Entries from June 2006
June 14, 2006
Saya baru saja menambahkan dua link baru di blogroller blog dan daftar newsfeed pada agregator saya, yaitu Planet Terasi dan Merdeka.or.id. Dua link tersebut merupakan agregator blog online yang merangkum hasil tulisan banyak orang yang di-publish di blog mereka. Cukup bermanfaat untuk blog walking saat sarapan pagi-pagi saya kira, sarat akan informasi, hal-hal baru, hal-hal unik, ataupun guyonan khas blogger.
Menyaksikan fenomena blogging, sungguh merupakan hal yang sangat menarik untuk dicermati. Banyaknya situs yang menyediakan fasilitas blog dengan gratis dan mudah membuat rasanya semua orang yang akrab dengan internet memiliki blog. Apalagi ketika Friendster menambahkan fitur blogging pada layanannya, semua orang semakin semangat buat menulis blog, entah menulis puisi ataupun sarana curhat online. Saya sendiri agak tidak terlalu nyaman dengan Friendster, bagi saya, friendster merupakan sarana gratis buat bernarsis-narsis dan mejeng ria (hehe.. termasuk saya sendiri lho!). Oleh sebab itulah, saya telah memutuskan untuk menghentikan memposting entri yang memiliki kategori Melankolis pada blog ini dan memindahkannya ke friendster.
Saya sendiri tidak bisa lepas dari hiruk pikuk blogging ini, ketika saya memutuskan untuk mengubah Dear Diary pada homepage pribadi menjadi sesuatu yang mirip blog. Sebelum tahu blog itu apa, saya sudah menuliskan diary online, menceritakan kegiatan harian saya yang kebanyakan adalah patah hati karena seorang wanita yang amat dipuja. Orang mungkin akan mengira saya adalah orang yang sangat terbuka yang nyaris tidak memiliki rahasia. Hmm.. mungkin, tapi siapa yang menjamin bahwa saya menuliskan perasaan saya yang sebenarnya tanpa didramatisir?
Saya tidak mau jika saya disebut blogger. Tidak. Saya tidak tertarik untuk menjadi blogger. Saya hanya meneruskan kebiasaan saya menulis diary harian dengan gaya yang mirip blog. Karena itulah kenapa saya memilih membuat aplikasi blog sendiri yang berbasis Java daripada menggunakan Wordpress dan semacamnya yang kaya fitur. Saya juga tidak berusaha blog ini terkenal, misalnya rajin berkomentar di blog-blog populer, atau memasukkan blog ini di database Technorati, atau membuat aplikasi yang mirip dengan Wordpress sehingga menaikkan page rank. Saya hanya mencari kepuasan pribadi dengan menulis dan bermain-main dengan bahasa Java. Jika Anda menemukan halaman ini dan mendapat manfaat darinya, syukur Alhamdulillah. Tetapi jika Anda tidak suka, just go on and please don’t come back. Okay?
Posted in Intermezzzo
7 Comments »
June 12, 2006
Hari ini aku pindah kos. Dari Perumdos blok F/2 ke Perumdos T/89. Sebenernya males sekali harus pindah, selain keadaan kamarku yang sangat nyaman dan lega, paling-paling aku hidup di ITS tinggal beberapa bulan lagi — jika dan hanya jika skenario utama berjalan mulus: aku wisuda September. Tapi ya harus gimana lagi, aku harus pindah karena semua warga F2 termasuk buk kos harus segera hengkang dari situ.
Alhamdulillah, kos baru masih di Perumdos. cuma bergeser blok saja, jika dilihat dari F/2, blok T terlihat seperti rumpun hijau nan asri di sebelah timur, dengan dibatasi danau ITS yang baru saja dibuat untuk mencegah banjir. Well.. kelihatannya sejuk begitu. Dan benarlah, meskipun besarnya kamar kos tidak sebesar di kos lama, tapi rasanya adem dan sejuk. Yah, cocok lah buat aku yang sebenarnya kebutuhan kos hanyalah sebagai sugesti saja: biar aku tetap memiliki perasaan bahwa aku sedang pulang dari kantor, aku sedang pulang dari lab, dan aku memiliki tempat tinggal tempat aku beristirahat pun aku sebenarnya sekarang lebih banyak menghabiskan waktuku di kantor dan di lab.
Jadi jika aku pulang sebentar lagi, semoga aku tidak akan lupa untuk belok ke arah blok T, bukan ke arah blok F seperti biasanya, hehehehe…..
