Fenomena Eclipse
December 21, 2006
Pindah “agama” Lih? dari Oracle JDeveloper ke Eclipse SDK? Ehm, sebenarnya awalnya karena terpaksa. Terpaksa, lhawong di kantor IDE-nya adalah Eclipse, mau tidak mau aku kan juga harus pakai Eclipse. Belum banyak yang tahu bahwa lisensi Oracle JDev sudah free.
Eclipse, jika tampil bersama distribusinya memang tidak menarik. Hanya seberkas Java Editor yang cukup powerfull dan alat-alat standar untuk sebuah IDE (Integrated Development Environment). Jika kamu ingin mengedit XML, HTML, JSP, kamu hanya diberikan text editor sederhana. Namun demikian, inilah kekuatan Eclipse: Eclipse dibangun dengan komunitas yang sangat besar. Tersedia amat sangat banyak plugin baik yang komersial maupun gratis di Eclipse Plugin Central. Dengan plugin, kita bisa menyulap Eclipse menjadi IDE yang pas dengan kebutuhan. Biasanya, IDE datang dengan sebundel fitur yang kaya yang menjadikannya berat, besar, dan membutuhkan resource yang tinggi. Contoh semacam ini ada di JDev dan JBuilder. Namun, Eclipse datang dengan hanya 123 MB (Bandingkan JDev yang sekitar 400-500 MB). Dari situ, kita bisa download plugin yang sesuai dengan keperluan kita.
Aku menggunakan Eclipse untuk pengembangan sebuah sistem enterprise berbasis web, jadi aku tidak memerlukan visual editor untuk Swing/AWT/SWT. Tetapi aku memerlukan editor web yang lengkap (XML, JSP, HTML — tak perlu visual), Ant, integrasi dengan Tomcat atau Jetty agar bisa live debugging, dan sinkronisasi tim dengan CVS. Itu saja.
O iya, satu hal yang membuatku sangat terkesan dengan Eclipse, yaitu fitur hot code replacement. Biasanya, kalau kita mengembangkan sistem berbasis client-server apalagi Java Servlet, setiap kali ada perubahan kode (entah di model atau view-nya), kita harus merestart server agar server melakukan kompilasi ulang. Namun Eclipse tidak! Hanya dengan menyimpan perubahan terakhir yang dilakukan, kita bisa langsung melihat efeknya di browser tanpa harus melakukan restart server. Bahkan, hot code ini juga terjadi saat debugging! Ketika kita melakukan debugging dan menset breakpoint pada line tertentu di class tertentu, saat itu kita tahu kesalahannya dimana. Kita bisa langsung menggantinya dengan kode baru, dan mesin debugger eclipse akan mundur beberapa baris untuk mengulangi proses itu dengan kode baru kita! Tak harus mengulang proses debugging dari awal.
Sangar toh?
Posted in 












December 21st, 2006 at 7:53 pm
haduh.. berusaha keras mencerna postingan ini tapi apa daya.. daku memang gatek.. hehehe…
Ajarin dong kapan2… *muka melas.
December 21st, 2006 at 8:14 pm
Eclipse emang bagu sih… Tapi udah terlanjur basah pakai Netbeans
December 22nd, 2006 at 6:43 am
#rhani:
sori ya mbak… lagi nerusin tulisan-tulisan teknis neh, udah lama ngga nulis beginian… *sok idealis mode: on*
#dcky:
netbeans juga bagus, lebih dekat ke JDev malah…
December 22nd, 2006 at 6:55 am
gw pernah coba2 eclipse di lp tapi blm ngeh. Mungkin harus ada praktikum dulu baru belajar, hhehehe, kebiasaan!
December 22nd, 2006 at 9:41 am
Sudah terlanjur jatuh hati dan akrab dengan NetBeans … Hidup NetBeans
December 23rd, 2006 at 9:21 am
iyo mas, sudah terlanjur pake’ netbeans… meskipun ndak bisa.
. Dulu pernah engkel2 an sama mas icuk sebagai penggemar eclipse. Tapi tetap bertahan pake’ Netbeans sampe’ sekarang. Abbas 03 juga kalo pake’ JDEV katanya enak 
January 2nd, 2007 at 12:52 pm
sayang sekali. pas waktu itu nyoba Eclipse, gagal. saya lupa kenapa kok gagal.
begitu gagal saya langsung mutung.
masalahnya, tugas harus selesai dalam waktu satu minggu.
kalo belain eclipse. masih harus belajar eclipse. belum ngerjakan tugasnya.
untung udah terbiasa pake netbeans. ya…. balik ke netbeans.
May 3rd, 2007 at 11:53 am
Apa sih perbedaan (Kelibihan dan kekurangan) Netbeans = Eclipse ?
May 3rd, 2007 at 6:11 pm
#Allies:
Netbeans membawa satu paket bundel lengkap yang lebih dari cukup untuk development java. karena lengkap, ia jadi gendut, dan berat. Eclipse membawa satu SDK kecil ringan yang bisa diperluas sesuai dengan kebutuhan dengan plugin yang sangat banyak. karena kecil, Eclipse jadi jelek tanpa dilengkapi dengan plugin. Itu gambaran besarnya.
May 6th, 2007 at 6:48 am
*tapi bener juga tuh, paket lengkap tapi klo gak di manfaatin secara maksi percum… mending pake yang kurus tapi bisa maksi…
*untuk kompi yg high end, dan usernya profesional berat gak masalah..
*tapi untuk kompi lemot punya q,en mhs yg blm lulus kyknya perlu tuh knalan ma eclipse
eclipse??? try dlu kale…
March 18th, 2008 at 11:20 am
mas galih…klo di netbeans 6.0 juga da dimasukkan ajax dan ruby. nah…diantara dua tu, mana yang menurut mas bisa lebih kompak dgn netbeans?
oya…salam kenal mas. nama saya Ryan daru STMIK - AMIK RIAU…selain di post di sini, tlong kirim juga ke email saya ya mas…
terima kasih sebelumnya ^_^
July 18th, 2008 at 11:11 pm
Malam mas,
Mau tanya antara JDev dan Eclipse bagusan mana?
Ada yang bilang JDev handal di component2 yang berhubungan dengan database Oracle dan ada yang bilang membuat koneksi ke database oracle jadi lebih cepat dengan JDev, apakah betul seperti itu? apakah koneksi ke oraclenya sama cepatnya dengan Eclipse?
Thx sebelumnya mas