Potret Anak Muda Masa Kini

Date July 16, 2007

Kalaulah boleh, izinkan saya mengutip sedikit dalil berikut ini

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Al-Qur’an, Surat An-Nuur (24) ayat 30

Dari Umar r.a, dari Nabi SAW telah bersabda: “Tidaklah berdua-duaan lelaki dengan seorang perempuan melainkan orang yang ketiganya adalah syaitan”

HR. At-Turmizi

Saya bukan termasuk orang yang sangat kaku dalam memandang pergaulan anak muda, asal tahu batas-batasnya. Tapi, ketika saya melihat kenyataan yang terpampang di mata saya, saya benar-benar merasa trenyuh dan tak bisa berkata apa-apa. Saya sebenarnya tidak suka menulis sambil berdalil, tahu diri lah siapa saya, bukan kapasitas saya untuk berdalil. Mas ini atau mas ini jauh lebih capable. Namun kali ini, izinkan saya mengutip dua dalil yang sudah saya kutip di atas.

***

Lihatlah kolase ini. Ini saya ambil dari Pantai Marina Ancol. Sehabis main jet-ski ama klub sailing kantor, saya sempatkan berjalan-jalan ke sekitar Pantai Marina. Kalau di tempat umum saja mereka bisa semesra itu, bagaimana kalau di tempat yang lebih privat?

Beberapa tahun yang lalu, jilbab adalah pakaian yang mencirikan seorang muslimah. Jilbab yang saya kenal adalah kerudung yang menutupi rambut hingga sebatas lengan atas atau siku. Tapi rasanya, sejak generasi Inneke Koesherawati dan Ratih Sanggarwati memperkenalkan jilbab modifikasi yang diikat di leher itu, jilbab terus berkembang dan akhirnya dirampok dari ciri seorang muslimah.

Kembali ke laptop!

Ingat lagu Chrisye? “Engkau masih anak sekolah satu SMA, belum tepat waktu untuk begitu begini…” Wah, lagu ini kayaknya sudah kadaluarsa ya? Sekarang telah menjadi opini umum di kalangan anak muda, bahwa punya pacar itu adalah harus, jika tidak, kamu akan dianggap tidak laku dan tidak pandai bergaul. Jika sudah punya, tentu, namanya bukan pacaran jika tidak ada representasi kasih sayang seperti kata-kata manis, perhatian, pelukan di pundak, atau sandaran di bahu, dan tentu saja… ciuman sayang @};- .

Well, kampanye yang dilakukan oleh anak muda yang mengistilahkan diri sebagai akhwat dan ikhwan saya anggap kontraproduktif jika ditinjau dari sisi marketing. Apa yang mereka lakukan dengan langsung tembak frontal — yaitu memperkenalkan konsep yang sangat bertolak belakang — saya rasa tidak efektif karena kondisinya sudah terlalu rusak parah. Untuk masuk pasar yang sudah dikuasai oleh pemain raksasa, cara yang sering berhasil adalah dengan gerilya, bukan dengan serangan frontal. Untuk melawan opini yang telanjur mengakar, tentunya tidak harus dilawan dengan pembangunan opini yang frontal pula.

Ah, saya tidak akan terlalu banyak mengkritik tim kampanye ini, nanti saya dihajar dengan bermacam-macam dalil lagi, hehehe…

Catatan foto:
Lokasi: Pantai Marina - Pantai Festival, Taman Impian Jaya Ancol
Waktu Jepret: 16 Juli 2007
Kamera: Nikon D40
Lensa: tele lens Nikkor AF-S 55-200 mm VR

52 Responses to “Potret Anak Muda Masa Kini”

  1. Cipta said:

    Iya yah, mereka itu apa nggak malu, ato memang nggak punya malu, di tempat umum kayak gitu, terang2 lagi.

