Secercah Harapan

Posted by: on Mar 31, 2007 | 12 Comments

Apa yang kau lakukan ketika,

Ada seseorang yang dekat denganmu,
Ia baik, menyenangkan diajak bicara ngalor ngidul
Tapi.. “zat kimia” itu tak datang juga
Apakah kau akan memberikan harapan kosong baginya?
Padahal ia seorang teman bicara yang benar-benar baik
Apakah itu pelarian?
Apakah kau akan melukainya?

HTML: Angel Way

Posted by: on Mar 29, 2007 | 9 Comments

Sekarang kita akan terjun langsung menulis HTML yaitu memasang header yang telah dibuat kemarin ke browser agar bisa dilihat lewat Internet Explorer. Angel Way, bukanlah Cara Malaikat, tapi Cara yang Angel (Bahasa Jawa, artinya Cara yang Susah) .

Oke, siapkan project khusus untuk membuat satu website. Disarankan setiap satu website memiliki satu folder sendiri sehingga memudahkan manajemen filenya. Namai folder tersebut dengan nama yang jelas. Misalnya, aku menamainya dengan nama: Menjelang Senja, karena website yang akan aku buat bertemakan senja dengan segala pernak-perniknya. Kemudian, sebaiknya gambar-gambar dimasukkan ke dalam subfolder tersendiri. Alasannya sama, untuk memudahkan manajemen file. Aku buat subfolder tersebut dengan nama images. Sehingga dengan demikian aku akan memiliki susunan folder seperti di bawah ini:

Visi Masa Depan

Posted by: on Mar 25, 2007 | 18 Comments

Barusan aku menentukan apa yang menjadi visiku untuk sekitar lima tahun ke depan. Aku memang belum menentukan visiku sejak aku menyelesaikan S1-ku. Tapi paling tidak, apa yang menjadi road map-ku mulai terbentuk. Pertimbangan paling utama adalah, bahwa ibuku tercinta tidak menghendaki aku untuk menikah muda (toh sekarang juga ngga ada calon yang doyan ama orang aneh ini , risiko programmer: you have to be freak and geek if you want to be a master in programming world), sehingga aku masih punya waktu yang lama untuk sendiri.

Aku juga sudah menghubungi Ibu, apakah beliau merestui aku dengan rencanaku ini. Ternyata tidak ada masalah. Ah, ibuku memang orang paling baik sedunia!! Dua atau tiga tahun lagi, aku akan bergerak, meskipun masih melihat apa yang terjadi pada diriku pada saat itu. Tapi, persiapan untuk menuju ke sana harus dimulai hari ini. Yang jelas, untuk dua atau tiga tahun ke depan, aku akan habis-habisan di sini dulu, do my job as best as I can do.

Ide dan Konsep Layout

Posted by: on Mar 22, 2007 | 22 Comments

Hal yang cukup sulit dilakukan baik oleh yang masih pemula ataupun yang sudah veteran dalam dunia web design adalah memulai mendesain layout itu sendiri. Layout bukanlah semudah menarik garis dari sisi kiri ke pojok kanan dan diisi sesuatu. Desain layout adalah pengejawantahan ide dan konsep. Seperti apa layout yang sesuai dengan isi website yang akan dibuat?

Secret Admirer, Pemuja Rahasia

Posted by: on Mar 21, 2007 | 36 Comments

Dari dulu hingga sekarang, salah satu hobiku adalah menjadi secret admirer alias pemuja rahasia kepada seorang cewek. Bukannya pengecut (tapi kamu boleh saja anggap aku pengecut, it’s ok ), tapi memang menjadi secret admirer adalah cara yang paling aman dalam memuja wanita. Bersembunyi di kegelapan, diam-diam memperhatikan gerak-geriknya ketika berjalan, sekali waktu mencuri pandang dalam-dalam ke wajahnya yang memang sejuk dipandang.

Jika kuingat lagi, ada banyak sekali wanita yang pernah secara diam-diam kupuja. Mengenal cinta mulai kelas 2 SMP, jatuh cinta pertama dengan seorang yang sangat mempesona. Orangnya kurus, kulit putih mulus. Itulah kali pertama hatiku dibikin jungkir balik bergetar tak karuan. Dasar tak punya nyali (hei, who am I?, just a little boy who have big dream), kali pertama pula lah aku menikmati jatuh cinta yang dipendam sendiri. Dan seterusnya, aku sangat menikmatinya.

Tapi menjadi secret admirer harus tahu akan risiko. Kau boleh cemburu habis-habisan, tapi kau tak bisa protes. Kau boleh menangis tatkala yang kau puja tak sedikitpun menaruh perhatian, tapi kau harus sadar bahwa memang itulah risikonya. Kau boleh patah hati ketika sang kekasih menjatuhkan pilihannya kepada seorang pria yang beruntung, tapi kau tak boleh bunuh diri karenanya. Salah sendiri perasaan itu kamu pendam sendiri. Kalau tak mau sakit seperti ini, jangan jadi secret admirer. Utarakan perasaanmu ke sang kekasih. Jika diterima, akan lebih baik bagimu. Dan jika ditolak, kau bisa segera terbang ke lain hati. Tapi mungkin aku memang orang yang aneh, aku justru menikmati sakit karena ini. Dan rasanya aku lebih siap patah hati karena ditolak daripada harus memegang tanggung jawab dan komitmen ketika aku diterima.

Aku tahu, menjadi secret admirer adalah tindakan yang egois. Sang kekasih tak pernah tahu bahwa ia menjadi tokoh yang sangat dikagumi pengagum. Ia tak pernah diberi kesempatan untuk ikut memberi perhatian, atau bahkan ikut memberi cintanya. Dan yang paling parah, ia mungkin akan memilih orang yang tak bisa mencintai sedalam aku mencintainya. Ingat film Alexandria? “Itu egois, Gas!”