Posted in Catatan Harian
2 Comments »
June 8, 2006
Sehari lagi, ajang empat tahunan Piala Dunia 2006 digelar. Media sudah siap sedia menyambut gelaran besar ini, para gibol-gibol pun sudah menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk melahap pertandingan demi pertandingan yang digelar di Jerman. Entah beli kopi satu kardus, entah menyiapkan camilan, beli receiver atau televisi baru, dll.
Aku sebenarnya bukan penggila sepak bola. Tapi aku jadi ingat, ajang piala dunia selalu bersamaan dengan masa-masa transisi penentuan masa depan. Piala Dunia 1998 adalah transisi dari SMP 2 ke Smuboy, piala dunia 2002 adalah yang paling kritis, karena itu adalah transisi dari Smuboy ke Teknik Informatika, dan yang sekarang adalah masa-masa akhir tugas akhirku sebelum aku maju sidang Juli nanti.
Well, Piala Dunia 2002 digelar pada saat hot-hotnya persiapan menghadapi SPMB 2002. Meskipun sedang semedi di kamar tidak pernah keluar namun aku tidak melewatkan event ini dengan menonton siaran langsung yang ditayangkan RCTI. Diagram jadwal pertandingan yang kusobek dari koran Jawa Pos aku pasang di dinding sebelah televisi, dengan jago Brazil sebagai juara dunia. Dan yang menarik, partai final digelar hanya berselang 3 hari sebelum genderang perang SPMB. Akankah partai final harus terlewatkan?
Teman-temanku sudah banyak yang berangkat jauh-jauh hari ke tempat ujian SPMB. Aku yang ujian di Universitas Negeri Malang (UM) memilih berangkat agak terlambat. Aku menonton pertandingan final Brazil versus Jerman yang berakhir dengan kemenangan Brazil dengan mutlak. Keesokan harinya, pagi-pagi, aku berangkat ke Malang menuju Jalan Jombang 10 (nomer rumahnya aku udah lupa), kos-kosanku untuk menginap di Malang selama SPMB. Siangnya sampai sana, setelah merasakan angin dan air Malang yang dingin, aku berangkat melihat-lihat lokasi tempat aku ujian. Kalo nggak salah ingat aku ujian di Fakultas Ekonomi.
Besoknya pagi-pagi sekali aku sudah menyiapkan seluruh jiwa raga untuk menghadapi event yang amat menentukan masa depan itu. Pilihan ada pada hari itu, apakah aku akan di dunia IT (Informatics), ekonomi (Depkeu STAN), ataukah nganggur dan mengulang tahun depan? Dan memang akhirnya aku sekarang ada di sini, sedang menulis blog, di dalam gemerlap dunia IT, Informatics ITS, dan sedang menunggu event Piala Dunia 2006 yang mungkin juga menjadi saksi masa transisi… ^_^
Posted in Catatan Harian
No Comments »
June 3, 2006
Pada aplikasi berbasis web, terkadang saya perlu mendapatkan input dari user berupa file yang harus ia upload melalui web. Bagaimana melakukannya di aplikasi berbasis Java? Panduan singkat ini akan menerangkannya.
Saya menggunakan servlet sebagai basis aplikasinya — sebenarnya tidak penting kita memakai basisnya, bisa servlet, bisa JSP biasa, atau struts, spring, JSF, whatever lah. Kemudian, saya akan menggunakan library Apache Software Foundation sebagai bantuan. Library yang akan kita perlukan adalah Jakarta Commons File Upload dan Jakarta Commons IO. Silakan download rilis terbaru dari kedua situs tersebut dan masukkan dalam CLASSPATH / library aplikasi web Anda.
Kemudian, langkah selanjutnya sederhana, menulis code. Pertama adalah menulis form yang akan diberikan kepada user, jangan lupa tipe form-nya adalah multipart/form-data. Kemudian lemparkan form tersebut pada servlet pemroses. Pada servlet pemroses itu, olah file yang diupload dengan class-class milik Jakarta Commons. Paling sederhana seperti di bawah ini:
FileItemFactory factory = new DiskFileItemFactory();
ServletFileUpload upload = new ServletFileUpload( factory );
try {
List items = upload.parseRequest( request );
Iterator it = items.iterator();
if( it.hasNext() ) {
DiskFileItem item = ( DiskFileItem ) it.next();
if( item.isFormField() ) {
processForm( item );
}
else {
processFileUpload( item );
}
}
}
catch( FileUploadException e ) {
e.printStackTrace();
}
Dua baris teratas, objek FileItemFactory dan ServletFileUpload adalah dua objek yang dibuat untuk mempersiapkan penangkapan file yang diupload. Kemudian, method parseRequest membaca setiap input form yang dikirimkan tidak hanya input yang tipe-nya file saja. Itulah sebabnya, baris berikutnya adalah blok percabangan yang jika tipe input form adalah file atau jika bukan file atau hanya form field biasa.
Method processFileUpload berisi proses yang mengurusi file yang telah diupload lebih lanjut. Objek yang memegang file yang diupload tersebut adalah DiskFileItem. Objek ini memiliki method-method yang sangat berguna seperti misalnya,
String fieldName = item.getFieldName(); <-- mendapatkan nama input form
String fileName = item.getName(); <-- mendapatkan nama file
String contentType = item.getContentType(); <-- mendapatkan tipe file
boolean isInMemory = item.isInMemory(); <-- mendapatkan status
long sizeInBytes = item.getSize(); <-- mendapatkan ukuran file
Simple, sederhana saja. Terima kasih untuk Apache Software Foundation yang telah membuat library yang sangat berguna ini. Have a happy coding!
Posted in Developer, Tugas Akhir-ku
1 Comment »
June 2, 2006
Ironis sekali sebenarnya jika aku hingga kini masih tetap pakai Windows. Bukan karena Windows-ku mbajak — legal jeh — tetapi karena aplikasi yang kugunakan sebenarnya aplikasi yang aselinya untuk Unix/Linux kemudian diporting ke Windows. Aku tidak bisa atau masih berat meninggalkan Windows karena dua hal, Adobe Photoshop dan Macromedia Dreamweaver yang sama sekali tidak bisa tergantikan oleh software-software open source.
Dreamweaver sebenarnya bisa diganti oleh NVU, sebuah editor HTML yang WYSIWYG. NVU cukup memuaskan jika melihat versinya yang masih bayi, dan aku berharap banyak supaya suatu hari aku bisa menggunakannya sebagai ganti Dreamweaver untuk pekerjaan sehari-hari. Demikian juga Adobe Photoshop, software open source yang paling dekat adalah GIMP. Tapi coba tanyakan kepada desainer grafis, bisakah mereka menggunakan GIMP seproduktif mereka menggunakan Photoshop? Aku, yang masih punya kekerabatan dekat dengan Linux, akan menjawab tidak bisa. Apalagi mereka yang tidak mengenal OS selain Windows.
Menurutku, kelemahan utama GIMP adalah user interface-nya yang sangat tidak nyaman. Aku tidak mengerti kenapa user interface GIMP tidak meniru kemapanan Photoshop seperti yang dilakukan Open Office terhadap Microsoft Word. Ah, orang juga bisa beradaptasi kan? Mungkin ya jika kasusnya bukan di dunia desain grafis. Dalam dunia desain grafis, semakin desainer nyaman dan akrab dengan perkakas yang dipakainya, semakin dalam dan artistik pula hasil karyanya. Apalagi orang-orang desain grafis kebanyakan adalah nyentrik, jadi susah jika disuruh pindah ke perkakas lain.
Wupss… jadi agak menyimpang dari judul. Kembali ke permasalahan. Sekarang, mari kita lihat aplikasi-aplikasi yang awalnya untuk Unix ataupun yang sebenarnya jalan lancar di Unix yang kugunakan:
- Oracle JDeveloper: IDE Java
- Apache Jakarta Tomcat
- Apache Webserver
- MySQL
- Mozilla Firefox (browser, sorry, I’m not using IE exactly)
- Mozilla Thunderbird (email client)
- Netbeans
- Nvu
- Oracle Database 10 Express Edition
- Toolkit for Oracle
- Frozen Bubble for Windows (aduh..)
- Tail -f for Windows (tambah parah…)
Sedangkan software Windows selain Photoshop dan Dreamweaver, aku sudah bisa menemukan penggantinya yang nyaman di Unix/Linux, misalnya Winamp dengan XMMS, Yahoo Messenger dengan GAIM, FlashGet dengan WGet, dan tentu saja Microsoft Office dengan OpenOffice.org
Pertanyaannya sekarang, kenapa tidak pindah ke Linux, Galih? Hmm.. aku masih mengerjakan Tugas Akhir yang mayoritas menggunakan software-software Windows yang tidak mungkin tergantikan, yaitu MS Visual Studio C++, MatLab, dan Microsoft Word! Persoalannya bukan karena aku tidak mau beradaptasi, tetapi karena aku harus sering konsultasi dengan dosen pembimbing, dan kami harus memiliki perkakas yang sama untuk berdiskusi, dalam hal ini adalah MatLab dan Visual Studio C++ serta Microsoft Word untuk pengetikan buku.
^__^
Posted in Intermezzzo
11 Comments »