Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga
May 31, 2006
Ana kidung rumeksa ing wengi
teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahine kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
miwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirna
Ada lagu yang mengalun di malam hari. Lagu yang menjadikan kuat, selamat, dan terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala macam petaka. Jin dan setan pun tidak mau. Segala jenis sihir tidak ada yang berani, apalagi perbuatan jahat. Guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuri pun menjauh dariku. Segala bahaya akan sirna.
Potongan syair di atas adalah syair Jawa yang disebut macapat. Kategori macapat ini adalah Dhandhanggula. Syair ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Syair ini diciptakan Sunan untuk dilantunkan di malam hari dan berdo’a kepada Allah SWT.
Sunan Kalijaga, seperti halnya Syekh Siti Jenar, memang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa melalui sisi budaya. Seperti diketahui banyak orang, Islam menemui banyak halangan untuk berkembang di tanah Jawa karena bertemu dengan kultur yang sudah sangat kuat, yaitu kultur Hindu/Buddha di bawah pengaruh kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, Sunan Kalijaga melakukan transmogrifikasi dengan memasukkan unsur-unsur Islam dalam budaya-budaya Jawa seperti memasukkannya ke dalam syair-syair macapat, memodifikasi wayang kulit, menciptakan lagu yang sangat terkenal, Lir-Ilir, dsb. Pendekatan budaya seperti ini yang memang tidak disebutkan secara literalistik linguistik dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist menyebabkan banyak pihak menganggap ajaran-ajaran Sunan Kalijaga adalah bid’ah.
Keterangan panjang lebar di atas kudapatkan dari buku Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga yang ditulis oleh Achmad Chodim dan diterbitkan oleh penerbit Serambi (penerbit yang juga mengeluarkan versi Indonesia dari The Da Vinci Code yang fenomenal itu). Buku ini tidak memaparkan sejarah Sunan Kalijaga, melainkan ajaran-ajaran Sunan Kalijaga secara komplit, mulai dari tembang rumeksa ing wengi, puasa mutih 40 hari 40 malam, selamatan, hakikat diri manusia, saudara empat, dll. Buku ini memaparkan ajaran-ajaran tersebut tanpa menjustifikasi bahwa ajaran-ajaran tersebut adalah bid’ah, bahkan cenderung melakukan pembelaan dengan alasan-alasan yang dikemukakan.
Cukup enak dibaca, karena meskipun materi yang dibahas adalah berat dan kontroversial, buku ini menggunakan pengantar bahasa yang super ringan, bahkan agak terlalu ringan sehingga aku pikir tidak layak sebuah buku menggunakan bahasa seringan ini. Buku ini kurasa cukup banyak memberikan sisi dan sudut lain tentang bagaimana memandang Islam untuk memberikan sudut pandang yang lebih luas. Overall, nilainya 7 dari skala 1-10.
Posted in 












June 1st, 2006 at 4:06 pm
lih, baca artikel ini:
http://arai.level9-team.or.id/blog/?p=3
masuk akal
June 2nd, 2006 at 7:24 am
#henri:
trims hen link-e. menambah luas sudut pandang :)
June 7th, 2006 at 9:42 am
Hem… hari gini emang susah nyari pemuda yang masih mengkaji ajaraan kejawen. Aku seneng ada teman disini. Perkenalkan, saya Erlangga… pengajar beladiri yang bedasarkan ajaran kejawen+islam. Lebih jelas tentang kegiatanku bisa kunjugi http://www.metafisika.info
June 24th, 2006 at 11:01 am
hai!aku baru baca blok kamu yang ternyata nambah bahan untuk tulisanku nanti. kalau kamu berkenan mau ngasih beberapa info tentang buku yang kamu baca,"mistik dan makrifat sunan kalijaga". oh ya, kamu tahu gak tentang naskah yang berjudul piwulang sunan kalijaga? kabari aku ya! trims!!
June 24th, 2006 at 12:11 pm
Aku ngga tahu naskah itu, tapi setahuku, ajaran Sunan Kalijaga ada dua, dalam Suluk Linglung ama Serat Dewa Ruci, dua ajaran yang hampir sama namun berbeda secara fundamental [#1].
July 27th, 2006 at 7:27 pm
Sunan kalijaga, dewaruci …
wah uaku buangauet kwi……
manunggaling kawulo gusti…. ana al haq – al hallaj
awareness-A. de mello,buku2ne anand khrisna…
must read book
tapi ati-ati….
marai edan lan mumet..
koyo aku…………
October 25th, 2006 at 2:52 am
Pendapat gw biasa aja. cuma sbg perjalanan hidup yg perlu digarisbawahi.
February 2nd, 2007 at 4:12 am
menarik sekali, tapi setau saya nggak hanya Sunan Kalijaga yang melakukan itu (menyebarkan agama Islam di tanah Jawa melalui sisi budaya). Para Wali yang lainnya juga, bahkan juga mengarang beberapa lagu/tembang jawa dan tembang dolanan anak2
February 14th, 2007 at 1:52 pm
Alhamdulillah! Buku tersebut sangat baik untuk bahan wacana “ngelmu”. Tapi pasti hanya sedikit yang diberi “hidayah” dari Alloh SWT..
March 8th, 2007 at 8:09 am
wah…bukunya kereeen tuh….selamat!!! bagi orang yang sudah mendapat karunia makrifat seperti sunan Kalijaga, manunggaling kawulo Gusti, nanti terbitin buku syeh siti jenar juga dong…tapi versi Original nya, jangan propaganda terus…
March 13th, 2007 at 12:06 am
Perbanyak referensi, Torekot, maripat, akan lebih sempurna bila di barengi oleh sareat.
ana berencana untuk membuat web untuk kumpulan aliran, dari sareat, hakekat, torekot, sampai makrifat ada di situ, tanpa adanya merasa paling benar. yang penting bagaimana mencapai sukma sejati. mohon berkahnya.
wassalam
March 19th, 2007 at 2:56 pm
wah cocok banget kanggo aku
March 19th, 2007 at 3:00 pm
bagus dan cari yang terbaik walapun terkesan aneh tapi nice 4 me
March 20th, 2007 at 5:46 pm
Maaf…Baru lihat-lihat
April 29th, 2007 at 2:51 pm
sebenarnya buku – buku soal ajaran makrifat udah pernah baca terutama ajaran makrifat syeh siti jenar, tapi buatku makrifat itu sesuatu yang sangat menarik baik untuk dibaca maupun di pelajari. aku pikir gak banyak yang tau soal makrifat terutama anak muda jaman sekarang, gak taunya setelah aku buka wbsite ini banyak juga tanggapannya soal makrifat. kalo ada lagi apapun soal makrifat dibahas lagi yaa.. aku seneng banget baca – baca tentang makrifat. salam kenal untuk yang lain ………!!
May 11th, 2007 at 12:16 am
Mbah kali mengajarkan hakikat dengan syariat
Mbah siti mengajarkan hakikat tanpa syariat
Belajar tentang hakikat dengan syariat ibaratnya orang yang meniti jembatan di tengah jurang yang dalam sekali..
May 31st, 2007 at 7:05 pm
Sepengetahuan saya
syaikh siti jenar maupun Sunan Kalijaga, sama-sama menganut manunggaling kawula gusti – bersatunya manusia dengan tuhan-
Lho koq manusia ama tuhan bersatu, gmn sih…. Gmn cara coba…
bedanya, syaikh siti jenar menganggap manunggaling kawula gusti tersebut benar-benar menganggap-meyakini- bahwa dirinya telah bersatu dengan tuhan – Allah-. Sehingga ia adalah tuhan, tuhan adalah dia.
dalam suatu ayat -wadoh, lupa ayat brapa surah apa- intinya, apa yg dilakukan oleh si manusia merupakan apa yang dilakukan Allah. Tangan-ku adalah tangan-Nya, kakiku adalah Kaki-Nya.
Asumsinya, karena ia telah mencapai tahap makrifat, maka ia semakin yakin bahwa ialah tuhan, tuhan ialah ia.
sampai ia berkata “Jadi untuk apa shalat??, masa’ tuhan sholat?, tuhan menyembah tuhan?”
pertanyaannya,
Lalu untuk apa hakikat tuhan sebagai sesuatu yang tidalk terbatas, yang tidak dapat dijangkau oleh kemampuan manusia, yang Maha meliputi segala sesuatu, hingga dapat diliputi oleh syaikh siti jenar….
Sunan kalijaga menganggap bahwa ayat tersebut mengasumsikan bahwa, ketika manusia telah mencapai tahap tersebut-tahap tertinggi dalam (maaf lupa istilahnya), maka apapun yang dilakukannya adalah sebagai perwujudan dari iman dan taqwa, berdasarkan al-qur’an dan hadist. Sehingga yang dilakukan oleh si manusia tersebut tidak melenceng, karena Allah telah meridhoinya, Alah akan melindungi, menjaga merahmati si manusia tersebut.
Kira-kira begitulah makna dari ayat tersebut.
Kalau ada yag kurang atau salah tolong dikoreksi
July 12th, 2007 at 3:05 pm
Buat Gawil,
sebelum nanyain gimana tuhan dan manusia bersatu. coba dulu tanya ‘manusia’ itu spt apa,gimana?
August 19th, 2007 at 1:01 am
Di Forum Religiositas Agama, saya menemukan artikel yang menarik sekali. Ini situsnya: http://hatinurani21.wordpress.com/
MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?
Pengantar
Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)
Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
- Bs. Belanda selama 300 tahunan
- Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
- Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
- Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
- Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).
Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
Gerilya Kebudayaan
Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
- Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
- Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
- Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
- Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
- Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
- Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
- Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
- Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
- Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
- Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
- Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
- Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
- Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,†ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).
- Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
- Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!
- Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
- Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
- Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
- Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
- Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
- Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
- Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
- Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
- Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.
Penutup
Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.
Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.
August 19th, 2007 at 5:52 am
#hati nurani:
another conspiration theory. bagus sekali, thanks :)
August 29th, 2007 at 2:18 pm
Sepengetahuan saya dan menurut saya pribadi, apabila kita mau mengkhaji lebih dalam ajaran dari semua wali yang tergolong dalam “Wali Songo” itu akan menemukan suatu titik temu yaitu manunggaling kawulo gusti, hanya yang membedakan adalah darimana sudut pandang qta melihatnya, apabila sudut pandang syariat akan menimbulkan polemik yg berkepanjangan, lain lagi sudut pandang dari tataran ma’rifat, melihat bahwa disitulah intisari ajaran islam yang sesungguhnya, disitulah ditemukan makna yang “tersirat” bahwa Allah itu tidak jauh dari diri qta, bahkan lebih dekat dari urat leher qta, bagaimana caranya ? dijawab di dalam Alquran bahwa man arofa nafsahu faqod arofa robbahu (barangsiapa menganal dirinya (fitrahnya) maka dia akan mengenal Tuhannya).
Menurut saya perlu sikap yg bijak dalam membaca buku karya A. Chodjim ini, sehingga qta tidak terbawa nafsu utk segera memberikan claim bid’ah, fanatik dsb. Untuk lebih memperdalam diperlukan inayah (dr Allah) dan pemegang kunci rahasia yg dimiliki oleh para Guru Panuntun
September 2nd, 2007 at 6:01 pm
Saya suka degan ajaran makrifat apa lagi yang original dari jawa,saya masih pengen tau banyak tentang Siti Jenar ,Sunan Kalijaga dan Dewa Ruci
Salut,posting yang bagus
September 23rd, 2007 at 3:02 pm
Saya senang dengan konsep ajaran Sunan Kalijaga yang senantiasa mengajak kita untuk waspada secara batin. Kewaspadaan batin ini sangat penting, karena hal itu sebagai manifestasi dari QALBU kita (maka AA GyM membuat konsep manajemen qolbu). Untuk mencapai waspada harus melalui laku yang disebut tarekat/tirakat. Adapun laku itu adalah sholat 5 waktu dan sunah, membaca quran, beramal baik, berbicara baik, berpuasa, menjauhi segala larangan agama dan lain sebagainya.
Untuk hatinurani21, Kebudayaan itu tidak berhenti. Kebudayaan adalah pikiran dan perasaan sebagai daya cipta rasa dan karsa manusia. Kalau kebudayaan Jawa yang Anda maksud adalah masa kerajaan Majapahit, tentu hal itu tidak benar. Majapahit adalah budaya HINDU DAN BUDHA, jadi bukan Jawa. Sekarang orang Jawa sudah mengalami perubahan dalam berbudaya karena kedatangan Islam. Jadi bukan penjajahan, Anda akan sangat salah kalau hal itu sebgai penjajahan. Sekarang saya tanya kebudayaan Jawa itu yang seperti apa???
Kebudayaan Jawa itu adalah rasa, cipta dan karsa orang Jawa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam bertingkah laku dan berbuat. (lihat Koentjaraningrat). Jadi sebenarnya inti kebudayaan itu selalu berkembang dan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat (Jawa). Apakah kita menolak kereta api, kendaraan bermotor, komputer dan lain sebagainya. Masyarakat Jawa memiliki keterbukaan untuk berbagai budaya asing asal sesuai dengan kepentingan Jawa.
September 23rd, 2007 at 9:13 pm
ilmu makrifat banyak sekali jenisnya di dunia ini, menurut saya baiknya salah satu saja yang kita jalani karena semua ilmu makrifat tujuannya sama, bagaimana mengenal jati diri sendiri dan dzat Allah sehingga tujuan akhir dari perjalanan makrifat itu sendiri adalah bagaimana terjadinya dan menjadi “Manunggaling” dengan Maha Pencipta. Tapi perlu diingat belajar itu harus ada GURU, karena belajar tanpa adanya GURU adalah sesat, karena tidak ada kontrol….
October 6th, 2007 at 7:58 pm
saya berharap dapat di kirim kidung2 apa saja yang di beri oleh walisongo khususnya sunankalijaga, berserta cara mengamalkannya. untuk perhatiannya saya ucapkan beribu terima kasih…… wasalam
October 8th, 2007 at 2:31 am
Yang paling utama untuk kita-kita semua adalah benerin dulu TAUHID & AKIDAH kita, karena menurutku ilmu (ajaran) ISLAM yang paling tinggi adalah TAUHID…
October 8th, 2007 at 2:38 am
Ngapain juga pake kidung2 segala, emang referensi dari Al Qur’an ngga’ cukup!! Sangat banyak dan sangat cukup tuh do’a untuk kita amalkan. Itu juga langsung dari para nabi yang jauh lebih tinggi daripada seorang wali…
Kebanyakan dari kita tidak mau menggali ajaran dari Qur’an, malah dari kitab2 jawa yang katanya karangan para wali. (Saya msh belajar dari Qur’an) Padahal mungkin wali tuh juga ngambil dari Qur’an ndiri atau mungkin dari pemikirannya sendiri..(wah yang ini tidak bisa 100% benar)
November 11th, 2007 at 10:55 pm
Assalamu `alaikum wr wb.
Temen-temen yang budiman, saya menemukan komunitas yang saya harapkan bisa menjadi ajang yang baik untuk kita semua.
Saya ingin berolah pikir dan roso dengan jenengan semua.
Saya baru mulai belajar.. dan guru yang baik adalah lingkungan dan komunitas yang memberikan perkembangan positif. Saya berharap ditempat yang tepat.
Saya terkesan dengan ajaran ILMU SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU, MANUGALING KAWULO LAN GUSTI (VERSI SYEKH SITI JENAR DAN SUNAN KALI JOGO).
Saya merasakan bahwa ajaran ini makrifat yang luar biasa dan tidak mudah dipelajari juga tidak sulit dilaksanakan. Saya berfikir juga kemut-kemut. Hal ini karena keterbatasan ilmu saya.
Saya juga banyak bertanya pada orang yang saya anggap bisa memberikan jawaban.Banyak sekali yang saya rasakan dan alami adalah sesuatu yang harus diartikan,saya sedih ilmu saya dan kebanggaan akan logika saya sering pupus oleh suatu wacana dan paparan. Saya menyadari saya musti mengalami proses dan harus bertahap. Karena begitupun juga proses kita hidup.
Alqur`an dalah kitab suci saya. Satu ayat Alqur`an adalah beribu ribu ilmu, karomah, barokah dan fadhilah yang bisa kita gali. Menggali antara ulama dan kyai satu dengan yang lain bisa saja beda. Bukan ayat suci yang salah, tapi keterbatasan kita sebagai manusia yang mempunyai tingkatan dan wadah berbeda. Sunan Kali jogo dan syek siti jenar adalah orang yang menggali wahyu Alloh kepada NAbi Muhammad SAW (Alqur`an) tersebut. Dan mereka mengajarkan dengan berbagai versi yang intinya penjabaran (IQRA`). Ibarat Guru Matematika tentunya cara mengajarkan dengan metode yang berbeda berdasarkan gaya guru tersebut.
Metode yang samapun tiap guru akan mempunyai tingkat keberhasilan yang berbeda.
Menurut saya Selama Ajaran itu bermuara kepada Allah SWT sebagai Dzat yang sempurna dan Dzat yang Ahad, dan meyakini 2 kalimah syahadat, saya pikir dimana salahnya.
Ibarat guru mau pake cara apapun jika satu tambah satu adalah dua sebagai hasil logika matematika, apapun metodenya syah-syah saja.
Tentunya yang wajib kita tinjau adalah metode yang tepat di tempat dan waktu yang tepat (luwes dan tepat sasaran).Jangan sampek mengakibatkan salah persepsi dan meyakini yang kita tidak paham sangkan paran nya. Disinilah bimbingan dan penyuluhan sangat diperlukan. Olah roso dan olah pikir untuk IQRA`.
Karena manusia diberi keterbatasan (wadah, kemampuan, IQ dll), karena dengan keterbatasan itu Hazbun Minnan Naas bisa sukses. Kita membutuhkan orang lain untuk melengkapi kita. Mari membuka diri untuk saling mengisi dan mengingatkan. Sama-sama Iqra` terhadap lingkungan sekitar. Karena kebenaran Haqiqi adalah milik Alloh semata.Di atas langit masih ada langit.Berguru sampai ke liang lahat.
Saya Mohon komentar dan saran..apalagi petuah…
(joko sutrisno).
November 13th, 2007 at 9:08 am
nambah dikit….mas joko…
tentang “metode yang tepat ditempat dan waktu yg tepat” bagaimana kalo kita melaksanakan Islam Jawa saja…(Islam yg diajarkan dijawa, dengan budaya jawa dan masa/era yg sekarang)….jadi bukan Islam arab, yg diajarkan dengan budaya arab, disamakan dengan kondisi arab 4000 tahun yg lalu apakah itu masih relevan…. coba baca buku Syekh Siti Jenar “Makna Kematian” Achmad Chodjim…. bagus deh…
December 6th, 2007 at 10:37 am
terima kasih atas wacana yang bagus, semoga bermanfaat khususnya untuk generasi muda menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya.
December 7th, 2007 at 7:36 am
saya ikut nimbrung ya nih
aku baca lagu jawa ” kidung wengi ” ini aku inget banget sama ibuku di solo , karena ibuku dulu kalau cucunya rewel pasti nembang kidung wengi itu …. trus diem deh cucunya dan enak di dengarnya aku suka banget . Ibuku orang solo asli sekarang umurnya dah 106th kayaknya lagu kidung wengi itu menjadi warisan dari ibuku walau yang mengarang bukan ibuku ,sekaligus tembang yang enak ku dengar.
December 17th, 2007 at 11:06 am
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Numpang tanya ….
Hampir semua tokoh/pemimpin/raja/wali/nabi pasti mempunyai trah/keturunan pemimpin (bangsawan)…. kayaknya jarang dari rakyat jelata (ada sih tapi setelah ditelusuri garis keturunan mbah buyutnya adalah pernah menjadi tokoh/pemimpin)… yang ingin saya tanya adalah adakah tokoh/pemimpin yang memang tidak mampunyai trah pemimpin 100%, dia asli jelata ?
Memang dalam Islam tidak ada pembagian kasta, bahwa semua manusia adalah sama kedudukannya/derajatnya dihadapan Allah SWT, hanya yang membedakannya adalah keimanan dan ketaqwaannya…
Coba deh dilihat kembali tokoh-tokoh/pemimpin terkenal pasti mempunyai trah demikian …
Maksud saya adalah apakah bahwa kodrat/takdir manusia itu memang sudah diatur demikian apakah mungkin golongan sudra dapat menjadi golongan brahmana? (bisa tapi sangat kecil peluangnya)
Kembali kepada makrifat… menurut saya adalah bahwa pengalaman/perjalanan bathin seseorang yang sudah tingi itu sulit untuk dilukiskan dengan lisan/atau kata-kata dan pengalaman yang sangat indah nan manis itu hanya dapat dirasakan oleh dirinya sendiri dan saya rasa akan berbeda dengan pengalaman orang lain …dimana rasa indera keduniawian sudah tidak mempunyai arti lagi …rasa kenikmatan, keteduhan, ketenangan dan … memang sulit untuk dikatakan….
tapi untuk mendaki ketingkat yang tinggi itu tidak mudah … banyak godaan, tantangan,..
Bahwa semua yang ‘ada’ ini adalah bayangan/tipuan dari indra kita … adanya suara merdu itu adalah olah dari indra telinga kita coba searainya tuli?, pemandangan yang dindah dan berjuta warna-warni juga adalah olah dari indra mata kita, coba seandaninya buta?, rasa panas/dingin juga olah dari indra kita? semua diolah indra dan diproses di dalam otak yang tidak lebih besar dari ganggaman tangan kita? bumi, matahari, besar-kecil, jauh-dekat, cantik-buruk hanya merupakan permainan otak kita? jadi sejatinya adakah semua itu nyata? dan dimana sebenarnya “aku” ini?
Sejatinya siapa ‘diri kita’ ini pasti belum dikenal .. yang mana ‘diri’ ini, jasmani fana inikah? untuk itu untuk mencari Tuhan, kenalilah ‘diri’ kita dulu, karena Dia dekat dan sangat dekat lebih dekat dari urat leher kita ? Namun sayang kita sendiri belum mengenal siapa diri kita ini? kita hanya terbuai oleh nafsu indra kita… ‘aku’ semakin tertutup oleh hawa nafsu dunia semakin tebal dan semakin tidak dikenal … untuk itu carilah ‘aku’ … kenalilah ‘aku’ … maka kau akan mengenal Tuhanmu ….
Mohon dijawab ya …
Demikian mohon maaf dan ampun kepada Allah SWT … wabilahitaufiq walhidayah
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
January 15th, 2008 at 8:00 pm
Sallam,
Mohon maaf & Ridho..
sekiranya saya ini memang kurang mengerti dan paham,..
sekiranya memang baik adanya mempelajari tentang para Wali yang dengan perantara mereka adanya telah meng-islamkan tanah nusantara maka sudi kiranya kita semua bertemu, mencari dan berperantara dengan para Alim Ulama yang mumpuni..
Karena mengkaji dan mempelajari tanpa peran orang yang lebih memahami akan tentu lebih baik adanya dan jauh bermanfaat atas tujuannya..
Sang Guru pituduh atau Guru sejati yang menjadi cerminan akan selamatnya saudara akan ilmu yang akan dipelajari…
sekali lagi alfagir mohon maaf mohon ridho..
Wassalam..
February 10th, 2008 at 7:27 pm
Manunggaling kawulo gusti yang sekarang telah banyak berkembang antara lain pemahaman KAWRUH JIWO yang di pelopori oleh Ki Ageng Suryo Mentaram. Dan yang ini sekarang bukan lagi berbentuk agama ataupun kepercayaan ataupun kebatinan ataupun keyakinan lagi tapi sudah merupakan ilmu pengetahuan \ falsafah hidup \ sikep yang banyak dianut dan dikembangkan. Ini adalah perkembangan dari budaya ber agama ke budaya yang menggunakan olah pikir yang selalu aktual. Bila berminat hubungi komunitas KAWRUH JIWO terdekat.
Dedy Hartadi Bronto Kusumo – Salatiga
February 10th, 2008 at 7:29 pm
LANGGENG BUNGAH SUSAH
February 13th, 2008 at 8:33 am
KIDUNG DUKUH JERUK
I. Sababne manungsa, pada lali mareng Gusti
Pada duwe mata, ora weruh mareng Gusti
Wis manjing waktune, Sedulur…………….
Eling mareng Gusti
*1 Ngakune wong Islam, enggo kaca mata batok
Pada duwe mata, ora pada bisa deleng
Saiki waktune, sedulur…………………
Weruh mareng Gusti
* Duwe mata, ora pada bisa deleng |
Duwe ati, ara pada bisa ngarti |
Duwe rasa, ora pada ning rumangsa |
Maring Kuasa | 2x
II. Sababne wis jamane, saiki manjing jaman edan
Sing durung kelakon, saiki wis pada kelakon
Goleti Elmune, Sedulur…………….