Tapi sebenarnya, menjadi secret admirer artinya bahwa itu tak pernah serius. Itu hanya permainan perasaan belaka. Perasaan itu boleh dikendalikan oleh hati. Namun keseriusan dikendalikan oleh logika otak. Cinta mungkin memang buta, tapi keseriusan itu tidakTM. Jika kamu memang serius dengan cintamu, secret admirer adalah tindakan yang pengecut. Jika kamu serius dan siap memegang komitmen, maka berilah kesempatan dia untuk tahu perasaanmu. Berilah kesempatan dia untuk juga mencintai dan memilikimu. Tapi kamu juga harus memberi kesempatan dia untuk mendepak kepalamu ketika kau berlutut memohon cintanya. Dan ditolak dengan cara itu bukanlah suatu kekalahan. Harga diri tak pernah berkurang sedikitpun karena kamu telah membuktikan bahwa kamu jantan dan tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap perasaanmu ke dia. Jauh lebih jantan daripada perbuatan seorang pengecut yang menyembunyikan diri, tak berani bilang sayang karena takut harga dirinya jatuh. Jadi, nyatakanlah cintamu sekarang kawan, sebelum dia diambil orang. Go go go!

Di Balik Selubung Web

Posted by: on Mar 17, 2007 | 19 Comments

Atas permintaan Mbak Primanita Dewi, Mbak Rhani, dan akhirnya Nilla, saya mengangkat topik baru di blog saya ini, yaitu topik Desain Web. Meskipun risikonya adalah apa yang saya angkat di blog ini semakin meluas, namun demi memuaskan penggemar (halah.. sok seleb ), saya memulai kategori baru ini. Nantinya, kategori ini akan membahas masalah desain website, mulai tingkat yang paling dasar hingga yang paling mahir semampu saya (karena saya pun juga sedang belajar).

Well, dibangun dari apa sesungguhnya website itu? Tampilan yang indah mahakarya webmaster-webmaster yang Anda lihat, ada apa sebenarnya di balik selubung web yang indah itu? Banyak hal, tapi yang paling berhubungan dengan desain web adalah apa yang dinamakan HTML (Hypertext Markup Language).

Dunia Baru dan Dunia Akademis

Posted by: on Mar 15, 2007 | 9 Comments

Udah lama juga nggak cerita soal kehidupan sehari-hari. Postingan terakhir kalau nggak tekniiiis ya nangis cengeng. Ah, aku memang cengeng kalo urusan cewek. Dan bagi sifat melankolis ini, adalah suatu risiko harus tersakiti berkali-kali oleh perasaan sendiri yang kadang melankolisnya keterlaluan. Hati bisa terguncang hebat hanya karena -misalnya- orang yang secara postur sangat mirip kenangannya sekedar lewat di depannya. Meskipun sebenarnya, cara ini adalah cara yang benar-benar bodoh (kapan-kapan aku tulis deh bagaimana PDKT yang baik dan “maut” ). Yadaw, wong sudah begitu mau bagaimana lagi, yang jelas kalau penyakitnya nggak kambuh seperti ini, enakan nulis yang sehat-sehat saja.

Kalau urusan kerjaan, tak ada yang lebih menyenangkan daripada ngoding di Java atau ndesain layout HTML di Dreamweaver. Menyusun baris demi baris kode, memeras ide dan logika, dan menuliskannya dengan penuh cinta. Kok ternyata tidak jalan semestinya padahal secara teoritis sudah pasti jalan, itulah seni pemrograman. Itulah seni dunia ICT, ilmu pasti yang tidak pasti.

Tak terasa sudah empat bulan aku berkecimpung di dunia baru ini, setelah 17 tahun di dunia akademik, banyak hal baru pula yang bisa dipelajari. Jika di dunia akademik (baca: kuliah), otak diperas untuk mempelajari konsep yang bersifat fundamental, mengeksplorasi teknologi baru untuk diteliti lebih lanjut, di dunia baru ini, otak diperas untuk menggunakan teknologi untuk menyelesaikan masalah secara praktis. Kelihatannya jauh lebih mudah? Ah, tidak juga. Teknologi praktis sangat cepat berubah. Hari ini populer, besok mungkin sudah tenggelam. Makanya kita dituntut untuk bisa mengerti konsep sebuah teknologi secepat kilat. Dan itu bukan hal yang mudah, karena satu teknologi praktis bisa memiliki 1000 halaman dokumentasi. Tapi percayalah, kalau konsepnya sudah terpegang, 1000 halaman itu bisa habis dalam 2 hari saja. Caranya? Hehehe.. mau aku kasih tahu?

Beruntung sekali tempatku bekerja saat ini sangat memfasilitasi untuk tetap bisa belajar dan mendalami teknologi sedalam-dalamnya. Setelah menyelesaikan beberapa project Java, aku menangani konfigurasi Oracle Application Server (spesifik ke OC4J) dengan cukup dalam. Hal-hal yang ketika kuliah hanya bisa dipelajari di waktu luang. Kini aku sedang mencoba memindahkan aplikasi Action Request buatan BMC software. Tantangan besar buatku karena aku sama sekali belum pernah tahu aplikasi yang memiliki arsitektur cukup rumit ini. I need more time to do this.

Tapi aku sudah mulai rindu dengan dunia akademis. Entah mengajar atau sekolah lagi, yang penting hidup kembali di dunia kampus. Hehehehe….

Switch to our mobile site