Entries from November 2007

Kekayaan Alam Indonesia dirampok Bangsa Asing?

Date November 24, 2007

Harga minyak dunia menembus US $ 100 per barel. Indonesia, sebagai negara penghasil minyak tidak bisa mencicipi kenaikan ini. Indonesia justru menangis dan kalang kabut menutupi defisit anggaran APBN yang semakin melambung. Banyak kalangan berpendapat bahwa hal ini disebabkan sumber daya alam kita dirampok bangsa asing lewat perusahaan-perusahaan tambang mereka yang ada di negeri ini. ExxonMobil, Chevron, Total Indonesia, dan masih banyak lagi. Pemerintah dituduh telah menjual kekayaan alam ini tidak untuk kemakmuran rakyat. Padahal UUD 1945 pasal 33 (ada yang masih hafal UUD dan Butir-Butir P4? :D ) telah mengamanatkan hal ini.

Apakah memang benar begitu? Kenapa kekayaan kita dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing? Teman saya, seorang Geologis, yang bekerja di sebuah perusahaan minyak asing memiliki uraian pendapat yang menarik. Berikut kutipannya:

Ini ada artikel gara2 minyak nembus 100$/barel, para Oil kompeni tanah arab nawarin signing bonus 1 juta dollar bwt narik para professional yg udah expri untuk berkiprah disana……

Klo ngomongin gmn mngakomodir UUD 34, yg harus diberantas dulu tuh masalah kemiskinan dan mental orang miskin. Sperti kata pepatah, semua masalah itu berpangkal dari kemiskinan

Skarang negara kita klo nawarin blok migas itu mentahnya doank brur, cuman di survey geologi tp ga pake seismik apalagi sumur wildcat (istilah sumur eksplorasi). Beda sm diluar negeri, disana blok migas itu udah pasti proven reserve-nya berapa..jd investor itu tinggal nyedot isinya. Makanya pemerintah sana pnya posisi tawar yg kuat buat bagi hasilnya

Kenapa kita cuman nawarin mentahnya? Krena kita miskin brur…..skarang nge-run seismic itu hrganya 25 juta $, plus ditambah ngebor sumur wildcat paling enggak 5 - 6 sumur yg masing2 hrganya 5 - 10 jt $, plus akuisisi data sumur & ngetes sumur kaya’ well logging, DST, RFT/MDT, dst, blm lagi masalah fiscal, beli bloknya, dsb….totaL jendralnya minimal 150 JUTA$!! Itu belum tentu dapat Oil ato gas-nya…klo dry hole atau water, ya udah manyun aja…..

Masalahnya, mana ada bank atau perusahaan pembiayaan keuangan yg mau minjemin duit 150 juta dollar cuman buat gambling atau ngebiayain sesuatu yg ga jelas hasilnya…artinya apa?? Kita kudu punya duit tunai brur !!!

Trus ada ga perusahaan nasional ato BUMN kita yg punya duit tunai 150 juta dollar cuman buat eksplorasi?? Ga ada…Pertamina aja budget buat maintain & develop lapangan yg udah ngasilin aja ga nyampe segitu…..

Jadinya kita cuman ngundang investor asing ato perusahaan internasional yg pnya duit tunai segitu kaya’ BP, Chevron, Exxon dsb buat ngeruk kekayaan kita…tp krena yg ditawarin itu cuman blok mentah, otomatis mereka kudu kluar 150 juta dollar dulu donkk…,ya klo toh akhirnya dapet, bagi hasilnya juga kudu diatur….krena gmanapun yg susah payah berkeringat ditambah sport jantung pula krn blm pasti dapet, beda dgn yg ongkang2 kaki tinggal nyedot…

Klo Geologist sm Geophysicist di dunia perminyakan itu jualannya sbenernya sama….bedanya geologist itu berbicara dari data yg sifatnya detail/local (kayak singkapan batuan and well log) kmudian coba di interpretasikan kondisi regionalnya (frog eye), klo geophysicist itu sebaliknya…berbicara dari data yg sifatnya regional (kayak seismic) kemudian coba di interpretasikan kondisi detainya (bird eye).makanya kudu saling ngelengkapi biar oke…

Just for fun….

KeyKiss

Komentator ke-2000

Date November 21, 2007

Melanjutkan tradisi… :D
Selamat untuk Mas Heru si pemilik Heru 123
Telah menjadi komentator ke-2000 hehehe…
;))

Studi Pustaka tentang Zakat Maal dan Zakat Profesi

Date November 21, 2007

Sebagai muslim, salah satu kewajiban kita adalah membayar zakat. Zakat yang wajib dikeluarkan adalah zakat fitrah yang dikeluarkan pada saat bulan Ramadhan. Selain zakat fitrah, ada zakat harta atau zakat maal yang wajib kita keluarkan jika telah melampaui nishab, yaitu batas jumlah yang tidak wajib dizakatkan. Dalil naqli-nya jelas, salah satunya adalah Surat Al-Baqarah (2) ayat 43: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.