Manjing sempurna
*2 Sabab wis gumelar, Elmune ning alam dunya
Ojo dielatkeuna, iku hak ke sedulur kabeh
Sing ngaku wong Islam, sedulur………….
Manjing sempurna
** Manungsa sing pada jaluk Selamat |
Manungsa sing pada jaluk ne Nikmat |
Manungsa sing pada jaluk Sempurna |
Mulang mareng Gusti | 2x
Untuk bahan kajian:
http://www.gagakmas.org
February 19th, 2008 at 4:11 pm
dengan begini orang tidak akan punya pikiran yang sempit. bravo.
February 27th, 2008 at 11:22 am
assalamualaikum
aq mau tanya “apakah arti hidup ingsun didunia ini?
March 3rd, 2008 at 2:06 pm
selamat siang.
saya tertarik dengan rubik makrifat dan ingin membaca buku tentang makrifat,
kira – kira buku dengan judul apa ya yang cocok untuk saya baca.
thx.
e-mail:bayu_ft@yahoo.com
April 12th, 2008 at 4:32 pm
oh… tapi dalam makrifat, tidaklah pengetahuan diperoleh dengan teori. Pengetahuan didapat setelah mengalami kebenaran itu sendiri. Kebenaran yang disesuaikan dengan maqom si penerima, kebenaran yang relative, bukan untuk konsumsi publik. makrifat jalan yang sepi dan intim. oh…
April 14th, 2008 at 10:06 pm
“syariat-tharikat-hakikat-ma’rifat”. selanjutnya adalah “ma’rifatnya hakikat”, dan “hakikatnya ma’rifat”. diatasnya ada lagi puncak dari segala ma’rifat…
April 22nd, 2008 at 11:38 am
Dewa Ruci tulisannya Sunan Kalijaga ya. Waduh gak ngerti aku. Opo dudu Yosodipuro sing nulis bebas soko Nawarucine SyiwaMurti. Opo aku sing rancu mocone yoooooooo…..
May 3rd, 2008 at 3:54 pm
tq menurut pengetahuan saya MAKRIPAT ADALAH SUTU CARA UNTUK BERTAKORUB PADA ALLOH SAYA BERIKAN PENJELASAN BAGI YANG MENCARINYA DI (65 82860236) KARENA INI MASALAH RAHASIAH ALLOH
May 26th, 2008 at 1:42 pm
banyak wali perkara wali , tapi tidak se”jawi” sunan Kalijogo, mungkin pembaca ada yang punya buku ” kaki Waloko” dan Joko Lilung karya dari Sunan Kalijogo, kalau ada di toko Buku toko buku apa ? demikian juga tentang ajaran dari Sekh Siti Jenar, secara lengkap
June 7th, 2008 at 2:40 pm
untuk dapt mempelajari ma’rifatnya kanjeng sunan kalijaga&shek siti jenar+sunan gunung jati, ada baiknya mempelajari tarikh dam perjalanan beliau beliau terlebih dulu dari sumber2 yang benar dan dapat dipercaya keshahihanya,trims
June 10th, 2008 at 12:42 pm
makasih telah menulis mistik dan makrifat karena wawasan yg aku pelajari dari th1997 sekarang lebih gamblang untuk mengerti setelah ku cross dg tulisan anda makasih ya aaaaaaaaa
HIDUP TANPA RUH MATI TANPA AJAL
JAUH JAUH MENCARI BILAH
BULUH ITU ADA DI DALEM BULUH
JAUH JAUH MECARI ALLAH
ALLAH ITUADA DI…………..
June 13th, 2008 at 9:10 am
itu semua percuma aja!!!!1
June 13th, 2008 at 3:03 pm
adjkandlnasldnasd
June 25th, 2008 at 12:33 pm
minta tolong kasih judul buku makrifat ya !
June 28th, 2008 at 2:09 pm
tolong bantu aku pahami semua ini. Aku masih berputar-putar. Aku bisa mengerti teori namun belum dapat mengangkap “rasa”
July 3rd, 2008 at 4:18 pm
Nah ini dia, yang bisa diajak mikir untuk pulang kepadaNYA(innalillahi wainna ilaihi roji’un : aku dari dan akan kembali padanya), OK para sahabat, untuk mencari hidup yang benar itu diperlukan pengertian yang benar pula, jadi gak asal ikut/taqlid dan kemudian fanatik buta, sebenarnya Innaddina ‘indallohil islam jangan diartikan sesungguhnya agama yang di RIDHO’I Allah adalah islam ini pengertian yang salah, karena dalam ayat tsb gak ada kata ridho atau seharusnya ayat tsb : Innaddina ‘indallohil “dinul islam” tapi hil islam, jadi seharus pengertiannya menjadi : sesungguhnya intisarinya agama adalah Pasrah, jadi nyambung dengan Hadits Nabi : Awaluddin Makrifatullah (awalnya addin harus makrifat/mengenal Allah dulu) dan untuk bisa makrifat kepada Allah itu dibutuhkan suatu kepasrahan. jadi mau pake agama budha,hindu,islam,atau kristen yang penting beliau bisa makrifat/mengenal Tuhan yang Maha Esa ya monggo-monggo aja, toh anda mau ke Kraton Yogyakarta silahkan mau pake kendaraan apa dan jalan yang mana pasti nyampek kesana, asal tahu jalan dan pake kendaraan atau jalan kaki, ya tentunya nyampeknya gak sama. kalau gak percaya coba aja lihat Al-Qur’an Surat Albaqoroh ayat 62 :
62. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin[56], siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah[57], hari kemudian dan beramal saleh[58], mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
he… he … tentu saja kata-kata ” siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah ” ialah orang yang sudah mampu makrifat kepada Allah.
Dan tentu saja bukan hanya makrifat kepada sifat(sifat yang 20, asma(asma’ul husma, af’al nya(adanya lagit,bumi dsb) saja, tapi juga kepada zat/wujudnya juga, ingin bukti Coba buka Al-Quran QS(17) : 72 adalah sbb :
72. Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
jadi tahu akan Beliau jangan nunggu dialam Akherat ntar tambah sesat kata kitab Al Qur’an.
jadi kalu dihubung dengan syech siti jenar, sunan kalijogo, al hallaj ya gak salah ajaran beliau ini.
OK gitu dulu dan trim’s untuk semua sahabat ( sorry baru tahu forum ini)
July 5th, 2008 at 9:18 am
Please visit us at http://airsetitik.co.cc or http://airsetitik.tk
July 7th, 2008 at 4:11 pm
urip ngertio maknane urip
July 17th, 2008 at 11:10 am
MasDedy saya tertarik dengan apa itu KAWRUH JIWO , bisa ngasih alamatnya di bandung dan tolong alamatkan ke ” arakhman1961@yahoo.com ” . trims ya
wass.wr.wb
gusdur
July 19th, 2008 at 2:34 am
saya sudah membaca beberapa kali buku tersebut yang banyak berguna untuk saya khususnya orang jawa yang mana SUNAN KALIJAGA memberikan pandangan islami yang berakar budaya jawa ,buku ini juga membantu terapi jiwa saya pada saat menghadapi masalah selain sholat dan berdoa kepada ALLAH…semoga ini bisa menjadi masukan bagi yang belum membacanya..
July 25th, 2008 at 12:14 pm
wah…Matur Suwun…Mugi2 kang moho dumadi maringi Ridlo ten Panjenengan Sedoyo
Sakniki juarang tenan pangumpul sederek2 seng pengen ndepe2 mados ilmune fengeran lewat pituah kejawen…
July 26th, 2008 at 12:24 pm
ini pengetahuan yg baik… kenapa nggak sharing aja di milis tertentu.. misal milis makrifat.
July 30th, 2008 at 11:20 am
Saya termasuk yang mengamalkan ajaran sunan kalijogo dengan ilmunya makrifat jawa atau istilah jawanya sedulur papat limo pancer dengan menyatukan empat unsur yang ada dalam diri manusia yaitu air,api,tanah,angin.yang semuanya itu dapat diamalkan. Kita memiliki kemampuan dan empat unsur tersebut harus bersatu, selama ini kita ketahui bahwa yang belum bersatu adalah unsur api.
Saya sangat setuju dan sangat senang sekali masih ada orang yang tahu tentang kidung rumekso ing wengi(tembang penjaga malam).
kunjungi blog saya : kaumsufi.blogspot.com
July 31st, 2008 at 11:49 am
apa ajaran- ajaran yang dimiliki dan dilaksanakan oleh sunan kali jaga semasa hidupnya?
August 19th, 2008 at 1:45 am
menurut saya, makrifat adalah tataran tertentu sehingga tercapai kedekatan dengan Nur Illahi. Secara Islam makrifat dapat dapat dicapai dengan langkah-langkah : bersyareat dahulu,kemudian hakekat, baru bisa mencapai makrifat. hati-hati dengan makrifat, karena jika tidak dilakukan dengan langkah langkah yang telah ditentukan oleh Al qur’an, mleset-mlesetnya malah masuk dalam “Black hole”. karena banyak yang telah mengklaim tentang tataran makrifat ini tanpa bersyareat terlebih dahulu.lebih bahaya lagi mengklaim bahwa telah bertemu dan menyatu dengan Illahi, wah jadi kelewatan kalo kayak gini….bisa disebut kesombongan yang berlebihan. Manusia hanya makhluk kecil dan lemah, tidak bisa dibandingkan dengan kebesaran Illahi yang Maha Besar.
September 19th, 2008 at 8:32 pm
salam,
saudara seahli, bagaimana bisa saya dapatkan buku mistik dan makrifat sunan kalijaga
September 24th, 2008 at 6:22 pm
aku punya sahabat sering bertemu beliau
dan secara pemahaman jika ditulis tidak mungkin dimengerti, begitu juga jika didiskusikan, karena itu merupakan ilmu rohani – ilmu nurani, kalau ilmu nurani yang dipelajari maka gurunya pun mengajarkan melalui nuraninya kepada nurani muridnya, jadi untuk mempelajari hal tersebut yah harus berguru ke para sunan itu. supaya tidak salah kaprah, kan orangnya sudah wafat?- iya jasadnya yang wafat, nuraninya tidak.
syarat nya berguru :
-bersihkan hati/diri ala ESQ
- ihlas beribadah karena Allah
- semua kelakuan dunia harus karena Allah
-setiap tarikan nafas merupakan zikrullah
nah yang bisa bimbing untuk itu banyak diantaranya :
-Bapak Abu Sangkan
AMIN
bukan sesuatu yang susah jika Allah menghendaki, maka mintalah pada Allah jangan lewat riset
September 25th, 2008 at 11:51 am
ass wahai teman,wahai sahabat,wahai saudara,wahai kekasih, yang selalu ada walaupun aku tiada, yang selalu memeberi apapun yang kupinta ……………….. oh saudaraku seiman masih adakah orang yang memberi jalan tuk menolongku guna menemui kekasih ku, bila ada tolong tunjukkan karena aku menyadari bahwa dia kekasihku tapi aku belunbisa ketemu karena terhalang tirai ,padahal aku kepingin berkasih mesra dan bermanja-manjaan
September 25th, 2008 at 12:09 pm
ass saudaraku dimana saya bisa belajar tuk memahami dan menjalankan ilmunya jeng sunan kali jaga bila ada dimana dia aku butuh bimbingan aku butuh penunjuk jalan aku butuh seseorang yang mendampingiku guna menuju tujuan akhir hidup ,tujuan dimana jalan untuk menuju pulang kerumah ,tolong kalo ada kirimkan ke Zai_haji@yahoo.com
October 2nd, 2008 at 3:34 pm
ass,saudara2ku yang seiman, ilmu ma’rifat menurut pemahaman saya adalah ilmu kasampurnan atau ilmu selamat dalam artian selamat dunia sampai akhirot. oleh karena tiada agama lain kecuali Islam yang mampu membimbing kita untuk selamat dunia sampai akhir Ruh {akhirot}. mudah2an kita semua adalah hamba2 Allah yang tetap iman dan Islam Amien 3x
October 14th, 2008 at 8:50 am
Salam untuk semua, semoga Alloh senantiasa membimbing kita semua.
Menuntut ilmu adalah wajib, karena Kanjeng Nabi dawuh ojo ngamal tanpo ilmu. Dan ilmu yang pertama wajib dipelajari adalah ilmu tentang Alloh alias makrifat, karena gimana kita ibadah dengan benar kalo tidak tahu untuk siapa ibadah, gimana bisa nyembah dengan benar bila belum kenal betul dengan yang disembah, tapi harus diingat ojo koyok iblis dia udah makrifat alias kenal Gusti Alloh tapi rumongso luwih apik soko adam akhir-e dadi sombong nek wis ngono ujungnge lali maring Gusti Alloh juga,lali nek kabeh ngono mau sing dadekno Gusti Alloh akhir-e tanpa sadar ora nurut maring Gusti Alloh.
Para konco kabeh wong nek lagi belajar sing perlu diwaspadai yoiku ati2 karo “rumongso weruh alias rumongso pinter” akibate iso koyok iblis ujung-ujung-e ora ikhlas, ilmu iku perlu lan wajib tapi ilmu bukanlah segala-galanya, hanya Allohlah yang segala-galanya dan hanya untuk Allohlah segala-galanya, Alloh mau jadikan hamba-Nya jadi apapun suka-suka Alloh karena kita memang milik-Nya, namanya milik ya terserah yang punya. Sing jelas Gusti Alloh seneng maring wong sing seneng berbuat baik karo mahluk-e. Gusti Alloh seneng maring hambane nek diperintah nurut lan nek dilarang yo nurut alias ora kakean takon lan nek diparingi yang nrimo opo anane.
Kanjeng Nabi dawuh : “barangsiapa yang belajar alias menuntut ilmu lalu mengamalkannya maka Alloh akan menganugrahkan padanya ilmu/pemahaman yang belum ia ketahui.”
Kata Imam Al Ghozali : “Sebaik-baik manusia adalah yang berilmu,sebaik-baiknya yang berilmu adalah yang beramal, dan sebaik-baiknya beramal adalah yang ikhlas.” Ikhlas iku hadiah dari Alloh, wong sing iso ikhlas iku semta-mata paring-e Gusti Alloh, tanpa anugrah dari Alloh pasti ora iso ikhlas, dadi nek ikhlas yo mbalik-e ning Alloh maneh ora ning awak-e dhewe.
Ikhlas iku penting tapi lebih penting lagi amal, soale amal iku kewajibanne hamba ikhlas iku urusanne Alloh,ganjaran iku penting tapi ibadah iku luwih penting maneh, soale ibadah iku kewajibanne makhluk sedang ganjaran iku paring-e Sing Nggawe urip.
Ingat dawuh-e Syech Achmad A’thoillah r.a : “Sebaik-baik karomah yaitu bisa istiqomah ibadah dengan baik dan benar (lahir-bathinne apik) pada Alloh Swt.”
Nek wis iso istiqomah ojo lali bahwa istiqomah itu pemberian Alloh dadi nek wis istiqomah isine yo cuma syukur maring Gusti Alloh wujud-e ibadah, dadi ibadah iku ngono sakjane wujud syukure hamba nang Gusti Alloh.
Sepurane nek tambah bingung soale aku dhewe yo isih bingung…….
Semoga Allogh mengampuni kita semua…..amin.
Wassalaam
October 21st, 2008 at 2:07 pm
Agama Islam ternyata sangat dalam dan jika ingin memperoleh pemahaman yang hakiki maka diperlukan dengan ikhlasan, kebersihan hati, keterbukaan hati dan mendapat petunjuk dari Allah SWT. Islam tidak cukup hanya menjalankan semua ajaran Syariat.
Kita harus tahu dan mengerti sejarah agama besar yang ada di Indonesia, tahu dan mengerti sejarah Adam, tahu dan mengerti mana ajaran Nabi dan mana ajaran Rasul. Tentunya semuanya itu harus mengerti dengan sebenar-benarnya. Mohonlah agar dibukakan hati dan pikirnya untuk dapat ngerteni ini semua. Tentunya tidak dengan fanatik buta yakni merasa dirinya paling tahu dan hebat dan paling benar sehingga hatinya tertutup apalagi untuk merenung dan menerimanya.
Hanya orang-orang yang telah dibukakan hati dan pikirnya serta telah mendapat petunjuk dari Allah yang dapat menerimanya.
Dia memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. (Al-An’am, 88)
Jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqoroh, 38)
Mereka itulah yang telah mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Al Baqoroh, 5)
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. (An Nahl, 105).
Janganlah kiranya atas kesepakatan orang ramai terhadap sesuatu yang di ada-adakan sesudah para sahabat Rasullullah. Yang baik sekarang, ialah orang yang bekerja untuk dirinya sendiri dan diam. Juga di antara tanda-tanda ulama di akhirat itu, sangat menjaga diri dari perbuatan-perbuatan bid’ah meskipun telah mendapat persetujuan dari kebanyakan ulama.
Jangan menilai manusia untuk hal beribadah kepada Allah dengan melihat dari Dhohirnya saja, misalnya si Fulan tidak pernah melakukan Sholat lima waktu atau tidak pernah berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian si Fulan di vonis mengikuti ajaran sesat atau kafir. Karena hal beribadah kepada Allah, yang tahu hanya si Fulan dan Allah saja. Benar dan salah; diterima atau tidaknya ibadah hanya Allah saja yang tahu karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Benar.
Bagaimana kalau si Fulan memang sudah tidak melaksanakan ajaran tingkat Syariat lagi??? Tetapi sudah menjalankan pada ajaran tingkat Hakikat Ruh dan Ma’rifat??? Ibarat sekolah si Fulan sudah pada posisi sekolah untuk meraih gelar Doktor, sedangkan manusia yang memvonis si Fulan biasanya masih dalam taraf sekolah dasar. Si Fulan tidak akan balik menghujat atau mengomentari karena sudah pada tataran tingkat tinggi sehingga maklum kepada anak sekolah dasar. Mari kita lihat pemahaman berikut:
Anak Sekolah Dasar karena sesuai pakem guru yang mengajarkan dan sesuai taraf pemahaman paling dasar maka contoh harus dibuat paling mendasar dan paling mudah. Cara mendapat nilai 2 di Sekolah Dasar adalah 1 + 1 = 2; tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, hasil angka 2 dapat diperoleh dari 6-4=2 dan seterusnya mengikuti tingkat pemahaman dan daya nalar seseorang.
Anak SD memandang bahwa pelajaran tingkat SMP sangat sukar untuk dipahami apalagi dimengerti, itu sangat dimaklumi karena daya nalar, pikir, kematangan anak SD belum sampai untuk menerima pelajaran tingkat SMP, namun lain, bahwa murid SMP dapat paham akan daya nalar dan pikir anak SD, sehingga maklum. Apalagi kalau sudah memperoleh gelar Doktor tentunya hanya memaklumi pelajaran tingkat Sekolah Dasar dengan segala keterbatasannya.
Apa kesimpulan dari itu:
Sama halnya dengan pemahaman agama, jika si Fulan sudah pada tataran tingkat tinggi yakni pada tingkat Hakikat Ruh dan Mari’fat, dia akan maklum dan cenderung tidak akan bereaksi dengan hujatan manusia. Karena jika ditanggapi maka di khawatirkan akan timbul Bid’ah dan akan mengurangi ibadah kepada Allah.
Jika tingkatan ajaran di atasnya akan menjadi maklum dengan tingkatan ajaran dibawahnya, begitu seterusnya. Murid SMP akan maklum dengan daya nalar dan pemahaman murid SD dan seterusnya.
Janganlah kiranya atas kesepakatan orang ramai terhadap sesuatu yang di ada-adakan sesudah para sahabat Rasullullah. Yang baik sekarang, ialah orang yang bekerja untuk dirinya sendiri dan diam. Juga di antara tanda-tanda ulama di akhirat itu, sangat menjaga diri dari perbuatan-perbuatan bid’ah meskipun telah mendapat persetujuan dari kebanyakan ulama.
Mari coba lihat di sekiling kita, banyak orang yang baru tahu sedikit tentang ajaran Islam, kemudian sadar atau tidak sadar menyimpulkannya sendiri dan seolah olah menjalankannya itu sudah merasa paling benar dan hebat, petik ayat Al Qur’an sana sini sambung sana sini beri bumbu kocak biar banyak penggemar (itu semua tidak lebih dari tong kosong nyaring bunyinya). Apakah mereka sadar, kalau sudah mempermainkan dan mendustakan agama? Dan apakah mereka juga mengerti bahwa hal ini dilarang oleh agama? Karena mereka menyimpulkannya sendiri menurut pengertian dan sekehendak hatinya, bukan karena petunjuk dari Allah. Hanya orang-orang yang telah diberi petunjuk dengan benar yang dapat mengerti arti sebenarnya dari ayat yang tersirat dan tersurat.
Para sufi tidak pernah bercerita kepada umum kecuali kepada kalangannya sendiri atau kepada orang-orang yang terpilih.
Ibarat ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, para ahli agama (Sufi) yang mumpuni mereka semakin berisi semakin menjauh dari keramaian, mereka asyik menyendiri dan bicara seperlunya saja.
Al Qur’an Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. (Faathir, 32)
Dia-lah yang menurunkan Al Qur’an kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. (Ali Imron, 7)
Ayat-ayat Al Qur’an berisi ayat yang tersurat (mutasyaabihaat) dan tersirat (muhkamaat). Jika ingin memahami, memperdalam, menjalankan, maka sebaiknya kita harus paham dan mengerti bahwa isi kandungan Al Qur’an terbagi 3, yakni:
1. Wa Hu wa Qur’aannul Majid (Cara mendekatkan diri kepada Allah)
2. Wa Qur’aannul Karim (Memuliakan Bahasa dan kandungannya)
3. Wa Qur’aannul Hakim (Hukum dan peraturan berikut halal haram)
Jika kita ambil semuanya dalam satu kesatuan maka ibarat manusia makan pisang dengan kulitnya, yakni rasanya ramai seperti permen nano nano, ada rasa masam, manis, sepet, pahit.
Begitu juga dalam ayat Al Qur’an berisi cerita yang baik dan tidak baik, sehingga manusia dituntut untuk dapat mengambil dan menjalan yang baik saja dan buang yang tidak baik.
Tidak semudah yang dibayangkan untuk mempelajari Al Qur’an meskipun telah belajar dari Sufi yang mumpuni, karena itu semua sangat tergantung dari kebersihan hati, keikhlasan, keterbukaan hati dan telah mendapat petunjuk dari Allah. Apalagi jika mengkaji ayat-ayat yang tersembunyi arti dan maksudnya, semua itu mengandung bahasa tingkat tinggi.
Janganlah memperdebatkan halal haram, susunan bahasa, cara membaca, surga, neraka dan pahala tetapi lupa bagaimana cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al-Maidah, 35)
â€Tiap-tiap orang berbuat menurut keadannya masing-masing†Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (Al-Israa, 84)
Yakni Isi Al Qur’an yang berisi bagaimana manusia mendekatkan diri kepada Allah dengan menggunakan Rohani yakni dengan Tafakur di malam hari sampai dengan menjelang Shubuh. Yakni tidak menggunakan jasmani dengan Sholat Tahajud dan berzikir.
Banyak manusia demi harga diri berani mati, itu namanya mati sia-sia. Apa harga diri dibawa mati? Apa yang didapat ?? Cuma kehebatan dan menjadi decak kagum bagi manusia yang ditinggalkan (masih hidup), bahwa si fulan berani mati karena membela harga diri keluarga atau membela harga diri karena dihina? Apa mereka dapat membantu si fulan yang sudah mati dengan sia-sia? Setelah mereka yang memuji si fulan semuanya meninggal beberapa tahun kemudian? Apa yang terjadi dengan berani mati demi harga diri dikemudian hari?? Judulnya siapa si fulan? Mereka tidak kenal dan tidak ada yang cerita, karena semua saksi hidup sudah meninggal ??? Mungkin hanya keturunannya saja yang mungkin juga tahu cerita dari katanya tentang kisah heroik berani mati demi harga diri si fulan?? Apakah seratus tahun kemudian sejak si fulan mati sia sia itu masih ada yang ingat dengan kisah heroiknya?? Jawabnya mendekati mustahil, kecuali si fulan memang tokoh nasional?? Bagaimana si fulan setelah mati ??? Fulan hanya bisa menyesalinya di akhirat. Kenapa fulan dulu tidak bisa mengendalikan emosi dan hal-hal duniawi lainnya ???? Anak keturunannya juga sudah pada meninggal? Fulan cuma bisa menyesalinya karena fulan mati dengan sia-sia dan ruhnya tidak kembali kepada sang pencipta karena fulan ketika masih hidup di dunia tidak dapat menjaga ruhnya dengan baik dan benar. Ntah ruh si fulan nyangkut dimana???
