Takkan Ada Cinta yang Lain?

Posted by: on Mar 5, 2007 | 16 Comments

Sayang,
Pertama kali kita berjumpa dulu
Indah… tak pernah aku bayangkan lagi
Saat diriku terlupa, lupakan senyum manismu
Maafkan aku lagi, sayang…

Takkan ada cinta yang dapat merenggut hatiku
Takkan ada cinta yang dapat merebut hatiku
Kecuali… dia!

Andai diriku ini tetap seperti dulu
Tak pernah kukhianati cintamu pada diriku
Saat diriku terlupa, lupakan senyum manismu
Maafkan aku lagi, oh sayang…

Kecuali Dia — Seurieus (OST. Jomblo)

Apa yang menyebabkan seseorang begitu sulit melupakan orang yang dicintainya? Padahal di lain pihak, ada juga orang yang… ketika mesti berpisah dengan kekasihnya… tunggulah dua atau tiga bulan lagi, ia sudah bergandengan dengan kekasih baru, seakan-akan, tangis pedihnya beberapa bulan lalu tak pernah terjadi.

Apa yang menyebabkan orang menjadi begitu bodoh harus menutup pintu hati kepada seorang yang baru? Kenapa tidak ada seorang figur baru yang bisa membuatnya jatuh cinta sedemikian rupa seperti ketika ia jatuh cinta kepada cinta pertamanya? Benarkah jatuh cinta seperti itu hanyalah kepada cinta pertama? Cinta selanjutnya tak sedahsyat cinta pertama?

Kini, orang itu tetap berdiri, menatap sinar matahari yang menerpa wajahnya dan berkata dalam hatinya,

kalaulah kelak cinta itu kembali datang,
kalaulah kelak hati ini dilanda gelombang cinta yang mengguncang jiwa,
kalaulah memang ada seseorang yang bisa membuat hati ini kembali terguncang dan bergolak,
kalaulah memang ada yang bisa seperti itu
kalaulah orang itu mau tersenyum padaku sedikit saja…
sedikit.. aku tak perlu banyak.. sedikit saja…
akan kucoba tawarkan padanya,
kalaulah ia mau menemani aku hingga ujung usia ini
dengan janjiku untuk mencintainya
dengan janjiku untuk mengajaknya menjadi sahabat sejati di dunia dan di akhirat

Karena kata novel yang baru saja dia baca, cinta yang sejati hanyalah cinta setelah menikah. Tak ada cinta sebelum itu.

*mencoba nulis dalam sudut pandang orang ketiga tunggal, tapi kerasa sekali ke-aku-annya masih ada. Namanya juga belajar, jadi pelan-pelan hehehehe… 

16 Comments

  1. Anang
    March 5, 2007

    takkan pernah ada cinta yang lain kecuali cinta-Nya… cinta kepada-Nya.

    Reply
  2. Galih Satria
    March 6, 2007

    #Anang:
    Aku sengaja menghapus bagian itu, eh ternyata ada juga yang mengisikannya :) Thanks!

    Reply
  3. adji
    March 7, 2007

    cinta dan kasih sayang bukan diucapkan
    tapi dirasakan…

    that’s all..
    -a new day has come- [for me??]

    Reply
  4. rhani
    March 7, 2007

    dalem banget… jadi pingin nangis.. teringat seseorang yg pernah gw lukai hatinya… semoga dia menemukan kebahagiaannya. -duh dalem bow.. :( -

    Reply
  5. anggi
    March 8, 2007

    hiks…
    aq sepertinya merasakan yang mas galih tulis..
    hiks..dalem..uda berusaha sebisa mungkin bangkit dari kesedihan, tp tetep ae kerasa gmn gitu..
    uda bisa tersenyum, tp hati masih perih banged..
    sedihnya..tp tetep berusaha ikhlas melepaskannya utk pergi..
    semoga dia menemukan yang jauh lebih baik dariku..
    akankah aq bs bersamanya lagi suatu hari nanti ya ?

