Entries from April 2007

Nonton TMNT di Setiabudi21

Date April 12, 2007

Sebelum memasuki hari-hari berat untuk dua minggu ke depan, kemarin aku menyempatkan diri untuk menemani mbak nung untuk nonton film terbaru dari kura-kura ninja, TMNT di Setiabudi 21.

Asli sangar! Khas film era 2007 yang dipenuhi dengan teknologi terkini. Jika film-film era tahun 1990 memiliki ciri dengan keanggunannya dengan kerlip-kerlip background yang blur di belakang (lihat filmnya Witney Houston: The Bodyguard), maka film era 2007 memamerkan kepiawaian mengambil sudut gambar yang dramatis dan mengagetkan (lihat Ghostrider dan Spiderman yang baru). TMNT juga begitu. Meskipun film ini full animasi 3D, namun tak kalah dalam soal memamerkan sudut gambar dan detailnya. Sangat detail.

Soal jalan cerita, karena film ini untuk segala umur, maka konfliknya juga sederhana. Namun kukira masih agak terlalu berat untuk anak-anak. Film ini mengajarkan kepemimpinan dan team work. Bagaimana Leonardo sebagai pemimpin TMNT diuji kepemimpinannya untuk mengatasi Raphael yang meledak-ledak. Ah, jadi berkhayal, andai sinetron Indonesia mengajarkan nilai-nilai bagus seperti dalam film TMNT ini…. (dreaming Lih!)

Sekilas, inilah Teenage Mutant Ninja Turtles:

Leonardo (Leo): dikenali dengan pita mata biru dan senjata pedang samurai ganda. Paling tua dari saudara-saudaranya dan menjadi pemimpin tim ini. Bijaksana, dewasa, dan memiliki jiwa pemimpin.

Raphael (Ralph): dikenali dengan pita mata merah dan senjata trisula ganda. Penuh semangat dalam membela kejahatan, setia, paling hebat kemampuan bertarungnya, namun emosinya meledak-ledak dan cenderung pemarah.

Michaelangelo (Mikey): dikenali dengan pita mata oranye dan senjata rantai (opo iku istilahe?). Enerjik, lucu, dan kekanak-kanakan.

Donatello (Donnie): dikenali dengan pita mata ungu dan senjata tongkat. Paling jenius dan pemerhati ilmu pengetahuan, baik komputer, biologi, fisika, dan kimia. Di film ini, komputer Donnie sudah memakai touch screen (anggota DPR aja kalah deh, taunya baru laptop, bukan notebook :P ).

Catatan: foto TMNT dicolong dari sini: http://media.movieweb.com

Journey to Bandung

Date April 9, 2007

Long weekend kemarin, menurut rencana aku pulang kampung. Skenarionya tersusun rapi, pulang Kamis sore tenggo (teng langsung go — maksudnya abis jam kantor langsung cabut) langsung ke Gambir, naik Sembrani ke Surabaya. Di Surabaya nge-date ama seseorang @};- . Setengah hari di Surabaya lalu pulang ke Tulungagung. Di sana juga ada date ama seseorang juga :P . Aku memang bodoh, baru cari tiket lima hari sebelum hari H. Tiket untuk Sembrani, Gajayana, Argo Anggrek sudah ludes semua :(

Wah, ternyata gagal pulkam ada hikmahnya. Isterinya Kang Iwan baru saja melahirkan anak pertamanya (selamat ya). Akhirnya bersama geng sekantor, kami jagong bayi ke Lembang sambil tentu saja, piknik lihat kota Bandung yang katanya penuh dengan gadis cantik ini. Anggotanya tentu saja, sesepuh kang Bedjo, Kakak Ferdy F, Kakak Aby, Kakak Joko, Bli Gede, dan tentu saja Bang Juis yang membawa Panther hijau gendul-nya.

Acaranya bener-bener seru. Dimulai mampir dulu njemput Mas Aby di rumahnya, terus ke tempat Mas Iwan. Abis jagong bayi naik ke Lembang setelah mampir dulu di tempat Yoghurt. Set, aku belum pernah minum yoghurt dapat rasa jeruk. Yoghurt yang asam ditambah jeruk yang juga asem, kebayang deh asemnya kayak apa. Asem…!

Lembang memang dingin, tapi kukira tak sedingin puncak Pujon, Batu Malang. Malam itu dilewatkan di tempat nongkrong di bawahnya Lembang (Ciater ya? entahlah, CMIIW). Besoknya, memetik strawberry di kebun strawberry yang ada di belakang rumah Mas Iwan, lalu jalan-jalan keliling kota Bandung: cari kaos di Heritage (yes, dapet juga yang ukuran XXL :D ). Di situ dapat cindera mata buat Mbak NungNung dan Mbak Yunik (ehm, second striker menyiapkan bola kah? :P ). Kemudian cari kue di KartikaSari, dan diakhiri dengan menyantap Batagor goreng (emang ada yang rebus? :P ) Kingsley. Sore menjelang dan kami segera bertolak kembali ke Jakarta. Kesan soal Bandung: If you’d like to see beautifull and cute girls “displayed” on the street, just please go to Bandung!

Manteb nih guys, kapan lagi neh? Ke Anyer? Ataukah ke Malang? Ayoooks…

>> Begundal-Begundal ICT goes to Bandung

>> Lembang dan Suasananya

Code Time is My Best Time!

Date April 4, 2007

Sebuah Paradoks Kehidupan seorang Programmer

Diagram di atas mencatat kehadiranku di kantor selama bulan Maret. Rata-rata 13 jam dari 24 jam jatah sehari aku habiskan di kantor. Kok bisa sampai begitu? Aku merasa salah satu saat terbaik di kehidupanku adalah: coding time! Rasanya penyakit ini dari dulu sampai sekarang tak bisa diatasi. Seharusnya aku sudah harus pulang pada pukul 16.00 (garis merah), tapi rasanya, tak ada yang bisa dikerjakan jika aku pulang ke kos-kosan. Paling-paling cuma mainin remote TV. Aku sengaja tidak beli notebook atau PC di kamar karena ujung-ujungnya jika sudah ketemu komputer, aku tak akan jauh-jauh dari bikin program. Jangan sampai seluruh waktuku dihabiskan untuk itu. Aku tak sefreak itu lah ;)

Saat-saat weekend yang kebanyakan adalah saat-saat membahagiakan dan ditunggu banyak pekerja kantoran, bagiku tak ada lebihnya selain sekedar beristirahat sejenak dari rutinitas harian. Namun biasanya aku merasa kangeen sekali ama komputer kantor. Ya udah, akhirnya weekend juga ke kantor, meskipun cuma sebentar yang penting udah say hello ama dia. Say hello ama blog ini.

Wah, jadi ingat postingnya pak BR: Antara Pekerjaan dan Karir. Apa jadinya jika sudah saatnya menikah? Harus membagi waktu kepada isteri dan keluarga. Wah, tentu tidak bisa ngoding seperti saat best time seperti sekarang dunks? Asyik sendiri dengan dunia yang aku buat sendiri. Sekali waktu jalan-jalan ke mall sendirian, atau ke suatu tempat, diam melamun, menikmati alam dan kesendirian. Ah, memang tak ada yang lebih indah daripada kesendirian. Sepi, sendiri, tak harus diganggu SMS atau telepon suara cerewet sok perhatian yang kadang-kadang sangat menjengkelkan.