Review: Nissin Di622 Speedlite for Nikon

Wafer Nissin? Biskuit Nissin? 😀
Hehehe.. bukan, ini merk speedlite (flash eksternal) yang dibuat oleh Nissin Digital. Sebuah speedlite third party yang dibuat sebagai alternatif speedlight buatan Nikon dan speedlite buatan Canon. Karena buatan pihak ketiga, tentunya hal yang paling dijual adalah harga yang jauh lebih murah daripada buatan Nikon atau Canon.

Untuk perbandingan, saya tampilkan tipe-tipe Speedlight dari Canon dan Nikon. Diurutkan dari kelas yang paling rendah.
Nikon:
(1). SB-400
(2). SB-600
(3). SB-800

Canon:
(1). 430EX
(2). 580EX

Spesifikasi

  • Guide Number: 44m di focal length 105mm, ISO 100. Sekelas 430EX di Canon, dan nyaris menyamai kekuatan SB-800.
  • Bisa mengangguk-angguk, bisa nolah-noleh. Maksudnya, arah lampu bisa diarahkan ke atas hingga sudut 180 derajat, bisa ke kiri dan ke kanan 90 derajat, juga bisa diputar ke belakang.
  • Tidak ada LCD display, hanya tombol power dan pengatur kekuatan lampu.
  • Support iTTL, mode otomatis-nya Nikon yang bertugas mengatur besar kecilnya kekuatan cahaya yang keluar.
  • Support slave flash ; flash ini bertindak sebagai slave dan ditrigger dengan cahaya yang memancar dari flash utama.
  • Baterai: 4 kali AA. Untuk baterai alkaline bisa tahan hingga 200-300 kali jepretan.
  • Spesifikasi Lengkap lihat di sini.

Harga

Sekelas SB-400.

Kemampuan dan Harga

Untuk harga sekelas SB-400 dengan fitur yang nyaris mendekati SB-600, ini benar-benar menggiurkan. Tepat untuk penghobi fotografi amatir yang memiliki kantong cekak. Namun sebenarnya, dalam memilih suatu barang yang akan dibeli, hal yang paling penting adalah apa kebutuhan kita. Flash ini didesain bagi fotografer yang hanya memerlukan kegunaan dasar dari flash eksternal seperti guide number yang lebih besar, kemampuan bouncing, dan mungkin slave flash. Nikon SB-600 memiliki fitur yang jauh lebih banyak daripada itu, tetapi apakah semua fitur tersebut kita gunakan? Nikon SB-400 yang berharga sama memiliki guide number yang jauh lebih kecil dan tidak bisa digunakan untuk bouncing ke kanan/kiri — suatu hal yang harus dimiliki oleh sebuah flash eksternal.

Subjective Review

Jika Anda menginginkan sebuah flash bertenaga besar dan hanya memerlukannya untuk bouncing dan diffussing light, flash ini mantabs. Cuma, iTTL-nya seringkali ngaco, lebih sering under-exposure daripada tepat, jadi saya lebih sering menggunakannya dalam mode manual dengan kamera diset pada M (biasanya saya memakai Apperture Priority). Saya lebih sering menggunakannya untuk foto-foto dokumentasi di indoor yang kurang cahaya. Untuk foto art di outdoor, sejak dari awal saya memang tidak menyukai penggunaan flash, jadi saya tak pernah pakai flash ini.

Secara ukuran, speedlight ini raksasa. Berat dan besar. Jika dipasangkan dengan Nikon D40 yang mungil, flash ini terlalu besar. Cukup menyiksa tangan karena menjadi cepat pegal-pegal dan tidak bisa steady di bawah shutter speed 1/30s.

Untuk contoh-contoh foto dengan speedlight ini, Anda bisa lihat foto-foto saya di posting setelah ini. Stay tuned! *halah!*

Foto:
Thanks to: Pak Revin M

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

23 thoughts

  1. lih.. takon2.
    lek kepengen tuku kamera DSLR opo yoh seng apik.
    budget menengah… aku rodo bingung saiki menentukan pilihan.
    antara Nikon D40, Canon EOS 400D n Sony Alpha 100.
    dengan pengalaman mu seng luweh akeh… ak njaluk saran.
    thx.

  2. thanks reviewnya. saya juga lagi cari external flash yang murah meriah untuk Nikon D40. mau beli SB400 iTTL nya katanya bagus, tapi kok ndak bisa noleh-noleh jadi ragu. mendingan SB600 aja kali ya

  3. thanks reviewnya. Berharga buat saya yang amatir dan baru belajar photography. Saya mo tanya, apakah Nissin Di622 bisa dipakai di Canon 350D? kebetulan saya pake Canon 350D dan lagi cari flash yang murah meriah tapi gak murahan. Thanks atas jawabannya.

  4. #PapaGavin:
    Saya rasa, setelah memakai Nissin, jika ada uang berlebih, lebih baik sekalian SB600 atau nabung dulu. Direct flash milih built-in-flash jauh lebih cantik internal flash daripada si Nissin ini.

    #sandmanzz:
    Bisa, asal cari yang Nissin for Canon.

