Entries from June 2006
June 29, 2006
Saya masih ingat, kejadiannya tidak terlalu lama berselang, waktu itu saya mengantarkannya pulang ke rumahnya — nyaris kemalaman — sepulang dari reuni kecil-kecilan empat teman SMU. Entah dari mana dialog bermula, yang jelas ia bertanya dengan lembut,
“Apakah Galih ingin aku menjauh dan tidak dekat lagi?”
Apa yang bisa saya jawab? Saya tidak mampu menjawabnya. Lidah ini ternyata tidak mampu berkata-kata. Diam seribu bahasa. Nyatanya memang saya memerlukannya. Saya tahu dia amat sayang padaku dan menginginkan saya mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik darinya.
Tetapi keadaan sudah berubah, saya tidak tahu kapan saya telah berada pada state ini. Saya sudah ikhlas dia bukanlah jodoh buat saya. Meskipun kadang-kadang air mata ini masih menetes juga kalau mengenangnya, tetapi itu saya anggap sebagai sisi melankolis saya saja. Secara akal sehat, saya sadar, bahwa saya tak akan pernah kehilangannya sebagai teman terbaik, sebagai tempat curahan hati.
Yang saya takuti hanya satu dan ini sudah terjadi. Saya akan selalu merujuk bahwa wanita yang baik itu seperti dia. Harus imut lah, harus putih lah, harus pecicilan lah, harus berkerudung lah, harus bersuara lembut lah.. yang bersifat materialistik alias duniawi. Padahal seharusnya yang saya rujuk adalah kecantikan hatinya, dia yang baik, dia yang sholihah, dia yang… Saya takut saya tidak bisa mencari figur yang baru, dan dengan begitu saya telah mencari duplikat atau gantinya! Kasihan bagi figur baru itu kan? Masak dicintai sebagai duplikat? Karena yang dicintai sebenarnya adalah tetap bayangan masa lalu dan bukan masa depan.
Anda mau jadi figur baru itu? Wekekekeekekek…..
Posted in Melankolis
6 Comments »
June 25, 2006
Sudah tiga hari ini saya jatuh sakit. Kecapekan. Fenomena kopi ternyata hasil akhirnya demam tinggi diikuti batuk dan pilek. Saya memang lupa dan lengah kalau hari-hari seperti ini adalah hari yang rawan untuk sakit karena cuacanya yang sedang berganti dari musim panas ke musim dingin (bediding kata orang Jawa). Jadi saya lupa untuk menjaga badan, kurang istirahat, dan .. inilah hasilnya.. rasain lo Lih!
Baru sekarang ini saya mulai bisa kembali untuk mengetik baris demi baris buku skripsi Tugas Akhir yang menginjak bagian uji coba dari implementasi, meskipun masih perlahan-lahan, tidak bisa tancap gas seperti biasanya. Besok Jum’at buku ini harus jadi. Pintu gerbang keluar sudah terlihat — dari awalnya yang bahkan setitik cahaya pun tidak ada, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Namun yang membuat saya terkesan adalah ini. Saya sengaja tidak memberi tahu keluarga di rumah kalau saya sakit — toh juga hanya sakit seperti ini saja — hanya kakak yang tahu kalau saya sakit dan itu sudah saya wanti-wanti supaya jangan memberi tahu rumah. Saya tidak mau mereka khawatir dan mikir. Eeeh, usaha yang percuma ternyata. Malam harinya ibu saya telepon, menanyakan apakah saya baik-baik saja. Perasaan ibu sedang tidak enak, intuisi ibu sedang menjerit bahwa salah satu anaknya ada yang tidak beres. Yaa.. akhirnya saya cerita dengan suara yang hampir habis diserang virus batuk dan dialog berikutnya pun bisa ditebak,
“Istirahat itu penting….”
“iya.. iya…”
“Makanya kalau belajar itu yang tahu waktu, kapan buat istirahat….”
“inggih…. inggih…”
“Jangan melulu sama komputer…”
“hehehe.. hehehe”
Intuisi seorang ibu yah… wah.. luar biasa… ya.. masuk akal juga sih kalau melihat perjuangan ibu melahirkan anak segede ini pasti susahnya bukan main… :D
Posted in Catatan Harian
6 Comments »
June 24, 2006
Baru saja aku mengaktifkan account-ku di Filckr karena aku memerlukan sebuah galeri foto public yang dapat dilihat siapa saja. Di Fotografer.net, orang yang bukan member tidak bisa menikmati dan mengapresiasi foto-foto di situ. Sebenarnya aku ingin bisa juga mengintegrasikan RSS Feed di Flickr supaya bisa dilihat dari blog ini, sayang aku belum punya waktu melakukannya. Galeri itu ada di alamat ini, sedangkan RSS Feednya ada di sini.
Posted in Fotografi
2 Comments »
June 20, 2006
Akhirnya, bergelas-gelas air es dingin tidak mampu menjaga mata tetap terbuka malam-malam terakhir ini. Bayangan deadline pengumpulan buku TA yang semakin dekat memaksaku untuk mengerahkan kemampuan terbaik yang kumiliki. Dan siapa yang bisa menggantikan? Hehe.. adalah secangkir kopi, minuman yang selalu berusaha aku jauhi sejak dahulu kala. Sudah tiga malam ini aku ditemani olehnya, dan efeknya memang manjur, buktinya sampai sekarang mataku masih terbuka lebar, meski udah mulai pedes. Apakah kebiasaan baru ini akan terus berlanjut? Kita lihat saja nanti :)
Posted in Catatan Harian
3 Comments »
June 17, 2006
Baru saja ngikut tes DNA, semacam tes kepribadian gitu… Cukup representative juga kukira, hahahaha… Detailnya bisa dilihat di sini
Posted in Intermezzzo
No Comments »