Zakat maal sendiri telah jelas. Guru SD saya, Pak Ngisom, selama enam tahun mengajari ini. Objek harta yang kena zakat adalah:

  1. Hewan ternak,
  2. Hasil Pertanian,
  3. Emas dan Perak,
  4. Harta Perniagaan,
  5. Hasil Tambang,
  6. Barang Temuan.

Masing-masing memiliki aturan berapa batas minimal harta yang kena zakat. Ada yang berdasarkan jumlah. Misalnya, emas batasannya adalah 85 gram. Besaran harta yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah 2,5% dari harta tersebut.

Nah, bagaimana dengan zakat profesi? Pertanyaan ini mengusik saya dan membuat saya memanfaatkan satu-satunya alat yang ada pada saya, Mbah Google. Maklum, secara haul (genap setahun), saya telah bekerja dan saya rasa telah wajib mengeluarkan zakat. Tetapi pelajaran SD saya dulu tidak menyebutkan adanya zakat profesi. Karena itulah saya mencoba melakukan studi pustaka lewat perpustakaan Google ini.

Ternyata, terjadi perbedaan pendapat dalam hal ini. Pendapat pertama mengatakan bahwa zakat profesi itu termasuk zakat maal dan pendapat kedua mengatakan bahwa zakat profesi itu tidak ada. Pendapat ekstrim bahkan menyebutkan bahwa zakat profesi adalah bid’ah (mengada-ada). Sedangkan pendapat ekstrim di sisi lain menyebutkan bahwa memang zakat profesi tidak ada di kitab-kitab fiqih kuno.

Read the rest of this entry »

Menikah di Mata Cowok (Baca: Saya)

Date November 19, 2007

Disclaimer:
Hehehe… sori dori mori, topiknya masih seputaran melankolis dan cintah.. :P Dan sekali lagi, postingan di bawah ini sangat sok tahu, jadi jangan terlalu diambil hati kalau saya terlalu menggurui secara teoritis ;))

*

tinggi tidak lebih dari 150 cm, berkulit putih kemerahan, muslim, berkerudung,banyak omong,, mengidamkan jejaka yang mau segera diajak melakukan sunah rosul,alias menikah, untuk keselamatan dunia akhirat,,,

Baris-baris di atas saya temukan di halaman profile friendster-nya seseorang yang ada di daftar teman saya. Mirip kata-kata yang sering kita temukan di kontak jodoh. Kata-kata terakhir cukup menohok. Sunah Rasul. Menikah. Hal yang dalam agama saya hukumnya sunnah dan bisa menjadi wajib. Soal siapa pemilik kata-kata itu, tak usahlah saya beri tahu, yang jelas dengan membaca kalimat itu, ciri-cirinya… imut-imut, putih, berkerudung… :D

Agaknya, ada perbedaan persepsi dalam memandang permasalahan pernikahan antara pria dan wanita. Wanita cenderung lebih cepat siap untuk memasuki jenjang pernikahan daripada pria. Ada berapa banyak wanita yang menunggu calonnya untuk segera memasuki jenjang pernikahan, sedangkan sang pria cenderung mengulur-ulur saat tersebut? Ada berapa banyak hubungan yang gagal karena perbedaan persepsi seperti ini? (halah, sampel-nya kok pribadi — just for personal touch dear… ;) ).

Pria membutuhkan kesiapan lebih dari materi untuk menyiapkan kehidupan baru bernama pernikahan. Dipandang dari luar, seorang pria mungkin telah siap secara materi: wajah relatif tidak terlalu mengecewakan, cukup dewasa, memiliki pekerjaan tetap, karier yang cemerlang. Apa lagi yang menghalangi pria untuk berkata: “Oke, saya siap menikah.”?

Pria adalah kepala keluarga, tulang punggung keluarga. Di tangannya masa depan keluarga akan dibentuk. Di tangannya anak-anaknya akan tumbuh besar. Inilah yang saya rasa membuat pria tidak siap secara mental. Hal yang lebih berat lagi adalah, ia harus meninggalkan dunia kekanak-kanakannya (ingat pepatah pria tak pernah dewasa?). Belum lagi masalah keluarga yang pasti seabrek. Pernikahan berarti menyatukan dua keluarga besar yang berbeda prinsip. Dan masih banyak lagi tantangan-tantangan yang “menakutkan” bagi pria.

Tapi pertanyaan lebih lanjut adalah, jika pria sudah siap, maka itu seberapa siap?

Waktu makan malam bareng di food court Plaza Semanggi — waktu itu saya baru saja “memperjelas” sebuah hubungan yang harus “berakhir” — Pak Bos saya bilang, “Lih, kamu kalau tetap ada di bingkai pemikiran itu, kamu tidak akan pernah siap!”

Lalu, bingkai pemikiran yang seperti apa agar segera siap? Anda punya tips dan saran yang jitu? Saya juga ingin mendengar paparan dari sudut pandang wanita soal masalah ini nih. Kenapa wanita begitu mudah mengatakan “Aku siap menikah.”? Buat para wanita, beruntunglah Anda yang memiliki pasangan yang mengajak segera menikah. He must be a wise man… :)

Kekuatan Kenangan Cinta Pertama

Date November 18, 2007

Bagi orang yang melankolis, percaya atau tidak, kenangan akan cinta pertama begitu membekas. Luka karena cinta pertama sangat sulit diobati. Bahkan ketika luka tersebut sembuh, bekasnya akan tetap ada di sana. Setiap perkataan, sikap, benda, permintaan, apa saja darinya mengendap dalam otak dan bangkit kapan saja setiap kita menemukan hal-hal yang bisa membangkitkan kenangan.

Dulu, waktu awal-awal saya di Jakarta, ia pernah berkata (kurang lebih) begini di telepon, “Mas, aku minta dibawakan kerak telor!” Permintaan yang susah, karena kerak telor hanya ada di malam hari dan cepat basi. Tetapi akibatnya, sekarang setiap saya menemui penjual kerak telor betawi, kata-kata itu kembali terngiang di telinga saya. Gila! :))

Masih banyak lagi hal-hal yang bisa membangkitkan kenangan. Padahal semua itu kecil-kecil dan sepele. Ya.. seperti kerak telor tadi. Hal seperti ini tanpa disadari merupakan sebuah jebakan lembah waktu yang membuat kita tak bisa menatap masa depan. Terjebak dalam lembah waktu seperti ini membuat kita terus terilusi (ilusi — meminjam istilah dnial) dan luka tersebut tidak akan pernah sembuh.

Beberapa orang memiliki cara untuk lepas dari jebakan-jebakan perasaan tersebut. Jebakan ini memang bukan hal yang ringan untuk melaluinya, jadi beberapa orang memutuskan mengambil cara frontal dengan membuang semuanya, memutus tali silaturahmi. Tak heran jika ada lagu yang memiliki lirik “… merubah cintaku jadi benci.” Ada orang yang saling membenci dan memusuhi satu sama lain. Mereka lupa bahwa cinta pernah mempersatukan mereka. Cinta pernah membuat mereka mengagumi, menghormati, menyayangi, dan memuja satu sama lain. Mereka bahkan lupa apa yang menyebabkan mereka bisa pernah saling menyayangi (disarikan dari kata-kata Julia Roberts dalam film Notting Hill).

Saya bisa mengerti kenapa ada yang mengambil cara frontal seperti itu. “Akal-akalan” wanita setelah menolak dengan kata-kata, “Tetapi kita tetap bisa berteman baik…” adalah hal yang berat bagi pria. Sekali pria jatuh cinta, ia tidak bisa kembali ke state “berteman baik” lagi. Ia akan terus salah mengartikan senyuman yang tulus, ia akan terus membangun harapan biarpun sedemikian kecilnya. Dan itu tentu saja sia-sia. Itu hanya membuat pria terjebak dalam jebakan waktu lebih lama lagi.

Aha, saya mungkin tidak menyadari bahwa saya masih membangun harapan ketika pulang dari rumahnya untuk berkenalan dengan calonnya. Ditemani hembusan angin menjelang maghrib, saya tersenyum sambil membatin, “Mas, tidak ada yang perlu kamu cemburui dari aku, kamu telah mendapatkan cintanya, sesuatu yang tidak pernah lagi aku dapatkan.”

Wew… saya kira, hanya ada satu cara untuk keluar dari jebakan ilusi tersebut. Figur baru! Yeah, hanya figur baru yang bisa membuat kita membangun harapan yang benar-benar baru, membuat kita kembali bersemangat. Tidak dapat dibohongi, kita tetap membutuhkan cinta yang berbalas. Kita butuh curhat pada orang yang juga menyayangi kita juga. Itu manusiawi.

Jadi, janganlah lama-lama terjebak dalam ruang waktu masa lalu. Buka diri, buka hati, selalu membuka diri terhadap figur baru. Kegagalan demi kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda. Ketika pada saatnya nanti kita berhasil, kita akan lebih menghargai keberhasilan itu. Seperti yang pernah saya katakan, cintailah dan sayangilah orang yang mencintaimu, jangan buat dia bersedih, karena masih banyak orang yang belum mendapatkan anugerah seperti itu. Saya mungkin menyesal pernah terlalu cinta pada seseorang pada saat yang salah, tapi saya tidak menyesal karena setiap kegagalan selalu membawa pelajaran baru.

Don’t ever give up, let’s see a new day has come for you.