Sherlock Holmes: Misteri yang tak Terpecahkan

Date November 8, 2007

Judul novel: Sherlock Holmes: Misteri yang tak Terpecahkan
Judul asli: A Slight Trick of the Mind
Penulis: Mitch Cullin
Penerbit Indonesia: Hikmah (Mizan)
Tebal halaman: 513 halaman.

Yes, inilah kisah Sherlock Holmes yang baru. Bukan Sir Arthur Conan Doyle yang menulisnya, tapi oleh Mitch Cullin. Sir Arthur mengakhiri kisah Holmes dengan cerita bahwa Holmes telah pensiun dan mengasingkan diri di pedalaman Sussex. Beternak dan meneliti lebah adalah kesibukannya setelah  pensiun. Nah, berawal dari titik inilah Cullin menceritakan kehidupan Holmes.

Meneruskan tokoh fiktif yang telah melegenda hasil ciptaan orang lain tentunya bukan hal yang mudah. Bagaimana karakter Holmes yang sebenarnya tentu hanya diketahui oleh Sir Arthur sendiri. Namun, kisah Holmes memang memiliki celah untuk bisa diteruskan orang lain. Dalam kisah-kisah petualangan Sherlock Holmes, Dr. Watson berperan dalam menuliskan kisah-kisahnya, tentunya dengan sudut pandang Dr. Watson sendiri. Titik inilah yang dimanfaatkan oleh Cullin untuk meneruskan kisah Holmes dalam sudut pandang Holmes sendiri!

Cullin telah membuat Holmes jauh lebih manusiawi. Di sini Holmes bercerita dengan penuh kerendahan hati, berargumen bahwa apa yang diceritakan Dr. Watson adalah sebuah dramatisasi untuk menciptakan konflik cerita yang enak dan populer. Salah satu contohnya adalah, ia memanggil sahabatnya itu dengan sapaan John (nama lengkap Dr. Watson adalah Dr. John H Watson), bukan Watson seperti di novel Sir Arthur. Jauh lebih akrab dan masuk akal untuk dua orang yang bersahabat selama bertahun-tahun.

Apakah kemampuan deduksi Holmes yang bertumpu pada hal-hal sepele itu juga hasil dramatisasi Dr. Watson? Ternyata tidak! Holmes memang memiliki itu. Bagaimana ia bisa menebak nyaris sempurna mengenai latar belakang Mr. Umezaki membuktikan hal tersebut.

Well, bicara mengenai jalan ceritanya… sungguh.. novel ini bukan lagi sebuah novel detektif penuh petualangan lagi. Ini adalah novel narasi kehidupan orang tua berumur 90 tahun yang pernah melegenda di masa mudanya yang meledak-ledak. Sungguh tragis menyaksikan kehidupan manusia di masa senjanya. Fungsi-fungsi tubuh yang tak lagi bekerja dengan baik, otak yang biasanya cerdas kini telah memudar, kesepian ditinggal teman-teman yang telah meninggal, sungguh menyedihkan.

Begitu pula ketika membaca kisah cinta Holmes yang ternyata sangat menyedihkan. Sunguh tersiksa rasanya melihat Holmes yang cerdas luar biasa, namun tak memilki kemampuan komunikasi dengan wanita, harus mencintai wanita yang tidak mungkin dimilikinya. Pertemuan dan kontak dengan wanita itu begitu singkat, namun begitu membekas. Kekecewaan terpendam membuat ia memilih hidup sendirian tanpa ditemani seorang isteri.

Novel ini termasuk dalam kategori novel berat. Perlu kebiasaan membaca novel yang panjang dan kompleks jika ingin menikmati novel ini. Alur yang digunakan adalah campur aduk, mengalir bolak-balik: kadang maju, kadang mundur, toiba-tiba flashback, lalu balik ke depan lagi.., tanpa klimaks yang berarti. Paling tidak ada tiga alur besar dalam novel ini yang semuanya disusun secara campur aduk, antara lain: (1) kehidupan masa kini, Holmes di Sussex, (2) cerita tentang perjalanan ke Jepang memenuhi undangan Mr. Umezaki yang baru saja ia jalani, dan (3) cerita masa lalu tentang kisah cinta Holmes lewat naskah artikel yang ditulisnya sendiri. Tidak ada lagi kisah-kisah petualangan dengan alur maju-mundur sederhana ala Sir Arthur Conan Doyle. Di sini alurnya benar-benar campur aduk, bisa bosan kalau tidak terbiasa.

