Suatu Pagi di Stasiun Cepu

FLICKR
Kereta api malam Sembrani jurusan Jakarta-Surabaya pagi itu tiba dan berhenti sejenak di stasiun Cepu, Jawa Tengah. Para pedagang asongan dengan semangat bangkit menyambut kedatangan kereta dan segera berteriak menjajakan dagangannya, “Wingko babat… wingko.. wingko… nasi… nasi pecel…!” Namun sayang, ibu ini mesti kecewa karena tak diizinkan masuk kereta oleh petugas yang membentak. Tak lama berselang, matanya menangkap sosok dari balik jendela yang sedang membidikkan lensanya. Segera ia memalingkan muka dan tersenyum malu sembari memekik, “Aku difoto!”. Sang fotografer tersenyum, menganggukkan kepala tanda terima kasih. Sang ibu pedagang asongan akhirnya juga tersenyum dan melambai, tak lupa meneriakkan dagangannya, mengiringi Sembrani yang bergerak malas meneruskan perjalanannya ke Surabaya…

***

*Oleh-oleh perjalanan Jakarta-Surabaya-Tulungagung-Jakarta, diambil dari balik jendela gerbong II, kereta api Sembrani.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 thoughts

  1. Muesti kok fotonya mas galih itu kok angle-nya bisa pas gitu lho, aku paling susah kalo cari angle buat motret biar fotonya bisa lebih “berisi”, yaopo sih caranya mas…

  2. weh nice shot,, trus,,, sungguh kesenjangan yang memilukan,,, kereta eksekutif sembrani dengan kursi empuk,, ruangan ber AC,,, dan kondisi pedagang asongan yang mungkin hanya tidur beralaskan koran,,, tanpa atap,,, kapan negaraku bisa berkeadilan sosial???

  3. fotonya keren…
    aku ernah sengaja datang ke stasiun epu buat motret..
    tapi ga sukses.
    dengan modal lensa standar, aku masih malu2 buat deketin objek..
    cepu tuh rumahku..
    tetangga depan rumahku tukang jualan nasi pecel di stasiun..
    suaminya jd tukang becak, di stasiun juga..
    tetangga yang lain, banyak yang jadi tukang ojek..
    di stasiun itu juga..
    sedih kalo liat keadaan epu yang kaya tapi miskin…
    have you friendster? add me plis..ih ngarep..

  4. salam kenal mas Ken.. saran saya foto aja objeknya, sukur2 sekalian bisa buat jurnal dikit mengenai kehidupan ybs, apalagi kalo bisa angkat story tentang Cepu secara keseluruhan :))

    Ibuku lahir di sana tapi seumur2 saya belum pernah kesana.. Mungkin satu hari nanti kalo ada lebihan rejeki :))

  5. Terima kasih, tulisan dan rekam momentnya sempat membuat saya mengharu biru (lagi-lagi saya harus bersyukur, salib saya jauh lebih ringan dibanding salib mereka).

    Salam kenal…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *