Memoar Seorang Geisha

Posted by: on Dec 2, 2006 | 42 Comments

novelPengarang: Arthur Golden
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Anda tahu Geisha? Yap, geisha adalah semacam pelacur Jepang, tetapi dalam buku ini Anda akan tahu lebih dalam mengenai kehidupan seorang Geisha Jepang pada tahun 1930-an. Meskipun temanya adalah cerita seorang pelacur, namun buku ini jauh dari kesan vulgar dan porno. Buku ini menceritakan beratnya kisah hidup Geisha yang bernama Nitta Sayuri, sejak kecil ketika ia dijual ke okiya, rumah geisha. Menjadi seorang Geisha tidak hanya diperlukan wajah cantik dan tubuh yang aduhai — Arthur di sini mendefiniskah Geisha sebagai seniman –, namun perlu keahlian khusus mengenai kimono yang rumit dan berlapis-lapis, ikatan obi (selendang besar yang mengikat kimono di perut), bagaimana memainkan shamishen (gitar bersenar tiga yang bisa dipecah-pecah), riasan make-up super tebal, riasan rambut super rumit, hingga cara menuang sake semenarik mungkin.

Bagaimana dengan ceritanya sendiri? Dimulai dari kisah seorang anak kecil dari Yoroido bernama Chiyo-chan yang dijual ke rumah geisha oleh Tuan Tanaka. Di sana Chiyo menjalani kehidupan sebagai pelayan okiya yang ditindas oleh Hatsumomo, geisha satu-satunya okiya tersebut. Pada akhirnya ia tidak tahan dan mencoba kabur, namun usaha kaburnya ini malah membawanya terancam seumur hidup untuk menjadi pelayan okiya karena Ibu okiya telah menghentikan pendidikannya.

Hingga suatu saat ketika Chiyo menangis meratapi nasibnya di tepi sungai Shirakawa, ia dihibur oleh petinggi Iwamura Elektrik, yang dipanggil Ketua. Terpesona dengan Ketua, Chiyo bertekad untuk berjuang menjadi Geisha top dengan harapan suatu saat ia akan bisa menjadi danna atau isteri simpanan Ketua. Perjuangan berlanjut ketika ia dan kakak Geisha-nya, Mameha, mesti bersaing dengan geisha-geisha lain untuk menjadi Geisha ternama. Musuh utamanya tentu saja geisha yang serumah dengan Chiyo: Hatsumomo yang juga telah mengambil adik: Labu. Labu adalah sahabat Chiyo, namun ketika Chiyo (nama Geishanya adalah Sayuri) diadopsi oleh ibu okiya, persahabatan mereka hancur.

Alur ceritanya menurut saya sangat biasa untuk ukuran novel. Kebanyakan alur maju dengan sedikit variasi flashback yang sederhana. Di awal-awal malah cenderung membosankan. Bagian yang paling menarik hanyalah saat Sayuri dan kakaknya Mameha berseteru dengan Hatsumomo. Mameha berusaha memperkenalkan Sayuri agar mendapatkan harga Mizuage tertinggi, sedangkan Hatsumomo berusaha mematahkannya agar adiknya, Labu, yang sukses dan menginjak Sayuri. Oh iya, Mizuage adalah ketika keperawanan seorang Geisha dijual kepada penawar yang tertinggi. Nilai mizuage Sayuri ketika 1930 adalah 11.500 yen, memecahkan rekor yang dipegang Mameha, 7000 yen. Kejutan-kejutan pada novel ini juga sangat biasa, tak bisa dibandingkan dengan Da Vinci Code atau Angels and Demons. Satu-satunya hal yang membuat saya tertarik membaca novel ini sampai habis adalah novel ini sarat informasi mengenai seluk-beluk Geisha dan budaya Jepang.

Ada pertanyaan menarik di akhir novel ini. Pertanyaan yang diajukan kepada pengarang, Apakah geisha itu pelacur? Menurut Arthur Golden, geisha yang disebut geisha sumber air panas di tempat peristirahatan jelas pelacur. Namun geisha seperti yang disebutkan dalam novel adalah geisha yang benar-benar mahir dalam memainkan shamishen, banyaknya pengetahuan dalam upacara minum teh, dan sebagainya. Geisha dianggap gagal jika ia tidak memiliki seseorang yang menjadi penyandang hidupnya, atau danna. Jadi menurut Arthur Golden, geisha semacam ini lebih cenderung sebagai isteri simpanan, bukan pelacur.

Bahan bacaan lanjut:

42 Comments

  1. buchin
    December 3, 2006

    yah, memang perlu keahlian khusus. Samishen, tarian, pakaian. Kalo aku, liat pilem zatoichi, jadinya si geisha ternyata cowok yang berpenampilan kaya cewek untuk balas dendam (lo kok OOT ya?)

    Reply
  2. Galih Satria
    December 4, 2006

    #buchin:
    geisha cowok???
    mengerikan….

    Reply
  3. buchin
    December 6, 2006

    iya, si cowok ini cantik lo! pinter nari lagi. aku juga ga tau sebelum si cowok ini mengaku ke zatoichi.

    Reply
  4. – A New Day Has Come » Tak Genap Sampai 2 Bulan
    December 13, 2006

    [...] Posted by Galih Satria on 13 Dec 2006 at 04:57 pm | Tagged as: Melankolis Tak genap sampai dua bulan aku menulis kategori melankolis dan aku cukup bahagia karena kuanggap aku sudah terbebas… benar-benar terbebas. Ealah ternyata, ada satu hal yang memicu otakku untuk mengingat kembali. Dan aku sebenarnya sudah sangat-sangat muak. Seperti kata tokoh Nobu T di buku Memoar Seorang Geisha, “Aku benci jika barang yang tidak mungkin kudapat diiming-imingkan di depanku“. Aku benci jika sesuatu yang tak mungkin didapat mesti mengganggu pikiranku. Wasting time banget! [...]

    Reply
  5. re
    April 17, 2007

    I’ve just read a passage about Memoar of a geisha in other’s site. how it could be the same? The same words, same analysis? Just wandering……. who wrote it actually?…
    just as a note please check sigit Merdian website?
    Sorry, I don’t mean to offend u….

    I do agree that it is a great book. i read it 3 years ago.. and I want to make it as my material for my seminar class.

    Reply
  6. Galih Satria
    April 17, 2007

    #re:
    thanks a lot, it’s originally written by me. :)

    Reply
  7. – A New Day Has Come » Perbandingan
    April 17, 2007

    [...] Posted by Galih Satria on 17 Apr 2007 at 12:33 pm | Tagged as: Intermezzzo Lihatlah posting ini dan posting ini. Lalu lihatlah tulisanku di sini dan di sini. [...]

    Reply
  8. Henry
    April 17, 2007

    lha kan bisa dilihat tanggal publish beritanya yang duluan yang mana :D .

    Reply
  9. Ali S Kholimi
    April 18, 2007

    #re

    Bismillah

    Saya yakin ini tulisan asli Galih. Pertama, dari gaya menulis. Penulis yang hanya mbacem, tentu tidak memiliki gaya menulis yang sama. Kedua, kalau anda baca resensi ini dengan teliti, tertulis perbandingannya dengan buku-bukunya James Brown yang juga diresensi oleh Galih sebelum resensi ini.

    #henry

    Tanggal dalam blog bisa diganti.

    Reply
  10. natali
    May 21, 2007

    Memoir of Geisha, sangat menarik ceritanya. Walaupun awalnya berbelit-belit. bahasa yang dipergunakan dalam buku sangat lembut. Tapi kalau nonton filmunya, dijamin pusing sepuluh keliling. ga ada nyambungnya. jadi baca bukunya aj, oi!

    Reply
  11. Galih Satria
    May 22, 2007

    #natali:
    thanks infonya yah! :)

    Reply
  12. dodix
    June 16, 2007

    ya…ya…emang ceritanya keren abis filmnya juga pokoknya 2 thumbs up for memoir of geisha…pengen juga jadiin buku ne jd skripsi tp bingung apa yg mau diangkat ya…any idea??

