Ketika Satu Lagi yang Melangkah Pergi

Posted by: on Mar 12, 2007 | 12 Comments

Banyak yang telah datang dan pergi. Baik yang membawa cinta lengkap dengan sakitnya. Selalu begitu. Ada yang datang menawarkan cinta namun tak ada chemistry yang bisa menyambut cinta itu. Dan kemudian pergi begitu saja…

Sakit karena sebab-sebab itu telah biasa dirasakan. Namun ada satu yang anehnya masih ada. Dia cuma datang sekali, dan tak pernah pergi. Luka berkali-kali dia tancapkan. Luka lama berkali-kali terkoyak. Namun sekaligus, tertawa riang tak pernah pudar dari senyumnya yang selalu terkembang untukku. Dan tertawanya yang unik (ngikik mirip kuntilanak gendut :D ). Dia satu-satunya yang selalu mengerti. Dia satu-satunya tempat berlari di kala kesepian. Dia satu-satunya tempat mencurahkan kesedihan, dan dengan sihirnya bisa mengubah semua sedih itu menjadi rasa damai dan bahagia. Kenyataan bahwa dia tak mungkin lagi untuk dimiliki tak bisa menghapus sebuah persahabatan itu. Dia baik kepadaku, itu aja, tidak lebih, dan mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus mensyukurinya. Sedikit ataupun banyak yang kita dapatkan mesti kita syukuri.

Sabtu lalu, ia kembali menunjukkan sihirnya yang menakjubkan. Sihir yang mengubah kesedihan menjadi sebuah kedamaian.

“Assalamu’alaikum,” sapanya renyah,
“Wa’alaikumussalam, hee nduk, piye kabarmu?”
.. sepatah dua patah basa basi meluncur dari mulut kedua belah pihak…

“Nduuk, curhat… :(
“Wikikikik… sek, pasang tarif disik, piye piye piye?” tertawa khasnya yang ngikik mulai dia perdengarkan.

Begitulah awal pembicaraan itu. Empat puluh lima menit serasa berlari secepat busway trans-jakarta kejar setoran. Mungkin takkan pernah berakhir jika Telkomsel yang kejam tidak membatasi tarif ekstra hematnya hingga jam tujuh pagi. By the way anyway busway, thanks buat Telkomsel yang membuat Jakarta-Gresik jadi dekat. Semoga kelak aku dipertemukan dengan bidadari sebaik ini. Amin. :)

12 Comments

  1. Anang
    March 13, 2007

    suit suit gresik endi mas?

    Reply
  2. Ali S Kholimi
    March 13, 2007

    Apakah “Nduk” di sini sama dengan “Nduk” di http://blog.galihsatria.com/2007/03/09/ayat-ayat-cinta/#comment-3607

    Reply
  3. agung
    March 13, 2007

    ehm…. yah… kadang kita ga bisa bersyukur, ketika cinta datang dibuang2, ketika butuh eh… malah ga ada … ha..ga..

    Reply
  4. Galih Satria
    March 14, 2007

    #Anang:
    aku dewe gak ngerti je :D

    #kakak kholimi:
    hehe.. serupa, tapi tak sama :P

    #agung:
    jadi, cintai dan setialah pada kekasihmu di saat kalian sedang berbahagia menjalin asmara karena masih banyak orang yang mengalami kasih tak sampai :)

    Reply
  5. d-nial
    March 14, 2007

    18 juta orang pakai T****sel, ngapain nambah lagi…
    Wakakakakak….

    makanya pake f***n 24 jam murah…

    Reply
  6. Galih Satria
    March 14, 2007

    #d-nial:
    penentu sim card mana yang dipilih bukan aku nDan, tapi dia, soalnya yang telpun aku. kalau yang dituju pakai fren ya malah syukur, soale tambah lebih murah lagi :P

    Reply
  7. Nur Aini Rakhmawati
    March 15, 2007

    hayaah banyak banget …
    abis ini ganti sapa lagi ?

    Reply
  8. yuhana
    March 15, 2007

    ehm… ehm…. gresik mana nih lih? siapa tahu aku kenal, he he he.

    Reply
  9. Galih Satria
    March 16, 2007

    #Bu Aini:
    Apanya yang banyak bu? Ini orang yang sama kok, cuma dia kebetulan lagi “transit” di gresik :P

    #Bu Yuhana:
    Kalau nggak kenal pun boleh lah bu saya dikenalin ama adik-adik atau ponakan-ponakannya ibu :D

    Reply
  10. listiya
    March 21, 2007

    Galih……ternyata u tau juga. Padahal waktu balik kSby kmrn ma Black, dia sempat nanya. “Kira2 Galih tau gak ya kalo I***N lagi dGresik?” Eh…ternyata terjawab sudah. Emang bener nich, apa sich yang gak diketahui Galih ttg I***N? :P

    Reply
  11. Galih Satria
    March 21, 2007

    #Listiya: :) Kelihatannya semua orang sudah tahu ya? Kasihan int, gara-gara aku terlalu kekanak-kanakan, dia yang harus merasakan akibatnya. I’m so sorry int…

    Reply
  12. – A New Day Has Come » Blog Archive » Seklumit Pesan dari AAC The Movie: Cinta yang Membawa Luka
    March 9, 2008

    [...] saya bicara begini memang saya selalu ada di pihak luar. Saya ada di pihak yang selalu mengalami kasih tak sampai. Mungkin jika saya ada di pihak dalam saya juga akan berkata, “Ah, itu hanya kata-kata orang [...]

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site