  2. Anang said:

    budaya mulai bergeser ya lih ya

  3. Nilla said:

    Mungkin yg di foto itu ada yg udh merit kali, Mas!
    Makanya ga malu2 berdua2an kayak gitu.
    *hanya mencoba berpositif thinking*

    Aku jg takut kebawa2 kayak itu.
    Iman-ku jg ga kuat2 bgt soalnya!
    That’s why, sebelum aku yakin mampu jaga diri…
    Single aja, dulu! :P
    Sekalian nyari2 cowo yg bener2 mampu ‘jagain’ aku! ;)

  4. Galih Satria said:

    #Chips:
    Hehe, tunggu, abis ini aku punya foto mereka yang lebih hot lagi ;))

    #Anang:
    Lha iyo to nang…

    #Nilla:
    Pasangan yang sudah menikah malah sangat menjaga diri di tempat umum, Nilla. Ada bedanya kok mana yang sudah menikah mana yang belum. Lagipula ngapain mesti di tempat umum kalau di tempat yang privat bisa melakukan? sepuas-puasnya lagi :))

    PS: Ah, jangan2 jadi single karena tidak laku? >:)

  5. purna said:

    weeeh, namaku kok dibawa-bawa… gak bener ini :D
    Iya begitulah lih, sekarang jaman sudah terbalik. Jaman dulu orang bicara kebaikan didengarkan dan dipatuhi, atau paling tidak diam meskipun dia tidak mematuhi. Lha kalo skrg kita bicara kebaikan seperti ini, kita seringkali dianggap sok suci, munafik dsb. Itu yang berat.. ;))
    btw, very2 nice post! 2 jempol buat Galih.

  6. excalibur said:

    Wah ndut…busyeetttt fotoku kok dipasang sich….. :) ketauan dech…..

    Btw…kamu berani bgt ndut ambil tampak depan gt…. :D
    Ga takut dituntut??wkakkkaa…….

    Makanya cari pacar yg juauh sekalian biar ga macem2 (wlpun gak menjamin) minimal mempersempit kesempatan n pikiran aneh2 :p

    Pizz n Love…..

  7. Tuts said:

    yg di balik karang gak dipublish lih? :P
    *hush mbak!*

    *seriusmodeon*
    spt yg pernah kamu bilang, don’t judge the book by its cover. meski berjilbab blm tentu menjamin kualitas keimanannya lebih ok drpd yg tdk berjilbab. cuman aku sebelnya, jilbaber gaul atau yg gede tp kelakuannya gak mencerminkan kualitas akhlak yg baik gitu cuman bikin image jilbaber jadi rusak aja :(

  8. meiji said:

    tambah lih!!! tambah!!! (gambarnya maksudku. kurang Hot!!)

  9. eva said:

    emang jaman sudah edan…. ga ada rasa malu pd alam makanya alama ini juga da capek liat ulah manusia yg tidak betangunjwab ini.

  10. rd Limosin said:

    wah, jadi pengen foto2 anak2 muda di kota ak neeh. Siapa tau dpt gambar yg bagus, atw malah lebih =p~

  11. Nilla said:

    Siapa yg ga laku? Aku? Kok tau, sih? :P
    Lah? Tau beda nya udh menikah atau belum dr mana kalo kayak gitu?
    Kan ga tertulis dijidatnya “sudah menikah” :))
    Hati2 loh, Mas Galih!
    Jangan su’udzon ama orang… apalagi yg kita ga kenal!
    Ntar jadinya malah fitnah!

  12. Galih Satria said:

    #purna:
    thanks pur!

    #kempol:
    jangkrik, dadak sok nggawe jeneng excalibur barang. Omongane wong sing pacare adoh yo ngono kui =))

    #mbak tuts:
    koleksi pribadi aja mbak ;))

    #mei:
    sabar me…

    #rd Limosin:
    asal hati hati aja, nanti kalo ketahuan bisa digampar sandal jepit :D

    #Nilla:
    Kadang su’udzon itu juga perlu kok, tidak selamanya berprasangka buruk itu jelek :)
    #all:
    jangan2 diantara anda semua ada yang pernah berdua di tempat umum begitu? hayooo ;;)

  13. Nilla said:

    Iya, aku pernah! :)

    Hari gini serba susah, ya?
    Jd orang baik2, dibilang sok suci…
    Jd orang jahat, bertentangan dgn hati nurani…
    So, bagusnya jd apa???