October 21st, 2008 at 9:14 pm
Assalamu’alaikum saudara2ku sekalian,
Kita semua memaklumi kehebatan sunan kalijogo dalam berdakwah khususnya metode dakwahnya yang berhasil meski berhadapan dengan kultur Jawa, hindu dan buda dalam memberikan pencerahan tentang Islam yang rohmatan lil’alamin. Dan tetap bisa membimbing umat tuk ma’rifatulloh sebagai tujuan hidup dalam pencapaian kebahagiaan yang sempurna/ ilmu kasampurnan, dan nilai2 keluhuran yang sudah lama tertanam di kultur jawa. Dan agama islam sendiri tujuannya untuk menyempurnakan akhlak manusia, baik hubungannya kepada sesama, alam sekitar atau kepada sang pencipta da bukan sekedar bisa berbahasa arab, bisa membaca kitab atau berpakaian yang beratribut islami, tapi jauh dari itu dapat sebagai kholifah di muka bumi, lahirnya menapak bumi (melaksanakan aktifitas umumnya) tapi hatinya di langit (hati terasa kroso lan rumongso) bahwa segala amal kebaikan yang diperbuat adalah karena daya dan upaya sang Pencipta semata.
October 29th, 2008 at 3:01 am
asalamualaikum wr. wb. saya berharap semua dapat mengerti di dalam isi sholat tahiyat akhir, bahwa yang nanti masuk dalam kebahagiaan di kehidupan yang akan datang bukanlah nabi, syekh ataupun wali melainkan orang yang soleh,
jadi dalam kehidupan seksrang ikuti saja proses illahi, jangan terkurung dalam dimensi ilmu atau keinginan keinginan tertentu. wassalam
November 4th, 2008 at 11:45 pm
ass.wr.wb
Hyang sukma adi Luwih Payungana janeng kula. Kandjeng Sunan Kalijaga merupakan salah satu waliyullah dari ribuan waliyullah lainnya. Kandjeng Sunan dapat mengajarkan ISLAM tanpa meninggalkan Jawa. Beliau seakan seorang yang insanul kamil. dan tiada yang tahu kapan persis kematiannya. Kita harus mencontoh beliau, sebagai umat Rasulullah SAW dan mempelajari agama seutuhnya. Dan memehami “Sejatining Urip, Sejatining Panembah, Kasampurnaning Pati.”
November 5th, 2008 at 11:48 am
Aku harap semua anak muda mw mempelajari kejawen kebudayaan kita,apaalgi mau mengamalkannya……uhhh pasti asyik banget!!!!!!!!!!!
gue kagum paling ma kanjeng sunan kalijaga,
pkoknya beliau Is The Best deh soal ajarannya………………..
November 13th, 2008 at 1:03 pm
Ilmu yang melalui buku adalah untuk “tahu” sahaja.
Yang penting adalah kefahaman atau apa yang terlintas pada hati (Ruh Jasmani dan akal)dari pembacaan kitab itu; mestilah berhati2 dan dirujuk kepada firman dan hadis dan guru yang murshid.
Itu lah yang sebenar di ajar kepada kita oleh …….
“Makrifat” adalah “yang” diperlihat oleh Tuhan, Hyang Sukma, Hyang Widi; dan yang melihat adalah juga Hyang Sukma, Hyang Widi. (….,Zat, Sifat, Asma, Afaal) kita hanya menerima hikmah dari makrifat itu akibat permintaan dan amalan “kita”.
Itulah martabat amalan yang harus di amalkan, bukan untuk didebatkan dan menyalahkan satu sama lain.
November 13th, 2008 at 2:06 pm
Kami menjawab persoalan GaWil,
Sunan Kalijogo & Sitti Jenar tidak bermaksud -manunggaling kawula gusti adalah “bersatunya manusia dengan tuhan”.
Kefahaman kita yang salah. Pentafsiran perkataan “bersatu” itu yang salah.
manunggaling kawula gusti – adalah “pengakuan diri” “iktikad kita” asal (Zat kembali kepada zat). (Dari Allah kepada Allah) (Innalillah)( WailaihiTurjaun) (Kamil Mukamil)
“Kita tetap diri kita” bukanya Tuhan.
” Tuhan “Niat..atau (Kun….)” maka mendadi roh.. mendadi kita bukannya “dirinya sendiri” mendadi kita.
Tuhan tetap Hyang Tunggal tidak serupa dengan segala sesuatu. (tidak nampak)
Yang dikatakan oleh Uneng Siti Jenar, Mansur Al Hallaj “Ana al-haq” bukan bererti mereka mengakui diri mereka itu Tuhan. Bukan sewenang-wenangnya.
Bahkan” Zat,..Hyang Sukma..Al Haq (Kebenaran)” Tuhan lah yang berkata-kata.
Mereka telah tenggelam didalam zat, (Wailahi turjaun)
Mesti faham entiti atau makna Tuhan, Allah, Hyang Sukma,Hyang Widi, Nur Muhammad, Cahaya, umat Muhammad, Roh dan lain2)
Entitinya sama , cuma bahasa yang berlainan.
Jadi kita tidak perlu mempersoalkan kerana yang dipersoalkan itu adalah “kefahaman atau tahap pengetahuan” kita tentang tuhan dan kejadian manusa.
Kita perlu memohon kearah sebenar-benar jalan menuju nya.
November 22nd, 2008 at 10:32 am
ASSALAMUALAIKUM,,..,,
aku ngefans banget sama kanjeng sunan kalijaga…
apa lagi sekarang ini aku lagi memperdalam ilmu aku dari kanjeng sunan kalijaga..
aku sekarang jadi tambah percaya diri karena aku mengikuti ilmu yang di beri oleh sunan kali jaga, meskipun tidak secara langsung , tapi aku sangat menikmati ilmu yang di turunkan oleh sunan kalijaga kepada cucu – cucunya seperti kami saat ini.,….
banyak sekali ilmu yang diberi oleh kanjeng sunan kalijaga , meskipun banyak tapi aku tidak pernah berpikir kalo ilmu ini haram untuk di lakukan. karena di dunia ini tidak ada ilmu yang haram. kan semua ilmu itu milik ALLAH.SWT.
betul?????
aku sangat suka sekali dengan kelakuan kanjeng sunan kalijaga yang amat sangat santun sekali di kalangan masyarakat…
termasuk buku yang di terbitkan ini juga tidak terlalu jelek tapi malahan sangat bagus bisa menambah wawasan buat ilmu agama yang lama kelamaan menjadi pudar seiring dengan perkembangan teknologi yang membuat manusia menjadi bingung.. dan di perdaya oleh komputer…
jadi untuk meningkatkan ilmu keagamaan kita maka harus di galakkan sekali dengan adanya buku -buku dan semacamnya untuk jiwa muda yang akan datang nantinya…
aku butuh bantuan buat para umat ALLAH dan pecinta RASUL dan pengikut setia WALIALLAH…..
aku ingin bimbingan nya untuk menuju hidup yang lebih menjerumus ke agamaan yang membuat percaya diri menjadi utuh lagi dengan ilmu AGAMA PASTINYA,..,
NI email aku,.,.,
MIFTAKHUMRONI@YAHOO.CO.ID
WASSALAMUALAIKUM,,.,.,.,.,.
November 25th, 2008 at 12:24 pm
untuk mencapai tahap manunggaling kawula gusti, bersihkan qolbu dari berbagai penyakit. dan perhatikan nafas
November 28th, 2008 at 4:13 pm
sudah lama saya membaca artikel panjenengan, tentang kaidah kaidah kemakrifatan.akan tetapi dari apa yang telah diutarakan membuat saya ingin mengetahui lebih jauh tentang ajaran kemakrifatan.tapi sebe,umnya nyuwun sewu apa yang telah diutarakan kesemuanya merupakan hasil lelaku jenengan ataukah semuanya hanya sebatas ranah pemikiran,dengan kata lain kesemuanya merupakan kasanah pola pikir.matur suwun.
November 28th, 2008 at 4:17 pm
dari apa yang saya amati selama ini, kasanah kemakrifatan yang anda sampaikan membuat saya ingin bertanya tentang kesemuanya wacana tersebut apakah nerupakan hasil lelaku spiritual anda ataukah hanya sebatas ranah pola pikir,dengan kata lain merupakan hasil pemikiran dan perenungan semata.matur suwun.
November 30th, 2008 at 12:31 am
untuk semuanya. Ilmu itu bersatunya Sareat, Hakekat, Tarekat dan Ma’rifat. didalam buku (kitab) Hikam sareat itu di umpamakan perahu yang berlayar di samudra, sedangkan Hakekat adalah samudranya itu sendiri yang membawa perahu ke tengah2 samudra, tarekat adalah kemudinya, sedangkan Ma’rifat itu adalah Mutiara di dalam tengah-tengah samudra. jadi untuk mendapatkan ma’rifat itu tidaklah mudah, harus ada Guru yang menjadi petunjuk jalan (Guru mursyid) yang mengajarkan tentang Islam yang sebenar-benarnya-benar dengan didasari oleh gapura Isalam yaitu Al-Qura’an dan Hadist. banyak paguron yang mengakui mengajarkan Ma’rifat tanpa dasar Qur’an dan Hadis, hanya omongan biasa saja. karena sekarang banyak Ilmu Istijrad yang berkedokkan Ma’rifat. Hati hati yach….. jangan sampai kecolongan. yang paling penting bersihkan hati dan fikiran kita dan selalu berfikir positif.
December 8th, 2008 at 11:36 am
Rumekso ing Wengi —– > mempunyai kekuatan yang dahsyat bila yang me-nembangkan/melantunkan/menyanyikan juga menyertainya dengan LELAKU .
Ora et labora : Donga lan Lelaku . Donga/doa saja –> yah sekedar umak-umik di mulut saja, tidak berarti apa-apa tanpa LELAKU .
Kidung Rumekso ing Wengi dalam buku nya Achmad-Chodjim: Sunan kalijaga : Mistik & Makhrifat hanya ada 5 pupuh . Kurang komplit . Seharusnya kidung itu mempunyai : 10 pupuh .
kanjeng Sunan kalijaga : membagi 4 tingkatan dalam pencapaian Makhrifat seperti halnya Ibnu Godjali . Syariat –> tarekat –> hakekat —> Makhrifat .
Kanjeng Sunan Kalijaga ( dihadapan sidang para Wali ,diketuai Syech Maulana Malik Ibrahim ) :… kanjeng sunan , ewodene syahadat,sholat,puasa,zakat lan haji meniko namung dunungipun syariat , utawi tetalinipun Islam , anamung Kanjeng Sunan, SEJATI nipun ISLAM inggih meniko ..NAPAS INGKANG TANPA PAKEN ,artinipun .. menawi kita bade manunggal ing Gusti Kang Ghaib, kita ugi kedah mateni napas supados saged manunggal ing Gusti wau .
December 15th, 2008 at 12:55 pm
Di atas merupakan judul yang bagu tetapi lebih bagus dan benarnya lagi jika tidak lagi mistik dan makrifat, namun… HAKIKAT DAN MAKRIFAT KANDJENG SUSUHUNAN KALI JAGA, Itu lebih luas dan lebih benar adanya. Mistik berbeda dengan keajaiban, dan bukan tingkatan dalam Agama Allah SWT. tingkatan yang dimaksud spt Syari’at, THariqah, Hakikat, Makrifat, dan mistik tdk termauk didalamnya.
December 15th, 2008 at 1:03 pm
Di atas merupakan judul yang bagus tetapi lebih bagus dan benarnya lagi jika tidak lagi mistik dan makrifat, namun… HAKIKAT DAN MAKRIFAT KANDJENG SUSUHUNAN KALI JAGA, Itu lebih luas dan lebih benar adanya. Mistik berbeda dengan keajaiban, dan bukan tingkatan dalam Agama Allah SWT. tingkatan yang dimaksud spt Syari’at, THariqah, Hakikat, Makrifat, dan mistik tdk termasuk didalamnya.
December 22nd, 2008 at 11:38 am
HALO PARA MANUNGSA YG MEMBACA TULISAN Q NI…PERKENALKAN SAYA ADALAH INSAN YG DI LAHIRKAN DI DUNIA INI INGIN BERBAGI PENGLAMAN di dunia supranatural/kebatinan tentang syariat saya sndiri mykinkan adanya ilmu allah yg dbrikan kpd manusia sjak lahir dan sy jg tlah mraskan kbnaran adanya syariat dan sy sndri sdang dlm prjlanan mnjalalnkn amanah yang d brikan oleh allah.brupa ilham/kekuatan yg tak smbarang manusia bisa pelajari.umur saya 16 thn sy brsykur di usia mda ni sy bs mmpljari,memahami arti dari syariat dan tharekat.mungkin sy manusia yg trpilih dan yg d pilih oleh allah utk menjalankn amanah ini,semata-mata semua itu utk myknkan ktaqwaan qt kpd allah dan qt bs jd insan yg mulai amie…
December 22nd, 2008 at 11:53 am
asslm……..wr.wb
sblum’a sy minta maaf emang bnar pljaran ma’rifat itu bagus,ttp ssnghnya hnya manusia trtntulah yg bs mempelajari
tp psan sy buat pmbaca JANGAN SEKALI-KALI MENCOBA MENGAMALKAN KELEBIHAN ILMU MA’RIFAT KARNA SANGAT BERBAHAYA TANPA DI DASARKAN SYARIAT-SYARIAT ISLAM YANG KUAT !!!!!!!!!!!!
krna kbnyakn manusia yg mmpelajri ma’rift tnpa di dasari syariat yg kuat bs salah tanggap atau terjerumus kesesatan!!!!!1kekuatan ma’rifat sungguh dahsyat tdk bs d terima dgn akal sehat walaupn sy sndiri mngrti dasar-dasar ma’rifat,sangat mengerti benar wlpun sy tdak mngamalkan bagi sy mplajari syariat sj sdh cukup,
December 23rd, 2008 at 7:54 pm
Ass.Wr.Wb
Kalau pandangan aku, Hidup itu intinya segala yang kita lakukan dan kita niatkan semata-mata karena Alloh SWT, dengan petunjuk Al-quran dan hadist. Dalam perjalanan hidup apabila mendapat sesuatu yang tidak baik kita terima dan kembalikan kepada Alloh dengan sabar, doa, dan tawakal. Dan kalau kita dapat kegembiraan kita juga kembalikan kepada Alloh dengan bersyukur. Insya Aloh dengan bersyukur nikmat Alloh akan ditambah.
Dengan hal diatas kita akan merasa bahagia atau perasaan dalam hati merasakan kehadiran Alloh sebagai tujuan yang membuat tentram hati kita, bahwa Alloh SWT Yang Maha Besar, Maha Pengasih, Penyayang, dan banyak lagi.
Wass. Wr. Wb
December 27th, 2008 at 5:21 pm
Buat semua..
Jangan lupa ya kewajiban kita juga untuk memajukan kehidupan dimuka bumi ini, mengagungkan asma Allah SWT. serta menebar dan membuat kebahagiaan buat orang lain sebanyak-banyaknya contoh: membuat pabrik yang bisa menghidupi banyak keluarga..
dari beberapa pengalaman hal tersebut akan berjalan selaras bahkan semacam booster buat indra perasa kita, dengan apa yang saudara-saudara saat ini sedang diskusikan semoga menjadi berkah.
salam,
December 29th, 2008 at 5:16 pm
DUNIA MISTIK DAN SUPRANATURAL
PADEPOKAN METAFISIKA ASY-SYIFA’ (misi pelayanan masyarakat) Doa, Pengasih, Pelaris, Kemurahan Rezeki,Hikmat, Alam Ghaib, Kebal, Penunduk, Santau,Toyol, Jin, Syaitan, Petua, Silat, Rahsia Perkahwinan,Rahsia Wanita, Rahsia Lelaki dan Alam Ghaib
December 29th, 2008 at 9:24 pm
assalamu!!! setelah saya baca2 saran saya cuma yakin bahwa itu haq tidak batal. en balikn semua yang baik kepada Allah SWT. caritau siapa warosatul ambiya’ /ghouttsu hadazzaman RA, saat ini
December 29th, 2008 at 9:37 pm
NB”"
sering2 tawasul kpd kanjeng nabi en ghoutsu hadazzaman RA. sering melEk bengi,meres moto, lan menter weteng, dawuheng beliau. en paling penting intropeksi diri, jernihkan hati dulu, baru ketemu. trus perbamyak istighrokk, manunggaling gussti,tapi harus ada gurunya yang kamil- mukamil, untuk sadar kpd allah WA Rasulihi SAW ,mendekatkan diri kpd AllahSWT.
December 29th, 2008 at 9:50 pm
wong urip, kudu di elmoni”"!!
lan elmu kuwi kudu di uripi”"!!
eling marang gusti”
gusti ALLAH kang moho agung, moho welas lan asih, moho kaweruh,”"
mulo weruh ‘o, siro kabeh menyang gusti ALLAH, yen ora biso weroh, mulo rumongso o , di weruhi gusti ALLAH,
urib ono aturane ojo sakarepe dewe.
laa haula wala kuwwata illa billa hil aliyul adzim!!!!
December 30th, 2008 at 5:01 pm
hidup itu adalah pencarian panjang, hidup itu adalah ketersesatan jiwa, hidup itu adalah lembaga permusyawarahan untuk menentukan kita ke surga atau keneraka.
January 1st, 2009 at 11:54 am
kenapa harus ada perbedaan antara syariat, hakikat, ma’rifat???
siapa yang membuatnya???
semua itu hanyalah satu kesatuan jalan menuju alloh SWT…
jadi semua tidaklah berbeda, hanya sebuah proses yang saling berhubungan
January 1st, 2009 at 2:58 pm
Saya sangat senang dgn adanya Sunan Kali Jaga and Moga aja jadi bermanfaat dan pencerahan hidup bagi semua manusia menuju sang Illahi ( Gusti Pangeran maha Agung ). Memang sudah banyak orang jawa yang lupa akan kultur jawa yang menurut saya penting karena hidup di tanah jawa. Mengenai sedulur papat lima pancer itu maknanya sangat penting untuk dipahami. menurut saya lebih baik kita mengkaji diri karena akan mendekatkan diri kita ke Sang Illahi.
January 5th, 2009 at 7:18 am
saya senang bergabung dgn temen2 sekalian walaupun masih banyak di antara temen2 yg kayaknya blm bs memahami keseimbangan wassalam
January 5th, 2009 at 7:43 am
saya sangat tertarik sekali dengan buku2/perguruan dgn tema mencari tuhan apa lagi passya sudah menyanyikan lgu mencari tuhan. trus skarang yg saya tanyakan kenapa perguruan/belajar ilmu ma’rifat pada guru yg mursyid tentunya harus di ukur dgn uang/di beli dgn uang apa kanjeng sunan menyarankan hal itu? tlong di jawab temen2 ya… pls… de..h!
January 5th, 2009 at 1:47 pm
saya amat bersyukur kerna ramai kawan2 membincangkan hal makrifat serta mengenali diri..alhamdulillah..moga2 lebih ramai lg akan berbuat demikian..allah haq
January 6th, 2009 at 8:44 am
MANUNGGALING KAWULA NING GUSTI……MANUNGGAL.: Menjadi Satu….KAWULA:….Kita Budak Yang Talah Membusuk Untuk Tetap Harum NING:…Pada GUSTI : Sang Pencipta Maya Pada Seisinya…Kontek dari sebuah konsep ketuhanan yang perlu dicermati dan diyakini oleh setiap manusia dibumi ini bagi semua penganut ketuhanan. Keyakinan HATI manusia ketika MENGHADAP, MEMUJA. BERTAKBIR. Kita HARUS MENYATU, MENJADIKAN HATI KITA SEBAGI RUMAH TUHAN YANG KITA SEMBAH….Tampa semua itu kita MENJADI BUDAK yang tetap busuk dan HIDUP….Tampa wanginya roh-roh yang semerbak bagi kasturi….masih lanjut….coy
January 8th, 2009 at 3:40 am
ASSA ADATUL HAQIQOH NI’MATUL HIDAYAH }menjalani kisah bukti hidupku membuatku mengerti arti hadirmu dalam setiap langkah2 ku berarti
melewati setiap detik waktuku bersama takdirmu membuatku mengerti hanyalah padamu ku kembali ku ber sujut kepadamu memohon ampunanmu adakah jalan untukku tuk kembali padamu}Ungu. oia temen bagaimana cara menganalisa
[Try in one]pertama2 adalah firman lalu firman itu bersama dgn alloh kemudian
dia adalah allah. menurut pengertian hakikat ma’rifat katanya ini benar tlong
dijawab? soalnya dr kemaren2 pertanyaan aq ga dijawab2
January 8th, 2009 at 3:45 am
gemah ripah lohjinawi
toto titi tentrem
toto raharjo
January 11th, 2009 at 1:33 am
Asalamualaikum Wr.Wb
Kulo nyuwon pangapunten engkang katah
ini kan membahas Ilmu Allah yang secara Global Sangat Luas….
dan itu semua pasti memiliki dasaran
Dasarane Ilmu Niku Nopo….?
Mohon di Bantu Kirim di
email Zie_chandra2@yahoo.co.id
RUSAKE ILMU SOKO LAKU
RUSAKE LAKU SOKO NIAT
RUSAKE NIAT SOKO BINGUNGE ATI
January 12th, 2009 at 1:46 pm
Sampurasun kasadaya dulur-dulur anu ajeug pageh pamadegan, hoyong mulih ka jati mulang ka asal
Sepengetahuan yang saya alami, ilmu ma’rifat kangjeng syeh sunan kalijaga (raden sahid) dan kangjeng syeh siti jenar ( syeh Abdul jalil ) adalah ilmu yang dapat membuktikan, atau merasakan ” kita berasal dari Allah dan kita kembali kepada Allah ” ( Inna lillahi wainna ilaihi raaji’un ). Gambaran ma’rifat itu seperti intan berlian yang ada di dalam samudra, untuk medapatkannya kita memerlukan kapal yang mampu mengarungi tengah samudra yang banyak ombak dan badai, serta seorang nakhoda yang mempu membawa dan mengendalikan kapal kepada tengah samudra yang ada permatanya. Kapal adalah gambaran dari syari’at, nakhoda adalah tharikat, samudra adalah hakikat dan intan berlian adalah makrifat, semoga kita merasakannya. Amiiin.
Dalam proses mendapatkan intan permata (ma’rifat), biasanya ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu takholi dan tahalli (pengosongan dan pengisian). seperti kalau kita ingin menyetrum aki mobil, yang baik adalah habiskan dulu setrumnya sampai kosong, kemudian isi sampai penuh, lalu kita dapat menggunakannya untuk menyalakan lampu, dan kita pun dapat memprediksikan kapan lampu tersebut akan padam, dengan melihat tanda-tandanya, misalnya nyala lampu semakin berkurang dll. Pengosongan setrum adalah takholi, pengisian setrum adalah tahalli, sedangkan menyalakan lampu sehinggat ada cahaya terang benderang adalah tajali atau ma’rifat. Adapun mengetahui kapan lampu itu akan padam adalah salah satu buah ma’rifat yang akan mengetahui kapan saatnya kita kembali kepada Allah SWT atau meninggalkan dunia pana ini. insya Allah.
Menurut hemat saya, inilah yang dimaksud ” saya bersaksi laa ilaha illa Allah”. Kalau dalam bahasa matematika, laa ( 0 ) illa ( – ) ilaha = Allah ( 1 ) atau 0 – 1 = 1.
Dalam bahasa arab, inilah yang dimaksud nafi dan isbat, nafi adalah kosong (0) atau takholi, dan isbat adalah menetafkan, mengisi ( 1 ) atau tahalli. Setelah kita mengosongkan diri, isilah diri ini dengan kalimah Allah, maka hati kita akan terasa terang benderang melebihi terangnya cahaya matahari. wallahu a’lamu.
Oleh karena itu, saudara-saudaraku, kapal selalu siap untuk berlayar, samudra kapanpun menunggu untuk disebrangi, dan intan permata selalu menanti untuk dinikmati, cepatlah cari nakhoda yang mengetahui peta dan ahli, agar kapal cepat berlayar.
Demikian, sekapur sirih yang saya ketahui, semoga kita selalu bertaubat bila melakukan kesalahan. mohon maaf bila ada kekurangan, dan tolong, tolong, tolong diluruskan.
