Masjid Tiban, Makam Aulia Sunan Kuning

Tidak banyak yang tahu siapa Sunan Kuning. Nama ini lebih dikenal sebagai tempat nista di Semarang. Sunan Kuning sebenarnya adalah Raden Mas Garendi, a.k.a Sunan Amangkurat III, salah satu raja dalam trah Kerajaan Mataram dan pecahan-pecahannya. Sunan Kuning termasuk murid Sunan Kalijaga, satu angkatan dengan Sultan Hadiwijaya (Pajang), Ki Ageng Pamanahan, Ki Ageng Penjawi, dan Ki Juru Martani.

Tidak banyak yang tahu juga di mana makamnya. Ternyata makam Sunan Kuning ada di Ds. Macanbang, Kabupaten Tulungagung. Makamnya ada di belakang masjid yang dikenal orang sebagai Masjid Tiban. Namun demikian — tanpa bermaksud berprasangka buruk — seperti halnya makam-makam tua, tempat ini lebih banyak digunakan sebagai kegiatan syirik seperti pencarian nomor togel, wangsit, pusaka, dll.

Berikut foto-fotonya:


Atap masjid yang khas.


Ruangan utama masjid. Kelihatan sekali kalau masjid ini sudah tua sekali.


Bedug yang tak kalah tua.

Terima kasih kepada: Teman baik saya, Denny Listianawati, yang telah berbaik hati mengantarkan berkunjung ke masjid tiban ini.

Foto-foto:
Galeri flickr saya
– Kamera: Canon Powershot A400.
Artikel Terkait:
Kesultanan Mataram di Wikipedia
Bekas Kesultanan Surakarta di situs Solo-Kedu
Kerajaan Mataram di situs Joglosemar
Sharing Walisongo di forum kaskus

Published by

Galih Satria

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

25 thoughts on “Masjid Tiban, Makam Aulia Sunan Kuning”

  1. ya kalo itu mah emang udah menjadi budaya di negeri ini, maunya yang cepet aja, selalu cari jalan pintas.
    btw kalo di lihat dari potonya, emang kelihtan banget ya kalo masjid tua

  2. #andrias ekoyuono:
    Istilah Tiban sering digunakan penduduk setempat untuk mengistilahkan benda yang telah ada sebelum mereka membentuk peradaban masyarakat di daerah tersebut. Asal katanya dari Tiba, yang artinya Jatuh.

  3. Bagus sekali fotonya, apa lagi ada kaitannya dengan sejarah kita.Apakah masih ada yang lain…?

    Setelah Amangkurat III di buang ke Cylon (Srilangka) oleh VOC, lahirlah dari salah satu anaknya Pangeran Mangku Adi-ning Rat/Pangeran Arya Tepasana ialah Radin Mas Garendi,jadi ia adalah cucu dari Amankurat III dengan julukan H.H. Sampeyan Dalam ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhanan Prabhu Amangku Rat V Mas Prabhu Kuning Senapati ing Alaga Ngah ‘Abdu’l-Rahman Saiyid ud-din Panatagama, Susuhanan dari Mataram, yang lahir di Cylon.

    Ia disebut juga Sunan Kuning, karena bergabung dengan pasukan Cina dan Madura melawan VOC, yang mana akhirnya ia di buang kembali ke Cylon.

    Aku pribadi tidak suka dengan kelakuan Amangkurat I, II, III, V, tapi itulah sejarah kita “yang baik katakanlah baik sebaliknya yang buruk katakanlah buruk”

    datavice

  4. raden mas garendi hidup pada jaman paku buwono II. kalo di katakan murid sunan kalijaga satu angkatan dengan sultan hadi wijaya,ki pemanahan dan ki penjawi apa tidak salah?

  5. bener mas “jati”…Mas Garendi adalah pemimpin pemberontakan kepada Sunan Paku Buwono II yang pro Kompeni…namun bukan utk menjadi Raja, hanya menunjukkan bahwa sebagai Raja Jawa harusnya tegas pada Kumpeni bukan malah berkawan yg akhirnya dikerjain habis2an..dan lama2 tanah Mataram habis dikuasai Kumpeni Belanda..dan memang beliau “dibantu” oleh orang2 Cina yang kabur dari Batavia, krn di Batavia terjadi pembantaian oleh Belanda…dari 100 ribuan Cina yg ada, sekitar sepertiga mati dan sisanya kabur ke arah Timur dan membuat onar di sepanjang perjalanan…berperang dan merampok penduduk pedesaan yg dilewatinya…dan keputusan politik pentolan2 mereka adalh bergabung dgn Mas Garendi..dan sebenarnya diperalat juga oleh Kumpeni…dst..dst…sampai Pangeran Mangkunegara atau Pangeran Sambernyawa akhirnya bergabung juga dengan pejuang Mas Garendi….
    jd Salah BESAR kalo Mas Garendi seangkatan dengan kakek-kakek buyutnya Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir, dkk….

    trims..

  6. saya pernah membaca artikel di salah satu media bahwa nama sunan kuning itu awalnya adalah SOEN KOEN ING seperti sunan bonang yang namanya Bon Ang mereka adalah penyebar agama islam dari china..karena kita ketahui bersama bahwa islam masuk ke Indonesia melalau pedagang china gujarat dan persia
    mohon infonya
    matur nuwun

  7. kata orang makam sunan kuning jika di lihat pada siang hari tak jelas tetapi jika malam hari akan terlihat jelas benarkah ??

    mohon infonya

  8. Yang benar nih…
    jika Sunan Kuning ( Amangkurat III ) murid sunan Kalijaga satu angkatan dengan Sultan Hadiwijaya (Pajang), Ki Ageng Pamanahan, Ki Ageng Penjawi, dan Ki Juru Martani. BENAR BENAR SALAH KAPRAH
    Coba perhatikan urutannya:

    RAJA SULTAN HADIWIJOYO kerajaan Pajang menghadiahkan tanah mentaok karena Ki Ageng pemanahan, Ki Penjawi, Ki Jurumartani telah membunuh Aryo Penangsang dengan laporan rekayasa. ( padahal bukan lawannya )

    Ki Ageng Pemanahaan ( Ke I )
    Panembahan Senopati ( ke II )
    Panembahan Seda Krapyak/Hanyokrowati ) ( III )
    ( Pangeran Martapura ) hanya sebentar karena Gila/Kenthir
    Sultan Agung Hanyokrokusumo ( IV)
    Amangkurat I ( ke V ) yg punya Isteri lebih dari 40
    Amangkurat II ( ke VI ) kraton pindak ke Kartosuro
    lha ini AMANGKURAT III ( ke VI)

    jika dikatakan seangkatan dengan sultan Hadiwijoyo sumbernya dari mana….

  9. buetul kang Wijaya Sudaryanta…
    saya sebagai pecinta SUNAN KUNING dan pelanggan setianya
    saya mengatakan hal itu salah KAPRAH
    Hidup SUNAN KUNING

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>