  14. dnial said:

    Itu sesi siang, lih..
    Yang sesi malam bisa lebih parah lagi…
    Jadi “tempat parkir mobil girang”

    Fenomenanya kayak di Kenjeran ya?
    Waktu dulu mbersihkan pantai sampai nemu kondom sama celana dalam.

    btw, acara bersih2 pantainya nggak ada lagi :(

  15. henri said:

    galih: jangan2 diantara anda semua ada yang pernah berdua di tempat umum begitu? hayooo

    henri: oe meiji..yuk kita berduaan di kenjeran

  16. Galih Satria said:

    #Nilla:
    Jadi orang baik lah! itu bagian dakwah! meskipun kita tak bisa berdakwah ala penceramah, tapi kita bisa melakukan dakwah kecil-kecilan dengan bersikap baik.

    #dnial:
    parah ya ternyata? ya inilah bangsamuTM :P

  17. cipinkman said:

    loh,,, sing ndase ditutupi jaket iku lapo yoh mas (mulai berpikir macam-macam) wakakakakak,,,,,

  18. budi said:

    “Iki, mas, pek’en kabeh!”

  19. abdulmuneverlose said:

    Ga ada foto pasangan yang sejenis mas ? :p

  20. nunung said:

    siang2 gitu, berduan..wowww…ngk nambah panas tuchh..
    klo di gunung masi, bisa dimaklumi secara dingin gitu loch…welehhh

    tapi di pantai weleh….hotzz…hotzzz….

    kebakaran…kebakarann….

  21. aroem said:

    pake jilbab tapi pacaran?mmm…galih kamu kok brani yah nampilin gambar dari depan.maksudku keliatan wajahnya.coba kamu bayangin prasaan mereka kalo foto-foto mreka diliat oleh semua bloger.mungkin ada yang ga terima dengan pa yg kmu lakukan kecuali kalo emang mreka oke2 aja fotonya dipublikasiin, itu berarti mereka telah kehilangan urat malunya.memang pa yg mreka lakukan itu malu-maluin banget, tapi itu sama aja kamu membuka aib mereka,aku sendiri juga malu kalo melihat da yg pake jilbab tapi pacarannya brani,yach untuk intropeksi diri aja kalo ngliat hal seperti itu. karena memakai jilbab itu mudah,siapa aja bisa tapi yang menjaganya yang sulit,karena bukan hanya aurat saja yg harus dijaga tapi akhlaq.
    istilah akhwat,ikhwan?dlm bhs indonesia akhwat=perempuan,ikhwan=laki2.mkin yg kamu maksud adalah mreka2 yg berjilbab panjang atau laki2yg memiliki ciri2 khusus.sebenernya pengenalan secara gerilya sudah dilakukan sejak lama sekali sejak tahun 80-an 90-an,bahkan sampai sekarang.

  22. Galih Satria said:

    #arum:
    yaah… kenapa saya publish foto dari depan?? bagi saya tidak masalah, karena pantai marina adalah tempat umum. blog-ku juga tempat umum. tak ada bedanya kan? lagian, ketika ada orang bawa lensa panjang, mereka juga cuek aja tuh. FYI, saya punya yang lebih hot dari ini, tapi tidak saya publish, karena saya anggap kelewat batas.

    mbak arum yang baik, di mata saya yang awam, kata ikhwan dan akhwat memang saya tujukan untuk yang beratribut khusus kok, mereka yang sangat concern terhadap agama. yaa… agak konotatif dikit. :)

  23. budiw said:

    Ternyata surabaya (http://budiwijaya.or.id/node/199) kalah dari jakarta…

    hasil jepretan saya kalah sama mas galih..

    –budiw

  24. johan said:

    lihhhhh, liat poto2nya jadi pingiiiinnnnnnnnn……. (astaghhfirullah…^__^)

  25. adinda said:

    hari gini ….pakai jilbab hanya untuk topeng?g” bwanget gitu loh……………………….

  26. andree said:

    Sedikit berbagi pengalaman..bagi yang suka jepret2 mbok ya di blur mukanya, untuk menghindari salah pengertian kasian kan orang yang jadi obyeknya. boleh sih mengkritik attitude orang tapi kan latar belakangnya belom tau, seperti ada yang komen diatas kali aja mereka udah nikah dll jadi ya sikap positif thingking nya diperlebar, jangan menyudutkan orang dengan menggiring opini dong dgn forum begini. sesungguhnya orang itu juga punya hak jawab dan privasi. saya bekerja di media, ketika akan menampilkan gambar orang yang benar2 pelaku kejahatan saja mukanya harus disamarkan dan itu adalah aturan baku, apalagi hal seperti ini. bukankah kita diajarkan untuk tidak membuka aib orang lain…jadi saya pikir opininya benar TAPI caranya salah.

    regards

  27. Galih Satria said:

    #andree:
    thanks masukannya.

  28. nRa said:

    gak ada kerjaan… jadi surfing blog aja…
    eh mampir kesini deh :p.

    mau tak kirimin gambar2 yang di Taipei :)… lebih mantab lih,
    itu mendingan dipantai… klo disini dimana2 aja ada orang yang peluk2an, cium2an dkk…

    bahkan lagi jalan aja bisa gituan :p… kasian deh klo ntar ketabrak sepeda motor :)).

    mas Galih gak boleh kaya’ gitu lho :p

  29. Jilbab vs Mode said:

    […] Dari kutipan diatas jelaslah sudah apa yang dimaksud dengan jilbab, dan selanjutnya jilbab akan saya sebut kerudung. Dan yang tak kalah pentingnya adalah penggunaan kerudung itu sendiri, mungkin di beberapa tahun terakhir lagi trend istilah jilbab praktis yang dibawa oleh Ratih Sanggarwati seperti banyak kita lihat dikeseharian maupun di televisi, dimana penggunaan kerudung sudah menyimpang dari apa yang saya kutip diatas terlebih pada generasi muda masa kini. […]

  30. rickerst said:

    Maaf kalo pendapat saya beda, sadarkah anda akan bahaya bergunjing…walaupun lewat gambar itu kan saudara kita kenapa kita tidak ikut menutupinya dan memberikan peringatan kepada mereka secara arif. Kenapa harus ditampilkan di media, biar semua orang liat, biar semua orang tau..tau apa…tau perbuatan mereka atau tau seseorang bisa berbuat kebaikan dengan mengungkapkan keburukan sesamanya??? trus mana yg disebut baik…semua kejadian ada alasannya…tergantung dari sudut mana kita melihatnya….saya bukan siapa2 cuma pingin share saja. Bukan tidak mungkin suatu ketika kita diposisi mereka…

  31. Bayuardi said:

    hari gini… masih melihat luar diri… sudah bukan saatnya lagi… lihat dalam diri saja.. yang diluar sana dan yang didalam apa bedanya….
    Jilbab= topeng?! mau jadi pahlawan bertopeng, atau bertopeng pahlawan….?! dengar bisikan dari dalam diri… manusia bebas memilih.. apa yang dilakukan, tidak pernah bebas dari hukum konsekuensi…. saatnya refleksi dan berhenti mengevaluasi orang lain.. karena itu melelahkan…

  32. burhanshadiq said:

    harusnya ditanya apakah suami istri atau ndak? Kalau pun suami istri tak seharusnya demikian. Di rumah kan juga bisa. Exhibionist kali om…

  33. udinda@ said:

    Mas Galih yang kritis,
    Mas q tau klau mas adalah sosok yang sedang mencari jati diri. Hal itu tercermin dalam tulisan-tulisan mas yang penuh dengan sinisme dan kritisme dalam meresepon sebuah realitas di negeri ini, khususnya yang berkaitan dengan AGOMO ISLAM ( umat,red ). Aku yakin mas sedang mencari hakekat kebenaran, untuk itu q ingin berbagi bagaimana mencari sebuah kebenaran, untuk mencari kebenaran itu harus mempunyai hati yang bersih dan memohon terus menerus kepada sang pencipta alam semesta agar diberikan petunjuk jalan yang lurus. Jadikanlah alam semesta dan seluruh isinya sebagai ayat-ayat tuhan yang tersirat yang memberikan informasi yang tentuhnya didasari oleh ayat2 tuhan yang tersurat. Dengan demikian q yakin bagi para pencari tuhan akan mendapatkan sebuah hidayah. sekian.