January 14th, 2009 at 12:52 pm
bagus juga sih, isi blog ini.. semoga pada era kebangkitan spiritual serkarang ini kita semua bisa mendapatkan nahkoda yang tepat untuk menuju Ma’rifat
January 14th, 2009 at 10:15 pm
Hati2 Bos banyak juga yang di gantikan sama ilmu Djjal. Kuatkan dulu syariat. Jangan coba2 langsung ke Makrifat Nih Yang di dapat oleh Kanjeng Nabi Muhammad
1. Syariat
2. Tarekat
3. Hakekat
4. Makrifat
5. Kenabian(Udah di putus Sama Kanjeng Nabi )
Satahu gue Kalo Kagak jalankan Syariat Loe Pada Kagak Bakalan Bisa Dapat semua Ilmu Isalam (Pengalaman Pribadi)
January 21st, 2009 at 10:22 pm
sebaiknya kalo mau belajar makrifat pelajarilah dasarnya dulu, jgn langsung semuanya, dipahami dulu biasanya banyak yang bingung kalo br belajar…
kalo punya guru itu lebih baik cuman ilmu itukan berbahaya banyak para wali yg meninggal karna membuka ilmu itu, makrifat itu ilmu rahasia kalo orang yang belum paham bisa menganggapnya sesat.. jadi g’ sembarang guru mau ngajarin ilmu itu..
January 30th, 2009 at 6:17 pm
commentku tadi koq nggak masuk
January 30th, 2009 at 6:28 pm
“MA’RIFAT ADALAH CINTA,CINTA ADALAH RASA,UTAMAKAN RASA,RASA TIDAK BISA DIURAI.”
January 30th, 2009 at 7:19 pm
mas galih,itu comment yg nggak msk bukan moderat tp semangat,wahai semua pembaca budiman coba tanyakan pada mas galih “kenapa”.
February 8th, 2009 at 1:19 pm
buat amalroso
mas udah baca semua dari atas apa belum….?
udah mengerti semua apa belum….?
February 9th, 2009 at 9:13 am
Sunan Kali Jaga menempuh jalan budaya untuk mengIslamkan Tanah Jawa….. Itu pendapat umum tentang beliau…Namun kiranya? apakah yang dinamakan budaya itu sebenarnya? kalau kita mau jujur, inti dari metode dakwah ini adalah “Al walayah” (faham untuk menjadi kekasih Allah dan Rosulnya… itu akan berimbas untuk berdakwah dengan cinta, tidak menyakiti perasaan, tanpa benci dan dendam karena nafsu tlh mjd muthmainnah atau tenang)
Tidak perlu terlalu njlimet dan bingung saudara, bahwasanya untuk berdakwah beliau menganut pemahaman yang berusaha merubah dengan bahasa Cinta, namun cinta itu akan terkubur dengan nafsu bagi yg belum menjalani dan memahami pentingnya Syari’at dan Thoriqot… dengan kata lain bahwasanya kita butuh Imam atau guru yg akan membimbing kita dalam membentuk benteng nafsu…karena dalam belajar hakekat dan ma’rifat akan sangat berbahaya kalau kita tidak BAKAT….karena nantinya seluruh makhluq akan berbicara dengan kita karena kesucian para pencapai tingkatan itu….
wallahu a’lam
February 11th, 2009 at 2:33 pm
Ketika para manusia berbicara tentang “berharap akan kekasihnya” Allah hanya memandangi dan memilih mana diantara mereka yang senantiasa kuat, cinta dan sanggup menerima segala ujian, cobaan serta mampu mempertahankan cinta yang Allah berikan. dan tidak ada yang tahu dimana cinta Allah disimpan, karena cinta Allah datang dengan tiba – tiba dan tanpa disangka – sangka. Allahuma Shalli Ala Sayiddina Muhammad.
February 11th, 2009 at 7:08 pm
buat eco
sudah tanya mas galih lom, apa yg nggak dimuat.
itu semua pengertian dari semua comment.
February 12th, 2009 at 10:50 am
jaman sakmeniko ewet madosi tyang ingkang purun mlajari ngelmu kejawen.amargi ajrih dipun arani sirik ananging meniko saking kitha dipun paringi saking para walisongo.supaya kitha saged ta purun mlebet agami ingkang dibetha para wali ing tanah jawi. supaya kitha saged ta slamet ing dunyo lan akhirat.kula remen sanget kaliyan Sunan Kalijogo.ing mriku kitha dipun wastani kaliyan ajaran: syariat, tarikat, hakekat, lan makrifat.
February 21st, 2009 at 12:25 pm
jangan menilai para wali dengan angka2 yg tidak akan mungkin sanggup di gunakan untuk mengukur jasa mereka dalam menyebarkan agama islam
February 25th, 2009 at 4:34 pm
Intinya “Kenalilah dirimu maka kau akan mengenal Tuhanmu”
ibarat buah: Ma’rifat daging buahnya, syariat adalah kulit pelindungnya
Wassalaam, senang bisa ikutan sharing
February 25th, 2009 at 7:52 pm
hatinurani yang risau oleh hancurnya kebudayaan jawa.
harusnya kita perjelas dulu apa yang disebut manusia jawa dan kebudayaan jawa itu. Mulai jaman apa ? kalingga ? Mataram Hindu ?, Kediri, Singasari, majapahit, demak ( jaman njeng sunan kali) dan mataram atau cuma sampai ngayogyakarta, paku alaman dan mangku negaran.
Jangan terlalu “mempolitisasi” — menurut bahasa anda — orang jawa itu halus, suka harmoni, dan anti kekerasan. Ingat!! sejarah raja-raja jawa seringkali berdarah. contohnya Persaingan Karebet dan Penangsang, Perang bubat — pembataian utusan sunda di daerah bubat — jaman gajah Mada.
Bagaimana anda bilang orang jawa anti kekerasan ?, lha wong mantenan saja nyandang keris segala seperti mau tawuran. Mbok pake “pohong” biar kelihatan damai gitu.
ALLAH itu sesuai persangkaan mahluknya.
Syariat adalah kolam yang dangkal
Ma’rifat adala kolam yang dalam.
namun kedua kolam ini menyatu dalam Arsy ALLAH.
Kalo njenengan ingin di kolam dangkal monggo, ingin di kolam dalam nggih monggo. Allah nggak paring “duka”.
Dus ISLAM itu bukan ARAB, tetapi jika ada kebudayaan arab yang terbawa sampe indonesia, harap maklum, karena bagaimanapun ISLAM diturunkan kepada manusia yang berbudaya arab, bukan manusia di ruang hampa kebudayaan.
February 26th, 2009 at 9:51 pm
ikut sharing ya
Dari atas sampai bawah saya baca, sungguh merupakan tambahan wawasan dalam membaca dan menterjemahkan ciptaan Allah, dan teman-teman sekalian memiliki wawasan yang bhineka tunggal ika namun syukur alhamdulillah kita semua masih diberikan nikmat apapun sehingga saling silahturahmi dalam media ini dengan baik. Pada suatu saat nanti dimana tingkat batin kita sudah pada titik tertinggi, akan terbuka dan semakin jelas dan terakhir dapat memaklumi segala pendapat yang timbul seperti comment tersebut diatas. monggo….
March 4th, 2009 at 8:59 am
Salam kenal
March 11th, 2009 at 5:46 pm
di mana saya bisa menemukan “galinge kangkong”
March 11th, 2009 at 5:49 pm
bagaimana saya bisa menyatukan sadulur papat?
March 11th, 2009 at 5:55 pm
ana kidung sun agidung wengi,bebaratan duk amrem winakaSang Hyang Bayu Alambean Asmoro ening
ngadek pungawak tejo
kang angidungiki yen kinaryo angawulo…
March 11th, 2009 at 8:06 pm
Belum ada komentar. Salam kenal dari mangdogar garut
March 12th, 2009 at 7:33 pm
pernah saya baca ttg makrifat
hasilnya pusing tujuh keliling….
March 16th, 2009 at 11:30 am
Lagu malam hari? apa maksud dari macapat itu? Mmm…seorang kekasih Allah (Wali) adalah orang yang teguh iman, islam, taqwa dan tawakkalnya pada Allah Swt. Mereka berhati lembut dan mudah trenyuh manakala ayat-ayat Allah menyinggungnya. Ketika reaksi itu timbul, sewajarnyalah mereka sering munajat di malam hari untuk mengeluh dan mengaduh kepada Allah Swt. Terkadang mereka menangis dalam hati, menangis dalam suara, menangis dalam “kehidupannya”. Suara tangis mereka sangat merdu di “telinga Allah” sehingga seolah sebuah “nyanyian” yang indah. Nyanyian di malam hari itu PASTI akan membebaskan petaka. Jin dan syetanpun tidak akan berani kepada meraka. Segala teluh dan sihir tidak akan mampu melawan NYANYIAN itu. Semoga begal dan rampok tidak akan berani mendengar NYANYIAN itu. Orang-orang hasud, dengki, dendam dsb tidak akan pernah sampai kepada mereka yang ber”NYANYI” di malam hari. Adakah nyanyian yang lebih indah dan merdu selain menangis TAQWA kepada Allah? Adakah NYANYIAN TAQWA KEPADA ALLAH dapak dikalahkan oleh makhluq yang zholim atau bathil?
March 16th, 2009 at 11:53 am
wew…, hebat bangetzzz…. tapi kalau mau bisa diaplikasikan silahkan buka http://www.banyuaji.com
March 19th, 2009 at 1:11 pm
saya pengen belajar ilmu agama
March 19th, 2009 at 1:34 pm
bagus, bagus………..
saya seneng ternyata banyak juga orang yg mau belajar lebih dalam.
dan saya rasa memang harus begitu, berarti ada peningkatan, naik kelas ceritanya.
jangan kelas 1 mulu. harus naik kelas 2, 3 dst….
dan ujungnya, lulusnya itu kembali kepada_Nya.
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
March 23rd, 2009 at 2:57 pm
pokkokke ok ok kabeh…..ilmu yang bermanfaat,yang pasti orang-orang yang buka web ini adalah orang2 pilihan begitu loh kang
March 27th, 2009 at 3:14 pm
wah banyuaji koq malah jadi jual ilmu, setahu saya yang namanya ilmu beli itu ada batas waktunya kaya voucher hp, tapi kalo mau ilmu yang kekal cari sendiri dengan jalan permintaan sama yang kuasa
April 6th, 2009 at 1:32 pm
SAYA ORANG AWAM PADA MASALAH MISTIK, KEJAWEN, NGELMU ATAU ENTAH APALAH NAMANYA, SAYA MAU TANYA: BERASAL DARI MANAKAH SUNAN KALIJAGA ITU ? APAKAH DIA ORANG JAWA (INDONESIA) ATAU ORANG LUAR P. JAWA ? MENGAPA SIH DI P. JAWA HAMPIR BISA DIJUMPAI SELURUH UPACARA KEAGAMAAN YANG BERBAU MISTIK SELALU SAJA MUARANYA PADA SUNAN KALIJAGA? APAKAH BELIAU BENAR2 MENGAJARKAN SEPERTI ITU? MOHON MAAF, SAYA MENGHARAPKAN JAWABAN YANG DAPAT MENENANGKAN HATI SAJA. TERIMA KASIH.
April 6th, 2009 at 1:37 pm
untuk banyuaji terima kasih bangetzzz telah merespon tulisan saya (?), maaf kalau saya ge-er ya….he he he…Kalau memang betul banyuaji menulis komentar itu ditujukan ke saya, ya…mohon maaf aja deh, saya tidak hobi sama yang banyuaji jual itu…bukan apa2 sebab saya tidak punya duit gitu lho..untuk membeli yang banyuaji jual….oke? terima kasih..
April 21st, 2009 at 6:40 am
waduh pada hebat – hebat, pinter – pinter kabeh, aku nganti bingung mocone, mong ngelengne bahwa buku tanpa guru adalah sesat…….
April 21st, 2009 at 7:08 am
nakadjo tak saranin beli bukunya, mistik & makrifat sunan kalijaga, disitu ada riwayat dan perjalanan hidupnya, kalo mau tambah lagi selain kalijaga, buka bukunya ahmad chodim, makna kematian syeh siti jenar, tapiiii inga’ inga’ ilmu mmg pembuka cakrawala dunia, tapi tetep guru kuncinya….. awas gak semua guru bisa lhooo cari yang sesuai tingkatannya… ngati – ngati yen sok mben ahli kitab bakal ketatap
April 21st, 2009 at 7:25 am
salam semua buat sedulurku, salam kenal dari saya, mungkin saya orang yg tertinggal ilmu kejawen, karena saya lahir dan tinggal di merauke, trimakasihhhhh
April 27th, 2009 at 10:09 am
membedakan antara mistik atau tidak dalam penyampaian ajaran para sunan di Indonesia ada baiknya kita mengambil sisi positifnya sebagai seorang muslim. dan sepengetahuan saya yang sangat terbatas ini saya percaya bahwa didalam Al Quran semua misteri hidup didunia dan akherat ada jawabannya. tq
April 27th, 2009 at 1:31 pm
MAKASIH BUAT MASMOE….SAMPEAN MENURUT SAYA…HEBAT JUGA NIH…MOSO TINGGAL DI MERAUKE BISA NGERTI YANG DI JAWA…YAAA? SALUUT BUAT SAMPEYAN. TAPI, SAYA MEMANG BETUL2 AWAM LHO…NANTI KALAU SAYA BELI BUKU YANG SAMPEYAN SARANIN, TERUS SAYA BACA…NANTINYA SAYA BAKAL KELIRU TIDAK YA? SAYA KHAWATIR LHO NANTI SYETAN YANG MENGAJARI SAYA…O..YA, KALAU MAU BELI BUKU2 TADI DIMANA MAS? TKS YA…SUDAH MAU NGASIH SARAN UNTUK SAYA.
April 27th, 2009 at 1:38 pm
waduh…ternyata dijaman sekarang ini masih banyak juga ya yang hebat2 pemahamannya tentang ilmu kejawen. saya sih masih mikir2 dulu tuh baca buku2 kejawen, bukan apa2 lho…nama saya memang jawa, tapi soal “kejawenan” saya tidak ngerti apa2….akhirnya saya putuskan aja deh untuk baca buku2 yang bukan kejawen, tapi buku2 tentang ke islaman, itupun masih dibawah standard. paling2 saya cuma baca apa itu islam, apa itu iman, apa itu ihsan, apa itu manusia, apa itu gusti Allah. yaaah..pokoknya masih standard bangetz deh….
April 27th, 2009 at 1:46 pm
Untuk Masmoe…jangan bingung2 pegang aja yang sampeyan pegang, tapi inget lho bahwa baca buku kejawen sendirian itu nanti yang ngajarinya syetan lho…Ngati2 nanti jadi…..(syetan?) juga…Maaf ya…cuma komentar belaka kok…
May 8th, 2009 at 5:51 pm
bagus nih konten ini bisa nambah wawasan
oh iya ada yang tahu ga silsilah dari keluarga nini / kaki asma gunung wetan
kalau ada yang tahu kasih tahu saya di ahliladunii@yahoo.com
May 8th, 2009 at 5:53 pm
oh iya kasih tahu dong cara buat ,leave a Reply,
agar aku bisa masukin ke blohku
May 10th, 2009 at 12:33 am
menurut saya manungso adalah manunggaling roso, jadi keberadaan Alloh dengan manusia itu tidak bisa dipisahkan karena hubungan Alloh dan manusia diibaratkan gula dengan rasa manisnya yang keduanya tdk terpisahkan.manusia adalah bayangan dari Tuhan diibaratkan cermin dengan subjek yang bercermin.yang membedakan adalah sifat wenang, untuk bisa manunggal atau bermakrifat itu dengan bertauqid kepada Alloh diantara tauqid asma’,tauhid sifat, tauqid dzat.kalau dalam ajaran jawa dulur papat kang limo pancer.karena untuk mempelajari rahasia ini adalah orang yang terpilih,saya dulu orang pesantren tapi blm pernah memperoleh ilmu ini melainkan di luar pesantren saya mendapatkan ilmu ini.dengan belajar taswawuf orang tidak kaku seperti org sariat yang merasa selalu benar sendiri.karena kebenaran hanya milik Alloh
May 10th, 2009 at 1:59 pm
Ass..benarkah atau dibenarkankah apa bila manusia sudah mengambil atau sudah marifat dia terlepas dari sholat lima waktu atau dalam arti kata terlepas dari sareat yang menjadi pertanyaan apakah benar apa bila sudah mencapai tingkatan tersebut tidak perlu melakukan sholat lima waktu dan sholat lima waktu dapat diganti dengan sholat Daim… wasalam
May 14th, 2009 at 11:24 am
zaman sekarang memang banyak orang yang sukanya membid’ahkan amalah orang lain, persis orang buta melihat gajah, yang satu bilang gajah lebar karena yang di apegang telinganya, yang lainya bilang gajah seperti pohon karena yang dia pegang kakinya, yang satunya lagi bilang gajah seperti ular karena yang dia pegang belalainya, mengapa kita tidak menyatukan visi menyatukan langkah menyatukan ukhuwah dengan menghormati amalan orang lain ?
May 14th, 2009 at 6:20 pm
assalamuailkum..
sy sudah baca buku ‘makrifat & mistik Sunan Kalijaga’
hasilnya sungguh pencerahan yang luar biasa bagus buat diri sy pribadi.
sedikit menambahkan “manunggaling kawula gusti”, menurut pemikiran saya ajaran tersebut menyimpulkan’Kita mangunggal dengan sifat2 Allah’, BUKAN manunggal denga Dzatnya…!.
jadi, sifat2 Allah SWT kita aplikasikan ke kehidupan sehari2.. BUKAN berarti kita yang menjadi TUHAN.
demikian, semoga bermanfaat.
May 20th, 2009 at 8:12 pm
Makrifat : Maka Kearifan Membawa Sifat.
Nah …sifat-sifat Illahi inilah yang akan bisa menyatukan kita dengan Gusti.
Disinilah manunggaling kawulo dan gusti akan terjadi.
Sifat Illahi tidak bisa dibahas bentuk dan rupanya,semua abstrak adanya.Hanya dengan rasa kita bisa menghayatinya namun tidak bisa menyebutkan bentuknya.
Kita bisa merasakan panas,dingin,manis dll.Namun kita bukan sumber panas,dingin dll.
Tapi tanpa adanya penyatuan dan penghayatan apa yang kita sebut RASA, semua yang yang kita rasakan sebatas ikut-ikutan kata orang.
Rasa punya kuasa Obah,apakah yang obah karena adanya rasa ? Ya.
Bukan karena dipikir dulu baru obah/berubah.
Apakah obahing Rasa pasti benar ? Ya.
Karena yang punya benar dan salah hanyalah Pikiran.
Siapa yang punya rasa ? HIDUP/Urip.
Siapakah urip itu ? Zat Azali Abadi .
Apakah kita hidup ? Tergantung.
Ada Yang Urip-uripan. Hidup diatas angan-angan
Ada yang diuripi.Semua Hidupnya diserahkan KepaNya
Ada yang URIP.Kehidupannya digerakkan oleh ROSO.
Apakah kita cukup dengan Urip? Tidak!
Hidup harus :
Dihidupi-Hidup-Menghidupi.
Manunggaling Kawulo Lan Gusti bisa dirasakan bila sang Kawulo bisa merasakan Sifatnya Gusti ( Bagusing Ati )Karena ati yang bagus pasti benar.Karena disitulah sifat-sifat hidup berada.
Semua yang saya sampaikan hanyalah pengertian saya pribadi .
Nuwun
June 8th, 2009 at 12:55 pm
Assalamu’alaikum…
jaman sekarang ini dajal2 uda merasuki manusia2 dan menurut saya paling efektif adalah membentengi diri dengan mendalami kema’rifatan pada Allah. dengan berma’rifat kepada Allah akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. ada hadist yang artinya kurang lebih ” Barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhan” berawal dari diri itulah kita mulai mencari karena diri kita murupakan “Taman Mini” alam semesta dan disamping itu perlu seorang pembimbing/guru atau apalah sebutannya, jangan sampai kita tersesat dengan penafsiran2 yang ditemukan…….
Salam kenal buat semuanya……..(Joko Nurcahya)
June 12th, 2009 at 2:56 pm
Terlalu berat, semoga tau nama perintah Allah dan mana Laranganya
June 13th, 2009 at 11:38 am
KIRANYA APA GERANGAN DOSA BANGSAKU HINGGA SETELAH RAJA HAYAM WURUK WAFAT NEGERI NUSANTARA KEDATANGAN MAHLUK JAHAT DAN BEJAT DAN ANEKA AHLAH RENDAH MACAM 9 SEMBILAN WALI DAN PUTRI CAMPA DAN BRAWIJAYA NISTA YANG MENGANTARKAN RAKYAT JAWA DALAM NESTAPA SELAMA 5 KETURUNAN.
June 17th, 2009 at 4:24 pm
Mas sabdajati…..
tahu dari mana sampeyan kalo 9 wali dan putri campa dan brawijaya itu makhluk bejat dan rendah ?
apalagi sampe mengantarkan rakyat jawa dalam nestapa selama 5 keturunan….?
sampeyan bisa mulis di blog ini sdh syukur ngerti teknologi…..
rakyat jawa yg mana yg nestapa 5 turunan ?
Alloh ndak akan merubah nasib suatu kaum kalo kaumitu ndak merubah sendiri nasibnya……
kalo iya wali 9 itu makhluk jahat dan bejat kenapa ajaran Islam bisa menjadi mayoritas dipeluk oleh penduduk di nusantara ini ?
sampeyan ati ati kalo ngomong ya….menghina warosatul anbiya sama dengan menghina kanjeng Nabi Muhammad…karena warosatul anbiya adalah pewaris Kanjeng nabi dalam menyampaikan Risalah Islam…..
sampeyan kalo ndak cepet cepet istighfar ya silahkan menanggung dosa dunia akherat…..
salam
June 17th, 2009 at 9:13 pm
awaluddin ma’rifattulaah (kata hadits dan gusdur), awal segala sesuatu (din) adalah mengenal Allah = awal ber-agama adalah mengenal Allah
June 24th, 2009 at 10:55 am
Emang orng jawa dari dulu sukanya ngalah dan diam yg akhirnya terdesak dan jadi budak,
kenapa islam berkembang mereka tidak diam /aktive menyebarkan ajaran bahkan dr kecil anak-anak sudah di doktrin supaya percaya islam agama yg paling benar. itu doktrin dari kecil..setelah dewasa akhirnya jadilah fanatik hatinya sudah melekat islamnya.
kalau dulu agama hindhu itu pelit tentang ilmu pengetahuan jika mau belajar aja harus munduk munduk merengek rengek. pengetahuan di rahasiakan. ya itulah makanya hindhu terdesak. terjepit. Disinilah kebodohan penguasa jaman hindu dulu. mereka itu lebih tolol.
coba saja jika jaman hindhu dulu anak anak di ajarkan di didik di doktrik ajaran dr kecil tidak mungkin islam masuk dan besar di indonesia.
yang penting itu mulut. manusia diam adalah sampah tidak berguna. mulut adalah kehidupan kita . kiat bisa kaya bisa maju karena mulut kita bisa jaya bisa celaka karena mulut kita bisa hiudp karena mulut karena makannan lewat mulut.
kenapa bangsa israel dan timur tengah itu bis amempengaruhi dunia karena memenag mereka aktif dan banyak membuat propaganda propaganda yg enak di dengar orang.
makanay yahudi jadi penguasa dunia.
kita bandingkan dengan suku jawa…
sukanya mengalah diam dan tidak aktif ya jadilah budaknya orang timur tenag di negeri sendiri aja jadi budak semua.. itulah kebodohan kita.
June 24th, 2009 at 11:11 am
emang sekarang ini bangsa jawa jadi hina dan rendah, baru baru ini saja tkw di siksa di malaysia dan arab . krn emang bodoh dan pasif coba dr kecil dididik benar sama ortunya bagaimana belajar hidup ini bagaimana bisa hidup dengan baik. pasti tidak akan gitu.
sekarang yg didik cuma akerat+ adalah melarat ya itu jadilah bodoh otaknya tumpul. anak kecil udah di takut takuti masuk neraka yg sangat menakutkan itu kan bisa membuat takut dan trauma. itu tolol ortunya.
pintar agama pintar dogma kalau ga punya uang jadinya apa?
karena apa . pelacur perampok perkosaan. itu di sebabkan tidak punya uang. kejahan kita lihat di buser TV itu biasanya faktor ekonomi miskin.
kita berpikir realita aja. ga usah mikir kalau udah modar. mikir hidup aja susah mau mikir setelah modar ga berguna dan sia sia.
anak kecil didik matematika didik ilmu hitung cara berpikir yang masuk akal. di kasih semangat motifasi yg membangkitkan daya juang/tahan banting.
anak yg terjerumus narkoba karena salah didik belajarlah untung dan rugi dalam hidup ini.
June 30th, 2009 at 7:11 pm
Menanggapi GAWIL,
Mungkin yg sdh makrifat sih banyak, tapi yg makrifatullah yg msh sedikit.