Sebagai penutup, novel ini dapat dikatakan melengkapi kisah Sherlok Holmes yang dramatis dan penuh petualangan. Mengikuti kisah humanis seorang yang telah berumur 90 tahun, dengan segala masalahnya adalah jendela baru pengetahuan mengenai kehidupan manusia. Ego, ambisi, kesombongan, cita, harapan, dan cinta…

Foto sampul dicolong dari: BukuKIita.com

30 Responses to “Sherlock Holmes: Misteri yang tak Terpecahkan”

  1. excalibur said:

    “Sunguh tersiksa rasanya melihat Sir Arthur Galih Doly yang cerdas luar biasa, namun tak memilki kemampuan komunikasi dengan wanita, harus mencintai wanita yang tidak mungkin dimilikinya.”

    Smg endingnya ga seperti Holmes y pren …dpt putri cantik mungil imut jilbapan mencintai dirimu apa adanya dan ada apanya..amin pisss no offense full defense :)

  2. abdulmuneverlose said:

    Hmm, jadi penasaran. Di situ diceritakan juga ga kehidupan cinta Sherlock Holmes ? apakah akhirnya dia menikah ato gimana ?

  3. Galih Satria said:

    #abdulmuneverlose:
    Hehehe… ini adalah review tanpa spoiler, jadi lebih enaknya, baca novelnya saja yach… yang jelas, Holmes memendam rasa kecewa soal cinta sepanjang hayatnya…

  4. rd Limosin said:

    dari kmaren pengen koleksi Sherlock Holmes sejak gramedia nerbitin lagi, cuma gak kesampean terus (maklum, budgetnya ternyata dibeliin komik, buku bisnis, dan PHP)

    eh, yang ini buka Conan Doyle ya yg ngarang?? Kalo menurut penjelasan Galih, kyknya butuh waktu luang bgt ya utk membaca novel ini

  5. Galih Satria said:

    #ardy:
    yoi, aku menghabiskan novel ini di kereta parahyangan jakarta-bandung PP

  6. nRa said:

    @ excalibur : amin… Allahuma amin. :)

  7. Galih Satria said:

    #nRa, excalibur:
    thanks a lot, buddy :)

  8. yuki said:

    ini yang saya belum punya. Wah kayaknya bener-bener kudu beli nih novel. Jadi penasaran sama kisah seorang detektif konsultan, yang terkenal dengan ilmu deduksinya yang mantep, tapi ternyata punya kisah cinta yang tragis

  9. nhya said:

    duhhh g’ seru bgt sehhhhh
    masa’ pengarang nya beda///;;;.
    jd g’ asyik dong

  10. gigiteh said:

    kenapa yah holmes sering banget ngeremehin tulisan maupun kemampuan watson??? padahal kalo gak ada watson kan ceritanya gak bakal nyampe ke publik…hehehehe…well, kata2 holmes yg kaya gini :”mendasar, watson yang baik…” itu kayanya ngeremehin bangeeeddd…

  11. Celia said:

    Sayang banget ya…ternyata kehidupan cinta sang detektif terkenal tak semulus kasusnya.Tapi Sherlock beruntung banget punya temen sebaik watson.Ya…sukses deh bwt siapapun pengarang Sherlock Holmes yg sekarang….^^

  12. anggie pooh said:

    wah….!!! aku baru tahu….
    musti beli niy…. (^o^)v

  13. Sherlockian said:

    Dah baca ni Novel, n bener2 berat banget (bukan novelnya, tapi isinya) bacanya kudu bener2 ngehayati, kalo nggak. Q jamin nggak bakal ngerti alur ceritanya.
    Q saranin baca nih novel, biar tahu akhir kehidupan Sang Detektif Konsultan, BTW nih orang gak mati2 ya? udah 90an tahun loh.
    “Jika kita menyingkirkan berbagai ketidak mungkinan dari beribu-ribu ketidak mungkinan, maka suatu yang paling tidak mungkin adalah kebenarannya”

  14. lukman said:

    Kalau boleh tau, Sir arthur conan doyle masih hidup ga ya?
    reply donk?

