaran silakan download di sini nee…
Posted in Melankolis, Review
11 Comments »
November 14, 2007
Lokasi: Suatu tempat di Bekasi
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | Adobe Photoshop CS 3
Pengarah Gaya: Puntadi
Foto pre-wedd pertama saya. Tanpa make up artist. Diambil waktu hujan rintik-rintik. Terima kasih kepada pasangan Imam dan Lisa yang sedang berbahagia pada 3 November 2007, tatkala musim hujan mulai mengguyur Jakarta dan sekitarnya….
Posted in Fotografi, Model
26 Comments »
November 14, 2007
Salah satu yang selalu saya suka dari Windows dari versi satu ke versi berikutnya adalah font. Setiap Microsoft menelurkan versi yang baru, mereka selalu membawa bentuk-bentuk font baru dan sebagian besar meledak populer. Misalnya, era Windows 2000 menggunakan title bar dengan jenis font Tahoma, kemudian menyusul Windows XP mempopulerkan Trebuchet MS.
Demikian pula Windows Vista. Saya tertarik mencari nama font baru yang dibawanya karena melihat font yang digunakan Vista sangat mengusik perhatian. Baru dan luwes. Apa saja font-font tersebut? Ini dia:
- Calibri.
Diproyeksikan sebagai pengganti font Arial. Calibri secara total telah menggantikan Arial di jenis font default pada aplikasi Microsoft Office 2007.
- Cambria.
Sangat mirip dengan Georgia. Georgia adalah font serif (memiliki kait) yang paling enak dibaca di halaman web. Meskipun di dunia kertas, Times New Roman masih merajai, namun di halaman web saya rasa Georgia lebih nyaman dibaca.
- Candara.
Candara adalah jenis font yang benar-benar baru. Jika diukur kemiripannya, mungkin mirip Trebuchet MS.
- Consolas.
Font jenis monospaced: setiap huruf memiliki lebar yang sama. Era Windows 2000/XP mencoba membawa Lucida Console. Namun, belum ada yang bisa mengalahkan Courier New saya rasa. Paling nyaman untuk coding adalah Courier New. 
- Constantia.
Font ini berjenis serif. Mirip dengan Times New Roman tapi masih belum bisa menjegal kejayaan Times New Roman, saya rasa.
- Corbel.
Nah, ternyata font inilah yang mengusik perhatian saya. Font ini digunakan Vista sebagai title bar-nya. Kecil, jangkung, sejelas Verdana. Enak dilihat. Saya rasa, saya suka font ini.
Sumber: The Windows Vista Fonts
Posted in Intermezzzo
5 Comments »
November 13, 2007
Alkisah, dua teknisi IT dari background pendidikan yang berbeda bergabung dan bekerja sama dalam membangun sebuah aplikasi. Teknisi A bertugas membangun infrastruktur dan desain network dan server. Kebutuhannya adalah, server harus tetap tangguh ketika diakses oleh 10.000 pengguna secara bersama-sama. Teknisi B bertugas membangun sistem perangkat lunak yang akan dipasang di atas server tersebut. Kebutuhannya adalah, program harus cepat, tangkas, responsif, dan memiliki sistem validasi yang baik tanpa terlalu banyak membebani kerja server yang sudah berat melayani banyak koneksi.
Ternyata, dua teknisi ini membawa konsep dan desain yang berbeda sehingga pada akhirnya, ada beberapa data yang tidak lulus uji standardisasi. Teknisi B (sistem) berkata, “Itu disebabkan oleh desain dan infrastruktur servernya! Tahu cara menyusun server tercluster nggak sih?” Teknisi A (infrastruktur) berkata, “Itu pasti programnya jelek, terlalu banyak bug, dasar programmer culun tak punya pengalaman!”
Well… anyway, mereka seharusnya menjadi team yang solid bukan? Seharusnya ego masing-masing bisa ditekan untuk kepentingan bersama bukan?
Posted in Developer, Opini saja kok
9 Comments »
November 11, 2007
Saya adalah generasi Ipod, generasi yang besar dalam zaman penuh dengan serangan berbagai macam gadgets. Zaman ini katanya adalah zaman nirkabel, tanpa kabel. Tapi apa kenyataannya, lihatlah foto di atas yang begitu mewakili dunia saya. Mayoritas dipenuhi oleh kabel. Ketergantungan terhadap listrik begitu besar. Apa jadinya saya kalau hidup tanpa listrik?
Mari saya hitung:
- Paling pojok kiri adalah DVD Avatar yang sedang saya tonton. Di bawahnya, ada buku yang masih belum sempat terbaca membayangi. Praktis, kini saya hanya bisa membaca buku ketika makan saja.
- Sebelah kanan atasnya adalah set kabel untuk charger notebook Acer Travelmate pinjaman yang sedang saya pakai.
- Sebelah kanannya lagi adalah set kabel untuk enclosure hardisk. Semua data-data saya ada di situ hardisk IDE yang saya beri rumah dari stainless steel putih keperakan.
- Di bawahnya ada handsfree untuk Sony Ericsson Walkman.
- Sebelah kirinya adalah kabel data untuk SE Walkman jika sedang bertindak sebagai modem GPRS.
- Sebelah kiri lagi ada charger Nokia 2115 CDMA
- Sebelah kirinya ada charger Sony Ericsson W200i
- Sebelah kiri ada charger Motorolla C-350
- Dua remote control itu remote untuk tivi dan AC
- Sebelah kanan adalah charger untuk kamera DSLR Nikon D40
- Sebelah kanan charger tersebut adalah kabel data yang menghubungkan kamera dengan komputer. Sebuah mini USB.
- Terakhir, adalah tiga HP saya. Dua GSM, satu CDMA. Saya adalah korban perang tarif
palsu bin akal-akalan antar operator sehingga harus membawa-bawa tiga HP yang berbeda.
Semua kabel yang saya sebutkan tidak kompatibel satu sama lain. Masing-masing memiliki lubang yang unik. Dagelan paling konyol yang pernah saya jumpai di dunia nirkabel ini. Masing-masing memiliki standar colokan charger sendiri. Persis seperti standar keyboard laptop dan keypad HP. Ada standar Motorolla, ada standar Nokia, ada standar Sony Ericsson, ada standar IBM Thinkpad, ada standar Acer, dan sebagainya dan sebagainya….
Paman Tyo, begawan blog kita, telah menuliskan sindiran ini dengan sangat anggun. Beliau menunjukkan tulang-tulangan ikan lucu yang ternyata berguna untuk mengikat kabel-kabel itu. Sayangnya saya belum pernah menemukan dimana bisa membeli barang lucu dan menarik ini. Tapi kata Paman Tyo lagi, versi murahnya ada di toko Serba Goceng. Aih, meluncur ke sono dulu aah…
Posted in Catatan Harian
12 Comments »