FLICKR
Lokasi: Riverside Golf & Country Club, Gunung Putri, Bogor
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm | Hoya R72 (IR 52mm) | 1/13 s | F/4
Masih seru dan penasaran dengan fotografi IR. Yang paling menjadi tantangan adalah custom white balance dan olah digitalnya karena warna asli dari filter IR adalah kemerahan. Jika saya sudah bisa sedikit tentang fotografi IR, saya pasti akan membahasnya di sini sampai berbusa-busa.

Seperti halnya fotografi pada umumnya, tidak ada pakem khusus tentang bagaimana foto itu seharusnya! Demikian pula tentang foto IR, tidak harus seperti kebanyakan orang buat, justru ketika Anda bisa membuat sesuatu yang unik, itu bisa menjadi ciri khas Anda. Diferensiasi. Untuk foto IR, yang penting adalah mendapatkan warna yang lain (false color) dari yang dilihat mata manusia, seperti misalnya foto di atas ini. (
sebenarnya ini adalah cara ngeles yang paling elegan bahwa foto di atas jelek
)
Posted in Fotografi, Landscape
4 Comments »
FLICKR
Lokasi: Belakang Menara Kadin / Lapangan Mega Kuningan, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | Hoya R72 (Infrared 52mm) | 1/13 s | F/4.5
Another IR filter test. Yang ini pakai auto white balance, terus custom WB di Adobe Bridge CS 3. Masih belum “menyala” juga fotonya 
Posted in Fotografi, Landscape
1 Comment »
Kalau kita membaca buku-buku sejarah perjuangan bangsa merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda, ada beberapa sekolah yang didirikan Belanda seperti misalnya: Hollandsch-Inlandsche School (HIS), pendidikan dasar; Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), setara dengan SMP; Algeme(e)ne Middelbare School (AMS), setara dengan SMA. Pada zaman itu, sekolah-sekolah ini hanya diperuntukkan bagi orang Indonesia pribumi. Yang dimaksud dengan pribumi adalah anak-anak golongan bangsawan, tokoh terkemuka, dan pegawai negeri. Selain dari itu, dipastikan tak bisa mengenyam pendidikan.
Sekarang zaman kemerdekaan. Sudah tua pula: 62 tahun. Tapi, berbedakah pendidikan zaman kemerdekaan dengan zaman penjajahan? Saya terpaksa menjawab: tidak
. Mungkin saya adalah generasi yang masih beruntung bisa menikmati pendidikan tinggi dengan biaya yang masih cukup terjangkau oleh kantong orang tua saya yang PNS biasa. Pendidikan strata satu saya yang saya tempuh di ITS, hanya berbiaya Rp. 650.000 per semester. Sekarang? Adakah institusi perguruan tinggi negeri top yang menawarkan biaya segitu? UI yang terkenal dengan Fakultas Kedokteran-nya, ITB dengan segala Teknik-nya, UGM, Unair, dan bahkan ITS, tak ada lagi yang menawarkan biaya pendidikan segitu. Berikut kutipan dari Jawa Pos tentang biaya pendidikan di ITS:
Maba ITS wajib membayar Rp 1.250.000 untuk SPP, Rp 900.000 untuk orientasi dan informasi, serta Rp 3.500.000 untuk sumbangan pengembangan institusi (SPI). Jumlah seluruhnya Rp 5.650.000. “Mereka yang mengajukan keringanan boleh mencicil dalam satu semester,” kata Sugeng.
Kini, bahkan playgroup yang sejatinya hanya tempat bermain telah mencekik leher orang tua dengan biaya berjuta-juta. Sekolah-sekolah SMP dan SMA favorit tempat siswa bisa belajar bersama siswa-siswa berotak jenius juga telah melambungkan biayanya.
Jika dulu pemerintah Belanda hanya mengkhususkan pendidikan hanya bagi golongan bangsawan, sama saja dengan pemerintah Indonesia di zaman merdeka ini: mengkhususkan pendidikan hanya bagi golongan bangsawan pula. Jika dulu definisi bangsawan adalah keluarga yang memiliki hubungan darah dengan pembesar keraton, kini bangsawan diukur dari seberapa besar uang yang Anda miliki. Semakin besar uang Anda, semakin ningrat pula kedudukan Anda.
Merdeka! Dirgahayu Indonesiaku!
Posted in Opini saja kok
5 Comments »
FLICKR
Lokasi: Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm | Hoya R72 (Infrared 52 mm) | 1/13 | F/4.5
Foto Infrared pertama saya, masih belajar cara menggunakan filter IR di kamera Nikon D40. Masih banyak yang perlu diperbaiki. Setting White Balance diubah ke Fluorecent pakai Adobe Bridge CS 3. Diambil dari jembatan penyeberangan Gatsu, sebelah timur kantor, sebelah timur perempatan Kuningan. Selamat Siang, Jakarta! (Sebaiknya foto tentang kota Jakarta memang diambil pas weekend biar tidak kelihatan macetnya
)
Posted in Fotografi, Landscape
3 Comments »
FLICKR
Lokasi: Halaman depan rumah, Tulungagung
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | 1/125 s | F/5.6
Merah putih…
Merah berani, putih suci
Merah melindungi
Putih mewarnai
Dirgahayu Indonesiaku…
62 tahun sudah kita merdeka, sekali merdeka, tetap merdeka!
Maju tak gentar membela yang bayar benar!!
Posted in Fotografi, Makro
9 Comments »