Are You Photographer or Photoshoper?
Di forumnya para fotografer teramai di Indonesia, Fotografer.Net, Saya sering menemukan foto-foto yang spektakuler. Mencolok mata. Mendapatkan penghargaan sebagai Foto Pilihan Editor (FPE). Namun, saya sering menemui komentar seperti ini,
“Saturasinya kurang, coba di olah lagi di Photoshop…”
“Framingnya kurang pas nih, coba diedit lagi…”
atau yang lebih ekstrim…
“Awan sebelah kanan tidak serasi dengan awan sebelah kiri. Sebaiknya samakan aja awannya dengan meng-kloning awan yang sebelah kiri….”
Well… pertanyaan saya: We are photographer or photoshoper? Kita ini melukis cahaya ataukah olah digital? Era kamera digital memang memudahkan manipulasi digital. Berbeda waktu masih zaman populernya kamera Nikon FM. Kita musti hafal settingan bukaan diafragma dan kecepatan bukaan lensa dalam berbagai kondisi. Karena tak bisa direview seperti kamera digital sekarang ini. Sehingga, foto yang bagus benar-benar menunjukkan kehebatan seorang fotografer.
Bagaimana idealisme Anda tentang hal ini? Are you photographer or photoshoper?
Titip Cintaku
Mumpung tanggal 12 Oktober nih, tanggal yang pernah aku jadikan tanggal khusus. Hari ini, aku mengenang masa yang telah berlalu itu. Dengan senyum bahagia
Titip Cintaku – Ona Sutra
Kutitipkan kepadamu
Dia yang paling kusayang
Engkau tahu didalam hatiku
Masih menyayangi selaluAku rela melepaskan dia
Walau harus menderita
Karna cinta tidak selamanya
indah dan berakhir bahagiaSeujung rambut seujung kuku
Jangan pernah kau sakiti dirinya
Cintai dia sayangi dia
Janganlah kau sia-siakan dirinyaBiarlah derita kusimpan dalam jiwa
Asalkan bahagia slalu bersamanya
Goresan luka karena cinta takkan pernah bisa hilang dari hati. Namun demikian, itu tidak berarti dunia telah berakhir. Tidak. Masih banyak yang harus dilakukan. Masih banyak yang harus dikejar.
Kenalilah Medan Perangmu
Penguasaan medan ternyata bukan hanya bermanfaat untuk di perang sebenarnya. Penguasaan medan dan pengalaman sangat digunakan dalam apa saja.
Hari ini, untuk pertama kalinya saya mengikuti psikotest dalam rangka masuk menjadi karyawan sebuah perusahaan di Jakarta. Lokasinya di STTS. Karena STTS adalah tuan rumah, maka pesertanya mayoritas adalah mahasiswa STTS juga.
Dari dulu saya membenci tes psikologi. Menjengkelkan. Harus melipat-lipat, menemukan pola ini itu dalam waktu yang cepat dan tak diberitahukan berapa. Saya sudah sangat terbiasa bekerja dalam deadline, saya selalu memperkirakan berapa kecepatan otak saya yang harus dikerahkan untuk menyelesaikan semua soal. Semakin cepat, saya akan kehilangan ketelitian saya. Jika saya tahu waktu pengerjaannya, saya jadi bisa memperkirakan seberapa besar kadar ‘ngawur’ dan kecepatan saya. Masalahnya, karena saya tidak tahu waktu yang diberikan, saya terpaksa bekerja secepat-cepatnya dengan risiko kesalahan yang tinggi. Meskipun memang, secepat-cepatnya saya bekerja, tak cukup waktu yang disediakan.
Waktu tes kepribadian, lagi-lagi saya membenci soal yang saya kerjakan. Penjumlahan berantai dalam waktu secepat-cepatnya untuk mendapatkan hasil sebanyak-banyaknya. Sangat melelahkan. Saya belum pernah mengerjakan soal ini, jadi saya tembak aja terus tanpa strategi. Eh, ternyata kata Mas Sokam, soal ini ada strategi-nya. Dan memang saya akhirnya gagal di titik ini. Hehehe.. maklum, belum pengalaman. Lain kali saya akan pakai strategi. That’s the point. if we want to defeat our enemies,we need to know them all so we can apply the suitable strategy.
SEMANGAT GALIH!!!
Apakah Abu Bakar Membuat Fatimah Az-Zahra Murka?
