Entries from September 2006
September 26, 2006
Judulnya cukup provokatif ndak? Baru saja aku download Direct X 9 dari situs resmi Microsoft. Seperti biasanya, halaman download Microsoft selalu dilidungi dengan mekanisme pengecekan bahwa Windows yang dipakai original ataukah tidak. Dulu, seperti halnya update Windows, Microsoft mengharuskan browser yang dipakai adalah Internet Explorer. Seiring berkembangnya Mozilla Firefox, Microsoft telah mengalah dengan membuat Plugin untuk Firefox.
Tanda Microsoft mengaku kalah? ^_^
Posted in Internet
1 Comment »
September 12, 2006
Kemarin adalah saatnya tanda tangan ijazah S1 di plaza KPA Dr. Angka. Wah, lumayan juga yang antri, tapi untunglah aku ada di fakultas FTIF yang jumlah anggotanya cuma dua jurusan (IF ama SI doang!). Tak seperti bangku fakultas lain yang cukup banyak dipadati antrian wisudawan yang akan tanda tangan ijazah, bangku FTIF cukup sepi “pengunjung”. Faktor sepi ini apakah disebabkan jumlah anggota fakultas yang sedikit atau jumlah wisudawan-nya yang memang sedikit, aku tak tahu.
Ada satu yang membuatku sedih. Aku mesti melepaskan KTM yang telah kupegang selama empat tahun ini :(. Diambil sama si mbak yang menjaga ijazah untuk ditukar dengan satu tanda tangan di atas fotoku (jadi inget jaman TK dulu, “mbah, potoku bagus yo mbah…”). Padahal aku pingin KTM itu jadi suvenir seperti kartu pelajar SMP dan SMA-ku. Ah sudahlah, dengan begini statusku menjadi jelas: aku bukan mahasiswa lagi *air mata mengalir*.
Empat tahun… waktu yang singkat juga, rasanya seperti kemarin aku memakai kartu nama peserta IPT maba ITS, seperti kemarin aku mboikot ospek jurusan, seperti kemarin aku menulis program C di notepad dan save-as .exe, seperti masih kemarin luka itu mulai menganga ketika kata yang tak pernah terlupakan itu terucap di telingaku, “kau sudah kuanggap kakakku sendiri…” dan akhirnya, “aku wis nduwe cowok…”. Aku tak pernah mengira kalau luka itu menganga hampir sepanjang waktu yang kuhabiskan di bangku kuliah ini. Terima kasih Tuhan, akhirnya manusia bodoh ini Engkau cerahkan…
Hari ini agendanya mengambil (baca: membayar) toga buat wisuda. Cukup banyak juga yang harus dikeluarkan buat upacara wisuda. 115 untuk syukuran wisuda di jurusan. 30 untuk foto wisuda. 170 untuk undangan. 200 untuk toga. Weleh weleh… habis sudah uangku yang aku tanda tangan kertas di awal bulan ini. Ah, ndak apa-apa, upacara terima kasih untuk Ibu dan Ayah memang harus khidmat. Sekali-sekali bermanfaat, daripada untuk dugem mlulu… (dugem bersama buku maksude.. :p).
Posted in Catatan Harian
3 Comments »
September 9, 2006
I just want to list of my to do list here. I also still have things I have to do with Pak RL. Here it is:
- ITS Webhosting Standard Operation Procedure
- What if this SOP has completed and begin to start? What about departments who have already run their site with old procedure which become obsolete in this brand new SOP?
- If there’s still time for me here, I will continue my experiment in adding user quota feature in Squid WebProxy.
- I still have to write a book which is titled “How to write A Good Final Project Writing” as an summarization of Mr. Rully’s guidance when I did my final project.
Posted in Catatan Harian
1 Comment »
September 6, 2006
Started last overnight, I tried to figure out about my future. Where do I start to get new challenge. In the simpler words: I started to think about getting permanent job after my graduation. What do I have? I never think how difficult to write a piece of writing that describe about my qualifications, my experiences, and my skills. It looks like when I write my final project book. I want the best, so it needs time to write a damn good resume.
Where must I work?
In which technologies I should get into? as web developer, java developer, or just like current duties, a network engineer?
Posted in Catatan Harian
1 Comment »
September 5, 2006
Sebenarnya jika urusan bermain gitar, aku tak pernah rewel tentang gitar yang aku pakai. Asal genjreng-genjreng dengan stem-an yang pas, sudah lebih dari cukup. Maklum, aku tidak terlalu pandai bermain gitar, hanya sekedar hobi dan pelipur kesepian.
Aku tak pernah punya gitar sendiri. Gitar pertamaku adalah sebuah gitar Osmond tua pemberian Paklik. Gitarku di rumah adalah Prince yang dibelikan oleh kakak waktu ia lulus dari STAN. Uang tabungan sisa-sisa hidup di Jakarta ia gunakan untuk membeli gitar ini. Nah, beberapa hari yang lalu, gitar Osmond legendaris itu telah purna bakti. Lem lehernya copot sehingga lehernya patah. Legendaris, karena gitar ini kupegang sejak aku SMP dan aku bisa nggenjreng sebuah gitar karena gitar ini.
Ketika akan memperbaiki gitar ini, aku ingat waktu masih belajar dulu, aku sempat berujar, “Jika kelak aku sudah bekerja, gaji pertamaku akan kubelikan gitar Yamaha!” Waah… gaji pertamaku kuterima kapan yah? hehehe…. ^__^ Berawal dari situ, akhirnya aku memutuskan untuk membeli sebuah gitar baru. Yamaha C-370. Senar nilon (Classic). Sudah bosan dengan senar string (Folk) karena dua gitar terdahulu itu memakai senar string. Ah, akhirnya… aku bisa juga beli gitar pakai keringat sendiri :)
Test drive dengan gitar ini: ENAK!! EMPUK!! Mungkin juga karena tidak pernah memainkan gitar Yamaha yang terkenal empuk itu, mungkin juga karena gitarnya yang benar-benar empuk, entahlah. Yang jelas, sensasi suara nilon dan dengung akustiknya begitu terasa (kempel orang Jawa bilang). Meski dentingan nada tingginya tidak sejernih dentingan Prince-ku di rumah, namun nada rendahnya sangat mantap, sangat khas gitar klasik. Tak satupun dari dua gitar terdahuluku yang memiliki suara bas seperti ini. Biasanya jika membunyikan nada bas ini, aku selalu menyamarkannya dengan dentingan nada tinggi agar basnya tidak terlalu terdengar cacat. Namun jika pakai gitar baru ini, aku bisa saja membunyikan nada rendah tanpa ikut campur nada-nada tinggi. Top Markotop!!
Posted in Catatan Harian
7 Comments »