Manunggaling kawula Gusti itu sama dgn: HAKIKAT-NYA MANUSIA ITU adalah ALLAH (bagi yg sudah TAHU)
July 4th, 2009 at 7:01 am
mempelajari makrifat harus dengan ketauhidan yang mapan.. banyak yang melenceng karena pemahaman yang salah… ingat batas makrifat, hakikat dan syariat dengan kekufuran hanya setipis kulit ari…
jadi kuatkan tauhid..
kunci semuanya adalah… ikhlas…sabar… dan berbaik sangka dalam kehidupan…
hakikatullah tanpa syariat tidak sempurna… syariat tanpa hakikatullah akan kufur…
hakikatullah dan syariat sejalan dalam hidup….
kalau sudah mencapai itu smua… maka itulah makrifatullah..
“Kenalilan dirimu sebelum kau mengenal Allah, barang siapa yang sudah mengenal dirinya maka dia mengenal Allah” (Kaji berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah pedomannya, Insya Allah tidak akan melenceng..
July 11th, 2009 at 10:09 pm
bicara soal kejawen…tidak perlu dengan emosi…tapi mencoba untuk menjalankan…jangan pernah berbicara sebelum menjalankan…ilmu kejawen bukan ilmu nalar…islam kejawen adalah ilmu gabungan….hanya sekelas makrifat yang tau…orang awan biasa mungkin menganggap sirik atau tidak sesuai dengan hadist + alquran…itu masuk akal…karena ilmu itu hanya orang-orang yang diberi kelebihan yang bisa merasakannya…….
July 15th, 2009 at 11:22 am
Boso jawane mlipit banget ,kidungnya mempunyai makna yang dalam sekali, apa yang tersirat dan apa yang tersurat”i “ora saben uwong mangerteni isining kidung”. saya sendiri harus bertanya pada orang yang “sepuh” untuk tahu artinya.sampai saat ini saya masih belajar dan belajar terus belum dapat menasehati orang lain.
Bila ada yang akan bersilahturahmi monggo dengan hati terbuka. lewat sigit_prasodjo@yahoo.com
July 16th, 2009 at 8:18 pm
untuk saudaraku yang ada disini jangan terpancing oleh perilaku setan2 yg mengatasnamakan manusia yg sukanya mencemooh, dan mengumpat, kembalikan semua kepada ALLAH, biar mereka mendapat Hidayah, ga usah di tanggapi, biar mereka menjadi hina oleh dirinya sendiri, kasihan saya sama orang yg seperti ini mengotori hidup dia sendiri, ndak kasihan kepada sang hidup yg ada di dirinya, sangat hina, dan merasa bersih, audzu billahi min dzalik… untuk yg sedang mencari.. kejar terus pantang mundur…
July 20th, 2009 at 5:54 pm
Bagi yang dirinya betul-betul mengaku beragama Islam, sudah ada petunjuk yang wajib diikuti yakni Al-Quran dan Hadist. Agama Islam tidak menyuruh umatnya menjadi sulit, malah Islam mempermudah manusia dalam hidup dan kehidupannya. Perdalam dengan baik agama Islam dengan niat hati ikhlas.
July 23rd, 2009 at 10:55 am
DENGARLAH HAI RAKYAT TANAH JAWA.AJARAN YANG DIBAWA KALIJAGA SESUNGGUHNYA OLEH SABDO PALON DITERJEMAHKAN SEBAGAI CANDI SUKUH.SABDO PALON TIADA LAIN ADALAH TOKOH WAYANG SEMAR.PENGEMONG TANAH JAWI.PADA CANDI SUKUH TERDAPAT CANDRA SENGKALA YANG ARTINYA JURU PENERANG YANG MENJERUMUSKAN KE DALAM KESESATAN DAN KESENGSARAAN.CANDRA SENGKALA ADALAH AGAMA YANG DIBAWA KALIJAGA YANG MENYENGSARAKAN UMAT MANUSIA.ALQURAN DITERJEMAHKAN SEBAGAI CANDI SUKUH.CANDI SUKUH BERPASANGAN DENGAN GEROJOGAN SEWU.GEROJOGAN SEWU SESUNGGUHNYA PERLAMBANG AIR BAH ATAU TSUNAMI.
ADALAH AJARAN KALIJAGA MEMUJA KEHANCURAN DUNIA.AJARAN YANG MELECEHKAN KAUM WANITA PADA TITIK TERENDAH.RASAKANLAH HAWA NAPSU YANG MENYERGAP JIWAMU BILA AZAN BERKUMANDANG 5 KALI SEHARI.
July 23rd, 2009 at 11:13 am
RAKYAT JAWA INGAT AKAN PERISTIWA PRABU KERTANEGARA MENGHUKUM UTUSAN DARI CINA YANG INGIN PENGAKUAN RAJA KUBILAI KHAN ATAS TANAH JAWA.KERTANEGARA MEMOTONG KUPING UTUSAN RAJA CINA.ORANG SUSAH BERHAK MENGADUH.DEMIKIANLAH RINTIHAN UTUSAN CINA DI DENGAR TUHAN.UTUSAN CINA MENGUTUK AKAN PENDERITAAN ATAS TANAH JAWA.BISA JADI KALI JAGA DAN PUTRI CAMPA ADALAH TAKDIR BAGI TANAH JAWA AKAN PENDERITAAN SELAMA 500 TAHUN.KALI JAGA DAN PUTRI CAMPA DARI CINA.JANGAN LUPA ITU.MAKANYA TAK BOLEH MEMPERLAKUKAN TAMU SEMENA-MENA.
July 23rd, 2009 at 3:53 pm
semoga kita semua mampu menempatkan diri,karena hanya tempat yang tepatlah yang akan menjadikan segalanya menjadi normal,soal persepsi,boleh berbeda ,dan hindarkan lah kita dari fitnah,salam untuk semua
July 23rd, 2009 at 8:08 pm
kwak…kwak….kwak….. maunya sih ikut komentar tapi takutnya ikut memperkeru suasana….. La ya’rifu ilallah, gitu aja……….
July 23rd, 2009 at 10:23 pm
Who am I
July 23rd, 2009 at 10:31 pm
Selamat Berjuang Sobat. . Mudah-mudahan ALLAH Ta”ala beserta Kalian
July 23rd, 2009 at 10:38 pm
Selamat Berjuang Sobat. . Mudah-mudahan ALLAH Ta’ala beserta Kalian
July 25th, 2009 at 12:14 pm
ass saya orang jawa sekarang tinggal di kaltim (tarakan) mohon bantuan pada teman teman gmana mendapatkan kitab kitap kkuno yang di karang olah para wali yang ada di tanah jawa wass
July 25th, 2009 at 12:15 pm
dan pingin mempelajari budaya da sejarah yang sebenarnya orang jawa heheeh
July 29th, 2009 at 11:56 am
dengan membaca tembang jawa ini saya menjadi tergugah banyak kandungan yang tersirat dalam kidung tersebut, hatoi saya lebih terang dan saya lebih tau jalan hidup saya
July 29th, 2009 at 12:40 pm
KENALILAH LEBIH JAUH KALIJAGA.NUSANTARA YANG KAYA MEMBUAT IRI BANGSA DI DUNIA TAK TERKECUALI CINA.CINA DI BAWAH PIMPINAN JENGIS KHAN YANG DITAKDIRKAN SEBAGAI PENGUASA YANG HAUS WILAYAH DAN KEKUASAAN.SIFAT JENGIS KHAN MENURUN KE KUBILAI KHAN.JAMAN KUBILAI KHAN IA PERNAH HENDAK MENUNDUKAN NUSANTARA/JAWA.PRABU KERTA NEGARA MENOLAK.PENGHINAAN KERTA NEGARA DIBALAS KUBILAI KHAN DENGAN MENGIRIMKAN PASUKAN TEMPUR DALAM JUMLAH BESAR.KERTA NEGARA KEBURU DIBUNUH JAYAKATWANG.SINGASARI DIPIMPIN JAYAKATWANG.KEDATANGAN ARMADA BESAR TENTARA CINA DI MANFAATKAN RADEN WIJAYA MENUMPAS JAYAKATWANG.DAN TENTARA CINA DI USIR LAGI OLEH RADEN WIJAYA.CINA KALAH.TAPI DALAM KAMUS CINA TIDAK ADA KEKALAHAN.CINA HARUS MENANG BAHKAN HINGGA SEKARANG.DALAM BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN CINA SELALU UNGGUL.CINA MENYADARI NUSANTARA TAK BISA DITAKLUKAN DENGAN ARMADA PERANG.KARENA WILAYAHNYA TERPISAH OLEH LAUT ANTAR PULAU.TIPU MUSLIHAT CINA MEMANG JITU.NUSANTARA PADA MASA ITU BERAGAMA HINDU DAN SANGAT BERBAKTI KEPADA TUHAN.OLEH CINA SIFAT DASAR BANGSA INDONESIA INI DI JADIKAN ALAT UNTUK MENAKLUKAN NUSANTARA.DIUTUSLAH KALI JAGA/SUNAN GUNUNG JATI MENJADI DUTA CINA MENAKLUKAN DENGAN AJARAN SESATNYA.CINA TAHU AJARAN ISLAM SESAT.KARENANYA PANTANG BAGI ORANG CINA MEMELUK AGAMA YANG BERMUARA PADA KEHANCURAN HIDUP DAN KIAMAT.CINA BERTERIMAKASIH PADA KALIJAGA.DENGAN MENJADIKAN ISLAM SEBAGAI AGAMA TERBESAR SEKARANG INI.TUHAN BAIK SEBAIK-BAIKNYA JUGA JAHAT SEJAHAT-JAHATNYA.AGAMA ISLAM MUARANYA KIAMAT,MUHAMAD=MAHADEWA ADALAH TUHAN MAHA PEMBERI.MOHON HARTA BEROLEH HARTA,MINTA KIAMAT DAPAT KIAMAT.CONTOHNYA ACEH.FANATIK RAKYAT ACEH BUKTI NYATA KEBERHASILAN KALIJAGA MENGHANCURKAN NUSANTARA.BILA 3 GENERASI TELAH TERSAPU TSUNAMI SEBAGAI AKIBAT MEMELUK AGAMA KIAMAT ISLAM.YANG TERSISA TANAH KOSONG TAK BERTUAN.JADI BANGSA CINA BEBAS MERDEKA BISA MENGUSAI NUSANTARA.NUSANTARA DIHUNI MATA SIPIT.MATA SIPIT SEPERTI CELENGAN.BERKULIT PUTIH NAN SERAKAH.MANUSIA ASLI NUSANTARA SUDAH MENJADI MAKANAN BUTO/RAKSASA SEPERTI TERTULIS DI CANDI SUKUH.CANDI SUKUH ADALAH ALQURAN.CANDI SUKUH DIBUAT OLEH SABDO PALON MENJELASKAN TENTANG CANDRA SENGAKALA.CANDRA SENGAKALA ITU AJARAN YANG DIBAWA KALIJAGA.TIDAK SEMUA RAJA JAWA BERBUDI LUHUR SEPERTI HAYAM WURUK.KARENA KARMA BURUK BRAWIJAYA PUNYA SIFAT BURUK.MESTINYA SUDAH TUA MENJADI PERTAPA MALAH KAWIN DENGAN PUTRI CAMPA YANG MASIH ABG DAN KUAT NAPSU BIRAHI YANG TERNYA UMPAN KALIJAGA UNTUK MENUNDUKAN RAJA BRAWIJAYA DAN BANGSA INDONESIA.SEKARANG SAJA ORANG CINA KALAU ADA PEMILU MEREKA TIDAK IKUT PEMILU.MEREKA PERGI KE LUAR NEGERI CARI AMAN.YANG TINGGAL KOTORANNYA.BILA SUDAH AMAN BALIK LAGI CARI MAKAN DI SINI.YUUK.
July 29th, 2009 at 1:46 pm
Candi Sukuh ada Tawang mangu.Tawang mangu mulanya berasal dari kata TAWANG=TAHU,ELING atau sadar.Mangun=membangun.Jadi Tawang mangu artinya membangun kesadaran akan hakekat sesuatu.Tahu apa sesungguhnya.Adalah di Tawang Mangu,solo sekarang Prabu Brawijaya bertemu dengan Sabdo Palon.Prabu Brawijaya menanyakan cikal bakal ajaran yang dibawa Kalijaga dan hasil akhir yang dicapai bila mengikuti ajaran kalijaga.Sabdo palon yang tidak lain adalah Semar penguasa tanah Jawa menjelaskan secara detail.Dengan kesaktiannya Sabdo Palon menciptakan CANDI SUKUH yang melukiskan apa dan bagaimana ajaran kalijaga.Pada candi Sukuh ada Candra Sengkala yang artinya Juru penarang yang membawa manusia pada kehancuran.candra sengkala itu ajaran yang menyesatkan.Terlahir dari pertikaian antara DEWA KAMAJAYA DAN DEWA SIWA.Dewa kamajaya durhaka mengusik semadi Dewa Siwa.Pada akhirnya dengan mata ketiganya membakar Dewa kamajaya menjadi Abu.Roh kamajaya terusir dari Surga.Roh Kamajaya berkelana pada Jiwa manusia yang dimabuk cinta dan Kasmaran di Dunia.Demikianlah Dewa Kamajaya tak pernah sampai ke Surga.Nabi dari ajaran Kalijaga sesungguhnya adalah dewa kamajaya.Pada ajaran Kali jaga ini Wanita direndahkan.Diperkosa.Dinista hingga titik terendah.Sudah suratan bila suatu negeri yang wanitanya direndahkan Dewata dan makhluk surga tak sudi datang memberi berkat kemakmuran.Hanya penderitaan saja bagi negeri yang memperlakukan semena-mena.Bohong bila ada pemimpin di indonesia yang bisa memakmurkan negeri yang masih memeluk agama Islam.Pada candi sukuh di gambarkan para pengikut ajaran kalijaga hanya akan mengantarkan manusia menjadi makanan Buto atau raksasa.Karena ajaran kalijaga adalah penhianatan pada umat manusia dan merupakan dosa tidak berampun.Karenanya Sabdo palon pergi dari Brawijaya karena tak mau terlibat dalam dosa besar yang tidak berampun ini.Pada Candi Sukuh terpampang Neraka bagi pengikut ajaran kali Jaga.Neraka yang menjadi tempat siksa dan penurunan derajad jiwa.Dari Dewa menjadi Manusia.Dari Manusia menjadi Hewan/Binatang.Gambar porno pada Candi Sukuh melukiskan cara ritual pengikut ajaran Kalijaga.Banyak orang yang merasa pintar baik jadi dukun atau ahli agama melecehkan wanita sebagai syarat ritualnya.Wanita yang polos akhirnya menarik kesimpulan Tuhan itu Pemerkosa.Karena prillaku pemuka agama melambangkan perilaku agama itu sendiri pada dasarnya,Patung-patung pada Candi Sukuh tanpa kepala dan Pengikut ajaran Kalijaga berpantang Babi artinya Dewa Wisnu perannya dalam ajaran ini nol.yang ada cuma peran Dewa Siwa sebagai pemusnah dan penghancur dan Dewa Kamajaya.Dewa Siwa dengan kemahakuasaanya menghancurkan Kamajaya dan Pengikut ajarannya dalam hal ini ajaran yang dibawa Kalijaga.Candi sukuh dekat dengan Grojogan Sewu.Grojogan Sewu artinya air bah/Tsunami.Demikaianlah pera pengikut ajaran Kalijaga akan memperoleh kehancuran dari air bah pada klimaknya.Contohnya aceh dan situgintung sekarang ini.Untuk membuktikan kebenaran ini RASAKANLAH NAPSU BIRAHI YANG MENYERGAP JIWAMU BILA AZAN BERKUMANDANG 5 KALI SEHARI.Azan seperti panggilan pada Kamajaya dan menumbuhkan birahi pada mahluk hidup.Contoh nyata bila kita membaca novel porno betapa fikiran kita menjadi keruh dan tercemar selama 1 bulan.Bagaimana dengan para ustad yang banyak istri.Saban malam bersenggama lebih dengan 1 wanita.Bagaimana pikirannya tidak nista dan kotor.Dengan pongah tampil dimuka umum merasa diri bersih.Pada Pencabulan mana mungkin ada kesucian.Mana mungkin Tuhan sudi didekati oleh manusia cabul macam ustad dan dukun muslim cabul.Celakalah Wanita yang datang minta tolong pada dukun/paranormal muslim.Hanya petaka dan kehancuran hidup yang diperoleh.Diperkosa baik lansung maupun dengan ajian ngeraga sukma.memperkosa secara kasat mata.Tinggal wanita menjerit-jerit di malam hari.Polisi tak berdaya.Yang memperkosa tak berwujud.inilah ritual Ajaran kalijaga.menangislah Nusantara.
August 2nd, 2009 at 7:39 pm
mbah sunan kalijogo… kabeh melu wae..
August 8th, 2009 at 12:49 pm
kulonuwu…..
eh…. eh….. eh…
thukul dewe. thukul dewe.
sejatime menungso jowo iku yen iso rumongso.
ngrumangsi anane Gusti Pangeran Kang Murbeng Dumadi.
yen wis ngrumangsani anane Gusti Pangeran, mulo ora wani ngganggu gawe lan nyacat sak kabehe dumadi sing di Gawe Penjenengane…..
eh…. eh…. eh…..
piye iso rumongso yen isih padudon. wong kalijoga apa rojo browijoyo kui menungsa. menungsa wujud lan goibe. sakabehe krenteg kang dumadi iku seko Gusti. whe lah, yen isih kedunungan pandeleng kang burem, gak iso ndelok nek intine kabeh mono seko Dewek’e, Panjenengane, Gusti Pangeran wong bosone jowo, Allah Ta’ala wong menungsane nganggo basa Arab, lan pancen Dewe’ke kui Ngedhab edapi Keprigelane nganti iso ngripta malaksa-laksa basa.
eh…. eh…. eh….
makrifat mono mung iso di enggo dhiri pribadi, gak iso digebyah uyahke. ya nek sing krungu wis jembar kawruh dhirine, lha nek durung…. yo mung bakal nuwuhke dedrah… eh… eh… menungso….. menungsa…… enggonen dhewe, bakal thukul dhewe makrifat mau nek atimu temoto toto titi tentrem semeleh. ning yo nganggo obah: blegegeg ugeg ugeg sadulito….. eh.. eh… eh………..
menungsa iku gurune ya Gusti Pengeran, wis lah sapa wae sing sinebut menungsa mesthi bakal di ajari Guati Pengeran, wong Dewek’e iku maha paling super duweni sipat welas. ning menungsane kang mogel, gemedhe, njuk nglalekake Guru Sejati mau….. eh…. eh….
menungsa…. sing baku iku dha iling-a marang Dewek’e, ademana atimu, gebyuri nganggo banyu welas asih marang sapa wae marang apa wae sak wernane apa kang Cinipta Dewek’e. Gusti iku suenenge gak jamak lan gak ilok-ilok yen menungsa iku dha ngasani Dewek’e…….
eh… eh…. eh….. matur nuwun nguwun pamit.
suro diro joyo ningrat, lebur dening pangastuti
August 15th, 2009 at 9:31 pm
salam kenal, blog yg mantap, pasti yg ada semua di sini orng2 pilihan salam kenal ya
August 15th, 2009 at 9:33 pm
assalamu alikum, saya juga orng jawa, saya juga kagum dengan beliau.
August 15th, 2009 at 9:37 pm
1. pertama tama tidak tau
2. yang ke 2jadi tau
3. ke 3 pura-pura tidak tau
inilah yg sering di pakai oleh orng 2 ahli makrifat. sangat susah mencari guru yang mursyid.. mudah2 an dalm ridho NYA kita di beri dan di ketemukan oleh orng2 pilihan untuk bekal di hari depan esok…
August 15th, 2009 at 9:42 pm
tolong, kalo ada web site buat kitab2 add ya buat referensi..
trims
August 15th, 2009 at 10:10 pm
saya sudah baca artikel yg panjang di ats, bagi yg mengatakan bahwa ajaran kalijaga adalh ajaran yang menuju kehancuran, saya cuma mau komentar, itu semua TIDAK BENAR.. dengan memakai cerita, pewayangan serta raja2 dahulu. sekilas membuat pembaca percaya.. hehhe.
hebat tu yang menulis… dapat artikel dari mana lagi.. sampe di sebutin raja2 nya ama dewa2. nya.
ya… bg yg sudah kenal cerita beliau pasti tidak akan ngeh dengan cerita panjang2 itu…
August 15th, 2009 at 10:22 pm
mungkin ia tapi mungkin tidak, kebenaran dan kejahatan tidak bisa di bedakan, dapat mungkin diartikan
Kejahatan dapat berati kebaikan
kebaikan dapat berati kejahatan
kejahatan yang menuju kebaikan adalah kebenaran
kebaikan yang di gunakan untuk kejahatan adalah kejahatan. jadi ia adalah satu kesatuan…
jadi apa yg ada… = 0
August 16th, 2009 at 5:12 am
kulo nuwun nderek ningali / maos mawon nggih
August 16th, 2009 at 7:35 am
Saudaraku yang se iman dan setanah air..
hanya Allah yang ada.
jadi mengapa kita harus bersedih hati..
August 18th, 2009 at 1:26 pm
Assalamualaiku buat saudara seagamaku.
Site yang menarik bagiku.
Perkara benar akan jadi salah kalau disampaikan bukan kepada ahlinya. Kita harus bijak membezakan apa yang boleh ditulis untuk tatapan umum kerana perkara sulit hanya untuk segelintir yang ahli dalam bidangnya kerana kita akan dipertanggungjawabkan atas segala yang kita ucap/tuliskan. Kalau diletak 1 tan beban di atas basikal….rosaklah basikat tapi kalau diletak di atas lori…. sesuaikan?
Insyaallah akan kembali.
August 18th, 2009 at 11:55 pm
assalamu”alaikum wr wb. saya org awam…. yg ingin tau ttg syari’at….sukur-sukur.bisa sampai ma.rifat……. caranya bagaimana ? kebetulan sy org jawa yang domisili di medan. di antara saudara semua ada org / priyayi medan gak ? sukur-sukur dekat percut/ saentis….. terimakasih sebelumnya. kebetulan dulu saya pernah ziarah ke makamnya …kanjeng sunan kalijogo…di kadilangu demak… wassalamu’alaikum wr wb..
August 18th, 2009 at 11:58 pm
….SELMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA ROMADLON….semoga gak bolong blentong. ….AMIN….
August 26th, 2009 at 9:51 am
Assalamialikum..menurut pandangan Saya cara untuk mendekat mengenal kepada sang pencipta adalah melalui 2 tahapan yaitu dengan mendekat kepada orang yang berilmu setelah itu mendekatlah kepada sumber ilmu….karena untuk menuliskan Ilmu Alloh jika seluruh daun dan kertas di bumi dan seluruh lautan/air sbg tinta maka tidaklah cukup.
Intinya teruslah membaca apa yang ada dilangit dan dibumi…hingga maut menjemput. Dengan beristiqomah yaitu berpengang pada Alloh Dan Rasulnya. Al Quran dan Assunnah..menjadi panduan dan amalan hidup kita. Karena hanya Allohlah yang mengetahui siapa diri Kita.Apakah Kita termasuk manusia yang Mulia ataukah Hina dihadapannya.
Para Iman Dan Para Wali sudah Almarhum….jika bisa kita menjadi penerusnya.menggantikan beliau…..
August 26th, 2009 at 3:28 pm
salam semua, posting dan diskusi yang menarik,, semua kajian dan perbedaan yangkalian sebutkan semua berasal dari alloh, pertanyaannya sekrang. apakah semua pernyataan dan pertanyaan itu dari nafsu ataukah dari hati? semua itu adalah anugerah alloh. tinggal qt memohon kepada Alloh apapun itu tinggal meminta, dan akui diri atau pasrah diri lalu meminta. insyalloh dikabul.amien.kerjakan urusan agama dengan sebaik-baiknya dan kerjakan urusanmu dengan sebaik-baiknya. dalam al-qur’an difirmankan, bahwa setelah melakukan/mendirikan sholat qt diminta mengerjakan urusan qt dengan sungguh-sungguh,termasuk mengerjakan urusan kebudayaan jawa atau yang lainnya…
bukan begitu kwan2 ustad yang terhormat…selamat berfikir dan merenungkan diri.
sekedar tambahan ja, kenapa dalam al-qur’an disiratkan bahwa negara kita adalah negara yang langsung mengarah lurus ke arah ka’bah ? negara yang langsung bersambungan dengan ka’bah dan memiliki iklim ka’bah, itulah kenapa islam di indonesia adalah terbesar, karena iklim islam dengan iklim budaya jawa adalah klop, aura isla membawa angin positif dengan jawa iklim adat yang sangat kuat, terutama unsur tirakat dan berkenaan dengan menyatunya tenaga alam. rasululloh juga melakukan tirakat dan semedi atau bermenung/bertafakkur diri di dalam gua hiro. sedangkan di arab tidak terdapat unsur tirakat yang kental sehingga cenderung larinya islam adalah pada Indonesia khususnya di jawa. semoga bermanfaat…
August 27th, 2009 at 7:29 pm
Alhamdulillah ya Allah, telah Engkau ciptakan beragam manusia dengan beragam pemikiran dan pemahaman. Bahkan hingga kinipun hamba masih dan akan selalu takjub akan ciptaanMu walau otak dan hatiku kembali menjadi tanah. Maha Besar Allah yang mampu menciptakan kami-kami yang kecil, yang tak tahu diri, yang selalu membuat kerusakan di bumi ini. Tiada satupun ciptaanMu yang tidak bermanfaat.
