Muslimah Kecil

Posted by: on Jul 23, 2007 | 6 Comments
FLICKR
Lokasi: Kebun Binatang Ragunan, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR | 1/80 s | F/5.6

Bibir lagi-lagi tak bisa menyembunyikan senyum ketika mata membidik lewat viewfinder. Soalnya saya jarang lihat gadis kecil memakai jilbab. Jilbab lebar lagi . Semoga kelak dia benar-benar menjadi muslimah yang mengarumkan nama Islam. Amin

Selamat hari anak nasional, 23 Juli 2007

Senyum dong Sayang!

Posted by: on Jul 22, 2007 | 3 Comments
FLICKR
Kebun Binatang Ragunan, Jakarta
Nikon D40 | AF-S Nikkor 55-200 mm VR | 1/800s | F/5.6

Minggu ini, tema foto adalah anak-anak. Anak-anak selalu menjadi objek menarik untuk difoto. Keceriaan, keluguan, dan kelucuannya sangat khas. Bagi saya, dunia yang paling indah adalah dunia anak-anak. Mereka punya cara tersendiri untuk mengekspresikan kegembiraan mereka. Semoga masa kecil Anda adalah masa-masa yang indah, seperti saya yang beruntung mendapatkan kebahagiaan masa kecil. Jangan pernah renggut senyuman dari bibir mereka.

Selamat hari anak nasional, 23 Juli 2007

Review Kamera Poket 2 jutaan

Posted by: on Jul 20, 2007 | 31 Comments

Beberapa hari yang lalu, saya dikirimi email oleh Mbak Widi dan bertanya kepada saya tentang kamera poket yang bagus yang harganya sekitar 2 jutaan. Saya tak pernah punya kamera poket seharga segitu. Kamera poket saya, Canon Powershot A400 sekarang hanya sekitar 1 jutaan. Jadi, dengan harga 2 jutaan, sebenarnya kita telah mendapatkan kamera digital poket dengan kualitas tinggi. Bisa dikatakan kasta tertinggi kamera poket adalah di kelas 2 jutaan. Karena lebih dari itu, posisi diduduki oleh kamera kelas prosumer dan DSLR.

Situs mana yang paling cepat untuk melihat fitur-fitur kamera? Tentu saja dpreview.com. Kamera yang saya ambil adalah:

  • Canon Ixus 70
  • Canon Ixus 75
  • Canon Powershot A560
  • Canon Powershot A570 IS
  • Nikon Coolpix L12
  • Nikon Coolpix S200

Saya mengambil informasi dari sana dan membuat matriks perbandingan antara kamera-kamera tersebut. Untuk harga, saya ambil dari toko kamera JPCKemang. Setiap item, mana yang menurut saya adalah pemenang saya tandai dan saya jumlahkan. Dari situ, terlihat bahwa Canon Powershot A570 IS menjadi pemenang. Harganya nyaris 2 juta dan memiliki fitur yang paling kaya.

Berikut ini adalah kesimpulan yang saya tuliskan di akhir matriks:

Secara fitur, Powershot A570 sangat menggiurkan, apalagi dengan harganya yang cuma 1,9 juta, PS A570 menawarkan berbagai macam hal. Yang paling mengasyikkan tentunya adalah adanya fitur Apperture Priority dan Shutter Priority. Meskipun mayoritas pengguna kamera poket adalah pengguna awam yang lebih suka point-and-shoot, tapi mungkin lambat laun kita akan jadi lebih mengerti dan tertarik soal teknik-teknik fotografi dan ingin mencobanya. Tentu sangat mengasyikkan ketika kita ingin belajar fotografi dan sudah memiliki fasilitas di tangan kita!

Secara kualitas, matriks ini tidak bisa dijadikan acuan. Memerlukan observasi yang lebih detail lagi soal bagaimana performa kamera-kamera ini. Mungkin beberapa merk (seperti Nikon Coolpix) yang berharga relatif lebih mahal daripada kamera Canon (dari segi fitur) memiliki kualitas yang lebih baik daripada Canon. Tapi sejauh yang saya tahu, untuk kamera poket, saya puas menggunakan Canon. Warnanya oke punya.

