Sherlock Holmes: Misteri yang tak Terpecahkan

Posted by: on Nov 8, 2007 | 37 Comments

Judul novel: Sherlock Holmes: Misteri yang tak Terpecahkan
Judul asli: A Slight Trick of the Mind
Penulis: Mitch Cullin
Penerbit Indonesia: Hikmah (Mizan)
Tebal halaman: 513 halaman.

Yes, inilah kisah Sherlock Holmes yang baru. Bukan Sir Arthur Conan Doyle yang menulisnya, tapi oleh Mitch Cullin. Sir Arthur mengakhiri kisah Holmes dengan cerita bahwa Holmes telah pensiun dan mengasingkan diri di pedalaman Sussex. Beternak dan meneliti lebah adalah kesibukannya setelah  pensiun. Nah, berawal dari titik inilah Cullin menceritakan kehidupan Holmes.

Meneruskan tokoh fiktif yang telah melegenda hasil ciptaan orang lain tentunya bukan hal yang mudah. Bagaimana karakter Holmes yang sebenarnya tentu hanya diketahui oleh Sir Arthur sendiri. Namun, kisah Holmes memang memiliki celah untuk bisa diteruskan orang lain. Dalam kisah-kisah petualangan Sherlock Holmes, Dr. Watson berperan dalam menuliskan kisah-kisahnya, tentunya dengan sudut pandang Dr. Watson sendiri. Titik inilah yang dimanfaatkan oleh Cullin untuk meneruskan kisah Holmes dalam sudut pandang Holmes sendiri!

Cullin telah membuat Holmes jauh lebih manusiawi. Di sini Holmes bercerita dengan penuh kerendahan hati, berargumen bahwa apa yang diceritakan Dr. Watson adalah sebuah dramatisasi untuk menciptakan konflik cerita yang enak dan populer. Salah satu contohnya adalah, ia memanggil sahabatnya itu dengan sapaan John (nama lengkap Dr. Watson adalah Dr. John H Watson), bukan Watson seperti di novel Sir Arthur. Jauh lebih akrab dan masuk akal untuk dua orang yang bersahabat selama bertahun-tahun.

Apakah kemampuan deduksi Holmes yang bertumpu pada hal-hal sepele itu juga hasil dramatisasi Dr. Watson? Ternyata tidak! Holmes memang memiliki itu. Bagaimana ia bisa menebak nyaris sempurna mengenai latar belakang Mr. Umezaki membuktikan hal tersebut.

Well, bicara mengenai jalan ceritanya… sungguh.. novel ini bukan lagi sebuah novel detektif penuh petualangan lagi. Ini adalah novel narasi kehidupan orang tua berumur 90 tahun yang pernah melegenda di masa mudanya yang meledak-ledak. Sungguh tragis menyaksikan kehidupan manusia di masa senjanya. Fungsi-fungsi tubuh yang tak lagi bekerja dengan baik, otak yang biasanya cerdas kini telah memudar, kesepian ditinggal teman-teman yang telah meninggal, sungguh menyedihkan.

Begitu pula ketika membaca kisah cinta Holmes yang ternyata sangat menyedihkan. Sunguh tersiksa rasanya melihat Holmes yang cerdas luar biasa, namun tak memilki kemampuan komunikasi dengan wanita, harus mencintai wanita yang tidak mungkin dimilikinya. Pertemuan dan kontak dengan wanita itu begitu singkat, namun begitu membekas. Kekecewaan terpendam membuat ia memilih hidup sendirian tanpa ditemani seorang isteri.

Novel ini termasuk dalam kategori novel berat. Perlu kebiasaan membaca novel yang panjang dan kompleks jika ingin menikmati novel ini. Alur yang digunakan adalah campur aduk, mengalir bolak-balik: kadang maju, kadang mundur, toiba-tiba flashback, lalu balik ke depan lagi.., tanpa klimaks yang berarti. Paling tidak ada tiga alur besar dalam novel ini yang semuanya disusun secara campur aduk, antara lain: (1) kehidupan masa kini, Holmes di Sussex, (2) cerita tentang perjalanan ke Jepang memenuhi undangan Mr. Umezaki yang baru saja ia jalani, dan (3) cerita masa lalu tentang kisah cinta Holmes lewat naskah artikel yang ditulisnya sendiri. Tidak ada lagi kisah-kisah petualangan dengan alur maju-mundur sederhana ala Sir Arthur Conan Doyle. Di sini alurnya benar-benar campur aduk, bisa bosan kalau tidak terbiasa.

