Secret Admirer, Pemuja Rahasia

Date March 21, 2007

Dari dulu hingga sekarang, salah satu hobiku adalah menjadi secret admirer alias pemuja rahasia kepada seorang cewek. Bukannya pengecut (tapi kamu boleh saja anggap aku pengecut, it’s ok :) ), tapi memang menjadi secret admirer adalah cara yang paling aman dalam memuja wanita. Bersembunyi di kegelapan, diam-diam memperhatikan gerak-geriknya ketika berjalan, sekali waktu mencuri pandang dalam-dalam ke wajahnya yang memang sejuk dipandang.

Jika kuingat lagi, ada banyak sekali wanita yang pernah secara diam-diam kupuja. Mengenal cinta mulai kelas 2 SMP, jatuh cinta pertama dengan seorang yang sangat mempesona. Orangnya kurus, kulit putih mulus. Itulah kali pertama hatiku dibikin jungkir balik bergetar tak karuan. Dasar tak punya nyali (hei, who am I?, just a little boy who have big dream), kali pertama pula lah aku menikmati jatuh cinta yang dipendam sendiri. Dan seterusnya, aku sangat menikmatinya.

Tapi menjadi secret admirer harus tahu akan risiko. Kau boleh cemburu habis-habisan, tapi kau tak bisa protes. Kau boleh menangis tatkala yang kau puja tak sedikitpun menaruh perhatian, tapi kau harus sadar bahwa memang itulah risikonya. Kau boleh patah hati ketika sang kekasih menjatuhkan pilihannya kepada seorang pria yang beruntung, tapi kau tak boleh bunuh diri karenanya. Salah sendiri perasaan itu kamu pendam sendiri. Kalau tak mau sakit seperti ini, jangan jadi secret admirer. Utarakan perasaanmu ke sang kekasih. Jika diterima, akan lebih baik bagimu. Dan jika ditolak, kau bisa segera terbang ke lain hati. Tapi mungkin aku memang orang yang aneh, aku justru menikmati sakit karena ini. Dan rasanya aku lebih siap patah hati karena ditolak daripada harus memegang tanggung jawab dan komitmen ketika aku diterima.

Aku tahu, menjadi secret admirer adalah tindakan yang egois. Sang kekasih tak pernah tahu bahwa ia menjadi tokoh yang sangat dikagumi pengagum. Ia tak pernah diberi kesempatan untuk ikut memberi perhatian, atau bahkan ikut memberi cintanya. Dan yang paling parah, ia mungkin akan memilih orang yang tak bisa mencintai sedalam aku mencintainya. Ingat film Alexandria? “Itu egois, Gas!”

Tapi sebenarnya, menjadi secret admirer artinya bahwa itu tak pernah serius. Itu hanya permainan perasaan belaka. Perasaan itu boleh dikendalikan oleh hati. Namun keseriusan dikendalikan oleh logika otak. Cinta mungkin memang buta, tapi keseriusan itu tidakTM. Jika kamu memang serius dengan cintamu, secret admirer adalah tindakan yang pengecut. Jika kamu serius dan siap memegang komitmen, maka berilah kesempatan dia untuk tahu perasaanmu. Berilah kesempatan dia untuk juga mencintai dan memilikimu. Tapi kamu juga harus memberi kesempatan dia untuk mendepak kepalamu ketika kau berlutut memohon cintanya. Dan ditolak dengan cara itu bukanlah suatu kekalahan. Harga diri tak pernah berkurang sedikitpun karena kamu telah membuktikan bahwa kamu jantan dan tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap perasaanmu ke dia. Jauh lebih jantan daripada perbuatan seorang pengecut yang menyembunyikan diri, tak berani bilang sayang karena takut harga dirinya jatuh. Jadi, nyatakanlah cintamu sekarang kawan, sebelum dia diambil orang. Go go go!

25 Responses to “Secret Admirer, Pemuja Rahasia”

  1. Nur Aini Rakhmawati said:

    aduh adikku ….
    ada apa dengan mu ….

    in doakan segera nikah dech…
    Amiiin

    biar tidak dikatakan “itu egois Lih”

  2. Helgeduelbek said:

    Teris cerita gimana nih samapai saat ini? apa masih seperti dulu itu, gak khan? Ayolah…. tinggal omong saja :D

  3. Anang said:

    katanya katakan cinta.. Love will always find you if you try… tapi ga tau juga sih :D

  4. Galih Satria said:

    #Kakak Aini:
    Ngga ada apa-apa kok mbak, tak ada yang serius, sante :D

    #Pak Urip:
    Nah, masalahnya, yang menjadi target ngomong itu lho pak yang belum ada :D

    #Anang:
    Bener kok, coba aja tebar senyum dikit aja. cepat atau lambat pasti datang kok ;)

  5. nunung said:

    ehmm…
    aku paling suka “sebelum dia diambil orang. Go go go!”

    bagaimana klo dia uda diambil orang…nah baru dipraktekkan tuch secret admirernya :P