    Reply
  6. agung
    March 8, 2007

    emang sulit lih… cmn kl kita ga berusaha mana bisa kita nerusin hidup atau cinta kita… ya ga..
    jangan terlalu berlarut-larutlah…

    Reply
  7. Galih Satria
    March 8, 2007

    #rhani:
    amiin… :)

    #anggi:
    nggi, just like what i told to you last few days, don’t stuck on him too long. you could be like me. sangat sulit bagi seseorang untuk membuatku jatuh cinta sedemikian terguncangnya.

    #agung:
    jangan berlarut2. yeah benar sekali, mungkin mudah melakukannya bagimu, tapi bagiku sendiri, itu mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan. hati nurani tak bisa dibohongi teman.. :)

    Reply
  8. Nilla
    March 9, 2007

    Uhmmm… artikel yg bagus! ;) Ehmmm… kok mirip sama pengalaman pribadi saya ya? Hehehe… ;D Btw, terus menulis ya, Mas Galih! Salam kenal! :)

    - Nilla -

    Reply
  9. Galih Satria
    March 11, 2007

    #Nilla:
    Salam kenal juga nila :) Thanks aku udah di add <):)

    Reply
  10. d-nial
    March 14, 2007

    Kalo nggak salah, lagu itu lagu dari seorang cowok yang nggak pengen selingkuh lagi… Itukan background song di film Jomblo waktu si Agus mutusin selingkuhannya.

    Reply
  11. Galih Satria
    March 14, 2007

    #d-nial:
    emang soundtrack-nya kok

    Reply
  12. Fuad Hylmi Haidar
    March 27, 2007

    Keindahan itu sederhana
    Dan cinta itu apa adanya
    Mengalir
    Mengukir
    Setiap yang dilalui
    menjadi indah dan bernuansa

    Reply
  13. ceria
    June 15, 2007

    semua yang ada didunia ini ….. ADA CINTA.
    jangan pernah meng-agungkan cinta pada 1 saja.
    semua ada cinta.
    terutama jika kita udah punya anak atau momongan. cinta pada pasangan kita di nomor bawah.
    he…. he……

    Reply
  14. – A New Day Has Come » Ah, Entahlah!
    August 6, 2007

    [...] seorang yang bisa membuat saya kacau seperti ini…. [...]

    Reply
  15. siesstta
    September 18, 2007

    “Cinta bukanlah cinta sebelum engkau memilikinya”.Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang diciptakanNya bahkan selembar daun yang gugur kebumi telah diatur sedemikian rupa begitu juga dengan jodoh manusia.Allah berfirman fankihuu, dengan kata perintah. Ini menunjukan pentingnya hakikat pernikahan bagi manusia. Jika membahayakan, tidak mungkin Allah perintahkan. Malah yang Allah larang adalah perzinaan. Walaa taqrabuzzina, dan janganlah kamu mendekati zina (Al-Israa: 32). Ini menegaskan bahwa setiap yang mendekatkan kepada perzinaan adalah haram, apalagi melakukannya. Mengapa? Sebab Allah menginginkan agar manusia hidup bahagia, aman, dan sentosa sesuai dengan fitrahnya.Ustadz Fuad Shaleh dalam bukunya liman yuridduz zawaj mengatakan, “Orang yang hidup melajang biasanya sering tidak normal: baik cara berpikir, impian, dan sikapnya. Ia mudah terpedaya oleh syetan, lebih dari mereka yang telah menikah.”.Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. lebih menguatkan makna pernikahan sebagai ibadah, “Bila seorang menikah berarti ia telah melengkapi separuh dari agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah pada paruh yang tersisa.” (HR. Baihaqi, hadits Hasan)

    Reply
  16. Galih Satria
    September 18, 2007

    #siessta:
    ampuuun.. amppuuun…. :)

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site