Sebagai penutup, novel ini dapat dikatakan melengkapi kisah Sherlok Holmes yang dramatis dan penuh petualangan. Mengikuti kisah humanis seorang yang telah berumur 90 tahun, dengan segala masalahnya adalah jendela baru pengetahuan mengenai kehidupan manusia. Ego, ambisi, kesombongan, cita, harapan, dan cinta…

Foto sampul dicolong dari: BukuKIita.com

37 Comments

  1. excalibur
    November 9, 2007

    “Sunguh tersiksa rasanya melihat Sir Arthur Galih Doly yang cerdas luar biasa, namun tak memilki kemampuan komunikasi dengan wanita, harus mencintai wanita yang tidak mungkin dimilikinya.”

    Smg endingnya ga seperti Holmes y pren …dpt putri cantik mungil imut jilbapan mencintai dirimu apa adanya dan ada apanya..amin pisss no offense full defense :)

    Reply
  2. abdulmuneverlose
    November 9, 2007

    Hmm, jadi penasaran. Di situ diceritakan juga ga kehidupan cinta Sherlock Holmes ? apakah akhirnya dia menikah ato gimana ?

    Reply
  3. Galih Satria
    November 9, 2007

    #abdulmuneverlose:
    Hehehe… ini adalah review tanpa spoiler, jadi lebih enaknya, baca novelnya saja yach… yang jelas, Holmes memendam rasa kecewa soal cinta sepanjang hayatnya…

    Reply
  4. rd Limosin
    November 10, 2007

    dari kmaren pengen koleksi Sherlock Holmes sejak gramedia nerbitin lagi, cuma gak kesampean terus (maklum, budgetnya ternyata dibeliin komik, buku bisnis, dan PHP)

    eh, yang ini buka Conan Doyle ya yg ngarang?? Kalo menurut penjelasan Galih, kyknya butuh waktu luang bgt ya utk membaca novel ini

    Reply
  5. Galih Satria
    November 10, 2007

    #ardy:
    yoi, aku menghabiskan novel ini di kereta parahyangan jakarta-bandung PP

    Reply
  6. nRa
    November 10, 2007

    @ excalibur : amin… Allahuma amin. :)

    Reply
  7. Galih Satria
    November 11, 2007

    #nRa, excalibur:
    thanks a lot, buddy :)

    Reply
  8. yuki
    November 13, 2007

    ini yang saya belum punya. Wah kayaknya bener-bener kudu beli nih novel. Jadi penasaran sama kisah seorang detektif konsultan, yang terkenal dengan ilmu deduksinya yang mantep, tapi ternyata punya kisah cinta yang tragis

    Reply
  9. nhya
    November 30, 2007

    duhhh g’ seru bgt sehhhhh
    masa’ pengarang nya beda///;;;.
    jd g’ asyik dong

    Reply
  10. gigiteh
    January 13, 2008

    kenapa yah holmes sering banget ngeremehin tulisan maupun kemampuan watson??? padahal kalo gak ada watson kan ceritanya gak bakal nyampe ke publik…hehehehe…well, kata2 holmes yg kaya gini :”mendasar, watson yang baik…” itu kayanya ngeremehin bangeeeddd…

    Reply
  11. Celia
    January 17, 2008

    Sayang banget ya…ternyata kehidupan cinta sang detektif terkenal tak semulus kasusnya.Tapi Sherlock beruntung banget punya temen sebaik watson.Ya…sukses deh bwt siapapun pengarang Sherlock Holmes yg sekarang….^^

