Entries from April 2007

Karena Rasa Sayang itu tidak Mengenal Kepemilikan

Date April 28, 2007

Dan kuakui tanpa kemunafikan, kucinta kau
Bahwasanya keakuanku bersumpah, kucinta kau

– Iwan Fals

Bagi sebagian orang, terminologi “Cinta itu tak harus memiliki” adalah kata-kata orang yang telah kalah dan bagi kaum yang tertolak cintanya. Yeah, suka tidak suka, itu memang milik orang yang telah mengalami kasih tak sampai. Tapi, kali ini, marilah kita sedikit merenungkan terminologi itu dengan agak sedikit dewasa (halah.. sok bijak.. sok dewasa).

Apakah benar, rasa sayang dan cinta itu harus memiliki? Apakah untuk menyayangi orang yang kita cintai, maka kita harus menjadi kekasihnya, sedikitnya, harus menjadi pacarnya? Jika apa yang kita lakukan ketika menjadi pacar, ketika melakukan pendekatan, dengan ketika kita tersakiti karena ditolak/diputus berbeda, aku bisa memastikan bahwa itulah rasa sayang semu. Rasa sayang itu hanyalah investasi agar kita mendapatkan balasan berupa sayang juga. Dan secara hukum, itu bisa dikategorikan sebagai penipuan terencana (halah, sok serius pulah).

Cinta dan sayang yang ideal tentunya adalah ikhlas dan tanpa pamrih. Cinta adalah memberi dan berkorban tanpa mengharapkan balas apapun dari sang kekasih. Pengorbanan, tentu saja bukan hanya pengorbanan waktu, tenaga, dan materi, namun seringkali yang terasa sangat sakit adalah korban perasaan. Bayangkan, mampukah engkau tersenyum bahagia di saat sang kekasih memperkenalkan kekasihnya kepadamu, menjabat tangannya dengan hangat dan berkata, “Assalamu’alaikum warahmatullah…“, semoga rahmat Allah tetap ada padamu! Mampukah engkau merasa bahagia melihatnya berbahagia bersama orang pilihannya?

Ah, tentu saja hal itu amat sulit dilakukan. Kita hanyalah manusia biasa yang punya ambisi dan motivasi. Apapun yang kita lakukan, tentu ada pamrih meskipun sekecil pasir. Jika tak ada pamrih, lalu apa motivasi kita melakukan itu? Hanya karena sayang? Yakin? Apakah benar kita tidak mengharapkan untuk kembali kepada kita suatu hari nanti? Apakah benar kita tidak mengharapkan untuk mendapatkan senyum manisnya? Karena senyum manis itulah yang rasanya bisa mengobati luka-luka meskipun sebentar….

Namun demikian, aku tetap yakin bahwa cinta yang ikhlas itu tetap ada. Parameternya, jika kamu tetap menyayanginya, tetap baik padanya, tetap membantunya ketika ia memerlukan pertolongan, itu artinya kamu bisa dikatakan telah ikhlas. Lepas dari berapa besar korban perasaan yang kamu derita. Terlepas berapa lebar luka yang terkoyak di hatimu. Namun jika engkau telah tersenyum tatkala melihat orang yang kau cintai itu berbahagia, aku yakin, itulah cinta tanpa pamrih itu.

Nah, setelah ini, akan muncul pertanyaan, apakah dengan kita tetap menyayanginya, itu berarti dia tetap ada di hati? Dan itu artinya tidak adil untuk seorang yang baru masuk ke dalam kehidupan? Karena cinta kepadanya akan terbagi dengan cinta masa lalu?

*paragraf terakhir, adalah kata-kata adikku yang tajam dan mengiris, nduk pitri, dengan modifikasi seperlunya.

Nomor Telepon Misterius

Date April 25, 2007

Beberapa hari ini aku sering menerima telepon misterius yang berasal dari berbagai operator. Aku sebenarnya lebih suka menerima SMS daripada menerima telepon, khususnya jika nomor teleponnya tidak terdaftar di phone book HPku. Seringkali nomor telepon misterius itu datang pada saat yang tidak tepat: kadang di perjalanan, atau kadang di waktu-waktu dimana aku tidak menginginkan ada telepon masuk alias sedang ingin sendiri. Asumsiku, jika telepon itu serius, maka si empunya telepon pasti akan mencoba lagi di beberapa waktu kemudian. Jika aku tetap ngambek nggak mau menerimanya, dia mungkin akan SMS aku. Jika tidak? Ah, mungkin bukan rezekiku untuk menerima telepon penting itu. Jika telepon itu hanya telepon main-main kawan-kawan yang sedang menggoda aku atau balas berbalas missed call seperti waktu mahasiswa dulu, sekarang aku sungguh tak punya hasrat untuk melayani permainan mereka.

Ah, menerima telepon dari unknown number atau bahkan private number apa istimewanya? Semua orang juga sering mengalami ini. Ah, di sinilah uniknya. Kembali ke sekitar dua tahun yang lalu ketika ada sebuah nomor telepon yang sering menggoda (baca: meneror?) nomor HP ini. Sekali dua kali, aku cuek saja, karena jika aku penasaran dengan menelepon balik atau kirim sms dengan bunyi, “Halo, ini siapa ya?” Aku telah melayani permainannya dan memang inilah yang diinginkan si penggoda: bikin Galih penasaran. Tapi lama kelamaan bosan juga, dan akhirnya panggilan teleponnya aku angkat ketika berdering sekali dan berkata, “Halo?”

Well, pertanyaan itu sama sekali tak terjawab karena buru-buru si penelepon menutupnya. Namun aku sempat mendengar background suara, yaitu seperti suara-suara wanita yang sedang ramai bercanda. Jengkel, aku catat nomor itu sebagai black list dengan kode !123! dan tak pernah kuangkat lagi. Akhirnya dia bosan juga dan kejadian ini mengendap begitu saja sampai aku lupa kalau nomor !123! tidak kuhapus dari phone book-ku.

Nah, akhir-akhir ini, kode black list itu mulai lagi dan diiringi dengan beberapa nomor misterius. Entahlah, siapa dia. Instingku berkata bahwa nomor-nomor itu berasal dari orang yang sama. Apakah orang yang sama dengan dua tahun yang lalu? Aku tak tahu. Tertarik, karena seperti de ja vu, karena ada kejadian yang saat dua tahun lalu dan sekarang adalah sama, yaitu ketika aku berusaha menghindar dari seseorang. Dulu aku berhasil menghindar dan berhasil. Dan sekali lagi, aku sekarang sedang ingin menghindar. Aku masih sedang ingin sendiri kecuali jika aku “tersambar petir” lagi. Kekekekeke… :P

Keajaiban Sholat Subuh

Date April 19, 2007

Judul Buku: Keajaiban Sholat Subuh
Pengarang: Imad Ali Abdus Sami’ Husain
(doktor bidang dakwah dan tsaqofah islamiyah universitas al-azhar kairo)
Penerbit: Wacana Ilmiah Press

Sholat terberat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isyak dan Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.

(HR. Ahmad)

Inilah pembukaan buku yang tak terlalu tebal (167 halaman) dan dicap sebagai Best Seller ini. Sungguh sangat menohok dan sangat mengena. Bagaimana tidak mengena? Lihatlah keadaan masjid kita saat sholat Jum’at dan lihatlah lagi ketika fajar menjelang. Masjid yang penuh sesak saat sholat Jum’at tiba-tiba menjadi sepi di kala sholat Subuh. Satu shof pun mungkin tak penuh.

Berawal dari keprihatinan penulis mengenai fenomena ini, topik dalam buku ini diangkat. Bagian pertama buku ini membahas mengenai waktu dan keutamaan sholat Subuh secara mendetail. Ringkasan keutamaan sholat Subuh yang disebutkan dalam buku ini antara lain:

  1. Sholat Subuh adalah faktor dilapangkannya rezeki
  2. Sholat Subuh menjaga diri seorang muslim
  3. Sholat Subuh sama dengan sholat malam semalam suntuk
  4. Sholat Subuh adalah tolok ukur keimanan
  5. Sholat Subuh adalah penyelamat dari neraka
  6. Sholat Subuh adalah salah satu penyebab seseorang masuk surga
  7. Sholat Subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia
  8. Sholat Subuh adalah suatu syahadah (kesaksian, bukti), khususnya bagi yang konsisten memeliharanya
  9. Sholat Subuh adalah kunci kemenangan
  10. Sholat Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya

Setelah dibahas keutamaannya, bagian kedua buku ini membahas tips dan trik bagaimana agar sholat Subuh bisa dilaksanakan dengan sempurna. Misalnya tidur lebih awal, memasang jam weker di tempat yang sulit dijangkau, dan masih ada 12 tips lagi yang bisa dicoba. Dan bagian terakhir buku ini membahas fiqih sholat subuh, lengkap dengan bid’ah yang sering terjadi, dan dzikir yang menyertai. Sebagai penutup, bab terakhir membahas bagaimana wanita salaf dengan tekun melaksanakan sholat subuh, dan diakhiri dengan pertanyaan yang lagi-lagi menohok, “Dimanakah kaum lelaki kita?”

Buku ini cukup ringan untuk ukuran buku yang membahas Fiqih sehingga enak dibaca sambil makan. Tak perlu menyediakan waktu khusus dan energi khusus untuk membaca buku ini karena dikemas dengan bahasa yang komunikatif. Mungkin jika dikategorikan berdasarkan kategorisasi novel, buku ini adalah chick lite namun tetap tidak meninggalkan keseriusannya. Wajib dibaca untuk kita semua, apalagi untukku yang sering susah bangun pagi, hehehehe….

Perbandingan

Date April 17, 2007

Lihatlah posting ini.
Lalu lihatlah tulisanku di sini.
Terima kasih untuk re yang memberitahukan tulisan ini. Paling tidak, tulisan tak berharga di blog ini bisa sebegitu berharganya bagi orang lain sehingga mereka ada yang mengkopi paste ataupun mereproduksinya.

Apa sulitnya menuliskan referensi dan link balik? Kecuali memang jika niatnya mencuri, hehehe.. kalo sudah itu mah nggak bisa diapa-apain lagi :)

(updated: sesuai dengan saran kakak kholimi, karena yang kedua tidak memenuhi syarat, aku hapus :) )

Gateway HTTP dan SMB

Date April 14, 2007

Maaf, topik kali ini sangat niche. IT sentris dan Java sentris :)

Bagi seorang administrator web yang pernah menangani web server, pasti tahu apa yang dinamakan directory browsing dan virtual directory. Directory browsing adalah opsi untuk menampilkan isi suatu directory di dalam webroot ketika welcome file (misalnya index.html, index.php, default.asp) tidak ditemukan. Sedangkan virtual directory adalah setting yang menyebabkan suatu folder di luar webroot bisa ditampilkan dan diakses melalui HTTP.

Semua webserver mendukung fitur virtual directory ini. Apache memiliki Alias, Tomcat memiliki Context Path, dan OC4J/OAS memiliki Virtual-Directory. Akan tetapi, sebatas yang saya tahu, mereka hanya bisa melakukan mapping untuk directory yang ada di drive lokal mereka saja. Jika directory tersebut hasil mapping dari sebuah network drive melalui protokol SMB (Server Message Block — Map Network Drive (Windows), Network Neighbourhood (Win98), Samba (*nix)), maka mereka akan kehilangan kesaktiannya.

Dengan menggunakan library CIFS (Common Internet File System), spesifik ke Java application dengan JCIFS, saya membuat sebuah servlet java yang memiliki kemampuan directory browsing dengan directory yang ditampilkan berasal dari network drive dari sebuah SMB Server. Kelakuan servlet ini persis dengan directory browsing milik Tomcat.

Bagaimana detailnya, silakan download artikel di bawah ini:

Gateway untuk HTTP dan SMB

Kali ini tersimpan dalam format PDF. Office di komputer saya telah diupgrade ke Office 2007 dan MS Word telah memiliki kemampuan konversi format ke PDF (meskipun saya rasa fitur ini sangat-sangat terlambat). Selamat menikmati weekend :)