Entries from August 2007
August 31, 2007
FLICKR
Lokasi: Danau Situ Gunung, Sukabumi, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | 1/160 s | F/11
Inilah Danau Situ Gunung, tempat departemen kami (SCM&ICT) mengadakan team building hari Sabtu lalu. Sekilas, lewat foto di atas, Situ Gunung tak ada istimewanya. Danau Wonorejo Tulungagung saja kukira tak kalah indah daripada Situ Gunung. Tapi danau ini merupakan salah satu spot favorit para fotografer landscape. Ada efek yang luar biasa ketika matahari terbit dan sinarnya menyeruak di antara hutan dan menerpa permukaan danau.
Sayang sekali, aku melewatkan momment ini karena malam sebelumnya bercengkerama dengan teman-teman sampai jam 3 pagi. Ah, tak mengapa, nanti bisa ke sana lagi
.
buat yang udah ngajari penggunaan sunblock: ayo kapan-kapan jalan-jalan ke sono! hihihi…
(just kidding..)
Posted in Catatan Harian, Fotografi, Landscape
11 Comments »
August 28, 2007
FLICKR
Lokasi: Riverside Golf & Country Club, Gunung Putri, Bogor
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | 1/800 s | F/5.6
Masih dari meliput turnamen golf Petrocup 2007 di padang golf Riverside. Lokasinya masih dekat dengan Jakarta, sebelah tol Jagorawi, kalau dari Jakarta kita keluar di pintu tol Cimanggis. Ini nih olahraganya orang-orang penting, yang bertanding rata-rata jabatannya sekelas manager hingga vice president.
Posted in Fotografi, Sport
3 Comments »
August 26, 2007
Saya pernah diolok-olok ketika memasang kamera saku kecil Canon Powershot A400 di atas sebuah tripod. Sok banget, kamera saku aja pakai tripod. Tunggu dulu, ini bukan masalah sok-sok-an, tapi kualitas gambar. Apa pertimbangan saya bahwa tripod tetap diperlukan dalam fotografi dengan kamera saku?
Membidik tanpa menggunakan blitz/flash
Lampu flash built-in kamera saku sebenarnya sangat buruk. Cenderung merusak kualitas dan kealami-an gambar daripada membuatnya bagus. Ini disebabkan flash-nya kecil dan memiliki jarak tembak yang dekat. Kalaupun jarak tembaknya memadai (sekitar 2-5 meter), dia akan mengguyur objek dengan lampu putih yang menyilaukan dan menyapu warna lain. Hasilnya, gambar cenderung terlalu terang (over exposed) dan lampu lingkungan objek (ambience light)-nya tidak terasa. Oleh karena itu, jika memungkinkan, saya mematikan lampu flash dan lebih sering membidik tanpa flash agar hasilnya lebih alami.
Celakanya, pada pencahayaan yang kurang, gambar yang diambil cenderung goyang dan kabur. Ini disebabkan oleh kemampuan tangan memegang kamera, atau istilahnya hand-shake atau camera-shake. Kemampuan tangan memegang kamera secara stabil berbeda-beda di setiap orang. Rata-rata di sekitar 1/60 s. Saya masih bisa stabil di kecepatan 1/15 s dan kadang-kadang 1/4 s. Fotografer profesional bahkan bisa memegang dengan stabil di 1 detik!
Pencahayaan yang bisa membuat goyang biasanya cahaya lampu ruangan pada malam hari, cahaya sore yang temaram, dan semacamnya. Biasanya, kamera akan mengeluarkan peringatan dengan menampilkan icon kecil bertanda kamera goyang jika kita akan membidik. Di situlah kita harus menyalakan lampu flash, atau… memakai tripod! Tidak perlu tripod yang mahal, tripod yang ringan dan kecil sudah lebih dari cukup dan itu tak lebih dari 100 ribu rupiah.