    Reply
  13. tiara
    August 29, 2007

    memoirs of geisha….
    memoar yg bikin wawasan aku tentang kebudayaan jepang makin bertambah.bener2 excited bgt baca ni novel. filmy jg bagus k0. walopun awaly rada g mudeng, tp film tsb udah berhasil bikin pikiran aku jd terbuka sedikit tentang apa itu geisha… jadi, memoirs of geisha? why not?!

    Reply
  14. – A New Day Has Come » Termenung » Blog Archive
    September 18, 2007

    [...] Saya suka ekspresi termenungnya. Ekspresi seperti inilah yang saya bayangkan pada diri Chiyo / Nita Sayuri di novel Memoars of a Geisha pada waktu ia merenungi nasibnya di tepi sungai Shirakawa. [...]

    Reply
  15. try barudax sumur
    September 23, 2007

    top banget ni buku…

    tapi kalo nonton filmnya perasaan dya tuh cantik n ga terlihat laki2….

    kalo bener laki2 ko bisa secantik itu ya…????:)

    ngeri juga…. hehehehe ;)

    Reply
  16. AlViaN
    November 24, 2007

    aduh kalo ada org bls y…
    ini tuh termasuk novel romantis bukan seh?? disuruh bikin analisis novel romantis nehh…
    kalo ini bukan novel romantis kasi tau dong novel yang bisa dibilang novel romantis

    Reply
  17. Galih Satria
    November 25, 2007

    #AlViaN:
    Apa definisi romantis? Kalau mengacu pada arti roman (kata benda dari romantis) yang sesungguhnya, yaitu novel yang menceritakan kisah perjalanan hidup seseorang, maka jelas novel ini dapat dikategorikan sebagai roman, dengan demikian jelas romantis. :)

    Reply
  18. ebi
    December 12, 2007

    id tried to be the real geisha as written on memoirs of a geisha…
    but it is hard…

    mudah untuk mebjadi pelacur… tapi tak mudah untuk menjadi wanit kelas atas.. yg ber kualitas tinggi meskipun anggapan orang awam adalah sebagai pelacur…

    tapi aku bangga menjadi geisha…
    ‘bukan pelacur biasa’

    Reply
  19. Zalera13
    December 15, 2007

    geisha emang bukan pelacur kalee…
    yang pelacur itu sebutannya Yudo..
    bedanya, obi Geisha itu di ikat ke depan.
    kalo Yudo di ikat ke belakang..
    pada dasarnya Geisha itu dihitung sebagai seniman.
    Bukan pelacur. Tapi karena pada masa penjajahan susah membedakan Yudo dengan Geisha, makanya orang barat langsung menganggap Geisha=pelacur..
    gitchu…Kalo Geisha itu pelacur, buat apa pake di didik segala macem segala, udah aja di ajarin cara ‘tidur’ sama orang.. beres kan..
    gitu loh..

    Reply
  20. Lisa-Icha
    December 21, 2007

    Dengan baca buku, sy terinspirasi utk menjadi gaisha jg hehhee …
    Dalam arti, pintar dandan n pake kimono yang aduhai … kesannya ko’ elegant n didik utk mempelajari beberapa hal (entertaint)
    sy sih ga menganggap geisha itu pelacur, justru berasumsi entertainer.

    Reply
  21. Kirey
    January 21, 2008

    Memoirs of geisha ceritanya menarik banget. Tadinya saya berpikir klo geisha itu adalah pelacur dalam arti kata negatif. Tapi setelah saya baca bukunya, saya jadi punya paradigma baru mengenai apa arti kata geisha yang sebenarnya. Ditambah lagi dengan suasana jepang yang diceritakan dalam buku tersebut membuat kita seolah-olah sedang berada di jepang.

    Reply
  22. dian
    February 16, 2008

    protes ! geisha bukan adalah semacam pelacur Jepang seperti yang kamu bilang. mereka artis. Did yopu read the book or not?