  34. maun said:

    Ra po2 massssssss…..

  35. matius said:

    orang itu jangan hanya dilihat setengah-setengah. hati baik kalau penampilan tidak sopan ibarat duren yang dibuka dari kulitnya lantas ditaruh di tepi jalan. tau enak tapi orang kagak mau makan. orang berjilbab kayak gitu menurutku sich orang yang cuma ikut-ikutan doang! munya sich dianggap barang suci tapu hatinya kagak bisa ditutupi oleh keinginannya. ibarat beli fanta segelnya tuh udah ilang, sehingga mau minum ragu2 kecuali sama orang rakus alias laki-laki yang udah tidak bersegel juga. dasssar melihat pake mata kaki ada tahi kebo nggak lihatt!!!!!!!!!!!!!!!!

  36. acci said:

    cI PcRaNnX WjAr2 Aj tC…………….

  37. momot said:

    ih mungkin orang tu gak didik ma orang tua kali,pake jlbab cuma tuk nutupin kekurangan.he he he .kali2 rambutnya kribo/kepalanya kudisan

  38. Fikry said:

    Kalo aku sih abstain aja deh, soale jujur aja aku sering kayak gitu,kalo masih diambang batas seperti (cium bibir,pelukan,Netek ma cw kita) itu hal biasa masih wajar.asal gk berhubungan untim aja.itu menurutku.

  39. Arie said:

    Budaya qta sekarang dah semakin parah! Terutama dipengaruhi oleh kebudayaan asing baik dari TV atau majalah. Belum lagi di TV yang siaran FTV nya cukup menyesatkan (maaf). Maksudnya, ada suatu kebudayaan anak SMA di acara FTV yang belum ada di masyarakat dan setelah film nya hadir tiba2 banyak yang budayanya seperti itu…

    Jujur, aq yang dulunya hedonis sejati merasa sedih melihat saudara2 q semahasiswa di jatinangor yang udah mulai eror…

  40. moezt said:

    ya emg jamn sekarang dah ga kaya dlu lagi(walupun hanya katanya)………tapi kalo melihat pergaulan jaman sekarang Q ngeri sendiri…dah banyak anak pesantren yang pacaran(gmn yang nda mesantren)…ya dalih mereka ci…”asal nda ngapa2in n bisa jg diri”…(kasihan setan pada nganggur dah ga da lapangan kerja lagi)…org belum digoda ja manusianya dah pada bikin maksiat…. (cuapeee deeeeehhhhh)… #o

    moga ja Q dpt istri yang masih original (amiiiiiiinnnnnnnnnnn)..
    “da yang mau???????”
    tp husus bwt yg cw…

  41. Abdullah Hakim Adli said:

    Assalammu’alaikum

    Afwan mas, gambarnya aku copy, coz lgi bhas yang temanya hampir sama..

    Afwan ya ga minta izin dulu..

    Hakim Adli
    hqmmuslim.blogspot.com

  42. otong said:

    Saya sangat prihatin melihat tingkah laku anak muda masa kini, seperti gambar yang kita lihat di atas adalah salah satu tingkah yang sudah kelewat batas. Apalagi jika kita melihat ada wanita berjilbab melakukan adegan mesum dengan orang yang bukan muhkrimnya di tempat umum. Ada juga yang lebih berani dari itu, misalnya melakukan hubungan suami-istri dengan pacarnya dan mereka masih menggunakan jilbab dan direkam dengan video lagi….
    wah…wah…wah….semoga Tuhan mengampini apa yang telah mereka perbuat. Mungkin mereka melakukan dengan sembunyi-sembunyi agar tidak ada yang tau, akan tetapi mereka tidak tau bahwa kemanapun mereka sembunyi untuk melakukan hal maksiat Tuhan pasti akan melihatnya.
    Marilah kita menjaga perilaku kita masing-masing, janganlah menjadi budak nafsu belaka, karena jika kita sudah menjadi budak nafsu maka kamar VIP di hotel NERAKA sudah anda pesan.