Tidaklah arif kita menilai orang yang berjasa dalam penyebaran Islam di pulau jawa ini. Cukuplah Allah yang berhak menilai. Ambillah kebaikan, dan tanamlah kebaikan itu sebelum kiamat besar tiba, karena pada saat itulah perhitungan telah berakhir.
Kita hidup di tahun 2009, bukan di masa hidup sunan Kalijogo, jadi apa pantas kita menilai beliau? padahal belum tentu kita bisa lebih baik dari beliau, apabila kita hidup di masanya. Mari kita ambil manfaatnya untuk lebih istiqomah di jalan Allah. Semoga kita bisa menjadi pejuang-pejuang islam yang selalu rindu akan kedamaian.
August 28th, 2009 at 2:29 pm
Untuk teman-teman semua coba membuka muslim.or.id yg kita dapat belajar agama islam berdasarkan dalil dari al qur’an dan as sunnah sebagaimana yg dipahami sahabat Nabi yg mulia
InsyaAlloh sangat bermanfaat
August 29th, 2009 at 7:23 pm
Mungkin saya tidak setau kawan-kawan semua mengenai hal tersebut, tetapi jika kawan_kawan ingin mengenal TUHAN, TUHAN pun sudah pasti ingin mengenal kawan-kawan… semua nya hal tersebut dapat dipelajari, itu pun jika kita mau. dengan kerendahan hati. lihat semua nya dengan mata hati bukan mata lahir.
September 1st, 2009 at 10:21 pm
Assalamualaikum, Selawat dan Salam ke atas Junjungan Besar Muhammad s.a.w. Awal agama adalah mengenal Allah. Diterjemahkan ke dalam banyak budaya bangsa yang sesuai dengan cara masing-masing. India, Cina, Arab, Jawa, Melayu dengan akar budaya berbeza tetapi tetap berdiri atas dasar yang sama. Mengenal Allah menjadi perkara penting di dalam Dua Kalimah Syahadah. Dipecahkan kepada 2 iaitu Nafi dan Isbat. Yang satu menafikan/menidakkan Tuhan…bahawa tiada tuhan dan diisbatkan dengan Melainkan Allah. Mempelajari sesuatu yang mudah. Banyak membaca kita akan menjadi lebih pandai tetapi mengenggam erat-erat dan melaksanakan apa yang dipelajari memerlukan ketahanan dan usaha yang kuat. “Adakah kamu mengatakan kamu beriman(percaya) sedang kamu belum diuji seperti kaum terdahulu telah diuji”. Mempelajarinya wajib dan berbagai sudut harus diteliti. Apakah kita sudah bersedia menerima ujian daripada Allah untuk semua yang kita pelajari? Apakah kita sudah kukuh dan istiqomah melaksanakan apa yang dipelajari? Selangkan demi selangkah cara yang terbaik. Mempelajarinya hari mendapat bimbingan sebagaimana murid dan guru di sekolah. Ciri-cirinya harus dikenal. Berdoa dan berusaha caranya. Sederhana. Jangan mengejar sesuatu yang masih tidak terjangkau sedang yang di sisi ketinggalan.
Insyaallah kembali.
September 5th, 2009 at 9:10 pm
Posting yg mjelek2an = non muslim = ada sbagian nonmus yg hobinny mjelek2 adzan&ajaran s.kalijaga=org2 sirik. Contohny bersihsuci,rajapandito.wruhjati.. Tuhan tdk mngajarkan hinaan,cacian. Apakah anda ber3 pengikut ajaran Tuhan
September 6th, 2009 at 9:07 am
kakeku ahli makrifat,bapaku juga,mau tau rahasia makrifat kirim pertanyaan ke imailku……..
September 6th, 2009 at 10:13 pm
Bagi Siapa saja yang ingin ketemu sama Sunan Kalijogo, Putri cempo n Raja Brawijaya silakan kirim email, saya akan memfasilitasi untuk ngomong dan bertanya langsung. Bagi saudara Sabdajati sampean ngomong seperti itu apa tingkat keimanan anda lebih mulia dari yang anda hina. Sampean bisa ngomong seperti itu tolong di buktikan. JANGAN HANYA BISA NGOMONG N PROVOKATOR..!
September 6th, 2009 at 11:04 pm
saya ingin ketemu g mn caranya
dn siapa sih nama ibunya sunan kalijaga
makasih.
September 8th, 2009 at 11:41 am
Salawat dan Salam ke atas Junjungan Besar Muhammad s.a.w. Salam sejahtera buat saudara seagamaku. Maka persiapkanlah diri kamu sekuasa-kuasa bagi kamu (untuk menghadapi musuhkamu yang nyata). Andai kita sanggup membicarakan perkara-perkara sulit yang sukar dimengertikan maka persiapkanlah diri untuk menghadapi berbagai tantangan yang datang..sesungguhnya musuh kamu akan mendatangi kamu dari depan, belakang, kiri dan kanan….! Mereka tidak memahami jadi untuk apa membicarakan perkara-perkara sulit? Hanya mengundang lebih ketidakfahaman. Sebaiknya membicarakan perkara biasa-biasa saja di mana kita bisa menghalusi lagi iman kita. Satu ‘bulan di sisi yang terang’ dan satu lagi ‘bulan di sisi yang gelap’ Pilihan hak kita.
Bahagian 1 Kalimah Syahadah. Nafi. Bahawa tuhan itu tiada. Pokok, batu, haiwan dan apa saja yang kita lihat…itu bukan tuhan. Bahawa tiada satu apa pun yang dapat mendatangkan mudharat kepada kita.
Insyaallah kembali lagi.
September 13th, 2009 at 5:15 am
Selawat dan Salam ke atas Junjungan Besar Muhammad s.a.w dan salam sejahtera kepada saudara seagamaku. Agama berakar kepada perkataan Iqama yang bermaksud ‘pegangan’. Banyak belajar akan menjadikan kita lebih pandai sama seperti ramai orientalis yang kafir namun pandai membicarakan tentang Islam tetapi tidak beriman. Belajar, Beriman dan Beramal namun ujiannya terletak di atas pegangan kita. Ujian atas apa yang kita pelajari, imani dan amalkan. Namun kita bimbang ujian yang diberikan tidak mampu kita lepasi atas kurangnya kefahaman pelajaran, longgarnya iman dan goyangnya pegangan. ‘Berpeganglah kamu (erat-erat) dengan Tali Allah.’ pesanan bagi kita semua. Andai pegangan kita goyang, maka kehancuran menanti kita.
Tidak ada satupun yang dapat mendatangkan mudharat kepada kita. Apa saja yang ada di sekeliling kita, semua tidak mempunyai sebarang kekuasaan ke atas kita. Tidak mampu walau menggerakkan sebutir zarah. Taufan yang kita kenali mampu menghancurkan rumah-rumah, tsunami yang menghancurkan harta saudara-saudara kita malah semuanya tidak berkuasa. Berpeganglah erat-erat dan percayalah hati kita dengan sebenar-benarnya bahawa alam ini beserta isi-isinya tiada kekuasaan sedikitpun. Sukar namun itulah jalannya. Lalu apa yang berkuasa.
Penghuni Gua yang hidupnya dizaman Firaun, tidak bergaul mereka itu dengan ahli kitab kerana kehidupan mereka hanya di dalam istana Firaun. Hanya mengenal Firaun yang mengaku dirinya tuhan…melihat dirinya yang tidak pernah sakit walau sekali, harta yang melimpah ruah, kekuasaan atas rakyat yang ramai dan sebagainya namun Penghuni Gua, mereka dikurniakan akal fikiran yang menimbang apakah Firaun itu yang makan bila sampai waktunya perut lapar, tidur apabila keletihan, bimbang apabila mendengar berita musuh akan datang menyerang, apakah Firaun itu tuhan yang sebenarnya? Dikurniakan kepada mereka ilmu pengetahuan yang membezakan antara makhluk dan tuhan. Tidak mungkin tuhan seperti Firaun itu…Isbat hadir setelah Nafi. Maka Tidak ada tuhan (Nafi) melainkan Allah (Isbat).
Kekurangan dan kesilapan lahir daripada diriku sendiri.
Insyaallah akan kembali.
September 14th, 2009 at 4:08 am
Selawat dan Salam ke atas Junjungan Besar Muhammad Rasulullah s.a.w. Salam buat saudara seagamaku.
Awaluddin makrifatullah diterjemahkan awal agama mengenal Allah. Dengan sifat makhluknya yang dapat kita melihat dan menilai.. makhluk makan, minum, bernafsu, tidur dan sebagainya. Melihat akan diri kita dengan mengenali sifat-sifat kita akan melahirkan kefahaman bahawa tidak mungkin tuhan mempunyai sifat seperti kita. Diringkaskan oleh ulama terdahulu yang arif lagi bijaksana sebagai Sifat 20. Bersalahan sifat kita dengan sifat tuhan lantas kita mengenal Allah. Makrifat Allah (Mengenal Allah)…tergantung kepada kita sejauh mana ingin mengenal. Kita mengenal keluarga kita dengan rapat dan andai datang kabar berita yang mencurigakan akan kita kenal….tak mungkin itu dilakukan oleh keluarga kita kerana kita mengenalinya begitu rapat. Kenal hati budinya, kenal sifat-sifatnya, tutur bahasanya dan sebagainya. Seperti Penghuni Gua mereka itu mengenal tuhan dengan sifat-sifatnya yang tidak mungkin Firaun itu adalah tuhan. Yakin seyakin-yakinnya, percaya (Iman) bukan hanya mempelajari.
Wujud (Ada) bersalahan sifatnya dengan Adam (Tiada). Diciptakan Adam menjadikan semua umat manusia di muka bumi ini sedangkan ramai yang kurang memerhatikan bahawa Adam itu maksudnya ‘Tiada’. Dilengkapkan Adam dan kita seluruh manusia dengan sifat yang lemah, lapar, sakit, terbatas kekuatan tangan, kaki, mata, hidung, akal, usianya dan selalu bergantung dengan makhluk yang ada. Tidak mampu hidup sendirian. Keperluan apabila lapar kita harus mencari makan, apabila sendirian kita mencari teman, apabila letih kita berehat. Segala sifat kita yang lemah itu akan memberi kita lebih mengenal Allah dengan sifat yang bersalahan. Allah itu Maha Berkuasa, Maha Bijaksana, Pengasih dan Penyayang. Lantas kenallah kita akan Allah Subhanahuwataala. Dengan sifat Pengasih dan Penyayang dikurniakan kita dengan para Rasul dan Nabi kerana kita sering lupa, takabbur serta melakukan maksiat dan dosa. Mereka itu sebagai pembawa berita gembira dan duka. Disertakan mereka dengan ajaran agama bermula Nabi Adam hingga Rasulullah Muhammad s.a.w. khatamun anbiya bersama Agama Islam. Diturunkan agama itu berperingkat-peringkat kerana akal fikiran kita tidak mampu (dengan sifat yang lemah) menerima semuanya serentak. Satu persatu ajaran agama disebarkan sesuai dengan sifat kita sebagai makhluk. Wafatlah Muhammad Rasulullah s.a.w dan ditinggalkan kepada kita Al-Quran dan Hadis yang menjadi rujukan kita sehingga hari ini. Namun akal yang lemah membataskan pemahaman kita tentang peninggalan yang berharga dengan kekurangan penguasaan bahasa arab dan tidak hidupnya kita di samping Rasulullah Muhammad s.a.w. Apa yang ada hanyalah para ulama (kata dasarnya alim/pandai muallimu dan jamaknya ulama’) sebagai penafsir, pengajar yang menerangkan maksud ayat-ayat Al-Quran dan Hadis. Diperlengkapkan mereka ini para ulama dengan ilmu pengetahuan Bahasa Arab, Nahu, Saraf, Sirah, Syariat, Tauhid, Tasawuf dan sebagainya bagi memudahkan pemahaman Al-Quran dan Hadis agar dapat menyampaikan kepada kita umat manusia umumnya. Kebanyakkan daripada arifin menghasilkan kitab-kitab yang menjadi rujukan seperti Tafsir Al-Jalalain oleh Jalal al-Din al-Mahalli dan Jalal al-Din al-Suyuti. Sebahagian mewujudkan jalan-jalan ibadah yang kita kenali sebagai Tarekat seperti Tarekat Naqsyabandiyah, Tarekat Qodiriah dan sebagainya. Sebahagiannya meninggalkan sejarah tersendiri seperti Abu al-Mughith Husayn Mans?r al-Hallaj, Abd al-Qadir al-Jilani dan sebagainya. Jalan yang telah ditempuh diringkaskan kepada Syariat, Tarekat, Hakikat, Ma’rifat. Ringksan itu bukan bermaksud sebagai 4 unsur yang berbeza namun hakikatnya kesemuanya seperti buah semangka semakin dalam isinya semakin manis dan merah. Semakin kita mendalaminya haruslah semakin kukuh amalan kita. Untuk menjaga isi yang enak diperlukan kulit sebagai pelindung sewajarnya.
Segala kekhilafan dan kelemahan lahir daripada diriku.
Insyaallah akan kembali.
September 14th, 2009 at 4:09 am
Selawat dan Salam ke atas Junjungan Besar Muhammad Rasulullah s.a.w. Salam buat saudara seagamaku.
Awaluddin makrifatullah diterjemahkan awal agama mengenal Allah. Dengan sifat makhluknya yang dapat kita melihat dan menilai.. makhluk makan, minum, bernafsu, tidur dan sebagainya. Melihat akan diri kita dengan mengenali sifat-sifat kita akan melahirkan kefahaman bahawa tidak mungkin tuhan mempunyai sifat seperti kita. Diringkaskan oleh ulama terdahulu yang arif lagi bijaksana sebagai Sifat 20. Bersalahan sifat kita dengan sifat tuhan lantas kita mengenal Allah. Makrifat Allah (Mengenal Allah)…tergantung kepada kita sejauh mana ingin mengenal. Kita mengenal keluarga kita dengan rapat dan andai datang kabar berita yang mencurigakan akan kita kenal….tak mungkin itu dilakukan oleh keluarga kita kerana kita mengenalinya begitu rapat. Kenal hati budinya, kenal sifat-sifatnya, tutur bahasanya dan sebagainya. Seperti Penghuni Gua mereka itu mengenal tuhan dengan sifat-sifatnya yang tidak mungkin Firaun itu adalah tuhan. Yakin seyakin-yakinnya, percaya (Iman) bukan hanya mempelajari.
Wujud (Ada) bersalahan sifatnya dengan Adam (Tiada). Diciptakan Adam menjadikan semua umat manusia di muka bumi ini sedangkan ramai yang kurang memerhatikan bahawa Adam itu maksudnya ‘Tiada’. Dilengkapkan Adam dan kita seluruh manusia dengan sifat yang lemah, lapar, sakit, terbatas kekuatan tangan, kaki, mata, hidung, akal, usianya dan selalu bergantung dengan makhluk yang ada. Tidak mampu hidup sendirian. Keperluan apabila lapar kita harus mencari makan, apabila sendirian kita mencari teman, apabila letih kita berehat. Segala sifat kita yang lemah itu akan memberi kita lebih mengenal Allah dengan sifat yang bersalahan. Allah itu Maha Berkuasa, Maha Bijaksana, Pengasih dan Penyayang. Lantas kenallah kita akan Allah Subhanahuwataala. Dengan sifat Pengasih dan Penyayang dikurniakan kita dengan para Rasul dan Nabi kerana kita sering lupa, takabbur serta melakukan maksiat dan dosa. Mereka itu sebagai pembawa berita gembira dan duka. Disertakan mereka dengan ajaran agama bermula Nabi Adam hingga Rasulullah Muhammad s.a.w. khatamun anbiya bersama Agama Islam. Diturunkan agama itu berperingkat-peringkat kerana akal fikiran kita tidak mampu (dengan sifat yang lemah) menerima semuanya serentak. Satu persatu ajaran agama disebarkan sesuai dengan sifat kita sebagai makhluk. Wafatlah Muhammad Rasulullah s.a.w dan ditinggalkan kepada kita Al-Quran dan Hadis yang menjadi rujukan kita sehingga hari ini. Namun akal yang lemah membataskan pemahaman kita tentang peninggalan yang berharga dengan kekurangan penguasaan bahasa arab dan tidak hidupnya kita di samping Rasulullah Muhammad s.a.w. Apa yang ada hanyalah para ulama (kata dasarnya alim/pandai muallimu dan jamaknya ulama’) sebagai penafsir, pengajar yang menerangkan maksud ayat-ayat Al-Quran dan Hadis. Diperlengkapkan mereka ini para ulama dengan ilmu pengetahuan Bahasa Arab, Nahu, Saraf, Sirah, Syariat, Tauhid, Tasawuf dan sebagainya bagi memudahkan pemahaman Al-Quran dan Hadis agar dapat menyampaikan kepada kita umat manusia umumnya. Kebanyakkan daripada arifin menghasilkan kitab-kitab yang menjadi rujukan seperti Tafsir Al-Jalalain oleh Jalal al-Din al-Mahalli dan Jalal al-Din al-Suyuti. Sebahagian mewujudkan jalan-jalan ibadah yang kita kenali sebagai Tarekat seperti Tarekat Naqsyabandiyah, Tarekat Qodiriah dan sebagainya. Sebahagiannya meninggalkan sejarah tersendiri seperti Abu al-Mughith Husayn Mans?r al-Hallaj, Abd al-Qadir al-Jilani dan sebagainya. Jalan yang telah ditempuh diringkaskan kepada Syariat, Tarekat, Hakikat, Ma’rifat. Ringksan itu bukan bermaksud sebagai 4 unsur yang berbeza namun hakikatnya kesemuanya seperti buah semangka semakin dalam isinya semakin manis dan merah. Semakin kita mendalaminya haruslah semakin kukuh amalan kita. Untuk menjaga isi yang enak diperlukan kulit sebagai pelindung sewajarnya.
Segala kekhilafan dan kelemahan lahir daripada diriku.
Insyaallah akan kembali.
September 14th, 2009 at 4:10 am
Selawat dan Salam ke atas Junjungan Besar Muhammad Rasulullah s.a.w. Salam buat saudara seagamaku.
Awaluddin makrifatullah diterjemahkan awal agama mengenal Allah. Dengan sifat makhluknya yang dapat kita melihat dan menilai.. makhluk makan, minum, bernafsu, tidur dan sebagainya. Melihat akan diri kita dengan mengenali sifat-sifat kita akan melahirkan kefahaman bahawa tidak mungkin tuhan mempunyai sifat seperti kita. Diringkaskan oleh ulama terdahulu yang arif lagi bijaksana sebagai Sifat 20. Bersalahan sifat kita dengan sifat tuhan lantas kita mengenal Allah. Makrifat Allah (Mengenal Allah)…tergantung kepada kita sejauh mana ingin mengenal. Kita mengenal keluarga kita dengan rapat dan andai datang kabar berita yang mencurigakan akan kita kenal….tak mungkin itu dilakukan oleh keluarga kita kerana kita mengenalinya begitu rapat. Kenal hati budinya, kenal sifat-sifatnya, tutur bahasanya dan sebagainya. Seperti Penghuni Gua mereka itu mengenal tuhan dengan sifat-sifatnya yang tidak mungkin Firaun itu adalah tuhan. Yakin seyakin-yakinnya, percaya (Iman) bukan hanya mempelajari.
Wujud (Ada) bersalahan sifatnya dengan Adam (Tiada). Diciptakan Adam menjadikan semua umat manusia di muka bumi ini sedangkan ramai yang kurang memerhatikan bahawa Adam itu maksudnya ‘Tiada’. Dilengkapkan Adam dan kita seluruh manusia dengan sifat yang lemah, lapar, sakit, terbatas kekuatan tangan, kaki, mata, hidung, akal, usianya dan selalu bergantung dengan makhluk yang ada. Tidak mampu hidup sendirian. Keperluan apabila lapar kita harus mencari makan, apabila sendirian kita mencari teman, apabila letih kita berehat. Segala sifat kita yang lemah itu akan memberi kita lebih mengenal Allah dengan sifat yang bersalahan. Allah itu Maha Berkuasa, Maha Bijaksana, Pengasih dan Penyayang. Lantas kenallah kita akan Allah Subhanahuwataala. Dengan sifat Pengasih dan Penyayang dikurniakan kita dengan para Rasul dan Nabi kerana kita sering lupa, takabbur serta melakukan maksiat dan dosa. Mereka itu sebagai pembawa berita gembira dan duka. Disertakan mereka dengan ajaran agama bermula Nabi Adam hingga Rasulullah Muhammad s.a.w. khatamun anbiya bersama Agama Islam. Diturunkan agama itu berperingkat-peringkat kerana akal fikiran kita tidak mampu (dengan sifat yang lemah) menerima semuanya serentak. Satu persatu ajaran agama disebarkan sesuai dengan sifat kita sebagai makhluk. Wafatlah Muhammad Rasulullah s.a.w dan ditinggalkan kepada kita Al-Quran dan Hadis yang menjadi rujukan kita sehingga hari ini. Namun akal yang lemah membataskan pemahaman kita tentang peninggalan yang berharga dengan kekurangan penguasaan bahasa arab dan tidak hidupnya kita di samping Rasulullah Muhammad s.a.w. Apa yang ada hanyalah para ulama (kata dasarnya alim/pandai muallimu dan jamaknya ulama’) sebagai penafsir, pengajar yang menerangkan maksud ayat-ayat Al-Quran dan Hadis. Diperlengkapkan mereka ini para ulama dengan ilmu pengetahuan Bahasa Arab, Nahu, Saraf, Sirah, Syariat, Tauhid, Tasawuf dan sebagainya bagi memudahkan pemahaman Al-Quran dan Hadis agar dapat menyampaikan kepada kita umat manusia umumnya. Kebanyakkan daripada arifin menghasilkan kitab-kitab yang menjadi rujukan seperti Tafsir Al-Jalalain oleh Jalal al-Din al-Mahalli dan Jalal al-Din al-Suyuti. Sebahagian mewujudkan jalan-jalan ibadah yang kita kenali sebagai Tarekat seperti Tarekat Naqsyabandiyah, Tarekat Qodiriah dan sebagainya. Sebahagiannya meninggalkan sejarah tersendiri seperti Abu al-Mughith Husayn Mansur al-Hallaj, Abd al-Qadir al-Jilani dan sebagainya. Jalan yang telah ditempuh diringkaskan kepada Syariat, Tarekat, Hakikat, Ma’rifat. Ringksan itu bukan bermaksud sebagai 4 unsur yang berbeza namun hakikatnya kesemuanya seperti buah semangka semakin dalam isinya semakin manis dan merah. Semakin kita mendalaminya haruslah semakin kukuh amalan kita. Untuk menjaga isi yang enak diperlukan kulit sebagai pelindung sewajarnya.
Segala kekhilafan dan kelemahan lahir daripada diriku.
Insyaallah akan kembali.
September 14th, 2009 at 4:12 am
Maaf kekhilafanku andai dapat diperbetulkan.