  15. Galih Satria said:

    #lukman:
    sir arthur sudah meninggal, oleh karena itu mitch cullin menghidupkan sherlock kembali dengan gayanya sendiri.

  16. rin said:

    kecewaaa…

    sherlock tuh tetep aja lahirnya dari conan doyle…
    knapa c mith cullin ga bkin tokoh karangannya sendiri???
    i’m a sherlockian…
    gw ga rela klo ada yang ngerubah sherlock dgn watsonnya jadi beda…
    jangan sampe ngerubah imej gw ttg sherlock..
    sebeeelll…

  17. agung said:

    Bner…ni novel emng cukup berat bwt d bc orng biasa!!!!!!!!
    Jangan pernah berharap ketemu “Holmes”-nya Arthur Conan Doyle dlm novel ni…
    Tapi isinya manusiawi bgt….

  18. Tanriani said:

    Aq baru aja membaca mengenai Sherlock Holmes en itu dari model Cullin yang terbaru ini.Suatu dramatisasi dengan nilai seni yang tinggi.Aku jadi dapat menilai Sherlock Holmes dalam berbagai sisi….Bukan cuma dari gaya pemecahan misterinya az….

  19. rio edogawa said:

    saya kurang setuju dengan novel sherlock karangan mitch cullin..dia seenaknya saja merubah imej tentang sherlock padahal saya lebih suka watak sherlock yang sudah dibangun oleh conan doyle..apa mith cullin tidak melanggar hak cipta???

  20. Galih Satria said:

    #rio edogawa:
    saya rasa sah-sah saja. ingat, conan doyle membangun karakter holmes lewat sudut pandang watson. tidak pernah dari diri sendiri. sedangkan di novel ini, cullin mencoba membentuk karakter holmes dengan cara dari sudut pandang holmes sendiri. saya setuju bahwa karakter holmes tidak sebaik ketika dibawakan oleh penciptanya sendiri.

  21. pooh said:

    Aku sih lebih suka petulangannya Sherlock daripada narasi tentang kehidupannya. it’s my opinion

  22. panca_kun said:

    saya blom pnya shrlock holmes yang itu.kyanknya sru?tapi gimana ceritanya bisa gnti pengarang?

  23. andre (sherlockcian) said:

    thank’s for all sherlockcian
    selain punya kepribadian yang misterius ia juga mempunyai hati yang menyayangi rekan detektive nya yaitu dr. watson (from wisteria house)

  24. usy said:

    meski beberapa dekade nama “SHERLOCK HOLMES”, emang nggak ada matinya, meski novel ini nggak seseru novel asli karya Doyle, tapi mampu membangun ingatan kembali akan sosok Sherlock Holmes seorang Konsultan Detektif yang terkenal dengan teori deduksinya….

  25. Kandaratjeh said:

    Sherlock Holmes karangan Mitch Cullin tidak asik!

    Jauh lebih menarik dan enak membacanya novel Sherlock Holmes yang ditulis oleh penulis aslinya Sir Arthur Conan Doyle.

  26. Syd said:

    Belum tau isinya sih. Tapi kayaknya menarik. Eh, buat gabung ke sherlockian yang laen kira2 enaknya gmn ya?

  27. nata said:

    setelah baca ne buku rada ga jelas,,
    mungkin karena karakternya beda jao ma holmes.
    tapi jadi sedih juga c liat Holmes yang jadi tua tak berdaya,,
    padahal dulunya selalu sigap n gag pikun..
    hiks hiks..

  28. agus said:

    Q blum pernah nih tatap muka langsung ama orang2 yg ngefans berat sma sherlock holmes, ada kagak situs yang khusus isinya tenta ng detektif ini( yang pastinya buatan sherlockian asal indonesia

  29. April said:

    Novel yang ga’ mutu, ngerusak tokoh aslinya!!! Mending ga usah dibeli…!!! Jadi aneh coz bener-bener beda ma tokoh asli Sherlock Holmes!!!

  30. Sherlockindo said:

    Yup, novel ini memang merusak citra Sherlock Holmes, tapi andai saja Holmes itu tokoh nyata dan sudah menua, mungkin ia juga akan mengalaminya. Kalau ada yang ingin tahu situs yang membahas sosok Sherlock Holmes, silakan kunjungi http://sherlockindo.madpage.com atau http://holmes.zzl.org. Salam dari Blitar!

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>