Gunakan Lampu Flash Hanya Jika Terpaksa
Saya jauh lebih suka gambar yang soft tanpa efek lampu flash daripada gambar yang tajam dan terlalu terang. Suasana dan emosinya jauh lebih terasa. Namun demikian, penggunaan lampu flash dalam kamera saku tidak dapat dihindari dalam keadaan:
- Objek bergerak-gerak, seperti dalam suasana pesta
- Tidak ada pencahayaan sama sekali, misalnya dalam acara renungan malam waktu kemah.
- Kita berpindah-pindah tempat, sehingga tripod sangat merepotkan.
- Momment bergerak cepat sehingga ditakutkan ketika kita memasang tripod dan mengaturnya pada posisi steady, momment telah berlalu.
- Tempat tidak memungkinkan untuk menggunakan tripod. Misalnya karena karena dicemooh seperti saya tadi hehehe…
- dsb (dan saya bingung)
Ngomong-ngomong, saya kok jadi kepengen beli lampu flash external buat D40 saya yach…
Mungkin saya memang sudah memerlukan hadirnya “menteri keuangan” di kehidupan sayah….
Posted in Fotografi
5 Comments »
August 24, 2007
FLICKR
Lokasi: Riverside Golf & Country Club, Gunung Putri, Bogor
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm | Hoya R72 (Infrared 52mm) | 1/4 s | F/4
Saya kaget sendiri melihat data EXIF foto ini… shutter speed-nya 1/4 detik… padahal saya tidak pakai tripod… untung nggak goyang hehehehe… mulai dapat feel-nya buat motret IR nih…
jadi, doakan saya dapat foto-foto bagus di Situgunung Sukabumi nanti sore hingga besok… caw…! 
Posted in Fotografi, Landscape
4 Comments »
August 23, 2007
Tak terasa, posting-posting saya satu dua bulan terakhir ini mayoritas tentang fotografi. Sempat mencetak rekor jumlah posting tiap bulan hingga 23 posting (Juli 2007). Padahal, untuk membuat 14 posting sebulan saja biasanya sangat susah. Di benak saya timbul pertanyaan, apalah blog saya akan saya ubah menjadi blog niche saja, blog khusus tentang fotografi? Ah, lebih baik tidak. Saya tidak bisa menulis dibatasi hanya dalam satu topik saja.
Saya menulis berdasarkan apa yang saya sedang suka untuk ditulis. Waktu masih berbentuk diary, saya menulis tentang catatan harian. Waktu patah hati, saya menulis tentang melankolis. Tulisan ini mewarnai blog ini dalam rentang waktu yang cukup panjang. Banyak orang mungkin yang menilai aneh tentang tulisan ini, kok ya ada orang yang sedang sakit menuliskan hal-hal pribadi di tempat publik. Norak, memalukan, dan setumpuk istilah lain. Tapi ya… dramatisasi tentang patah hati memang selalu menyenangkan. Saya sedang menikmati sakit karena patah hati. Salah satu kesenangan ini saya tuliskan lewat blog. He..he..he..
Waktu kuliah, saya menulis tentang apa yang sedang saya pelajari hubungannya dengan subjek mata kuliah yang saya ikuti. Saya menulis tentang Java, Linux, Windows, dan segala hal tentang Teknologi Informasi. Sekarang, karena hobi motret sedang gila-gilaan sejak hadirnya Nikon D40 di kehidupan saya, saya menuliskan tentang berbagai macam hal tentang fotografi. Tentang pengalaman saya memotret. Dan ternyata, sekarang saya jadi tidak mood lagi kalau disuruh menulis soal Teknologi Informasi. Saya ingin menulis tutorial tentang Enterprise Java Bean dan Java Enterprise Edition, tapi entahlah, mood itu tidak kunjung tiba.
Jadi sebenarnya, blog saya masih tetap, blog gado-gado yang menceritakan apa yang sedang saya lakukan. Saya suka menulis, jadi saya tulis. Itu saja. Escribo, ergo sum!
*Escribo, ergosum: Aku menulis, maka aku ada. Plesetan dari ungkapan terkenal dari Descrates: Cogito, ergosum — Aku berpikir, maka aku ada. 
Posted in Catatan Harian
9 Comments »