    Reply
  23. dian
    February 16, 2008

    Ones again. Jangan asal copy and paste

    Reply
  24. Galih Satria
    February 17, 2008

    #dian:
    wah, wah, ada yang emosi nih. :)
    soal copy and paste, you should read and subscribe my blog. lihat dan kenali gaya saya dalam menulis. kalaupun postingan saya dibajak dan tampil di blog orang lain, saya tak punya kuasa apa-apa kecuali mendoakan supaya yang membajak tulisan saya mandul tujuh turunan.. hahaha… :) )

    Reply
  25. weed
    May 22, 2008

    geisha tu awalnya emank seni yang dimainkan oleh cowok yang berpenampilan kayak cewe untuk menghibur tamu..
    tapi akhirnya dimainkan oleh cewe dan ternyata lebih menarik..
    akhirnya jadi identik ma cewe deh..

    Reply
  26. Memoar Seorang Geisha « deltapapa.com
    June 4, 2008

    [...] Sumber Tulisan: dari sini [...]

    Reply
  27. imey
    October 23, 2008

    awal na aQ pkir geisha ntu 9 da positiv na. .
    ternyata banyak kelebihan geisha.. .
    tp da atu aL yg pLink menjijikan. .
    kperawanan ntu di lelang booo. . .

    Oia. . ,protes jg nehh. .
    obi na geisha d ikt di belakang . . bkan d depan. .
    kLow d dpan ntu pelacur. .

    Reply
  28. Fendy
    November 3, 2008

    wah aku jd inget ce yang aku suka (kasih tak sampai).
    dia pngin banget beli buku memoar of geisha. saking kepinginya sampe ngiler.. hehe trus nyuri2 baca di toko buku.

    dia da sadar kalo aku tau, trus aku beliin. dia seneng bgt (kayaknya)..

    hei geisha-ku..gimana kabar..?
    salam buat suamimu..
    eh aku turut duka cita atas meninggalnya putri kecilmu..

    Reply
  29. i do
    December 9, 2008

    waw……
    dahsat…
    walopun geisha tapi beda ma pelacur….
    keliatan lebih berbobot dengan kelebihan mereka di bidang seni…
    begitu juga ama kesaeng yang hebat di bidang seni…
    kalo di indonesia?…

    Reply
  30. Mitha
    December 28, 2008

    Geisha bukan pelacur Mas, coba baca baik-baik deh bukunya. Substansi dari kritik orang bukan bentuk tulisan yang km bikin, itu mah kembali ke penulis mo bikin tulisan yang kayak gimana dengan cara apa. Yang penting isinya jangan menyesatkan yang baca, sayang kredibilitas kamu sebagai penulis kalo informasi yang dikasih aja melenceng dari keadaan yang sebenernya. Ntar kepercayaan pembaca malah jadi berkurang ato malah hilang sama sekali lho. Coba deh, cek lagi literatur yang dipake sebagai dasar buat bikin artikel blog ini, sama sekali ga ada yang menyebutkan bahwa Geisha adalah pelacur. Hati-hati ya.

    Reply
  31. laut
    April 23, 2009

    setuju g setuju geisha itu pelacur atau bukan yang jelas dia telah melakukan hal yang dalam ajaran dalam agamaku itu forbidden.

    Reply
  32. kirei
    June 8, 2009

    yupz w setuju klo geisha tu,bkn pelacur…
    coz geisha tu lebih menonjol di seni,
    berbeda sama pelacur beneran yang hanya menonjolkan
    fisik yang oke,jg pnmpilan yang menggiurkan…

    s”org geisha lebih menonjolkan kpntaran,
    budaya”a,dan berpakaian tidak terlalu make nafsu org.
    para gadis yg mau jd geisha perlu begtu bnyk latihan,..

    berbeda dngn pelecur mereka tdk prlu keahlian khusus
    tuk menjadi pelecur..
    jadi sangat kontras sekali.

    Reply
  33. nur
    July 28, 2009

    lebih menarik kalau dibikin film…

    Reply
  34. Mara
    August 23, 2009

    bener2 keren ne novel….
    dBaca berulang-ulang ndak membosankan.
    Arthur Goden yang beberapa taun menyusun novel ini yang diangkat dari seorang geisha juga yang terkenal dimasa itu.
    Bener2 luar biasa ini novel.

