Food Photography
Genre fotografi sungguh banyak, salah satunya adalah food photography. Sudah menjadi rahasia umum bahwa manipulasi dan tipuan kamera bisa membuat apa saja menjadi terlihat lebih baik. Contohnya wanita, mereka benar-benar memiliki the best angle of view — Sisi tercantik yang dimiliki. Jika dari sudut lain, mereka tidak akan tampak secemerlang itu. Bisa jadi mungkin karena ada jerawat di situ? hehehe…
Begitu pula dengan makanan. Dengan sudut dan pencahayaan yang tepat, makanan bisa terlihat sangat mengundang selera. Padahal ketika dirasakan, belum tentu rasanya seenak apa yang terlihat di gambar. Blog ini bisa menjadi awalan yang bagus bagi Anda yang tertarik dengan Food Photography.
Masjid Agung At-Tiin
Lokasi: Masjid Agung At-Tiin, kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm | Hoya R72 (Infrared 52mm) | F/3.5 | 1/10s
Mungkin waktu Ibu Tien Soeharto masih hidup, masjid ini sangat megah. Masih tampak sisa-sisa kemegahan masjid ini dari kolam air mancur yang kini telah tak memancurkan air lagi. Kolam yang kini kotor. Dari taman yang luas yang di sana-sini lantai betonnya telah pecah. Namun, kemegahan masjid ini sangat terasa ketika kita memasukinya dan sholat di dalamnya. Subhanallah.. Allahu akbar…
Puasa, Ibadah Kaya Makna
SEBENARNYA AWAL MULAI PUASA ITU IMSAK APA SHUBUH?
Judul Buku: Puasa Ibadah Kaya Makna
Penulis: Dr. H. Miftah Faridl
Penerbit: Gema Insani
Bentuk fisik buku ini unik, berukuran persegi/bujur sangkar kecil dengan sampul tebal, dengan jumlah halaman 162. Buku ini secara khusus menjelaskan puasa kaum muslim dari A sampai Z. Tidak hanya puasa wajib Ramadhan namun juga puasa-puasa sunnah lainnya. Namun karena puasa Ramadhan adalah satu-satunya puasa yang diwajibkan, puasa ini mendapatkan porsi lebih dalam buku ini. Lengkap.
Buku ini biasa, tidak ada istimewanya sama sekali jika dibaca sekilas dan cepat. Namun saya menjadi tertarik untuk saya angkat di dalam review kali ini karena ada bagian yang menurut saya menarik. Menarik karena saya rasa tidak banyak masyarakat Indonesia yang tahu persis mengenai hal ini. Bahkan Pak BR saja juga mempertanyakannya.
Di halaman 45 bagian Menahan Diri,
Sebelum fajar terbit, yaitu ditandai dengan adzan subuh maka seseorang masih boleh makan dan minum dan hal lain yang tidak dibolehkan ketika puasa. Hal yang salah dipahami di sebagian masyarakat Indonesia adalah waktu imsak. Beberapa masjid dan stasiun televisi menyiarkan waktu imsak kira-kira 5-10 menit sebelum azan subuh. Sebagian masyarakat muslim masih menganggap waktu imsak adalah batas akhir seseorang boleh makan dan minum. Padahal yang benar adalah waktu subuh, yaitu ketika terbit fajar sebagaimana yang Allah firmankan,
“… Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar…”
Al-Baqarah: 187
Nah, itu dia dalil naqli-nya. Dari browsing via mbah google, beberapa blog menjelaskan kesalahpahaman (bid’ah?) yang telah membudaya ini di blog ini dan blog ini.
Selebihnya, buku ini lebih merupakan tuntunan lengkap bagaimana berpuasa secara baik dan benar karena semuanya telah dikupas di sini dalam bahasa populer dan awam. Mungkin jika dinilai, saya memberikan tiga bintang dari skala lima untuk buku ini.
Just Curious…
Lokasi: Taman Budaya Bukit Sentul, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | 1/800 s | F/4.5
Mungkin seorang fotografer itu eye-catching ya? Muslimah kecil ini begitu intens-nya melihat saya ketika dia saya ambil gambarnya dalam sekali dua kali jepretan. Mungkin dia sedang berpikir, “Om ini sedang ngapain sih???” Aih… masak dipanggil Om sih? Kakak lebih tepat kali
Termenung
Lokasi: Pantai Marina, Taman Impian Jaya Ancol
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR | 1/640 s | F/5.6
Saya suka ekspresi termenungnya. Ekspresi seperti inilah yang saya bayangkan pada diri Chiyo / Nita Sayuri di novel Memoars of a Geisha pada waktu ia merenungi nasibnya di tepi sungai Shirakawa.
A Little Note About Templating With Freemarker
Freemarker Template Engine is a library which is used to make a template that it can be dynamically merged with dynamic data. Actually we can generate this template by hard coded directly in hot code. But the lack of this method is that if we want to change the static side of template, we have to recompile the code.
Recompile the code? It sounds easy things to do for you? Not really. In my world, recompile the code means that we have to redeploy the application to J2EE server again. Sometimes it’s so hurting for me.
With freemarker, the static side of template can be saved in separate file. We don’t need to recompile the code conform to the template changes.
The idea is simple: You need two things, the static side of template which is saved in separate file, load your dynamic content, and “merge†this two things into one package of String by freemarker engine.
