Dari Ujung Kenangan

Posted by: on Jun 29, 2006 | 7 Comments

Saya masih ingat, kejadiannya tidak terlalu lama berselang, waktu itu saya mengantarkannya pulang ke rumahnya — nyaris kemalaman — sepulang dari reuni kecil-kecilan empat teman SMU. Entah dari mana dialog bermula, yang jelas ia bertanya dengan lembut,

“Apakah Galih ingin aku menjauh dan tidak dekat lagi?”

Apa yang bisa saya jawab? Saya tidak mampu menjawabnya. Lidah ini ternyata tidak mampu berkata-kata. Diam seribu bahasa. Nyatanya memang saya memerlukannya. Saya tahu dia amat sayang padaku dan menginginkan saya mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik darinya.

Tetapi keadaan sudah berubah, saya tidak tahu kapan saya telah berada pada state ini. Saya sudah ikhlas dia bukanlah jodoh buat saya. Meskipun kadang-kadang air mata ini masih menetes juga kalau mengenangnya, tetapi itu saya anggap sebagai sisi melankolis saya saja. Secara akal sehat, saya sadar, bahwa saya tak akan pernah kehilangannya sebagai teman terbaik, sebagai tempat curahan hati.

Yang saya takuti hanya satu dan ini sudah terjadi. Saya akan selalu merujuk bahwa wanita yang baik itu seperti dia. Harus imut lah, harus putih lah, harus pecicilan lah, harus berkerudung lah, harus bersuara lembut lah.. yang bersifat materialistik alias duniawi. Padahal seharusnya yang saya rujuk adalah kecantikan hatinya, dia yang baik, dia yang sholihah, dia yang… Saya takut saya tidak bisa mencari figur yang baru, dan dengan begitu saya telah mencari duplikat atau gantinya! Kasihan bagi figur baru itu kan? Masak dicintai sebagai duplikat? Karena yang dicintai sebenarnya adalah tetap bayangan masa lalu dan bukan masa depan.

Anda mau jadi figur baru itu? Wekekekeekekek…..

7 Comments

  1. henri
    June 29, 2006

    haehuaeuhauehuheuhaeu oh cinta.. penderitaannya tiada akhir…
    sek rungokne metro female maneh ahhh

    Reply
  2. galih
    June 30, 2006

    #1
    Tidak menderita kok Hen aku wisan…
    Damai…

    Reply
  3. reena
    July 5, 2006

    walah … *no comment*

    Reply
  4. galih
    July 5, 2006

    #reena
    Lha iki komentar… :p

    Reply
  5. Nike
    July 18, 2006

    "Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu,
    Ia telah siap memberi yang lebih baik"

    Reply
  6. bintang
    December 10, 2006

    bagus bgt mas..
    sumpah…
    suka bgt dgn cara anda mengungkapkan kata hati.
    lha iya lah…
    wong nasib situ mirip sama nasib saya…
    apes dalam bercinta..
    gud lak ya…

    Reply
  7. Kopi Tribulus
    September 22, 2011

    aduh sedih banget ceritanya…maaf minta tissue selembar…ada yang punya??

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site