Kisah Cinta Sri Jayendra Dyah Dewi Gayatri

Kitab Negara Kertagama yang ditulis Prapanca, dan juga Kitab Pararaton, menyebutkan bahwa Raja pertama Majapahit, Raden Wijaya, memiliki empat isteri dari putri Raja Singhasari yang terakhir, Kertanegara, yaitu:

  • Tribhuaneswari, bergelar Sri Parameswari Dyah Dewi Tribhuaneswari
  • Narendraduhita, bergelar Sri Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhita
  • Pradnya Paramitha, bergelar Sri Jayendra Dyah Dewi Pradnya Paramitha
  • Gayatri, bergelar Sri Jayendra Dyah Dewi Gayatri

dan satu lagi isteri bernama Dyah Petak. Dia merupakan putri seserahan dari Dharmasraya.

Aku tahu sedikit mengenai sejarah Majapahit dari dua novel sejarah yang aku baca, yaitu Senopati Pamungkas karangan Arswendo Atmowiloto, dan Gajah Mada: Sumpah Palapa karangan Langit Kresna Hadi. Dua novel ini secara kebetulan menceritakan kisah cinta Gayatri dibalik pernikahannya dengan Raden Wijaya. Kebetulan inilah yang membuatku sedikit tergelitik.

Seperti yang telah diketahui, setelah Raden Wijaya wafat dan digantikan oleh Jayanegara (Kalagemet) anak dari Dyah Petak, Gayatri memutuskan untuk menjadi biksuni. Aku melihat, celah ini diisi novelis untuk membuat dramatisasi novelnya. Dalam pikiranku yang dipengaruhi dua novel ini, Gayatri menjadi biksuni karena kecewa. Kecewa karena dia harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai dan ia menikah karena sebuah keharusan. Gayatri diramalkan akan menurunkan raja-raja Majapahit yang perkasa.

Novel Senopati Pamungkas menceritakan hal ini secara blak-blakan. Upasara Wulung, tokoh protagonis-pahlawan novel ini, yang sebenarnya dicintai oleh Gayatri. Namun apa daya, Gayatri harus menyerah pada takdir bahwa ia adalah seorang putri Raja Kertanegara. Bagi Raden Wijaya, menikahi keempat putri Kertanegara sangat penting untuk posisi politiknya, selain untuk memindahkan “wahyu raja” ke dinasti yang baru: Wangsa Kertarajasa. Seperti halnya tokoh protagonis pahlawan, Upasara Wulung terlalu jujur dan terlalu baik untuk masuk kancah politik kerajaan. Ia tak bisa apa-apa, apalagi untuk menentang itu. Namun demikian, hanya Gayatri yang bisa mengguncangkan hatinya. Begitu juga bagi Gayatri, hanya Upasara Wulung yang dapat mengisi hatinya. Berawal dari sini, Arswendo menciptakan sebuah alur drama percintaan yang tragis dan menyentuh.

Novel Gajah Mada dalam seri Sumpah Palapa juga mirip, meskipun tidak sangat gamblang. Tentu saja, karena novel ini bersetting waktu masa pemerintahan Tribhuana Tunggadewi dan Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa. Di sini diceritakan, bahwa masa muda Ibu Suri Gayatri penuh dengan lika-liku cinta. Ia jatuh cinta pada seorang maling bernama Wirota Wiragati yang menyelamatkannya pada saat keruntuhan Singhasari karena diserbu Raja Gelang-Gelang. Wirota Wiragati pernah berjanji akan kembali untuk menikahinya, namun sayangnya, janji ini tak kunjung ditepati hingga Gayatri diperisteri Raden Wijaya. Kisah cinta yang sama seperti novel Arswendo, tragis dan tak sampai.

Tentu saja benar atau tidaknya alasan Gayatri menjadi biksuni dan kisah cinta Gayatri hanyalah fiktif. Kitab Negarakertagama dan sumber sejarah Majapahit tidak sedetail itu. Tapi, bumbu-bumbu inilah yang membuat pelajaran sejarah Majapahit menjadi menarik untuk diikuti. Jauh lebih menyenangkan daripada membaca Kitab-kitab itu, dan bahkan buku-buku sejarah milik anak sekolahan. 🙂

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 thoughts

  1. Gayatri…

    Ooh… ternyata istri ke-4…
    kalo gayatri di kampusku itu nama komputer sebelahnya “komputer”-ku…. sebelahnya Bagong… di Lab Pemrograman Dasar.

  2. aku da tugas buat makalah sejarah,
    aku ambil ja cerita tentang gayatri, soalnya ada candi.nya juga di kecamatan sekolah aku.
    aku ci belum kesana, cuman kata temen ci udah ancur banget.
    lebih mirip bangunan rumah yang udah hancur kena gempa katanya.
    udah gitu jalan kesana tuh serem banget.

    makasih ya udah kasih info ttg gayatri.
    gimana kalo makalah aku judulnya “pudarnya pesona gayatri”
    hahah!
    nyotek dari novelnya habiburrahman el shirazy yang judulnya “pudarnya pesona cloepatra”

  3. Sy sdg menulis fiksi ttg runtuhnya Kerajaan Singosari. Adakah yg pny kisah lgkp ttg Gayatri? Jk ada dan berkenan akan sy kutip untuk bahan tulisan sy tentu sj dg ttp menyebutkan sumbernya. Trm ksh.

  4. Isshhh… Gak boleh… Eyang putri gayatri tidak begitu. Eyang putri gayatri mmng cinta ama eyang raden wijaya. Eyang raden wijaya juga cinta ama eyang putri. Gak ada yg gitu2 dan lain halnya. Eyang putri jadi biksuni karena hanya ingin mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Gak ada intrik2 macam itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *