Selamat Datang Bulan Ramadhan

Posted by: on Sep 11, 2007 | 10 Comments

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah (2) ayat 183

Hayoo.. bulan Ramadhan telah tiba nih, bagi saya ini adalah bulan Ramadhan pertama saya di Jakarta. Apa target Anda di bulan ini? Memperbaiki kualitas shalat? Memperbaiki bacaan Al-Qur’an? Memperbaiki dan memperbanyak hapalan Al-Qur’an? Memperbanyak infaq dan shadaqah? Atau, Anda punya target khusus sendiri?

Here we come… mari kita berlomba-lomba menuju kebaikan! Jangan lewatkan bulan yang mulia ini berlalu begitu saja. Semangat!

Tentang Logo ITS

Posted by: on Sep 10, 2007 | 2 Comments

Membaca rasan-rasan mas ini, saya juga tertarik untuk mengomentari logo ITS yang sudah beberapa waktu ini memakai logo yang baru. Kebetulan, saya lumayan banyak tahu bagaimana proses logo baru ini lahir.

Inilah logo ITS sekarang. Memang ada beberapa variasinya yang bisa dibaca di panduan penggunaan logo. Tapi siapa mau baca panduan? Orang paling sering memakai logo yang itu karena itulah logo primer. Well, apa pendapat saya yang buta ilmu desain grafis terhadap logo baru ini? Secara warna: brilian! Penyederhanaan tiga warna menjadi duochrome. Secara hukum keseimbangan: payah! Bentuk logo seperti ini tidak fleksibel. Tak bisa ditempatkan di tengah apalagi di kanan karena akan mengesankan njomplang (apa ya bahasa indonesianyah?). Apa akibatnya? Semua pernik-pernik yang melibatkan logo ITS menempatkan logo di sebelah kiri. Desain Buku TA dirombak habis, dengan menempatkan logo di sebelah kiri.

Guru desain grafis saya, Arif Marzuki, yang termasuk dalam tim pembuatan logo baru (istilah yang dipakai lebih keren — saya lupa) mengatakan bahwa tujuan menempatkan ITS – Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan tipografi khususnya adalah untuk mengedukasi masyarakat bahwa singkatan ITS bukanlah Institut Teknologi Surabaya. Namun apapun hasilnya, lanjutnya, hal yang tak kalah penting adalah keberhasilan tim logo mengedukasi eksekutif-eksekutif ITS bahwa sebuah logo bukanlah hal yang harus disakralkan. Logo kini bukanlah semacam ajimat mantra-mantra nan sakti mandraguna, namun lebih ke sarana edukasi, komunikasi, dan promosi kepada masyarakat. Melihat kesimpulan terakhir ini, tersirat bahwa proses kelahiran logo ini tidak hanya melibatkan orang-orang yang berkompeten dalam mendesain logo.

Kemudian kata mas ini lagi,

Di panduan sih ada banyak aturan ini itu, tapi sama sekali tidak menyebut apa-apa tentang web.

Hehe, mungkin saya adalah pihak yang paling bertanggung jawab ketidakmunculan penggunaan logo ini pada web di panduan. Bagaimana membuat panduannya kalau saya sendiri bingung menempatkan logo ini secara rapi di web. Layout yang saya bisa buat variasinya hanya begitu-begitu saja: header kotak selebar 100-an piksel, logo di kiri. That’s all.

Waktu pada akhirnya saya berhasil mendesain web ITS code-named fitri [v3] — desain terakhir saya untuk ITS — saya tidak menggunakan logo primer. Logo sekunder bisa ditempatkan di tengah dengan manis. Tapi tentu saja, logo sekunder tidak membawa semangat tim desain logo untuk mengedukasi masyarakat tentang singkatan ITS yang sesungguhnya. Tapi mesti bagaimana lagi? Lhawong saya tidak sreg dengan logo primer-nya ITS je. Semoga generasi penerus saya bisa memberikan solusi.

Selamat Wisuda, Sokam!

Posted by: on Sep 7, 2007 | 7 Comments

Akhirnya, pakar network ITSnet ini lulus dan wisuda juga. Wisudanya besok. Jenius yang freak dan punya kelakuan dan kebiasaan aneh ini adalah guru saya. Tak hanya network saja, tapi juga PHP, Linux, segala hal tentang web, dan tentu saja… cara punya muka boros. Gara-gara dia saya jadi ikut-ikutan freak. Untunglah, sekarang saya sudah tidak freak lagi.

Bisa juga dia lulus ) Alhamdulillah…. Selamat menyandang gelar Sarjana Komputer, Mas Kamas Muhammad, S.Kom a.k.a Sokam!

Kesederhanaan

Posted by: on Sep 5, 2007 | 9 Comments
FLICKR
Lokasi: Taman Budaya Bukit Sentul, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | F/5.6 | 1/1600 s

Aku ingin jatuh cinta padamu secara sederhana saja,
sesederhana cinta rumput kepada kekasihnya
Tanpa indahnya mahkota bunga
Tanpa semaraknya warna-warni kelopak bunga

Aku ingin jatuh cinta padamu secara sederhana saja
seperti kepercayaan rumput kepada angin
yang menyampaikan pesan kepada kekasihnya
sederhana, tulus, tanpa pamrih…

The Mercy’s: Love

Posted by: on Sep 4, 2007 | 11 Comments

Tak sengaja saya menemukan lagu berikut ini dari tumpukan koleksi MP3 saya yang sedemikian banyaknya hingga saya tak tahu lagi saya punya apa saja. Dari folder Indonesia Oldies tetapi berbahasa Inggris. Judulnya Love. Saya tak tahu siapa penyanyinya tapi jika mendengarkan warna suara penyanyinya, seperti suara Charles Hutagalung, vokalis The Mercy’s. Berikut adalah lirik lagu yang saya coba tuliskan. Tolong betulkan kalau ada yang salah. Maklum, kemampuan bahasa Inggris saya pas-pas-an.