Seperti yang kukatakan di review-ku tentang Fatimah Az-Zahra, penulis mendeskreditkan Abu Bakar as-shiddiq r.a yang saat itu menjadi khalifah dengan perseteruan tanah Fadak. Aku ragu-ragu dengan buku ini karena pemerintahan Abu Bakar dikesankan sebagai penguasa yang haus kekuasaan. Selang beberapa waktu kemudian, Mas Kholimi memberikan link yang menjawab dan membantah buku ini. Aku pikir, aku perlu memberikan link-nya di sini agar pembaca memiliki bahan bacaan yang berimbang. Maaf jika publikasi link-nya tidak dari dulu-dulu. Link tersebut ada di sini.
Benar-Benar Sudah Tidak Ada!
Ah, kemarin iseng-iseng mbukak website SIM (Sistem Informasi Manajemen) Akademik mahasiswa ITS. Dulu, ketika belum diwisuda, saya masih tercatat dan bisa login dengan label mahasiswa aktif yang belum bayar SPP sehingga tidak bisa mengisi FRS (Formulir Rencana Studi) untuk semester ini. Batin saya, “apa yang mesti diambil jika semuanya sudah diambil?”
Lha, kemarin, saya mencoba memasukkan NRP saya, 5102100042 dengan password sederhana yang diambil dari nama dosen saya yang paling cantik dan imut-imut. Wealah, sudah tidak bisa masuk lagi ternyata, tanpa pemberitahuan dan tanpa reaksi, seperti halaman yang direfresh.
Hehehe.. selamat tinggal SIM Akademik ITS. Kini Galih ndak bisa jadi sekuriti testermu lagi. Dua kali saya berhasil masuk aplikasi ini lewat jalan belakang.
Pindahan ke WordPress
Baru saja aku mempensiunkan blog berbasis Java buatanku, JaveBlog, dan memindahkan seluruh isi database-nya (Oracle XE) ke dalam sistem berbasis WordPress 2.x. Dulu, aku ngeblog bukan sebagai hal yang utama, tetapi yang utama adalah software-nya sendiri yang aku bangun dengan teknologi-teknologi yang gede. Maklum, sedang belajar. Kini, aku ingin mengeksplorasi blog engine lebih dalam lagi sembari menulis sesuatu ngalor ngidul. Tak seperti blog-blog lain yang kebanyakan memfokuskan topik pada sesuatu hal, blog-ku ini kacaunya bukan main. Ada developer di sini, ada fotografi di sini, ada review buku di sini, ada visi-visi juga di sini. Gado-gado. Coba lihat blog-blog populer (aku tidak bilang dedengkot lagi loh yaw… ), Pak Priyadi mengusung format aktualitas dan manfaatitas, Buk Lita dengan blog-nya yang ‘sangat keibuan’, Paklik Tyo dengan foto-foto unik dan menggelitiknya, Rile, Ratna dengan pembahasan berbagai hal dari sudut Islam-nya (termasuk Mas Kholimi juga).
Ada alasan lain lagi mengapa aku mempensiunkan blog Java-ku. Kemungkinan besar aku tidak lama lagi di web ITS, sehingga seiring aku nanti ‘lengser keprabon’, server Java ini juga akan diistirahatkan. Daripada mencari hosting JSP lebih mudah dan murah mencari hosting PHP. Sehingga dengan begitu, kemungkinan rumahku WWW yang pure JSF (Java Server Faces) juga akan segera pensiun dan versi 4 akan kembali menggunakan teknologi yang sama dengan versi 2: PHP!
White Balance
Dalam dunia fotografi, white balance sebenarnya digunakan untuk menormalisasi warna yang ditangkap di atas film yang seringkali tidak alami karena faktor-faktor tertentu, misalnya cahaya atau faktor lain. Contohnya, ketika sinar matahari memasuki kedalaman di bawah air, secara perlahan-lahan warna-warna akan menghilang di kedalaman tertentu. Warna merah akan menghilang di kedalaman 5 meter, warna kuning di kedalaman 10 meter, sampai akhirnya warna biru dan hijau saja yang tersisa di atas kedalaman 18 meter [Majalah Behind the Screen Vol2 #11 | September 2006]. Untuk mengembalikan warna tersebut, digunakan filter white balance pada kamera manual, atau manual white balance setting untuk kamera digital yang tidak mendukung pemasangan filter.
Comments