    “ku tunggu jandamu..”–>buat galih
    “ku tunggu dudamu…” –>XXXX

    klo gue “ku tunggu lamaranmu…” –> bangun2 uda siang :P

  6. rhani said:

    wah, jangan takut buat tanggung jawab, dong.. makanya jangan diliat sbg tanggung jawab. Lihatlah sbagai “memberikan yg terbaik buat org yg dikasihi”.
    Go Galih, go! :D

    ps. *film 300 kan bukan film yg ‘cewek banget’. Itu film perang loh, Lih.. Berdarah2 gitu, malah :D

  7. Nilla said:

    Hihihi… terinspirasi dr blog saya kah? :P
    Mungkin istilah “sebelum dia diambil orang. Go go go!” itu lebih pantas buat cowo kali, ya? :D
    Karena sebagai wanita, saya ditakdirkan utk “menunggu” 8->
    Prinsip saya : Don’t find love! Let love find You! ;)

  8. rawins said:

    numpang ngaso. sambil kipas², baca tulisan yang bikin ..hhmm…

    salam kenal yo.

    regards,

  9. dnial said:

    Kirain mbahas web lagi..
    yaaah….
    Melankolis, cengeng, nggak mutu…
    xixixixi….

    btw kalo aku nonton di film Attila tuh:
    “Sebelum anak pertama menangis…”

  10. jka said:

    Komentar yang tepat

    *dnial* Melankolis, cengeng, nggak mutu…
    xixixixi….

  11. Galih Satria said:

    #nunung:
    Hmm… asumsi posting ini untuk sebelum menikah :P

    #rhani:
    boleh juga sudut pandangnya. Trims :)

    #Nilla:
    honestly.. yes.. :">

    #rawins:
    thanks for coming :)

    #danial:
    Sori nDan, durung oleh mood. Dan rasanya, positioning brand untuk blogku adalah di situ: melankolis, cengeng, nggak mutu. :D Untuk diferensiasi saja. Blog yang mbahas masalah sosial, umm buanyaks… masalah teknis, lebih banyak lagi. Tapi rasanya belum ada yang mbahas masalah cinta anak muda, apalagi dari sudut pandang orang pertama hehehe :)

    #jka:
    halah.. ayo ndang mas, gek ndang ditembak selak didisiki wong. sing dadi secret admirer mbak iku akeh lho :P

  12. dnial said:

    @galih
    “belum ada yang mbahas masalah cinta anak muda”
    Eling umur lih, umurmu piro!!!
    Atau kamu emang (baru) puber?

  13. Galih Satria said:

    #dnial:
    Lho lho, awakmu kok malih emosi ngene? :D Apa salahnya kalau aku memang baru puber? ;)

  14. kakilangit said:

    Mmm…kalo gitu sering2 jadi secret admirer punya kesempatan untuk jadi bajul juga dong :D apa lagi kalau yang di kagumi itu banyak. bedanya, bajul yang ini cuman memendam rasa aja. wah…bisa gaswat ini kalo udah nikah.

  15. budi said:

    tenang, tenang, semua bisa diatasi™ :D

  16. agung said:

    yup.. jadi co harus brani dunk nanggung resiko.. ditolak bukanlah suatu ketakutan. tapi banyak hal yang bisa dipetik, setidaknya hati udah plong…

  17. mardun said:

    aduh, kalau dalam hal ini kita betul-betul teman seperjuangan deh kayaknya lih :P

  18. kempolah said:

    “Orang ditolak tuh sakit tetapi yg lebih menyakitkan tuh orang yang belum sempet ungkapin perasaannya” Klu gak cucok yo sori lih…jenenge ae pendapate bajul lugu :D

  19. Galih Satria said:

    #mardun:
    tumben kita sependapat? :D

    #kempolah:
    bajul lugu??? lugu dari hongkoooong???? :P

  20. Junkerz side B said:

    halah…ciken petok petok… :p

    ditolak itu biasa…daripada cuma bisa muja2 doank..xixixi..:p

  21. Vie said:

    HAHAHAHA….Cinta..cintaan…zaman sekarang…cinta monyet.. cinta anak ingusan.

    Cinta ga memandang umur lageee…kalo pas ke panah nya umur 99 tahun gimana dunk…kan rezeki pamali di tolak pak de…

  22. qyut said:

    sekali lagi aku ga bahas konten-nya sih, tapi membahas thumbnail dari gambar itu…
    siapa? kapan ngambilnya?
    hmm.. hm…

  23. afrizal said:

    sama nian dengan kisah aku saat ini,benar nian mas gali,aku dak bisa berbuat apa2 nak marah ketika wanita yang aku kagumi itu berjalan atau di bonceng bermotor samo orang lain aku dak pacak berbuat apa2,mas gali ada saran gak

  24. afrizal said:

    mas gali boleh gak aku jimplak postingan nya karena sama dengan kisah aku,aku lagi jatuh cinta sama umi tapi dia gak tahu,tapi mendingan dia gak tahu mas gali aku pinjam ya postingan nya mas gali ini blog ku bripdarizal.blogspot.com

  25. – A New Day Has Come » Blog Archive » Dialog Aneh tentang Masa Lalu said:

    […] ternyata memang tak seberapa dibandingkan dengan sakit karena tak sempat menyatakan cinta. Menjadi secret admirer itu ternyata lebih sakit. Sekarang saya baru sadar perbedaannya. Paling tidak, kita telah lega […]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>