
FLICKR
Lokasi: Pantai Marina, Taman Impian Jaya Ancol
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR | 1/2000 s | F/5.6
*Foto sport pertamaku he… he…he..
July 19, 2007
FLICKR
Lokasi: Pantai Marina, Taman Impian Jaya Ancol
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR | 1/2000 s | F/5.6
*Foto sport pertamaku he… he…he..
July 18, 2007Akhirnya, setelah melalui perjuangan panjang, berlika-liku menolak calo, akhirnya kami bisa mendapatkan tiket pertandingan sepakbola Indonesia vs. Korea Selatan di Gelora Bung Karno, dalam lanjutan Piala Asia 2007. Tiketnya Rp. 75.000, di zona yang termasuk aman dari kerusuhan. Aku nonton dengan kang Bedjo, mas Joko, mas Salman, mas Nasir, dan mbak Chlara (sekretaris babe President/CEO).
Aje gile bo’! Nonton di stadion emang suasananya beda. Gegap gempita suasana membuat kami larut dalam hingar bingar stadion. Mata sempat berkaca-kaca ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan, semua suporter bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan kita ini. Sungguh terharu, ternyata kita masih punya kebersamaan, dalam mendukung tim kesayangan, Bambang Pamungkas dkk.
Sepanjang 90 menit pertandingan, tak henti-hentinya kami meneriakkan, “Indonesia!!!!” *dung… dung dung dung dung….* bunyi beduk bercampur dengan tepuk tangan. Ternyata kami juga begitu kompaknya membuat aksi mirip gelombang yang terus berputar mengelilingi tribun stadion.
Atau ketika Budi Sudarsono jatuh kesakitan, tiba-tiba kami seperti tim paduan suara yang menyanyikan, “Budi bangun…. Budi bangun…. Budi bangun…!!”
Memang akhirnya hasilnya kita kalah 0-1 dari Korsel, tapi tak ada yang perlu ditangisi, karena tim merah putih dan suporter telah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Kita telah bermain cantik sore ini. Tim sekuat Korea Selatan yang bisa mengalahkan Italia di Piala Dunia 2002 hanya mampu membobol gawang kita sekali doang. Tim Arab Saudi yang posturnya gede-gede harus berjuang sampai menit 92 untuk mencetak gol kemenangan. Salute untuk Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Eli Eboy, Ponaryo, Firman Utina, dan kawan-kawan. Juga untuk Mr. Ivan Kolev. Kali ini, tim Indonesia tampil luar biasa!
Lokasi: Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Event: AFC Asian Cup 2007, Indonesia vs South Korea
July 18, 2007Pantai Marina, Taman Impian Jaya Ancol
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | F/5.6 | 1/1600 s
Saya jadi rindu kakak saya ketika melihat foto ini. Meskipun saya hanya punya satu kakak dan tak punya adik, saya jadi ingat dulu waktu sebaya mereka, saya sangat dimanja oleh kakak. Love you brother… ![]()
July 16, 2007Kalaulah boleh, izinkan saya mengutip sedikit dalil berikut ini
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
Al-Qur’an, Surat An-Nuur (24) ayat 30
Dari Umar r.a, dari Nabi SAW telah bersabda: “Tidaklah berdua-duaan lelaki dengan seorang perempuan melainkan orang yang ketiganya adalah syaitan”
HR. At-Turmizi
Saya bukan termasuk orang yang sangat kaku dalam memandang pergaulan anak muda, asal tahu batas-batasnya. Tapi, ketika saya melihat kenyataan yang terpampang di mata saya, saya benar-benar merasa trenyuh dan tak bisa berkata apa-apa. Saya sebenarnya tidak suka menulis sambil berdalil, tahu diri lah siapa saya, bukan kapasitas saya untuk berdalil. Mas ini atau mas ini jauh lebih capable. Namun kali ini, izinkan saya mengutip dua dalil yang sudah saya kutip di atas.
***
Lihatlah kolase ini. Ini saya ambil dari Pantai Marina Ancol. Sehabis main jet-ski ama klub sailing kantor, saya sempatkan berjalan-jalan ke sekitar Pantai Marina. Kalau di tempat umum saja mereka bisa semesra itu, bagaimana kalau di tempat yang lebih privat?
