Puasa, Ibadah Kaya Makna

SEBENARNYA AWAL MULAI PUASA ITU IMSAK APA SHUBUH?

Judul Buku: Puasa Ibadah Kaya Makna
Penulis: Dr. H. Miftah Faridl
Penerbit: Gema Insani

Bentuk fisik buku ini unik, berukuran persegi/bujur sangkar kecil dengan sampul tebal, dengan jumlah halaman 162. Buku ini secara khusus menjelaskan puasa kaum muslim dari A sampai Z. Tidak hanya puasa wajib Ramadhan namun juga puasa-puasa sunnah lainnya. Namun karena puasa Ramadhan adalah satu-satunya puasa yang diwajibkan, puasa ini mendapatkan porsi lebih dalam buku ini. Lengkap.

Buku ini biasa, tidak ada istimewanya sama sekali jika dibaca sekilas dan cepat. Namun saya menjadi tertarik untuk saya angkat di dalam review kali ini karena ada bagian yang menurut saya menarik. Menarik karena saya rasa tidak banyak masyarakat Indonesia yang tahu persis mengenai hal ini. Bahkan Pak BR saja juga mempertanyakannya.

Di halaman 45 bagian Menahan Diri,

Sebelum fajar terbit, yaitu ditandai dengan adzan subuh maka seseorang masih boleh makan dan minum dan hal lain yang tidak dibolehkan ketika puasa. Hal yang salah dipahami di sebagian masyarakat Indonesia adalah waktu imsak. Beberapa masjid dan stasiun televisi menyiarkan waktu imsak kira-kira 5-10 menit sebelum azan subuh. Sebagian masyarakat muslim masih menganggap waktu imsak adalah batas akhir seseorang boleh makan dan minum. Padahal yang benar adalah waktu subuh, yaitu ketika terbit fajar sebagaimana yang Allah firmankan,

“… Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar…”

Al-Baqarah: 187

Nah, itu dia dalil naqli-nya. Dari browsing via mbah google, beberapa blog menjelaskan kesalahpahaman (bid’ah?) yang telah membudaya ini di blog ini dan blog ini.

Selebihnya, buku ini lebih merupakan tuntunan lengkap bagaimana berpuasa secara baik dan benar karena semuanya telah dikupas di sini dalam bahasa populer dan awam. Mungkin jika dinilai, saya memberikan tiga bintang dari skala lima untuk buku ini.

Published by

Galih Satria

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 thoughts on “Puasa, Ibadah Kaya Makna”

  1. hyapp..salah kaprah yang kadang bikin kuping rada panas, mata rada sepet, dan ati rada seret! seperti ketika dengar, “kok marah? nanti batal loh puasanya..”, haiyyah! batal dari ternate?! waktu imsyak biasanya saya jadikan pertanda untuk segera minum satu gelas air putih, setelah mulut kering abis sikat gigi

  2. imsak itu sama dengan bunyi plek plek plek pada permainan tinju saat memasuki 10 detik terakhir menjelang usainya ronde tersebut… artinya imsak itu adalah peringatan bahwa waktu subuh sudah mulai dekat….. sama kaya tinju tadi.. biar pemain tau bahwa ronde ini dah mau abis ati2 setiap saat ada bunyi teng teng teng dan ga boleh mukul lagi.. dan kalau ada bunyi adan ga boleh makan lagi

  3. eh, mas, bukannya beda tuh antara subuh dengan sunrise..
    Setahu aku, subuh = fajr, sedangkan matahari terbit = sunrise. Kita mulai berpuasa sejak fajr/ subuh. Editorial di buku tersebut –> “Padahal yang benar adalah waktu subuh, yaitu ketika terbit fajar ..” sempet bikin saya bingung. Padahal, bukannya kalo terbit fajar, wes telat sholat subuhnya.. masuk sholat dhuha..

    CMIIW.
    masih belajar =)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>