Overall, dari segi harga dan fitur, saya rasa Powershot A570 bisa dijadikan pertimbangan utama. Pertimbangan berikutnya mungkin adalah Canon Ixus 75 yang mungil, atau Coolpix L12 dari merk Nikon.

Semoga bermanfaat, dan salam njepret!

Berikut matriks-nya dalam format Microsoft Excel: matriks-kamera-2-jutaan.xls.

Acrobatic Jetski

Posted by: on Jul 19, 2007 | 3 Comments

FLICKR
Lokasi: Pantai Marina, Taman Impian Jaya Ancol
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR | 1/2000 s | F/5.6

*Foto sport pertamaku he… he…he.. ) 

Nonton Langsung Indonesia vs Korsel

Posted by: on Jul 18, 2007 | 14 Comments

Akhirnya, setelah melalui perjuangan panjang, berlika-liku menolak calo, akhirnya kami bisa mendapatkan tiket pertandingan sepakbola Indonesia vs. Korea Selatan di Gelora Bung Karno, dalam lanjutan Piala Asia 2007. Tiketnya Rp. 75.000, di zona yang termasuk aman dari kerusuhan. Aku nonton dengan kang Bedjo, mas Joko, mas Salman, mas Nasir, dan mbak Chlara (sekretaris babe President/CEO).

Aje gile bo’! Nonton di stadion emang suasananya beda. Gegap gempita suasana membuat kami larut dalam hingar bingar stadion. Mata sempat berkaca-kaca ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan, semua suporter bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan kita ini. Sungguh terharu, ternyata kita masih punya kebersamaan, dalam mendukung tim kesayangan, Bambang Pamungkas dkk.

Sepanjang 90 menit pertandingan, tak henti-hentinya kami meneriakkan, “Indonesia!!!!*dung… dung dung dung dung….* bunyi beduk bercampur dengan tepuk tangan. Ternyata kami juga begitu kompaknya membuat aksi mirip gelombang yang terus berputar mengelilingi tribun stadion.

Atau ketika Budi Sudarsono jatuh kesakitan, tiba-tiba kami seperti tim paduan suara yang menyanyikan, “Budi bangun…. Budi bangun…. Budi bangun…!!

Memang akhirnya hasilnya kita kalah 0-1 dari Korsel, tapi tak ada yang perlu ditangisi, karena tim merah putih dan suporter telah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Kita telah bermain cantik sore ini. Tim sekuat Korea Selatan yang bisa mengalahkan Italia di Piala Dunia 2002 hanya mampu membobol gawang kita sekali doang. Tim Arab Saudi yang posturnya gede-gede harus berjuang sampai menit 92 untuk mencetak gol kemenangan. Salute untuk Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Eli Eboy, Ponaryo, Firman Utina, dan kawan-kawan. Juga untuk Mr. Ivan Kolev. Kali ini, tim Indonesia tampil luar biasa!

Lokasi: Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
Event: AFC Asian Cup 2007, Indonesia vs South Korea

Kamera: Canon Powershot A400

Kasih Sayang

Posted by: on Jul 18, 2007 | 3 Comments


FLICKR

Pantai Marina, Taman Impian Jaya Ancol
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | F/5.6 | 1/1600 s

Saya jadi rindu kakak saya ketika melihat foto ini. Meskipun saya hanya punya satu kakak dan tak punya adik, saya jadi ingat dulu waktu sebaya mereka, saya sangat dimanja oleh kakak. Love you brother… >:D<

Nikkor AF-S 55-200 mm VR Subjective Review

Posted by: on Jul 16, 2007 | 11 Comments

Disclaimer:
Review ini sangat subjektif dan hanya berdasarkan perasaan dan kesan saya saja. Untuk review yang lebih komprehensif, disarankan membaca artikel dari Photobase ini atau artikel dari KenRockwell di sini.

Saya mendapatkan lensa tele Nikon ini dari JPCKemang, Jl. Kemang Raya, Jakarta Selatan, toko fotografi yang menurut saya memiliki pelayanan yang sangat memuaskan. Nama resminya adalah: Nikon Nikkor AF-S 55-200mm F4-5.6 G IF-ED DX VR.