  43. turin said:

    istri yang sholeha adalah perhiasan dunia, perempuan yang mulia adalah yang dapat melindungi dirinya dari tatapan dan sentuhan yang bukan muhrimnya, sedangkan laki-laki yang terbaik adalah ia yang senantiasa takut kepada Rabb-Nya.

  44. rush said:

    pikirkanlah hidup akan mati

  45. Ryan said:

    kita memang telah terperangkap di dalam dunia yang penuh dengan kemaksiatan…dunia memang akan kiamat dan pada saat itu tiba, semuanya baru menyadari kesalahan masing - masing namun itu semua telah terlambat karena jika matahari telah terbit dari barat, maka pintu tobat telah ditutup.
    namun saudara - saudariku, Nabi SAWW telah mengatakan bahwa Islam akan jaya 2 kali yaitu pada fase pertama dan kelima (fase terakhir), yang pertama adalah pada masa kenabian dan yang kedua pada masa sebelum kiamat. Sekarang kita berada pada fase yang keempat, tidak lama lagi Islam akan jaya maka segala kemaksiatan akan ditumpas dan pada masa itu pula kita akan berperang dengan orang - orang kafir beserta Dajjal la’natullaah alaihi…
    yang penting sekarang, kita jangan ikut - ikutan seperti mereka dan kita juga harus menjaga keluarga kita yang lain dgn aturan dari Islam yang benar.
    Kalau ada yang ingin kenalan dengan saya, silahkan hubungi saya di Ryan_brvhrt@yahoo.com, di friendster juga bisa ko’…mungkin saja, kita bisa bertukar pikiran lebih jauh dan saling berbagi ilmu lagi…

  46. Jack the ripper said:

    Maaf, kalau saya boleh ngomong “keras” mereka cewek gak punya harga diri. mungkin di otak mereka selama belum bersetubuh mereka gak nglakuin dosa. padahal bersentuhan saja kalo ga’ sama mahram ga’ boleh. mereka wanita perusak Islam.
    Maaf sebeblumnya.

  47. wawawa said:

    enak tu aku dah pernah nyoba di warnet

  48. www.kampungmadura.com » Blog Archive » Jilbab vs Mode said:

    […] Dari kutipan diatas jelaslah sudah apa yang dimaksud dengan jilbab, dan selanjutnya jilbab akan saya sebut kerudung. Dan yang tak kalah pentingnya adalah penggunaan kerudung itu sendiri, mungkin di beberapa tahun terakhir lagi trend istilah jilbab praktis yang dibawa oleh Ratih Sanggarwati seperti banyak kita lihat dikeseharian maupun di televisi, dimana penggunaan kerudung sudah menyimpang dari apa yang saya kutip diatas terlebih pada generasi muda masa kini. […]

  49. tisas said:

    wah fotonya asik he..he.he memang sekaran anak muda banyak yg rusak, tapi masih banyak juga si yg baik kaya saya. by the way melihat fenomena jilbab sptnya bukan lagi indentik dg keimanan ssorg(tp saya percaya cewe jilbab RELATIF lebih baik). apalagi jilbab sudah sangat membudaya di indonesia. jd apa patokan keimanan seseorang(secara lahiriah) tdk ada yg tau!!!

  50. tabitha said:

    . gag usah munaklah, ,gw juga pacaran!!!!!!!
    . :)

  51. ada deh said:

    Semoga anak-anak perempuan kita terhindar dari hal yang demikian. Di mana tanggungjawab orang tua yang mempunyai anak perempuan seperti itu. Na’udzuillah…..

  52. egypt said:

    mending kita koreksi diri kita masing masing….
    tanpa saling menyudut dan membuka aib….
    kita memang tidak sempurna…
    maka dari itu kita harus saling mengingatkan…
    bukan membuka….

    OK Mas Galih yang yerhormat….
    tambah kreatif yo mas……………………..

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>