Love
The Mercy’s

See how love can make you smile
It always, but no one can make it star
But darling see how love can make the tears
And it’s always
But no one could make it star

You had broken many hearts and think you are the winner by the game
But darling one who strong may come to you
Let it be and there’s no one who cry for you

Chorus:
Oh it’s star without a sad song
it makes people smile
and it ending with true of tears
it makes people smile

You have seen all love can be
So try again to make you understand
but darling try your heart to make it true
let it be and there’s no one who cry for you

Penasaran dengan lagunya? Saya telah upload mp3-nya di box saya di sini.

Well… anyway, saya tertarik dengan lagu ini karena menangkap ada cuplikan kata-kata You had broken many hearts…

Yeah, cinta memang telah mematahkan hati banyak orang termasuk saya sendiri. Tapi cinta juga dapat membuat banyak orang tersenyum dan berbahagia. Bagi yang sedang menangis karena cinta, janganlah putus asa, cobalah lagi dan biarkanlah mengalir hingga engkau tersenyum lagi menyambut bintang-bintang…

Kartun Riwayat Peradaban Jilid 1

Posted by: on Sep 3, 2007 | 4 Comments

Judul: Kartun Riwayat Peradaban Jilid 1
Penulis: Larry Gonick
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Status: Pinjaman dari si empunya buku – Choirul Imam

Jangan kira kalau buku yang berbentuk komik selalu ringan dan penuh humor. Komik ini sama sekali berbeda. Ini adalah buku sejarah yang dikemas dalam gambar-gambar. Seperti yang dikatakan Larry sendiri dalam pengantarnya, buku ini ditulis dalam bentuk komik agar mengurangi kebosanan pembaca dalam menyelusuri sejarah seperti dalam buku-buku sejarah konvensional yang penuh dengan kata-kata.

Rentang sejarah yang dicangkup buku ini sangat panjang. Mulai dari awal bagaimana alam semesta diciptakan hingga masa Alexander Agung. Penulis menggunakan teori Ledakan Besar untuk menjelaskan bagaimana alam semesta terbentuk. Kemudian diteruskan dengan penjelasan secara ilmiah bagaimana kehidupan terjadi. Berawal dari laut, secara aseksual hingga perlahan-lahan terbentuklah reproduksi secara seksual.

Penulis menggunakan teori evolusi Darwin untuk menjelaskan keanekaragaman makhluk hidup. Teori Darwin yang kontroversial diakui oleh penulis (Halaman 52).

Memang paling dekat, sejak awal, orang sudah menghabiskan banyak waktu berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai diri mereka sendiri! Apakah kita binatang rasional atau segumpal tanah liat yang punya roh, malaikat, atau kera? Siapa yang tahu? … Bagaimanapun juga, Darwin benar …

Jika penulis menjelaskan awal mula kehidupan secara ilmiah (hasil pemikiran rasional manusia), berlainan dengan hal ini, di bagian sejarah peradaban bangsa Israel, penulis menukil Perjanjian Lama. Berdasarkan Perjanjian Lama, penulis memaparkan kisah-kisah Ishak, Yakub dan Yusuf. Kisah Raja Daud dengan skandal Uria dan Betsyeba dan penerus raja Daud yang sangat terkenal: Raja Solomo.

Sampai di sini saja aku merangkum isi buku ini, selanjutnya adalah kesan-kesanku mengenai buku ini karena aku tidak mampu menghabiskan membaca buku ini hingga peradaban Yunani dan Alexander Agung. Membosankan. Gambar yang ada sangat tidak membantu dan cenderung malah mengganggu keasyikan membaca. Penulis mungkin bertujuan menggambar untuk menimbulkan kesan lucu, tapi yang ada bagiku adalah kering.

Satu hal yang paling berkesan adalah ketika membaca bagian peradaban Israel. Nukilan Perjanjian Lama sepertinya berisi cerita yang penuh intrik politik yang kotor. Agak mundur sedikit, hal yang unik adalah versi cerita dimana tentang Abraham (Nabi Ibrahim). Diceritakan Abraham memiliki anak bernama Ishak dari isterinya Sara. Menurut versi ini, Ishak lah yang akan disembelih Abraham. Sama sekali tidak diungkapkan adanya anak Abraham yang lain bernama Ismail. Pertanyaan kritis selanjutnya adalah: Kenapa Perjanjian Lama tidak mengungkapkan Ismail? Atau, kenapa Perjanjian Lama tidak meng-expose Ismail? Atau, kenapa Larry Gonick yang menukil Perjanjian Lama sama sekali tidak memunculkan Ismail?

Jangan berprasangka dulu. Mungkin Ismail akan diungkap ketika membahas peradaban Islam dan Arab yang diceritakan di jilid 3. Hehe, review-nya menyusul secara aku belum baca

Inilah sejarah. Selalu ada banyak versi. Sejarah Indonesia saja memiliki banyak versi apalagi sejarah peradaban sebelum masehi? Saya tidak akan menjustifikasi mana yang salah dan mana yang benar. Saya tidak akan menjustifikasi apakah kita ini berasal dari segumpal tanah yang ditiupkan roh ataukah evolusi kera. Pada prinsipnya, semakin banyak versi yang masuk ke otak kita, kita semakin bijaksana dalam memandang suatu teori. Dan meyakini teori yang kita anggap benar dengan luas, bukan yakin karena hanya teori itulah yang kita dapat sehingga keyakinan kita adalah keyakinan yang sempit.

Pranala yang mungkin terkait:

Switch to our mobile site