You can learn freemarker more details on: http://freemarker.sourceforge.net
Cuplikan dari catatan kecil saya tentang template engine freemarker. Jika tertarik dengan freemarker, silakan mempelajarinya di website-nya. Dokumentasinya termasuk mudah untuk dipelajari dengan cepat. Saya menuliskannya dalam bahasa Inggris, itu kebetulan saja. Nggak usah dikritik soal grammar-nya, bahasa Inggris saya memang jelek kok
Catatan tersebut bisa didownload di box saya.
Timpuk-Timpukan HP
Hehe, timpuk-timpukan seperti yang dilakukan oleh selebritis blog ini yang menerima timpukan dari selebritis blog yang lain lagi mengingatkan aku pada waktu masih seru-serunya ber-friendster ria (hare gene masih zaman friendster? ) Untuk sedikit bernostalgia dengan timpuk-timpukan friendster, aku ikutan njawab aah… )
Tipe dan Merk HP
HP pertama adalah Sony Erricsson T100 yang imut-imut lungsuran dari kakak. Menggunakan mulai tahun 2003. Cukup telat memasukkan HP sebagai barang kebutuhan sehari-hari karena waktu itu HP sudah mulai memasyarakat.
Sekarang yang dipakai adalah:
- Motorolla C-350. Lagi-lagi lungsuran dari kakak juga. Belum pernah sama sekali punya HP GSM baru Mulai digunakan sekitar awal tahun 2004 sampai sekarang. Kondisinya cukup mengenaskan. Nggak keren sama sekali. Nggak bisa dibuat pamer. Udah tergores-gores di sana sini. Tapi buat telepon, SMS, dan internetan via GPRS, HP ini masih sangat prima. Saking cintanya ama HP ini, aku males beli HP baru (males apa nggak kuat beli baru sih?)
- Nokia 2115. Versi
black market/rakitan distributordiscontinued dari Nokia 2116. HP CDMA ini aku beli dari Ambassador Mall sekitar bulan Maret 2007 lalu. Tujuannya buat telpon keluarga di rumah.
Fasilitas 3G
Hmm… buat apa yach…? Kalau misalnya ada layanan internet via 3G yang lebih murah daripada Indosat IM3/Mentari via GPRS sekarang, aku mungkin kepikiran beli HP yang 3G deh.
Wallpaper
GSM: Wallpaper default bawaan. Ganti setiap beberapa minggu sekali biar nggak bosen. CDMA: Nggak support wallpaper secara cuma hitam putih doang layarnya.
Nomor
GSM: Telkomsel simPATI. Masih pakai nomor Surabaya sejak jaman kuliah dulu sampai sekarang nggak pernah ganti.
CDMA: Telkom Flexi, bukan telepon biasa. Buat menyamakan dengan nomor rumah yang duluan pakai Flexi.
SMS Terakhir
GSM: Dari pak Frans Lim, ngabarin tempat kopdar I fotografer TheLightMagz di the buffet-Plaza Semanggi besok Senin.
CDMA: Ini mah nggak pernah dipake SMS-an, jadi SMS terakhir adalah SMS sampah bin spam berengsek dari Telkom Flexi.
Spesifikasi
GSM: Dual Band GSM, Polyphonic ringtone, layar warna, GPRS, dan yang paling sangar adalah: memakai koneksi data USB, bukan DKU-5. Sudah berkali-kali sukses buat koneksi internet via GPRS IM3 dan Telkomsel.
CDMA: Frekuensi operasi CDMA, Polyphonic ringtone, layar monochrome, ada senter kecil yang meskipun lucu tapi sangat berguna, built-in modem via kabel data DKU-5. Belom pernah coba konek ke internet pakai HP ini, tapi aku mau coba di HP-nya rin buat nyambungin ke notebook-nya.
ON/OFF?
Nyaris ON setiap waktu (ketika dicas pun sedang ON, males matiin). OFF kalau lagi males nerima telepon/SMS atau kalau sedang tidak ingin diganggu. *sok penting mode: on
Letak HP
Saku celana kanan dan kiri masing-masing satu campur dengan kunci sepeda motor, kunci kamar, dan kadang sekeping uang seratusan dan lima ratusan — uang kembalian dari warteg.
Baterai
GSM: Ganti sekali. Gantinya di Plaza Surabaya dekat Monkasel. Sekarang udah hampir habis. Tiap malem musti dicas.
CDMA: Belom ganti tuh, tapi ampun-ampun borosnya. Dibiarin diem aja tiap malem minta dicas juga ini HP.
Catatan:
Gambar di hot-link-an (males ngopi) dari:
- http://www.megaopt.com.ua/images/item/23010_short.jpg
- http://ponseljakarta.com/piciklan/nokia/2115.jpg
UPDATE 17 September 2007:
Hiks.. aku baru sadar kalau Moto C350-ku ngga bisa melayani interactive call dari suara ibu-ibu Telkomsel waktu ngisi pulsa lewat 888. Katanya suruh tekan 3 buat ngisi pulsa, tapi waktu kutekan 3 sampek capek nggak respon si ibu itu. Terus tadi pagi juga ngga bisa nerima telepon lagi. Ditekan tombol on waktu ada telepon masuk tetep aja dia berdering-dering (
is this time to back to SE? Sony Erricsson Wxxx? ;;)
Comments