    Reply
  35. ciyu pyon
    August 28, 2009

    hajimemashite namae wa citra desu…..

    ku rasa crita ni hrus d’ ralat dech ….

    dari sejarah yg ku baca geisha ttu ga tidur sama tamu.x loo
    so… geisha ttu bukanth placur …
    dalam b. jepan geisha ttu berarti seniman penghibur …
    kerja.x nuangin teh, mainin alat musik , truz nariin tari tradisional jepang …
    geisha juja musti tw prkmbangan politik dunia … kata singkat.x geisha ttu musti pinter dan penuh keindahan.

    sedangkan pelacur ttu dlm b. jepang namanya yujo (yujun)
    mereka jelas berbeda …. bisa dilihat dari pnampiln ko’
    geisha ttu s’lalu pakai obi di belakang …… tapi kalo yujun pake obi.x d’ dpan biar mudah d’ lpas ‘n d’ pakai lagi gtt

    geisha juja ga boleh pake perhiasan……. geisha juja berhubungan akrab sama keluarga tamunya …. bahkan tiap tahun baru geisha m’ngunjungi keluarga tamu,x u/ ucapin slamat tahun baru dan bawa hadiah buat keluarga tamu,x trutama istri,x ……….

    awal mula cerita geisha yg gt ttu kalo ga salah waktu jpang d’jajah ma inggris ntah belanda ….
    gara2 mereka ga bisa bedain yg mna geisha dan yg mna yujun , nma geisha jd buruk d’ mata masyarakat ….. cozzz mereka panggil yujun dgn sbutan geisha ….

    novel.x bikinan org barat kan ? bukan org jepang ,,,, so… mereka masih meyakini kalo yujun ttu geisha …….

    arigatou gozaimasu ….. sayonara….

    Reply
  36. reza
    September 28, 2009

    Aq bru aj nnton pelemnya. “Memory of a Geisha”.
    Slain pngetahuan ttg Geisha yg mmbuat aq trtarik untuk mnontonnya, alur critanya jga bgus. Aq kgum dgn prjuangan Sayuri (Chio) untuk bsa mncapai cita2nya, ykni mndpatkn Chairman sbgai Danna nya.
    Sbuah ksh cinta yg mmbuat kta terpana . . .
    ^_^

    Reply
  37. CHINTYA VIKENZA
    September 28, 2009

    Saya paling suka bagian ceritanya saat sayuri mati matian merebut saput tangan pemberian chairman dari tangan hatsumomo.hingga menimbulkan kebakaran di kamar geisha sayuri.novel MEMOIR OF A GEISHA pun sudah di filmkan.sehingga lebih jelas bagi kita melihat setting yang di sebutkan dalam novel.

    Reply
  38. tifani
    September 28, 2009

    wah, infonya sangat berguna
    aku td malem jam stengah 11 ampe jm 1 ato jam 2 *lupa* baru nnton
    hehe
    rame, tapi awalnya bener bener ngga ngerti
    ceritanya bagus ya
    sampe aku mw bikin sajak dari itu
    cuma kalo dpikir”
    geisha skr identik dng pelacur ya?
    jd tkut bikin sajak kayak gitu

    Reply
  39. imam
    September 28, 2009

    asli kren bgt ni crita aq dah liat film na d RCTI 27 september 2009 jam 10

    Reply
  40. Tyas
    July 29, 2010

    hehehe kirain geisha nama band.

    Reply
  41. Review: Memoirs of A Geisha (The Movie) | – A New Day Has Come
    April 2, 2011

    [...] membaca bukunya hampir lima tahun yang lalu dan ini termasuk novel favorit saya sampai saat ini (saya selalu membaca novel favorit [...]

    Reply
  42. galuh olivia
    April 25, 2011

    aku benar2 tertarik sama sosok geisha…
    sepertinnya geisha itu walaupun hanya wanita simpanan tapi punya komitmen dan harga diri…
    geisha itu cantik menurut saya..

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site