    Reply
  12. anggie pooh
    January 25, 2008

    wah….!!! aku baru tahu….
    musti beli niy…. (^o^)v

    Reply
  13. Sherlockian
    January 26, 2008

    Dah baca ni Novel, n bener2 berat banget (bukan novelnya, tapi isinya) bacanya kudu bener2 ngehayati, kalo nggak. Q jamin nggak bakal ngerti alur ceritanya.
    Q saranin baca nih novel, biar tahu akhir kehidupan Sang Detektif Konsultan, BTW nih orang gak mati2 ya? udah 90an tahun loh.
    “Jika kita menyingkirkan berbagai ketidak mungkinan dari beribu-ribu ketidak mungkinan, maka suatu yang paling tidak mungkin adalah kebenarannya”

    Reply
  14. lukman
    February 8, 2008

    Kalau boleh tau, Sir arthur conan doyle masih hidup ga ya?
    reply donk?

    Reply
  15. Galih Satria
    February 8, 2008

    #lukman:
    sir arthur sudah meninggal, oleh karena itu mitch cullin menghidupkan sherlock kembali dengan gayanya sendiri.

    Reply
  16. rin
    February 14, 2008

    kecewaaa…

    sherlock tuh tetep aja lahirnya dari conan doyle…
    knapa c mith cullin ga bkin tokoh karangannya sendiri???
    i’m a sherlockian…
    gw ga rela klo ada yang ngerubah sherlock dgn watsonnya jadi beda…
    jangan sampe ngerubah imej gw ttg sherlock..
    sebeeelll…

    Reply
  17. agung
    February 17, 2008

    Bner…ni novel emng cukup berat bwt d bc orng biasa!!!!!!!!
    Jangan pernah berharap ketemu “Holmes”-nya Arthur Conan Doyle dlm novel ni…
    Tapi isinya manusiawi bgt….

    Reply
  18. Tanriani
    February 20, 2008

    Aq baru aja membaca mengenai Sherlock Holmes en itu dari model Cullin yang terbaru ini.Suatu dramatisasi dengan nilai seni yang tinggi.Aku jadi dapat menilai Sherlock Holmes dalam berbagai sisi….Bukan cuma dari gaya pemecahan misterinya az….

    Reply
  19. rio edogawa
    March 8, 2008

    saya kurang setuju dengan novel sherlock karangan mitch cullin..dia seenaknya saja merubah imej tentang sherlock padahal saya lebih suka watak sherlock yang sudah dibangun oleh conan doyle..apa mith cullin tidak melanggar hak cipta???

    Reply
  20. Galih Satria
    March 9, 2008

    #rio edogawa:
    saya rasa sah-sah saja. ingat, conan doyle membangun karakter holmes lewat sudut pandang watson. tidak pernah dari diri sendiri. sedangkan di novel ini, cullin mencoba membentuk karakter holmes dengan cara dari sudut pandang holmes sendiri. saya setuju bahwa karakter holmes tidak sebaik ketika dibawakan oleh penciptanya sendiri.

    Reply
  21. pooh
    April 7, 2008

    Aku sih lebih suka petulangannya Sherlock daripada narasi tentang kehidupannya. it’s my opinion

    Reply
  22. panca_kun
    April 9, 2008

    saya blom pnya shrlock holmes yang itu.kyanknya sru?tapi gimana ceritanya bisa gnti pengarang?

    Reply
  23. andre (sherlockcian)
    April 20, 2008

    thank’s for all sherlockcian
    selain punya kepribadian yang misterius ia juga mempunyai hati yang menyayangi rekan detektive nya yaitu dr. watson (from wisteria house)

    Reply
  24. usy
    April 28, 2008

    meski beberapa dekade nama “SHERLOCK HOLMES”, emang nggak ada matinya, meski novel ini nggak seseru novel asli karya Doyle, tapi mampu membangun ingatan kembali akan sosok Sherlock Holmes seorang Konsultan Detektif yang terkenal dengan teori deduksinya….

    Reply
  25. Kandaratjeh
    May 21, 2008

    Sherlock Holmes karangan Mitch Cullin tidak asik!

    Jauh lebih menarik dan enak membacanya novel Sherlock Holmes yang ditulis oleh penulis aslinya Sir Arthur Conan Doyle.