  5. Mas Galih, thanks a lot utk review Nissin-nya. Sy juga nemuin problem yg sama dgn i-TTL nya di D70s saya. Saya sering kesel di TTL-nya nemuin kasus exposure yang tiba2 berubah. Saya pernah buat percobaan moto objek sama, jarak sama dgn siklus mulai dari TTL -> full power (M-1)-> M-2 s/d M-64 lalu balik lagi ke TTL; dan hasil exposurenya berbeda antara di awal siklus dgn akhir siklus..

    Ada saran mas? Saya rencana mau pakai utk candid di wedding.. Thanks

  6. thank’s buat reviewnya…jadi nih kayaknya beli Nissin Di622 buat D40 ku tersayang..heheh..maklum amatiran…

  7. Mas minta saran donk,
    saya baru beli Nissin DI622 tiga hari lalu, waktu pertama menghidupkan powenya kok ada suara kreckkrrrt… dari dlmnya, apa memang begitu karakternya?… trus ketika saya mau off powernya (matikan), susah bener matiinya, setelah mati lampnya… ga lama hidup sendiri. apa kurang lama saya menekan tombol offnya?…

    Salam.

  8. #yhara:
    memang karakternya begitu. itu mekanisme zoom dari speedlite-nya. kasar. soal mematikan power, itu kelamaan megangnya. soalnya kalau sudah mati terus tombolnya masih dipencet, dia bakalan hidup lagi he he he…

  9. Tanks Mas Galih, he he he…
    nanya lagi ach. Klo untuk mengaktivkhan Slavenya gimana sih, saya dah coba pencet2 modenya tapi tetep gak bisa saya triger pake flash camera canon 400D saya. si Nissinnya gak mau nyala ketika saya pancing pake flash lain juga. Intinya saya bingung membedakan/menggunakan modenya .

    Salam

  10. Thanks buat sharringnya temen-temen

    Saya juga menggunakan Canon 400D dengan nissin di622 sebagai flash nya, pada menu manual dan slave tidak ada masalah, yang menjadi masalah adalah TTL nya pada camera saya tidak berfungsi. Kecurigaan terjadi mulanya pada kamera karena flash saya baru beli sekitar satu minggu yang lalu, setelah di periksa dengan menggunakan speedlite 430 EX ternyata TTL berfungsi dengan baik. Dan ternyata Nissin tsb yang bermasalah, celakanya saya beli nissin di toko online dan tidak bergaransi. Saran untuk teman2 adalah selalu mencoba flash tersebut semua fungsinya ketika baru membeli Untungnya saya jarang menggunakan TTL jadi tidak terlalu kecewa. Overall flash ini recomended tetapi jika ada dana sebaiknya membeli yang sama dengan kameranya untuk menjaga ketidak-cocokan.

    To yhara:
    Flash di mode TTL/Manual akan otomatis power saving setelah 5 detik.
    Jika ingin mematikan, tekan tombol power satu kali kemudian tekan lagi dan tahan selama 3 detik an, maka power akan mati.
    Untuk mode slave, dari keadaan off tekan power 2 detik, maka flash akan menyala kemudian tekan dan tahan tombol mode selama 2 detik, ciri bahwa dia masuk mode slave adalah lampu indikator kekuatan nya akan berkedip-kedip. Jika di mode slave power saving akan bekerja setelah idle selama 5 menit. Menyalakannya cukup dipencet tombol apa saja satu kali. Untuk kembali ke mode TTL/Manual tekan dan tahan kembali tombol mode selama 2 detik. Semoga bermanfaat.

  11. mas aku mao beli lampu speedlite buat nikon D40x, tapi saya mao yang bisa sampe 300 meteran.
    kalo bisa si yang murah aja, hehehehe
    kira2 saya mesti beli yang mana dari pilihan tadi di atas????
    please mas ya jawab
    atao kirim jawaban mas ke email saya aja
    omar_olajuan@yahoo.com
    thanks a lot mas
    🙂

  12. #Bram, dan komentator di atas:
    Kalau belum terlalu mendesak, mendingan nahan untuk beli SB600 mas, apalagi jika menginginkan fitur otomatisnya. Nissin mode auto-nya sama sekali tidak bisa dipakai, kecuali jika memang budgetnya terbatas, daripada SB400 mendingan Nissin.

  13. mas nissin di622 saya gak mau nyala padahal batrei bagus, indikator lampu on nyala n kalo di pasang di kamera masih bunyi krek2…,saya curiga bohlamnya…kira2 ada nggak kl ganti bohlam or servis di wilayah skitar surabaya.domisili saya nganjuk.thx atas infonya mas…

  14. kalo buat nikon fungsi slave modenya gimana yah.. gara2 baca review nissin Di622 nya bung Galih ku jadi milih nissin pdhal rencana mo beli sb 400. Tapi skrg masih belum bs aktifin slave modenya ,Sudah kucoba langkah2nya spt yg dijelaskan bung Tonny tp ttp gak mo nyala kalo dipancing pake master flashnya

  15. dear all
    saya juga lagi nyari flash buat nikon, udah coba2 browsing n ketemu blog ini. awalnya juga tertarik dengan nissin Di622, tapi dari beberapa review di internet jd ragu, mending bener kata bung galih, saving dl duit buat SB600.

    salah satunya bunyi sharingnya kurang lebih seperti ini: “Nissin Di622 is good for the first week, after that the problems is begin”

    tq atas sharingnya.. salam kenal jg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *