Extreme Bird View of Jakarta

Posted by: on Nov 29, 2007 | 11 Comments
FLICKR
Lokasi: Wisma Mulia Lt. 48, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm | 1/40 | F/7.1

Gedung yang paling dekat itu adalah Menara Jamsostek. Jalanan yang terlihat adalah jalan arteri Gatot Subroto sekaligus tol dalam kota. Foto ini memiliki beberapa kelemahan, apakah kamu dapat menemukannya? ;;) (kayak kuis serupa tapi tak sama saja ) )

Membangun Aplikasi Web-Based dengan Java Enterprise: Pendahuluan

Posted by: on Nov 28, 2007 | 20 Comments

SERI 1: PENDAHULUAN

Sekarang, aplikasi web-based sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat, menggantikan aplikasi desktop-based. Ini dikarenakan kepraktisannya dimana pengguna tidak perlu melakukan instalasi aplikasi di desktop masing-masing – cukup buka browser dan menuju server tempat aplikasi tersebut dipasang.

Java sendiri memiliki cabang yang menangani masalah aplikasi web-based ini yang dinamakan Java Enterprise Edition. Cabang ini sebenarnya ruang lingkupnya sangat luas, yaitu ruang Enterprise yang khusus menangani aplikasi-aplikasi berskala besar dan membutuhkan reliabilitas yang tinggi. Web-based application, karena merupakan aplikasi yang multitier, tentu saja termasuk dalam cabang ini.

Apa saja kunci dari aplikasi enterprise? Paling tidak ada beberapa kunci, yaitu:

  • Reliabilitas. Ketahanan aplikasi untuk tetap tangguh melayani permintaan dalam waktu yang panjang.
  • Skalabilitas. Jumlah penggunaan aplikasi yang berkembang dengan cepat dan banyak. Skalabilitas juga bisa diartikan server-server penyusun aplikasi bisa berkembang dalam jumlah yang banyak.
  • Multitier. Satu aplikasi enterprise memerlukan lebih dari satu tier (bagian) yang menyusunnya. Misalnya, client, application server, database server, dan middle tier sebagai penghubung client dan application server.
  • Networked. Kata kunci ini muncul tidak terelakkan dengan adanya tiga kunci di atas.

Java telah memfasilitasi pembuatan aplikasi seperti ini dengan menyediakan sebuah sistem dan bingkai kerja (framework) yang khusus didesain untuk aplikasi enterprise sehingga memudahkan developer. Fitur-fitur apa saja yang disediakan oleh Java? Banyak sekali, di antaranya adalah yang saya sebutkan di bawah ini:

  1. Mekanisme komunikasi antara client dan server.
    Protokol komunikasi yang paling umum digunakan adalah HTTP. Java memiliki struktur mekanisme yang paling dasar untuk menangani protokol HTTP, yaitu Java Servlet.
  2. Kit dan berbagai komponen untuk penyajian antar muka pengguna, atau user interface.
    HTML hanya menyediakan komponen user interface yang sangat dasar. Berdasarkan komponen tersebut, Java Enterprise menyediakan komponen-komponen tambahan yang memudahkan penyajian isi, misalnya seperti validasi otomatis, komponen kalender, komponen auto-complete, dan sebagainya. Java Server Pages, adalah kunci dari nomor 2 ini.
  3. Persistent Connection dan Object Relational Mapping.
    Aplikasi enterprise nyaris tidak bisa dipisahkan dari koneksi ke database. Karena Java adalah bahasa yang sangat berorientasi objek, maka Java menyediakan mekanisme khusus untuk menangani database relasional secara object-oriented. Data-data pada database disimpan dalam objek-objek yang telah didefinisikan, sehingga sangat memudahkan kita untuk melakukan operasi database (Create, Update, Delete, Select) dengan langsung mengakses objek tersebut. Standar Java Enterprise yang mengurusi masalah ini adalah EJB (Enterprise Java Bean).

Java Enterprise Edition sebenarnya hanyalah spesifikasi-spesifikasi yang ditulis dalam standar JSR. Oleh karena itu dalam implementasinya ada beberapa model bingkai kerja Java Enterprise yang didukung oleh vendor-vendor tertentu. Apa saja implementasi standar JSR yang didukung resmi oleh vendor-vendor besar seperti Sun dan Oracle? Ada Java Server Faces, Java Server Pages, dan Enterprise Java Bean (EJB).Selain vendor-vendor resmi, beberapa komunitas juga mengembangkan standar mereka sendiri untuk membangun aplikasi enterprise. Berbasis Java, ada bingkai kerja semacam Struts 2, Spring, dan semacamnya. Aplikasi-aplikasi ini meskipun tidak mengimplementasikan JSR, telah cukup untuk membuat aplikasi enterprise. Ini yang akan saya bahas nanti.

Aplikasi yang akan saya bangun nanti adalah sebuah aplikasi kosong yang memiliki fungsional enterprise. Framework yang saya gunakan adalah:

  1. Struts 2, framework yang mengatur hubungan antara client dan server. Struts 2 memiliki roh dari Webwork 2.
  2. Spring, framework untuk mengatur MVC (Model View Controller).
  3. Hibernate, framework untuk Object Relational Mapping. Semacam Entity EJB jika di standar Java Enterprise.

See you at the next posting

PS: Susahnya menulis teknis pemrograman aplikasi dalam bahasa yang tidak terlalu mengawang-awang *keluh…

Om Ndut Minded

Posted by: on Nov 27, 2007 | 12 Comments

Ada SMS datang di W200i saya,

Sip. Semoga ponakanmu lahir kowe pas di rumah. Koyone bakal “om ndut” minded. Lek kita ngrasani kowe, wetenge ibuke langsung ditendang. Aku jan weruh dewe.

[Sip. Semoga keponakanmu lahir pada saat kamu ada di rumah. Sepertinya akan "om ndut" minded. Kalau kita sedang membicarakanmu, perut ibunya langsung ditendang. Aku benar-benar tahu sendiri.]

Entahlah, saya begitu terharu baca pesan singkat dari kakak saya satu-satunya. Rasanya tak sabar lagi menunggu kelahiran keponakan saya yang pertama ini. Tak sabar buat memanjakan dia, membelikan mainan-mainan, mengajak main bola, main band bareng (wah, kalo yang ini masih lama kali ya )

Thole, segera lahir ya! Kami menunggu kedatanganmu ke dunia!

Hunting Bareng Milis TheLight

Posted by: on Nov 26, 2007 | 4 Comments

Lokasi: Studio Alam TVRI, Depok
Fotografer: Pak Tikno [copyright ada di beliau berbaju hijau]

Hunting bareng fotografer-fotografer selalu menyenangkan. Keramahan khas fotografer yang tidak pernah berjumpa secara langsung ini menjadi unik karena tiba-tiba saja kami bisa bersenda gurau seperti layaknya kawan lama. Saya sudah lama sekali tidak hunting. Hunting foto sendirian terakhir kali pada saat bulan Ramadhan, hunting foto bareng terakhir kali di kota tua bareng FN-021.

Hunting kali ini bertema “Nature with Models” Wah, saya sudah lama juga tidak motret model. Terakhir kali waktu masih bersenjata Nikon FM-10 di kompleks Laguna Indah, Surabaya menemani Dede’. Mengikuti acara bulanan Sentra Digital. Saya ingat sekali waktu itu menjelang kuliahnya Pak Rully

Wah, kok jadi ngelantur, kembali ke laptop! Lokasi hunting kemarin di Studio Alam TVRI, Depok. Lokasi ini benar-benar studio alam. Lengkap dengan hutan-hutan kecil, danau, gubug-gubug dan rumah-rumah tradisional berdinding bambu. Tak heran kalau lokasi ini dijadikan lokasi pembuatan sinetron dan film. Dan di sinilah rumah Siti Nurbaya yang difilm-kan TVRI yang menjadi salah satu masterpiece TVRI itu berada Terletak sekitar 30 km dari jantung kota Jakarta, Anda bisa mengikuti jalur jalan raya Bogor, naik flyover terminal Kampung Rambutan…. teruuuuuuuuus lurus, melewati pusat pemancar internasional RRI (antenna SW raksasa ). Di jalan Bogor Raya km ke 37, ada pertigaan. Silakan belok kanan dan masuk jalan Tole Iskandar. Di situ cari pertigaan ke kiri yang menuju Studio Alam TVRI (ada di petunjuk jalan berwarna hijau itu). Masuk Jl. Raden Saleh (ada yang menyebutnya Jl. Raya Studio Alam). Gerbang Studio Alam ada di sebelah kiri, tidak terlalu terlihat, tetapi ada gapura kecil yang berlogokan TVRI yang lama (logo zaman keemasaannya).

Terima kasih buat teman-teman fotografer, khususnya Pak Freddy dan Pak Frans selaku panitia, dan tentu saja Natalie dan Dati yang menjadi model. Foto-fotonya abis ini ya

The Lounge

Posted by: on Nov 25, 2007 | 6 Comments
FLICKR
Lokasi: Lounge kantor, ICT Department, lt. 48
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm | 1/30 s | F/7.1

Tempat para karyawan beristirahat sebentar di sela-sela kesibukan pekerjaan sehari-hari. View yang luar biasa dari lantai 48. Landscape Jakarta yang penuh sesak akan pencakar langit sungguh menakjubkan. View dari jendela lounge ini adalah deretan pencakar langit jalan Jenderal Sudirman.

Kekayaan Alam Indonesia dirampok Bangsa Asing?

Posted by: on Nov 24, 2007 | 29 Comments

Harga minyak dunia menembus US $ 100 per barel. Indonesia, sebagai negara penghasil minyak tidak bisa mencicipi kenaikan ini. Indonesia justru menangis dan kalang kabut menutupi defisit anggaran APBN yang semakin melambung. Banyak kalangan berpendapat bahwa hal ini disebabkan sumber daya alam kita dirampok bangsa asing lewat perusahaan-perusahaan tambang mereka yang ada di negeri ini. ExxonMobil, Chevron, Total Indonesia, dan masih banyak lagi. Pemerintah dituduh telah menjual kekayaan alam ini tidak untuk kemakmuran rakyat. Padahal UUD 1945 pasal 33 (ada yang masih hafal UUD dan Butir-Butir P4? ) telah mengamanatkan hal ini.

Apakah memang benar begitu? Kenapa kekayaan kita dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing? Teman saya, seorang Geologis, yang bekerja di sebuah perusahaan minyak asing memiliki uraian pendapat yang menarik. Berikut kutipannya:

Ini ada artikel gara2 minyak nembus 100$/barel, para Oil kompeni tanah arab nawarin signing bonus 1 juta dollar bwt narik para professional yg udah expri untuk berkiprah disana……

Klo ngomongin gmn mngakomodir UUD 34, yg harus diberantas dulu tuh masalah kemiskinan dan mental orang miskin. Sperti kata pepatah, semua masalah itu berpangkal dari kemiskinan

Skarang negara kita klo nawarin blok migas itu mentahnya doank brur, cuman di survey geologi tp ga pake seismik apalagi sumur wildcat (istilah sumur eksplorasi). Beda sm diluar negeri, disana blok migas itu udah pasti proven reserve-nya berapa..jd investor itu tinggal nyedot isinya. Makanya pemerintah sana pnya posisi tawar yg kuat buat bagi hasilnya

Kenapa kita cuman nawarin mentahnya? Krena kita miskin brur…..skarang nge-run seismic itu hrganya 25 juta $, plus ditambah ngebor sumur wildcat paling enggak 5 – 6 sumur yg masing2 hrganya 5 – 10 jt $, plus akuisisi data sumur & ngetes sumur kaya’ well logging, DST, RFT/MDT, dst, blm lagi masalah fiscal, beli bloknya, dsb….totaL jendralnya minimal 150 JUTA$!! Itu belum tentu dapat Oil ato gas-nya…klo dry hole atau water, ya udah manyun aja…..

Masalahnya, mana ada bank atau perusahaan pembiayaan keuangan yg mau minjemin duit 150 juta dollar cuman buat gambling atau ngebiayain sesuatu yg ga jelas hasilnya…artinya apa?? Kita kudu punya duit tunai brur !!!

Trus ada ga perusahaan nasional ato BUMN kita yg punya duit tunai 150 juta dollar cuman buat eksplorasi?? Ga ada…Pertamina aja budget buat maintain & develop lapangan yg udah ngasilin aja ga nyampe segitu…..

Jadinya kita cuman ngundang investor asing ato perusahaan internasional yg pnya duit tunai segitu kaya’ BP, Chevron, Exxon dsb buat ngeruk kekayaan kita…tp krena yg ditawarin itu cuman blok mentah, otomatis mereka kudu kluar 150 juta dollar dulu donkk…,ya klo toh akhirnya dapet, bagi hasilnya juga kudu diatur….krena gmanapun yg susah payah berkeringat ditambah sport jantung pula krn blm pasti dapet, beda dgn yg ongkang2 kaki tinggal nyedot…

Klo Geologist sm Geophysicist di dunia perminyakan itu jualannya sbenernya sama….bedanya geologist itu berbicara dari data yg sifatnya detail/local (kayak singkapan batuan and well log) kmudian coba di interpretasikan kondisi regionalnya (frog eye), klo geophysicist itu sebaliknya…berbicara dari data yg sifatnya regional (kayak seismic) kemudian coba di interpretasikan kondisi detainya (bird eye).makanya kudu saling ngelengkapi biar oke…

Just for fun….

KeyKiss

Komentator ke-2000

Posted by: on Nov 21, 2007 | 11 Comments

Melanjutkan tradisi…
Selamat untuk Mas Heru si pemilik Heru 123
Telah menjadi komentator ke-2000 hehehe…
)

Switch to our mobile site