  • Kode AF-S berarti, lensa ini memiliki motor untuk autofocusing di body lensanya. Lensa ini cocok untuk kamera Nikon D40/D40x yang tidak memiliki motor di body kameranya. AF-S adalah lensa generasi paling baru dari Nikon. Untuk kelas yang sama, lensa ini relatif sedikit lebih mahal daripada generasi AF atau AF-D. Sayangnya, lensa buatan pihak ketiga seperti Tamron atau Tokina tidak memiliki motor di body-nya. Hanya Sigma yang memiliki generasi lensa HSM, tapi harganya juga gila-gilaan.
  • 55-200 mm adalah jangkauan focal length yang dimiliki lensa ini. Zoom factor-nya 3,6 kali. Sudut bidiknya cukup jauh. Cocok untuk sport atau candid action. Kita bisa close up wajah orang dari jarak sekitar 6 atau 7 meter.
  • F4-5.6 adalah bukaan terlebar yang bisa dicapai lensa ini. F/4 pada 55 mm dan F/5.6 pada 200 mm. Bukaan yang bisa dibilang biasa-biasa saja. Bukan kategori lensa cepat. Lensa cepat adalah lensa yang bisa beraksi dengan baik dalam keadaan cahaya minimum. Karena memerlukan cahaya yang banyak, bukaan harus lebar. Semakin lebar bukaan diafragma, semakin cepat shutter speed yang bisa dipakai. Tapi, lensa cepat yang bisa hingga F/1.8 – F/2.8 harganya ampun-ampun.
  • G, tak memiliki ring apperture. Setting bukaan harus dari kamera.
  • IF-ED, internal focusing. Ring depan berputar, tapi tempat filter dan hood tetap diam. Ring depan untuk focus hanya selebar jari. ED adalah teknologi Nikon untuk mengurangi dispersi.
  • DX, hanya bisa digunakan dengan kamera digital. Kamera film 35 mm tak bisa memakai lensa ini.
  • VR, memiliki fitur Vibration Reduction, teknologi terbaru. Canon menyebutnya Image Stabilizer. Saya masih bisa stabil di kecepatan 1/15 sec.

Sangat menyenangkan memakai lensa ini. Hasilnya cukup tajam, meskipun tidak sangat tajam, di 200 mm, dengan kondisi lighting yang ideal (tidak over atau under). Di kondisi over exposure, cahaya matahari dari atas langsung, edge-nya tajam, tapi detailnya payah kena toplit/backlit. Itupun karena objek terlalu jauh di luar jangkauan lensa ini. Tapi jika keadaannya sangat ideal, lensa ini mantabs!! Bokehnya amat cantik jika objek di sekitar “jarak tembak” lensa ini. Sangat soft, sehingga objek yang dibidik terekspos dengan cantik sekali dan sangat tajam.

Dipasangkan dengan si mungil Nikon D40, lensa ini sangat pas. Agak sedikit berat, tapi masih lebih ringan dibanding lensa tele punya Tamron atau Sigma karena casingnya terbuat dari plastik. Zoom ring-nya dibalut karet, agak berat diputar (atau karena masih baru ya? :-/ ). Lensa ini cocok untuk sport photography dan candid action. Kemarin, aku motret teman-teman bermain sailing dan jetski, dan banyak dapat foto yang bagus. Buat foto candid juga oke punya, kemarin aku dapat banyak juga di Marina Ancol. Tapi untuk kondisi cahaya minimum, aku masih belum bisa beradaptasi dengan lensa ini. Mungkin memang lensa ini tidak didesain untuk itu, melihat bukaan maksimumnya yang cuma F/5.6.

Berikut perbandingan lensa ini dengan Nikon D40, dan dengan orang dengan berat 83 kg )

Terbundel bersama lensa dalam kotak warna cokelat keemasan ini adalah lens hood HB-37 bayonet (bulat), tas kantung kecil, kartu garansi, dan buku manual multi bahasa.

Switch to our mobile site