Beberapa tahun yang lalu, jilbab adalah pakaian yang mencirikan seorang muslimah. Jilbab yang saya kenal adalah kerudung yang menutupi rambut hingga sebatas lengan atas atau siku. Tapi rasanya, sejak generasi Inneke Koesherawati dan Ratih Sanggarwati memperkenalkan jilbab modifikasi yang diikat di leher itu, jilbab terus berkembang dan akhirnya dirampok dari ciri seorang muslimah.
Kembali ke laptop!
Ingat lagu Chrisye? “Engkau masih anak sekolah satu SMA, belum tepat waktu untuk begitu begini…” Wah, lagu ini kayaknya sudah kadaluarsa ya? Sekarang telah menjadi opini umum di kalangan anak muda, bahwa punya pacar itu adalah harus, jika tidak, kamu akan dianggap tidak laku dan tidak pandai bergaul. Jika sudah punya, tentu, namanya bukan pacaran jika tidak ada representasi kasih sayang seperti kata-kata manis, perhatian, pelukan di pundak, atau sandaran di bahu, dan tentu saja… ciuman sayang
.
Well, kampanye yang dilakukan oleh anak muda yang mengistilahkan diri sebagai akhwat dan ikhwan saya anggap kontraproduktif jika ditinjau dari sisi marketing. Apa yang mereka lakukan dengan langsung tembak frontal — yaitu memperkenalkan konsep yang sangat bertolak belakang — saya rasa tidak efektif karena kondisinya sudah terlalu rusak parah. Untuk masuk pasar yang sudah dikuasai oleh pemain raksasa, cara yang sering berhasil adalah dengan gerilya, bukan dengan serangan frontal. Untuk melawan opini yang telanjur mengakar, tentunya tidak harus dilawan dengan pembangunan opini yang frontal pula.
Ah, saya tidak akan terlalu banyak mengkritik tim kampanye ini, nanti saya dihajar dengan bermacam-macam dalil lagi, hehehe…
Catatan foto:
Lokasi: Pantai Marina - Pantai Festival, Taman Impian Jaya Ancol
Waktu Jepret: 16 Juli 2007
Kamera: Nikon D40
Lensa: tele lens Nikkor AF-S 55-200 mm VR
July 16, 2007Disclaimer:
Review ini sangat subjektif dan hanya berdasarkan perasaan dan kesan saya saja. Untuk review yang lebih komprehensif, disarankan membaca artikel dari Photobase ini atau artikel dari KenRockwell di sini.
Saya mendapatkan lensa tele Nikon ini dari JPCKemang, Jl. Kemang Raya, Jakarta Selatan, toko fotografi yang menurut saya memiliki pelayanan yang sangat memuaskan. Nama resminya adalah: Nikon Nikkor AF-S 55-200mm F4-5.6 G IF-ED DX VR.
Sangat menyenangkan memakai lensa ini. Hasilnya cukup tajam, meskipun tidak sangat tajam, di 200 mm, dengan kondisi lighting yang ideal (tidak over atau under). Di kondisi over exposure, cahaya matahari dari atas langsung, edge-nya tajam, tapi detailnya payah kena toplit/backlit. Itupun karena objek terlalu jauh di luar jangkauan lensa ini. Tapi jika keadaannya sangat ideal, lensa ini mantabs!! Bokehnya amat cantik jika objek di sekitar “jarak tembak” lensa ini. Sangat soft, sehingga objek yang dibidik terekspos dengan cantik sekali dan sangat tajam.
Dipasangkan dengan si mungil Nikon D40, lensa ini sangat pas. Agak sedikit berat, tapi masih lebih ringan dibanding lensa tele punya Tamron atau Sigma karena casingnya terbuat dari plastik. Zoom ring-nya dibalut karet, agak berat diputar (atau karena masih baru ya?
). Lensa ini cocok untuk sport photography dan candid action. Kemarin, aku motret teman-teman bermain sailing dan jetski, dan banyak dapat foto yang bagus. Buat foto candid juga oke punya, kemarin aku dapat banyak juga di Marina Ancol.
Tapi untuk kondisi cahaya minimum, aku masih belum bisa beradaptasi dengan lensa ini. Mungkin memang lensa ini tidak didesain untuk itu, melihat bukaan maksimumnya yang cuma F/5.6.
Berikut perbandingan lensa ini dengan Nikon D40, dan dengan orang dengan berat 83 kg ![]()

Terbundel bersama lensa dalam kotak warna cokelat keemasan ini adalah lens hood HB-37 bayonet (bulat), tas kantung kecil, kartu garansi, dan buku manual multi bahasa.