Code Time is My Best Time!
Sebuah Paradoks Kehidupan seorang Programmer
Diagram di atas mencatat kehadiranku di kantor selama bulan Maret. Rata-rata 13 jam dari 24 jam jatah sehari aku habiskan di kantor. Kok bisa sampai begitu? Aku merasa salah satu saat terbaik di kehidupanku adalah: coding time! Rasanya penyakit ini dari dulu sampai sekarang tak bisa diatasi. Seharusnya aku sudah harus pulang pada pukul 16.00 (garis merah), tapi rasanya, tak ada yang bisa dikerjakan jika aku pulang ke kos-kosan. Paling-paling cuma mainin remote TV. Aku sengaja tidak beli notebook atau PC di kamar karena ujung-ujungnya jika sudah ketemu komputer, aku tak akan jauh-jauh dari bikin program. Jangan sampai seluruh waktuku dihabiskan untuk itu. Aku tak sefreak itu lah
Saat-saat weekend yang kebanyakan adalah saat-saat membahagiakan dan ditunggu banyak pekerja kantoran, bagiku tak ada lebihnya selain sekedar beristirahat sejenak dari rutinitas harian. Namun biasanya aku merasa kangeen sekali ama komputer kantor. Ya udah, akhirnya weekend juga ke kantor, meskipun cuma sebentar yang penting udah say hello ama dia. Say hello ama blog ini.
Wah, jadi ingat postingnya pak BR: Antara Pekerjaan dan Karir. Apa jadinya jika sudah saatnya menikah? Harus membagi waktu kepada isteri dan keluarga. Wah, tentu tidak bisa ngoding seperti saat best time seperti sekarang dunks? Asyik sendiri dengan dunia yang aku buat sendiri. Sekali waktu jalan-jalan ke mall sendirian, atau ke suatu tempat, diam melamun, menikmati alam dan kesendirian. Ah, memang tak ada yang lebih indah daripada kesendirian. Sepi, sendiri, tak harus diganggu SMS atau telepon suara cerewet sok perhatian yang kadang-kadang sangat menjengkelkan.
Comments