    Reply
  26. Syd
    May 29, 2008

    Belum tau isinya sih. Tapi kayaknya menarik. Eh, buat gabung ke sherlockian yang laen kira2 enaknya gmn ya?

    Reply
  27. nata
    June 10, 2008

    setelah baca ne buku rada ga jelas,,
    mungkin karena karakternya beda jao ma holmes.
    tapi jadi sedih juga c liat Holmes yang jadi tua tak berdaya,,
    padahal dulunya selalu sigap n gag pikun..
    hiks hiks..

    Reply
  28. agus
    July 5, 2008

    Q blum pernah nih tatap muka langsung ama orang2 yg ngefans berat sma sherlock holmes, ada kagak situs yang khusus isinya tenta ng detektif ini( yang pastinya buatan sherlockian asal indonesia

    Reply
  29. April
    August 24, 2008

    Novel yang ga’ mutu, ngerusak tokoh aslinya!!! Mending ga usah dibeli…!!! Jadi aneh coz bener-bener beda ma tokoh asli Sherlock Holmes!!!

    Reply
  30. Sherlockindo
    November 9, 2008

    Yup, novel ini memang merusak citra Sherlock Holmes, tapi andai saja Holmes itu tokoh nyata dan sudah menua, mungkin ia juga akan mengalaminya. Kalau ada yang ingin tahu situs yang membahas sosok Sherlock Holmes, silakan kunjungi http://sherlockindo.madpage.com atau http://holmes.zzl.org. Salam dari Blitar!

    Reply
  31. morgan
    January 11, 2009

    besok gw mo beli atu ahhh..
    ato kalo ada yang punya gw pinjem dunk.hehehehe….

    Reply
  32. Ryon
    January 13, 2009

    sungguh amat tragis kisah Holmes yg skrg. Kisah yg amat singkat dalm cinta yg begitu singkat namun begitu membekas. Ne Novel dah bikin gw sedih. Gw gak rela liat org tua yg masa senjanya sgt kesepian dan kemampuannya dulu yang amat terkenal bisa memecahkan kasus yg amat sangat sulit, skrg tdk bs apa2, Pren. Gw yg ngefans sama Kakek Holmes ne. “Senyuman itu paling berguna untuk menutupi hal yang merepotkan walaupun itu cuma senyum palsu. Diluar dugaan semua akan tertipu…”

    Reply
  33. yrdua
    January 23, 2009

    aku beliin buku itu buat sahabat terbaikku, bisma..karena kita sama2 penggila sherlock holmes, hehhee..
    tadi dia sms nanyain siapa nama aslinya Dr. Watson..

    ternyata dia lagi baca buku ini..hihi..
    aku cuma baca review di web sm sinopsisnya aj, trus tadi dia ceritain isi bukunya.
    Mnurutku bukunya cukup lumayan ampuh bikin pnasaran.

    waktu mau bli buku itu aku sempet kpikiran “brarti si holmes itu beneran ad orangnya y?” hahhahaa…oon banget mikirnya, tapi stelah denger critanya, ternyata sudut pandang holmes itu di ubah sm Cullin, hehhee..cukup menarik c, tapi aku lebih suka sama misteri2 yg dipecahkan sm holmes itu. klo yg ini kayaknya lebih terarah ke kehidupan si holmes..hehehehe…
    ad novel terbaru sherlock holmes ga?

    tengkyu….^^

    Reply
  34. ningrum
    June 21, 2009

    ku tunggu novel terbarynya

    Reply
  35. nadia
    November 10, 2009

    ai sudah beli buku terbaru. tapi sayang belum baca wis dipinjam

    Reply
  36. nadia
    November 10, 2009

    kutunggu cerita yang khas sherlock holmes lebih seru

    Reply
  37. aprilia holmes
    July 1, 2010

    wkt novel i2 ptm kali kluar q ud tw tapi q g bniat utk beli..walopun sbnrx q penggila sherlock,.tp begitu baca dicoverx klo yg buat mitch cullin jdx g minat baca,..kykx lbh bgus klo sir arthur yg nulis..

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site