September 23rd, 2009 at 8:42 am
KALIJAGA ARTINYA PENJAGA ATAU PENGEMBAN,PENGEMONG DEWI KALI.DEWI KALI DILUKISKAN DEWI YANG BERWAJAH SERAM DENGAN BERBAGAI SENJATA DITANGAN BELIAU.DEWI KALI ADALAH DEWI KEMATIAN.SEBAGAI HALNYA KEMATIAN DITAKUTI OLEH SEMUA MAKHLUK HIDUP.TIDAK ADA MAKHLUK APAPUN YANG TIDAK GENTAR PADA KEMATIAN.SEKARANG KONON KATANYA JAMAN KALIYUGA.PADA ZAMAN INI MANUSIA LEBIH BANYAK MEMUJA DEWI KALI.KARENA PADA ZAMAN INI MANUSIA ISLAM SEBAGAI PEMUJA DEWI KALI MENDOMINASI DUNIA.PARA TERORIST ADALAH PEMUJA DEWI KALI.SEMUA KORBAN AKIBAT TERORIST ADALAH PERSEMBAHAN PADA DEWI KALI.MESKI TERORIST TIDAK MENYADARINYA.HARI RAYA IDUL ADHA ADALAH PUNCAK PEMUJAAN PADA DEWI KALI.IBRAHIM MEMPERSEMBAHKAN ISMAIL ANAKNYA HAKIKATNYA UNTUK DEWI KALI.TERUS DIGANTI DENGAN KAMBING.DI INDIA SEPERTI DITAYANGKAN NATIONAL GEOGRAFI PEMUJAAN KEPADA DEWI KALI DENGAN DARAH KAMBING.MESJID HAKIKATNYA ADALAH TEMPAT STANANYA DEWI KALI.AYAT-AYAT ALQURAN ADALAH NYANYIAN PEMUJAAN BUAT DEWI KALI.PARA PENGANUT ISLAM MENGHARAPKAN KEHADIRAN DEWI KALI MEMPERSILAHKAN BELIAU MENARI.TARIAN DEWI KALI ADALAH TARIAN PEMBINASAAN YANG HEBAT.SEPERTI TERJADI DI ACEH.MESJID TEMPAT STANA DEWI KALI BERDIRI KOKOH MENANTANG LANGIT DENGAN MAYAT-MAYAT BERGELIMPANGAN DAN KEHANCURAN DISEKITARNYA.SEPERTI HALNYA SITU GINTUNG.MENAMPILKAN KEHANCURAN YANG SAMA.MESJID UTUH DIANTARA KEHANCURAN DAN MAYAT-MAYAT.DAN INI AKAN TERULANG DAN TERULANG LAGI.DEWI KALI TUNGGANGANNYA ADALAH SINGA.SINGA ADALAH MAKHLUK PEMBUNUH SESAMA MAKHLUK TUHAN.YANG MENJADI RAJA HUTAN YANG DITAKUTI.SINGA ADALAH ADALAH SIMBOLIS MANUSIA YANG HIDUPNYA MEMPERBANYAK DARAH DAN DAGING DARI PEMBUNUHAN HEWAN DAN ANEKA MAKHLUK HIDUP LAINNYA.JIKA ADA PEMBUNUHAN ANTARA KIJANG DAN HARIMAU ATAUPUN SINGA.YANG MENANGGUNG DOSA ATAS PEMBUNUHAN ITU ADALAH HARIMAU ATAU SINGA.SEDANGKAN KIJANG YANG DIBUNUH TIDAK MENANGGUNG DOSA.KARENA KIJANG ADALAH KORBAN.TUHAN MAHA ADIL.TUHAN BAIK SEBAIK BAIKNYA.TUHAN JAHAT SEJAHAT-JAHATNYA.BAGI ORANG BAIK TUHAN AKAN MEWUJUDKAN DIRINYA SEBAGAI MAKHLUK BAIK YANG SENANTIASA MEMBIMBING PENGIKUTNYA KEARAH KEBAIKAN.BAGI ORANG JAHAT DAN PEMBUNUH TUHAN AKAN MENAMPAKAN DIRINYA SEBAGAI MAKHLUK YANG PALING JAHAT PULA.SEKARANG KEMBALI PADA MANUSIANYA.ADA JALAN BAIK DAN JALAN JAHAT.TIDAK ADA BISA MENOLONG MANUSIA DARI PETAKA AKIBAT PERBUATANNYA.KARENA HANYA DIRIMU SENDIRI SAHABAT DIRIMU SENDIRI DAN DIRIMU SENDIRI JUGA MUSUH DIRIMU SENDIRI.HANYA MANUSIA YANG MAU MENJADI SAHABAT DIRINYA SENDIRI YANG SELAMAT DARI SEMUA PETAKA DAN DERITA.
September 24th, 2009 at 7:51 pm
Selawat dan Salam buat Junjungan Besar Rasulullah s.a.w. Salam buat saudara seagamaku.
Awal agama mengenal Allah. Berbagai cara dihidangkan untuk kita mengenal Allah. Allah tuhan yang Maha Berkuasa dengan segala sifatnya yang kita semua sudah mengetahui. Sifat-sifat mustahil juga ada, berlawanan dengan sifatNya. Antaranya Allah tidak beranak jadi yang beranak itu bukan tuhan. Allah tidak makan jadi yang makan itu bukan tuhan dan sebagainya. Segala sifatNya menunjukkan kekuasaanNya atas segala makhluk ciptaan. Bagi yang tidak mengenal -sifatNya akan memandang sebahagian makhluk itu berkuasa seperti angin yang mampu menghancurkan binaan-binaan seperti angin taufan, puting beliung dan sebagainya, Air seperti tsunami yang banyak mengorbankan jiwa, banjir dan sebagainya, Api yang bisa membakar, tanah yang tidak terhancurkan dan makhluk-makhluk lain termasuk manusia yang mengaku dirinya tuhan seperti firaun. Bagi mata dan hati yang seperti ini akan memandang tuhan selain Allah walaupun hakikatnya semua itu makhluk semata. Golongan ini dipanggil kafirun. Ada yang mengambil manusia sebagai tuhan, binatang, batu hingga kepada alat kelamin manusia.
Akal manusia yang lemah ini memerlukan cetusan serta didikan untuk mempelajari sesuatu perkara namun ada sebahagiannya yang dikurniakan hidayah oleh Allah untuk mengenalNya. Diturunkan para Nabi dan Rasul bagi membimbing umat manusia mengenal Allah bermula Nabi Adam a.s dan diakhiri Rasulullah Muhammad s.a.w. Para Rasul membawa ajaran untuk seluruh umat manusia. Dalam proses pendidikan yang panjang ini bebagai halangan ditempuhi sebagaimana yang telah kita
September 24th, 2009 at 8:27 pm
kita pelajari di sekolah. Manusia terbahagi kepada 2, yang beriman (percaya) dan kafirun (tidak percaya).
Proses didikan dan pembelajaran disampaikan oleh para Nabi dan Rasul untuk benar-benar mengamalkan ajaran Islam. Dimulakan dengan mengucap dua kalimah syahadah La ilaha Illallah. Mengaku dengan sebenar-benarnya bahawa makhluk yang dulunya dilihat sebagai tuhan yang berkuasa sebenarnya bukan tuhan tetapi tuhan yang sebenarnya itu adalah Allah. Maka kenallah kita yang dulunya sombong dengan kepandaian diri, dengan kekuatannya dan dengan segala kelebihan yang dirasanya sukup hebat sebenarnya adalah makhluk yang lemah. Mengenal diri salah satu cara untuk mengenal Allah
Manusia dengan segala sifat yang dapat kita melihat dan mempelajari adalah makhluk yang bernyawa(hidup) bermaksud suatu masa nanti kita akan mati. Dilahirkan ke dunia ini dengan kelemahan dan kefakiran tanpa harta walau seurat benang. Hingga kalau ada nyamuk yang menggigit tidak mampu dihalang, Kelaparan yang datang tidak mampu untuk kita menyuap makanan sendiri kerana diri kita masih bayi. Lemahnya mahkluk yang dilahirkan ini dan pastinya ini bukan tuhan. Maka kenallah kita manusia tidak berkuasa. Beranjak kita mengenal makhluk lain.
Melihat kita haiwan, batu dan sebagainya dalam mengenal setiap suatu untuk lebih mengenal siapa tuhan yang sebenarnya. Haiwan yang dilahirkan ke dunia ini makhluk yang lemah juga pada asalnya. Tidak mampu berdiri dan hidup sendiri. Kekuatan diperolehi berikutan meningkat usia haiwan namun dengan segala kekuatan ini, manusia dengan sifat yang lemah mampu menjadikan mereka haiwan suruhan seperti kita lihat di pertunjukkan sarkas. Harimau, gajah, kuda, lembu, anjing, kucing dan sebagainya mengikut telunjuk manusia dan ini pastinya bukan tuhan. Mustahil tuhan itu lemah. Beranjak kita melihat makhluk yang tidak bernyawa.
Patung yang diciptakan daripada bahan alam yang asalnya tanah atau batu dihancurkan, diuli, dimampatkan dan berbagai proses dilaksanakan untuk menjadikan bahan yang mampu dibuat patung. Dibentuk pula dengan kudrat dan kepandaian manusia untuk membentuk menjadikan tangan, kaki, badan, mata, hidung dan sebagainya. Adakah hasil tangan manusia ini dapat kita sandarkan harapan untuk memberi pertolongan kepada kita manusia yang dulunya menciptakan tangan patung itu? kaki patung itu? mata patung itu? Tidak mampu.
Semua kekhilafan daripada saya sendiri
Yang benar itu daripada Allah jua.
Insyaallah akan kembali.
September 27th, 2009 at 12:46 am
Selawat dan Salam kepada Junjungan Besar Muhammad s.a.w. Salam kepada saudara seagamaku.
Melihat kepada semua makhluk dan ciptaan yang ada di muka bumi ini kita dapati semuanya bukan tuhan. Pokok bukan tuhan, lembu bukan tuhan, patung bukan tuhan, semua bukan tuhan. Berdetiklah di dalam hati kita segala apa yang terpandang dengan mata zahir kita ini dan mengenallah kita akan semua perkara. Ini adalah peringkat pertama kita mengenal makhluk dan Allah. Diperingkat ini kita hanya melihat pokok dengan hanya mengenal pokok semata-mata dan mengingat akan pencitanya dengan ingatan dan ilmu yang sedikit. Umpama orang yang minum air untuk menghilangkan haus. Dengan meminum air, hanya haus yang dihilangkan dan air yang dikenal.
Dengan bertambahnya pemahaman dan ilmu kita mula melihat perkara-perkara dengan lebih teliti. Pokok yang dulunya hanya kita kenal sebagai pokok kelapa kini kita mula mengenal kandungannya. Dari pokok kelapa kita perolehi santan, sapu lidi dan sebagainya. Sama juga dengan air yang dulunya hanya dikenali untuk menghilangkan haus kini kita ketahui enaknya air itu. Air teh lebih enak lagi dan sebagainya. Bertambahnya iman dan ilmu kita sertai dengan amalan syariat. Solat, puasa dan sebagainya. Ilmu dapat kita pelajari daripada berbagai sumber namun untuk melaksanakannya perlu ada peraturan dan cara. Mempercayai (beriman) bahawa Allah itu tuhan harus dengan pengertian bahawa kita ini bukan tuhan hanya sekadar makhluknya tetapi untuk menzahirkan (menyatakan) bahawa kita ini makhluknya yang beriman, haruslah dengan menyembah Allah dengan cara solat. Diiperingkat ini mata kita yang dulunya hanya memandang pokok kelapa dengan hanya mengetahui itu pokok kelapa kini mula disertai dengan hati yang menyatakan pokok kelapa itu diciptakan oleh Allah. Segala yang terpandang oleh kita akan disertai dengan hati dan ilmu sambil mengingati penciptanya iaitu Allah.
Bertambahnya pemahaman dan ilmu agama serta iman juga amalan, mata kita yang dulunya kuat memandang perkara perhiasan dunia kini mula kurang melihatnya, Hati yang dulunya kurang mengenal Allah kini semakin kerap mengingat Allah. Kalau dulunya kita sekadar menikmati keindahan alam, kini kita menikmati keindahan alam ciptaan Allah. Kalau dulunya kita mempelajari kejadian janin di dalam rahim dengan sekadar melihat proses kejadiannya dari pandangan sains kini kita melihat proses kejadiannya dengan bertasdik, hebatnya aturcara dan kekuasaan Allah. Dengan semua pancaindera kita sentiasa mengingati Allah walaupun pancaindera zahir kita sebahagiannya masih melihat perhiasan dunia. Hati dan iman harus ditetapkan dengan kekuatan amalan syariat ditambah pula dengan ilmu maarifat. Air yang dulunya kita kenali untuk menghilangkan haus kini kita merasai kenilkmatannya dengan mandi air terjun. Badan yang panas terasa dingin. Bertambahnya amalan, ilmu, iman, dikuatkan dengan zikir serta hati yang suci akan membawa kita ke peringkat seterusnya.
Hakikat satu pekataan yang mudah diterjemah tetapi amat sulit untuk dimengertikan. Umpama sepasang kekasih yang mabuk cinta, Mabuk semabuk mabuknya. Selalu ingin bersama memadu kasih melepas rindu. Tidak terpandang yang lain melainkan dia. Tiada keinginan kepada yang lain melainkan dia. Tiada yang dicari melainkan dia. Tiada yang dituju melainkan dia.
Semua kekhilafan daripada aku sendiri
Yang benar itu daripada Allah
Insyaallah akan kembali.
September 30th, 2009 at 11:50 am
utang nyawa mesti dubayar nyawa,utang darah mesti dibayar darah.Aadalah hukum alam siapa yang memangsa dagingku pada kelahiran nanti dagingnya akan pasti aku makan juga.
October 1st, 2009 at 11:49 am
Semua orang wajib belajar ari apapun yang penting tidak menngurui, tidak memfitnah tetapi belajar untuk menambah wawasan dan betapa banyaknya pengetahuan yang kita tidak kita ketahui dan saling membutuhkan dari yang lain tinggal kita memilah dan memilih mana yang terbaik untuk kemaslahatan kita, umat dan akhirnya bangsa untuk bekal ke alam kematian
October 5th, 2009 at 11:44 am
GEMPA DI SUMATERA BARAT TANGGAL 30 SEPTEMBER 2009 JAM 17.16 PADA SKALA 7.6 SKALA RICHTER ADALAH AKIBAT KEDURHAKAAN MANUSIA PADANG.MANUSIA SUMATERA DAN PADANG TERKENAL DENGAN RUMAH MAKAN PADANG DENGAN PEMBUNUHAN SAPI POKOK MATA PENCAHARIAN.DI INDIA SAPI DI MULIAKAN.TAPI DI PADANG SAPI MALAH DI CINCANG-CINCANG JADI PEMUAS LIDAH DAN MEMEPERBANYAK DARAH DAN DAGING BAGI TUBUH YANG TIDAK KEKAL.TUBUH YANG NANTINYA JADI ULAT,ABU DAN KOTORAN.MENGAPA HARUS MEMBUNUH SAPI UNTUK MEMELIHARA BADAN TAK KEKAL INI.INI TIDAK MENGHIRAUKAN ORANG LAIN NAMANYA.SAPI BAGI RAKYAT INDIA ADALAH SIMBOLIS DUNIA DAN ORANG TUA ADANYA.ADALAH KEDURHAKAAN MEMBUNUH SAPI.MANUSIA SUMATERA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI YANG HEBAT MEMBUNUH MAKHLUK SUCI INI.GAYUNG TERSAMBUT.SAPI JUGA PUNYA TUHAN.WAKTU 17.16 ADALAH KALAU ANGKANYA DI JUMLAH=6.ANGKA 6 ADALAH ANGKA DEWI KALI.DAN SKALA GEMPA 7.6=13 ADALAH ANGKA CELAKA.ANGKA EKSKUSI.JADI DEWI KALI MURKA DAN MEMBINASAKAN MANUSIA-MANUSIA DURHAKA ITU.
October 6th, 2009 at 8:39 am
bunga bangkai tumbuh di pulau sumatera.apa pesona bunga bangkai tiada lain kehancuran dan terwujudnya banyak mayat dimana-mana.ini sudah terbukti bencana bagi aceh,padang dan jambi.jangan lupa bunga bangkai kini tumbuh pula di semarang jawa tengah.kehancuran tak terelakan bakal terjadi di jawa.lebih-lebih di dukung oleh kutuk sabdo palon.tinggal menunggu hari h-nya saja.
October 6th, 2009 at 11:22 am
SEGALA SESUATU DI DUNIA INI BERGUNA.KALAU BUKAN PARA PEMAKAN DAGING KELAK YANG HARUS LAHIR SEBAGAI BINATANG BUAS MACAM SINGA DAN HARIMAU TERUS SIAPA DONG.TIDAK ADA KEMUNGKINAN ATAU CELAH BILA MANUSIA VEGETARIAN LAHIR SEBAGAI SINGA.TIDAK ADA UTANG NYAWA DAN DARAH.PEMANGSA DAN DIMANGSA DALAM TUBUH SEBAGAI BINATANG KELAK MEMANG HANYA ATURAN MUTLAK BAGI PENIKMAT DAGING DAN PENJAGAL SAJA.
October 6th, 2009 at 12:47 pm
ADA AGAMA YANG KALAU DI IKUTI SECARA INTENSIF MENGANTARKAN PADA NERAKA KE 7(TUJUH) ADA AGAMA YANG KALAU DI IKUTI SECARA INTENSIF AKAN MENGANTARKAN KITA PADA SURGA KE 7(TUJUH).APA AGAMA YANG TERBESAR DI INDONESIA SEKARANG TELAH MAMPU MENGANTARKAN INDONESIA SEMAKMUR MAJAPAHIT BAHKAN MELEBIHINYA.TANYAKAN PADA NURANIMU.
October 6th, 2009 at 12:50 pm
pertanyaan yang susah gampang.lihat cara kerjanya dulu.tingkah polah penganutnya dulu.tanyakan pada satrio piningit weteng buwono kali.tanyakan pada gempa aceh dan padang kali.
October 7th, 2009 at 11:50 am
TIDAK ADA YANG IRI JIKA BANYAK ORANG YANG MEMELUK AGAMA NAPSU.TIDAK ADA YANG IRI JIKA MELIHAT ORANG BERLARI MENUJU NERAKA.ISLAM AGAMA TERBESAR DI INDONESIA.MEREKA SEPERTI BINTANG YANG JUMLAHNYA TRILYUNAN DI ANGKASA.TAPI SEBANYAK APAPUN BINTANG DI LANGIT TAK MAMPU MENGUSIR GELAPNYA MALAM.SEORANG YOGI ADALAH REMBULAN.KARENA PADA SEORANG YOGI TUHAN BERKENAN MENAMPAKAN DIRINYA.MALAM YANG PEKAT MAMPU DI USIR KEGELAPANNYA OLEH 1 BUAH REMBULAN.TRILYUNAN BINTANG KALAH OLEH SATU REMBULAN.YOGI YANG BERSIH DARI PEMBUNUHAN MAKHLUK APAPUN.DI INDIA PARA YOGI BERJALAN MEMEGANG SAPU.MENGHINDARI MENGINJAK SEMUT DENGAN MENYAPU JALAN TERLEBIH DAHULU SEBELUM DI LALUINYA.BANDINGKANLAH DENGAN PARA PENIKMAT DAGING.MEMBANGUN KUBURAN MAKHLUK LAIN DI BADANNYA.JELAS KOTOR.
October 7th, 2009 at 11:53 am
kesucian terletak di gunung.untuk mencapainya mesti dengan perjuangan adanya.tidak ada yang dapat dicapai dengan mudah.kalau menjatuhkan diri ke lembah tentu sangat mudah.
October 10th, 2009 at 2:28 am
kenalilah diri sampai tau secara sempurna,barulah bisa mengenal tuhan
October 10th, 2009 at 12:54 pm
Mengekang Nafsu
1. Perangilah hawa nafsu kalian, sebagaimana kalian memerangi musuh-musuh kalian. Dan hanya orang yang bijak yang dapat menguasai hawa nafsunya.
2. Orang yang baik adalah yang mampu mengatur nafsunya sesuai dengan keinginannya dan menolaknya dari segala keburukan, sedangkan orang yang jahat adalah yang tidak seperti itu.
3. Janganlah sekali-kali engkau menuruti nafsumu, dan jadikanlah yang membantumu untuk menghindar darinya adalah pengetahuanmu bahwasanya ia berupaya mengalihkan perhatian akalmu, mengacaukan pendapatmu, mencemarkan kehormatanmu, memalingkan kebanyakan urusanmu, dan memberatkanmu dengan akibat yang akan engkau tanggung di akhirat.
4. Sesungguhnya nafsu adalah permaian. Maka jika datang permaian, menghilanglah kesungguhan. Padahal, agama tidak akan pernah berdiri tegak dan dunia tidak menjadi baik kecuali dengan kesungguhan.
(Seri Kata-Kata Mutiara Amirul Mukminin Imam Ali Bin Abi Thalib as)
Wassalam
October 10th, 2009 at 5:50 pm
~?so mistik and scream~?
October 11th, 2009 at 1:38 am
mayda atau siapapun kalian,pengetauan anda hanya seputar pewayangan kok komen disini.oalah duuuul dul…wis ndang modaro wae ben weruh opo sing mbok werui kuwi.wis ndang mbok rasakno opo sing kalian tulis.rasakno mengko…
October 12th, 2009 at 12:26 am
orang hidup dengan kadar pengertian dan kedekatannya kepada Alloh SWT yang tentunya berbeda-beda.smoga kita lebih bijak dengan apa yang dilakukan dan diyakini orang lain…..
ilmu akan lebih bermanfaat bila kita mau berbagi.
October 15th, 2009 at 1:32 am
manungaling kawulo lan gusti,berarti bertaukhit bhwa tyada tuhan mlainkn ALLOH en nabi muhamad adl utusan ALLOH,mrpkn sumpah yg hrus di pegang tguh.manunggal cipta,rasa,karsa akan pa yg tlah di printahkn en laranganNYA.dengan
Nandur Suruh kanti Wungkal
NANduki DURangkoro SUmurup nganti weRUH kanti WUNGu tawaKAL
October 18th, 2009 at 10:48 pm
wah…..seru kali perbincangan di blog ini……. saya orang awam cuma bisa membaca dan menyimak beliau2 yang berargumen saja….. yang saya tahu Tuhan YME sajalah yang Maha Tahu segalanya…. kita cuma bisa menganalisa….menebak…mengira2…… memang dibuat gitu biar kita bisa berfikir dan memahami adanya Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyang…….
October 18th, 2009 at 11:06 pm
Saudara-saudaraku Sebangsa dan setanah air, untuk mengenal Tuhan Yang Maha Esa kita memang harus menyerah/Pasrah (Islam). Kenalilah diri sendiri sebagai hamba Tuhan yang memikul kewajiban dari Tuhan (Ibadah). Untuk menuju Tuhan Yang Maha Esa, ada petunjuknya/Nakhoda (Al-Qur’an dan Sunnah/Hadits yang benar)
untuk bisa menjalankan petunjuk/Nakhoda maka syaratnya (1) harus mengkaji (Tarekat) pada ahli Ilmu Al-Qura’an dan Hadits secara Musnad Muttasil sampai benar-benar faham (2) kemudian Mengamal (action) sesuai (Sareat) Al-Qura’an Hadist, seterusnya agar bisa hidup menghayati (Hakikat) Hidayah Al-Qur’an Hadits harus (3) Di Bela (Jihad) dengan diri, dan Harta supaya kita bisa menanamkan hakekat Ibadah yang dilaksanakan dengan cara (4) Menyatukan kekuatan (Berjama’ah) mengangkat pemimpin (Amirul Mukminin), berbai’at dan (5) Taat/ Taqwa pada perintah Tuhan (Al-Qur’an), Hadits itu Mutlaq, juga ta’at pada Amirul Mukminin selama perintahnya tidak maksyiat pada aturan Al-Qur’an Hadits. Nah ini ditetapi dan di hayati sampai pool ajal kita masing-masing. Maka sebagai Jaminan dalam QS. Annisa ayat 13, Tuhan berfirman” Barang siapa Ta’at kepada Allah (mengikiti Al-Qur’an) dan Utusan Allah (Hadits) maka setelah mati dimasukan ke Jannah (Sorga) bertemu Allah (Makrifat)
Semoga Saudara-saudara Bisa sama-sama memahami dan kelak bisa bertemu di Jannah (sorga) Makrifat
Saya Mengaji di Islam Jama’ah, LEMKARI, LDII
October 18th, 2009 at 11:26 pm
Saudara-saudara Sebangsa dan Setanah Air, makna asli Sareat, Tarekat, Hakekat dan Makrifat itu sebenarnya :
1. Mengkaji Al-Qur’an Hadits yang Musnad Muttasil dari Ahli Ilmu sampai Faham
2. Mengamalkan Ilmu Al-Qur’an Hadits sampai bisa ngePasi/ menghayati
3. Membela/Jihad menegakan Al-Qur’an Hadits di Bumi Allah memberantas Zaman Jahiliyah/Kebodohan, jihad dengan diri, dan harta (Amal Jariyah)
4. Menyatukanh kekuatan di ikatan kuat dengan Berjama’ah, mengangkat pemimpin Amirul Mukminin dan
5. Tho’at Allah, Rosul, dan Tho’at pada Amir selama perintahnya tidak maksyiat pada perintah allah dan Rosul
Awas jangan keliru Saudara-saudara, Ayo…. kita mengkaji Al-Qur’an Hadits
Terimakasih
October 18th, 2009 at 11:31 pm
Saudara-saudaraku Sebangsa dan setanah air, untuk mengenal Tuhan Yang Maha Esa kita memang harus menyerah/Pasrah (Islam). Kenalilah diri sendiri sebagai hamba Tuhan yang memikul kewajiban dari Tuhan (Ibadah). Untuk menuju Tuhan Yang Maha Esa, ada petunjuknya/Nakhoda (Al-Qur’an dan Sunnah/Hadits yang benar)
untuk bisa menjalankan petunjuk/Nakhoda maka syaratnya (1) harus mengkaji (Tarekat) pada ahli Ilmu Al-Qura’an dan Hadits secara Musnad Muttasil sampai benar-benar faham (2) kemudian Mengamal (action) sesuai (Sareat) Al-Qura’an Hadist, seterusnya agar bisa hidup menghayati (Hakikat) Hidayah Al-Qur’an Hadits harus (3) Di Bela (Jihad) dengan diri, dan Harta supaya kita bisa menanamkan hakekat Ibadah yang dilaksanakan dengan cara (4) Menyatukan kekuatan (Berjama’ah) mengangkat pemimpin (Amirul Mukminin), berbai’at dan (5) Taat/ Taqwa pada perintah Tuhan (Al-Qur’an), Hadits itu Mutlaq, juga ta’at pada Amirul Mukminin selama perintahnya tidak maksyiat pada aturan Al-Qur’an Hadits. Nah ini ditetapi dan di hayati sampai pool ajal kita masing-masing. Maka sebagai Jaminan dalam QS. Annisa ayat 13, Tuhan berfirman” Barang siapa Ta’at kepada Allah (mengikiti Al-Qur’an) dan Utusan Allah (Hadits) maka setelah mati dimasukan ke Jannah (Sorga) bertemu Allah (Makrifat)
Semoga Saudara-saudara Bisa sama-sama memahami dan kelak bisa bertemu di Jannah (sorga) Makrifat
Saya Mengaji di Islam Jama’ah, LEMKARI, LDII
October 18th, 2009 at 11:32 pm
Saudara-saudaraku Sebangsa dan setanah air, untuk mengenal Tuhan Yang Maha Esa kita memang harus menyerah/Pasrah (Islam). Kenalilah diri sendiri sebagai hamba Tuhan yang memikul kewajiban dari Tuhan (Ibadah). Untuk menuju Tuhan Yang Maha Esa, ada petunjuknya/Nakhoda (Al-Qur’an dan Sunnah/Hadits yang benar)
untuk bisa menjalankan petunjuk/Nakhoda maka syaratnya (1) harus mengkaji (Tarekat) pada ahli Ilmu Al-Qura’an dan Hadits secara Musnad Muttasil sampai benar-benar faham (2) kemudian Mengamal (action) sesuai (Sareat) Al-Qura’an Hadist, seterusnya agar bisa hidup menghayati (Hakikat) Hidayah Al-Qur’an Hadits harus (3) Di Bela (Jihad) dengan diri, dan Harta supaya kita bisa menanamkan hakekat Ibadah yang dilaksanakan dengan cara (4) Menyatukan kekuatan (Berjama’ah) mengangkat pemimpin (Amirul Mukminin), berbai’at dan (5) Taat/ Taqwa pada perintah Tuhan (Al-Qur’an), Hadits itu Mutlaq, juga ta’at pada Amirul Mukminin selama perintahnya tidak maksyiat pada aturan Al-Qur’an Hadits. Nah ini ditetapi dan di hayati sampai pool ajal kita masing-masing. Maka sebagai Jaminan dalam QS. Annisa ayat 13, Tuhan berfirman” Barang siapa Ta’at kepada Allah (mengikiti Al-Qur’an) dan Utusan Allah (Hadits) maka setelah mati dimasukan ke Jannah (Sorga) bertemu Allah (Makrifat)
Semoga Saudara-saudara Bisa sama-sama memahami dan kelak bisa bertemu di Jannah (sorga) Makrifat
October 18th, 2009 at 11:40 pm
Nikmati Saja Coy………………….., persiapan menuju alam Baka/ Kuburan
October 20th, 2009 at 12:36 pm
HAI UMAT ISLAM DAN PENGIKUT KALIJAGA.BERSUJUD DAN MOHON AMPUNLAH PADA IBU LIA EDEN.DAN IKUTILAH SEGALA PETUNJUKNYA.KALAU TIDAK MAU HANCUR LEBUR.TINGGALKAN MUI YANG SESAT.AJARAN KALIJAGA YANG SESAT.SAMBUTLAH IBU LIA EDEN DENGAN RASA HORMAT.
October 20th, 2009 at 4:52 pm
to : PARASATYA =kafir
syare’at, tarekat dan ma’rifat wajib d plajari dan d amalkan dlm khidupan,.
karna itulah kunci yg sbnar2nya kunci dlm khidupan tuk d dnia dan akherat klak,.,
October 22nd, 2009 at 1:01 am
.,.,.,.,???????????cari n gali terus.! jgn dengarkan orang2 yg ingin memurtadkan saudara2ku yg ingin mengenal ALLAH..MAKRIFATULLAH HANYA DGN ALLAH.
October 28th, 2009 at 3:21 pm
Ikut koment dong ! menurut saya ( saya = bocah ingusan) Kalo manunggaling kawula Gusti itu akhir dari tujuan hidup (bagi umat islam). Inna lillaahi wa innaa lillaahi rojiun, siapa yang berani membantahnya dalil ini. asalnya dari Alloh kembali ke Alloh. Jadi menurut saya tidak aneh dan tidak sesat. Kalo yang menentang sesat ngga ya?
October 30th, 2009 at 1:10 pm
pada intinya dr semua adalah “syahadat”, hati islam…”pakaian” islam….perbuatan islam… banyak orang yg mengaku islam tp sesungguhnya bukan islam….islam diliputi dgn iman….kt kembali kepada ajaran Rosullullah saw……
sholawatlah kepada rosullullah saw…
November 1st, 2009 at 1:27 pm
aku kira semuanya kembali pada hati nurani masing-masing, dan kembali pada hakekat ISLAM seutuhnya, Al-Qur’an dan Hadist. mempelajari sejarah boleh asal ga kebablasan, ok sodara…..
November 2nd, 2009 at 10:52 pm
Selawat dan Salam kepada Junjungan Besar Muhammad s.a.w. Salam kepada saudara seagamaku.
Ma’arifatullah (Mengenal Allah). Sejenis ilmu pengetahuan yang membawa kepada kita mengenali Allah subhanahuwataala. Dasarnya ulama’ terdahulu menggariskan 20 sifat yang mana dengannya kita mengenali Allah. Terdapat juga sifat yang mustahil bagi Allah seperti makan, minum, tidur dan sebagainya. Ramai yang mengetahuinya. Pentafsirannya juga bergantung kepada seberapa dalam kita ingin melihatnya seperti apa yang selalu dibincangkan di sini. Manunggaling kawula gusti secara ringkasnya diertikan ‘Bersatu dengan Tuhan’. Terdapat terjemahan lain yang menjurus kepada maksud yang lebih sulit. Umpama sepasang kekasih yang saling menyayangi…keluar kata-kata seperti…”hati kita bersatu” walau sebenarnya hati tetap berbeda namun dari sudut pengertian…hati mereka bersatu di dalam satu tujuan atau rasa atau perasaan. Manusia diciptakan dengan segala sifat lemah…kita semua mengetahui kelemahan sifat manusia…lapar, bodoh, suka lupa dan sebagainya….Sesungguhnya tuhan kamu lebih dekat kepada kamu dari urat leher kamu. Pentafsiran yang berbeda akan membawa kepada pemahaman yang berbeda malahan boleh dikira sesat. Allah s.w.t. itu wujud maksudnya ada. Maha Esa dan ada di mana-mana namun tidak bertempat. Kalau kita mengatakan bahawa Allah itu lebih dekat daripada urat leher dari pengertian tempat atau kedudukan, kita akan bertemu persoalan-persoalan yang amat sukar untuk dijawab. Seperti kalau ditanya kepada anak-anak kecil, “dimana Allah?” biasanya akan dijawab, “Allah ada di langit” Kalau kita fahami kata-katanya…Salah kalau kita meletakkan bahawa Allah itu bertempat dan tempatnya di langit tetapi dari sudut yang lain ia menjadi benar kerana Allah berada di mana-mana jadi di langit pun ada!!!. Selama mana kita mau jadi seperti anak-anak kecil? Persoalan yang lebih berat? Ketika Rasulullah s.a.w Israk dan Mikraj. Adakah Allah ada di Sidratul Muntaha?
Memetik tulisan Ryu96 “kt kembali kepada ajaran Rosullullah saw……
sholawatlah kepada rosullullah saw…”
Segala yang benar itu daripada Allah s.w.t
Yang salah itu daripadaku sendiri.
Insyaallah kembali.
November 16th, 2009 at 12:37 pm
aq sangat suka sekali mengupas tentang kejawen,apalagi ajarannya kanjeng sunan kalijaga,tolong informasikan buku apa aja yang banyak mengupas ajaran kanjeng sunan kalijaga.trim’s
November 21st, 2009 at 10:48 pm
mas kalau Allah punya rahasia sampean juga kaga bakalan tahu
November 22nd, 2009 at 3:18 pm
sepertinya…syekh siti jenar ilmunya berada jauh diatas para wali songa.karena hanya beliau saja yg tidak berada dibawah raja jawa RADEN FATAH.
November 23rd, 2009 at 9:29 am
buat indro…kalu mau ajaran yg terbaik & termulia,belajarlah pada Syekh Siti Jenar.di Gramedia begitu banyak buku2 beliau sampe di internet tertulis: Syeks siti jenar,namanya melariskan buku !! JANGAN IKUT TERMAKAN PENDANGAN SEJUMLAH ULAMA YG MENGIRA BELIAU ALIRAN SESAT.manunggaling kawula gusti adalah ajaran sesungguhnya /ajaran para nabi sejati !! WALI SANGA HANYALAH WALI YANG TUNDUK DENGAN RAJA.SEMUA DIPOLITISIR UTK MENARIK UMAT SAJA.SYEKH SITI JENARLAH YANG HANYA TUNDUK PADA ALLAH !! (BELIAU TDK TUNDUK PADA RAJA SEKALIPUN) itulah sebabnya jaman orde lama buku2 syekh siti jenar dilarang.jadi waktu itu penguasalah yg menentukan suatu ajaran sesat atau bukan.karena belum adanya demokrasi.INGAT…ISLAM TIDAK PERNAH MENGAJARKAN UTK MEMBUNUH UMAT YG MEMPUNYAI PENAFSIRAN AL-QURAN YG BERBEDA.jelas wali sanga tdk mempunyai hak utk menghukum mati siti jenar.
November 26th, 2009 at 2:29 pm
Ass, buat sansan….
Jangan menyuruh orang untuk belajar terhadap ajaran syekh siti jenar… akan tetapi belajarlah dari Al’Quran dan Hadits Nabi MUhammad SAW. Apakah Anda Sansan berani menjamin kalau mengikuti syekh siti jenar anda akan masuk kedalam Surga ? Kalau saya berani menjamin Kalau mengikuti ajaran Al Quran Dan Nabi Muhammad SAW pasti masuk surga….
November 29th, 2009 at 10:07 am
Saya tertarik dengan ilmu yang saudara informasikan, trus dimana saya harus mencari itu
December 3rd, 2009 at 9:42 am
Assalamualaikum wrwb…bersatulah umat islam…perbedaan adalah rahmat dari ALLAH SWT… jangan pernah saling menyalahkan ….kebenaran datangnya dari ALLAH SWT.AMIN
December 5th, 2009 at 1:23 pm
CARI ILMU DI KUBURAN KALI JAGA.BONGKAR KUBURAN KALIJAGA.MAKAN MAYAT DAN TANAHNYA BAGI PENGIKUTNYA.KIAMAT TAHUN 2012 YANG TELAH DI GADANG-GADANG.DENGAN KEKUATAN TELAH MAKAN MAYAT KALIJAGA KALI AJA KALIAN ORANG BODOH SELAMAT.BONGKAR KUBURAN KALIJAGA.
December 5th, 2009 at 1:26 pm
siapa tahu tsunami aceh bisa di cancel dengan melek di kuburan kalijaga.kenapa tidak tanya kepada orang pintar seperti apa kehidupan dialam lain setan kalijaga.orang-orang dungu tanah jawa masih saja menjilat-jilat kuburan kali jaga dan antek-anteknya.jilat-jilat kuburannya.
December 5th, 2009 at 1:32 pm
berguru pada setan akan terlahir dari setan.berbakti pada leluhur akan terlahir dari leluhur.kaum tolol dan penuh dosa.semua jalan yang dianjurkan kalijaga telah di turutkan.dipikirnya bangsa indonesia makin maju.tanpa penderitaan bagi rakyatnya semuanya bullshit.sapi dan kambing yang dipelihara oleh yesus kristus telah disembelih dan dibuat sate.sebagai penghinaan bagi agama non Islam.Tapi kemiskinan tetap melanda indonesia.padahal Islam agama terbesar negeri ini.yang marak cuma kebejatan/pelacuran,dukun cabul,pemulung,perampokan,korupsi.kekeringan.umat islam indonesia kudu makan tanah kuburan walisongo hingga kedalaman 100 meter.
December 5th, 2009 at 1:38 pm
brotowali rasanya pahit.agama jahat dari segimanapun di pandang tetap jahat.agama kalijaga menawarkan pencabulan sebagai langkah utama.agama sapiteng.pemenuhan kotoran sebagai motor penggerak.makan serba daging.dan maksiat adalah kebanggaan.DI MATA TUHAN LEBIH BERNILAI SYECH SITI JENAR DIBANGDINGKAN KALIJAGA DAN WALI SONGO.TAPI DIMATA MANUSIA BODOH KALIJAGA MENDAPAT KEHORMATAN.MANUSIA BODOH SELALU LEBIH PINTAR DARI TUHAN???
December 5th, 2009 at 1:40 pm
para manusia cabul berlaku sebagai orang mesjid.seperti teroris dan dukun cabul lainnya.agama edan.agama sinting buat pemeluknya yang edan dan sinting.
December 10th, 2009 at 9:52 am
ass…
cuma mau sedikit menambahkan,untuk ADI semua wali itu sama,sama juga seperti kita jadi tidak ada yang berbeda.Kita semua kan memang hanya sebatas kotoran dari rambut ada kotoran(ketombe),mata(belek),kuping(congek),hidung(upil),mulut(jigong),kulit(keringat) pokoknya semua yang ada pada tubuh kita penuh dgn kotoran jadi kita tidak punya haq! untuk merasa sombong,untuk apa membada-bedakan kehebatan dan mencela bahkan memaki mereka atau ajaran para wali allah,biarlah allah yg menilai karena kita tidak punya haq untuk itu (ALLAH yang MAHA MENGETAHUI)…
dan mereka itu mulia di mata allah karena merekalah wali allah,wali allah yg membantu memperjuangkan islam di Indonesia.
apa mencela,memaki dengan kata KASAR dibenarkan dalam islam???jawabannya pasti tidak dibenarkan..
istighfarlah…
maafkan saya jika ada yg tidak berkenan disini,karena saya hanya manusia bodoh(hanya allah yg maha mengetahui).
jangan lihat lautan itu indah,lihatlah ada apa di dalam lautan itu.
belajarlah melihat suatu hakekat dari suatu syareat.
December 11th, 2009 at 1:55 pm
Hakekat benar dan kebenaran mutlak hanya dimiliki Allah SWT dan itu sifatnya abadi, kita manusia tidak punya hak atau kuasa menghakimi benar/salahnya perilaku sesama manusia, karena nilai kebenaran yang ada pada diri manusia bersifat relatif artinya masih dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu alias masih pada saat kapan dan dimana kebenaran itu dianggap benar.
December 13th, 2009 at 7:50 pm
buat sinar sebelum bicara tanya dulu ke yesus pelihara domba buat apa? pasti utuk sate. anda yang meng hina tuhanmu pelihara domba malah kamu makan asu.
December 17th, 2009 at 8:16 am
semuax demi allah komentar2nya benar smua, karna temen2 semuax punya dasar sendiri2, cmn tolong donkkkkkkkkkkkkkkkk bahas seng benar biar aku enak belajarnya “Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga” cz aku pngen bwget blajar islam, versi islam+jawa…….
December 18th, 2009 at 1:11 pm
Semuanya Bener.., dan semuanya salah…, karena didalam yang benar ada yang salah dan didalam yang salah ada yang bener nggee…, bermula agama kenal kpd tuhan ( Awaluddin Ma’rifatullah ), bila ini tlah kawan kawan fahami maka semuany akan islam (selamat) dan saling mengasihi satu dgn yg lainnya “Hablu Minannas wa Hablu Minallah.
December 20th, 2009 at 4:27 am
Perjalanan kita sebenarnya berakhir pada-Nya, bukan berujung pada Surga atau Neraka, melainkan pada-Nya. Surga atau Neraka hanyalah terminal sementara. Keduanya dicantumkan dalam kitab suci untuk memberikan motivasi bagi manusia agar dapat kembali kepada-Nya. (seperti yang ditulis pada buku Mistik dan makrifat Sunan Kalijaga, oleh Achmad Chodjim).
December 21st, 2009 at 6:32 pm
sebenarnya kalo saya pelajari dari penjelasan teman2 mulai dari atas semuanya sama disini saya intisari dari dasar belum menemukan tolong jelaskan yang detail donkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
December 21st, 2009 at 10:33 pm
setelah aku baca habis semua coment,dlm hati ketawa sendiri yg nulis2 orang pinter apa orang bodoh sih,semua cerita ttg majapahit,orng jawa jaman dulu,wali,orang hindu,orang india,makrifat,syareat dll,kan cuma pd baca dibuku seolah2 kalian ada pada saat itu dan ikut dlm perjalanan sejarah itu,berfikirlah kalian kl buku2 itu cm karngan manusia jd tergantung bagaimana pengarang itu berfikir sehingga tertuang pd tulisan shngga jd buku yg dijual.kalo diperdebatkan tdk bakalan selesai karena memang tergantung bagamana kemampuan kita mencerna buku itu.maka jadilah kalian orang2 bodoh karena mau dibodohi cerita dicandi,karangan2 buku yg tdk bisa dipertnggungjawabkan keotentikannya.buat yg percaya pd Islam kita punya Al-Qur’an dan Hadist pelajarilah dengan baik dan benar dg guru yg bs dipercaya jngn karena kisah syeh siti jenar dan walisongo kita mnjdi terpecah belah,lebih baik baca kisah Rosululloh SAW.buat org kejawen,jawa cm budaya=budi & daya=hasil daya pikir manusia,pd dasarnya manusia mengalami evolusi demikian pula dngn pikirannya lambat laun jg pasti berubah,jd jngn takut budya berubah mari kita kontrol shngga perubahan itu mjd lebih baik.utk org2 yg tdk suka dngn islam,cobalah kalian baca ajaran islam dg baik jngn apriori,agama mana yg mengatur hidup manusia sesempurna islam dr kita bangun tidur,kekamar mandi,makan,keluar rumah,cara bergaul,pulng kerumah,sampai kita mau tidur lagi semua diatur dengan baik dan adil kalau kita mau belajar.”Carilah ilmu walaupun sampai kenegeri cina”,jd bukan karena kutukan orng cina yg dipotong telinganya kita jadi sengsara tapi karena kita tidak mau belajar setinggi2nya.
December 22nd, 2009 at 12:26 pm
Alquran=kuburan.jelas agama terakhir.karena setelah di kuburan mau kemana lagi.mau jadi zombie??Tahun ini Indonesia menyumbang mayat 275 orang di Mekkah.Jadi Mekkah itu kuburan dunia.275 mayat x180 nrgara=49.500 mayat.wah tidak jelek.
December 24th, 2009 at 3:54 pm
BEBASKANLAH DIRI ANDA DARI KEBEJATAN MORAL.BEBASKAN DIRI ANDA DARI NAPSU YANG MENGUNGKUNG JIWA.NISCAYA BAHAGIA DAN KESUCIAN MENJADI MILIK ANDA.BARANG SIAPA YANG LUPUT DARI KEBEJATAN AKAN KEMBALI KE TUHAN.
January 1st, 2010 at 4:16 am
Mencari kebenaran itu mulia,merasa benar itu tercela.tujuan manusia mencari jalan yg diridhoNYA,secara tak sadar orang banyak yg menyekutukanNYA,gak sunan kalijaga atau syeh siti jenar ataupula walisango,mereka hanya manusia biasa,pengkultusan pada mereka adalah bentuk kemusrikan yg hanya membawa pd kebodohan,saling hujat sesama awal dari buahnya,kalau yg dituju allah,kenapa tdk dikemblkan padaNYA,ridho siapakah yg dicari? Siapa mencipta,dia lah yg mengatur,yg mengusai alam semesta kalau memang dewa yg kuasa kenapa jangkauannya terbatas?kenapa ajaran dewa tidak bisa menjangkau seluruh dunia?sebatas itukah kebesarannya?yang terbatas bukanlah penguasa tertinggi,apakah sudi untuk menyembahnya?manusia diciptakan penuh kemuliaan,dibekali akal,pikiran dan hatinurani(qalbu),apakah pantas memuja sesuatu yang makannya saja kadang lewat tangan manusia?dimanakah kesadaran manusia,yg maha tinggi menciptakan manusia dengan segala kemuliaannya,tapi mengapa manusia itu sendiri menjadikan dirinya terhina,hingga sudi merendahkan diri didepan hewan yang tak mampu berbuat apapun sampai disembelihpun tak bisa menolong dirinya sendiri! Nabi isa memang mulia tapi pengikutnya yang durhaka dan menghianatinya,dalam kitab injil barnabas disebutkan bahwa yesus mengatakan bahwa dirinya adalah hamba dan utusan allah,tapi kaum nasrani tak mau mengakuinya malah kitab itu tak pernah dipakai lagi,karena mereka malu untuk mengakui kebenaran malah menjadikan dia sebagai sesembahan seperti juga pada lata dan udza,dua orang saleh yang taat pada allah tapi pengkultusan membuat manusia menjadikannya sesembahan dan dijadikan tuhan,sungguh malang orang2 yang dalam hatinya penuh dengan kesobongan karna sampai kapan pun tak kan pernah mendapat kebenaran,seperti pula dijaman sekarang banyak yang mengkultuskan orang2 saleh jaman dulu dan menghujan orang saleh lainnya.tapi tidakkah mereka pernah bertanya pada dirinya,apakah dia telah boleh dibilang pintah atau lebih tau tentang arti din yang sebenarnya,sadarlah atau teruslah saling mengutuk sampai ajalmu tiba,saat itulah kamu akan sadar bahwa kalian bukanlah siapa-siapa,hanya seorang bodoh yang sombong yang tak kenal pada dirinya apalagi pada tuhan dan kewajiban padaNYA.sadarlah…sadarlah saudaraku.astagfirullah
January 6th, 2010 at 12:16 am
setuju banget buat dihas…..
buat gw yang awam bgt, yang pake rasional aja, ngerti lah….ngapain muja2 hewan….pake baju aja nggak kok di puja????
January 9th, 2010 at 11:33 am
lebih tolol lagi para pemuja mayat.mayat jelas jelas tidak muksa.dipuja-puja.kurang kerjaan.rohnya berteruak-teriak di neraka.
January 9th, 2010 at 11:45 am
orang-orang yang dengan tenang melakukan kebiadaban terhadap mahluk hidup.mereka orang-orang yang tidak sayang pada nyawanya sendiri.mereka penantang neraka yang merasa diri lebih tangguh dari siksa neraka.tidak tahu betapa jiwa yang tanpa badan seperti ilalang telah kering yang tak berdaya melawan kekuatan algojo neraka.
January 11th, 2010 at 11:46 am
PADA MASA PEMERINTAHAN PRABU AIRLANGGA ADA CERITA CALONARANG.LEGENDA JANDA WALUNATA IN DIRAH.DENGAN ILMU HITAMNYA MEMBUNUH BANYAK RAKYAT KEDIRI.WALUNATA IN DIRAH MEMUJA DURGA MAHAKALI.KEMUDIAN DENGAN KEKUATAN MPU BERADAH PENDERITAAN RAKYAT DI KEDIRI BISA DI HENTIKAN.PADA MASA KERAJAAN MAJAPAHIT ADA PEMUJA DEWI KALI YANG LAIN.DATANGNYA DARI CHINA.NAMANYA KALIJAGA.KALIJAGA PULA YANG MENHANCURKAN KERAJAAN MAJAPAHIT.DENGAN PUTRI CAMPA.WALU NATA ING DIRAH SEDIRI BERJUANG MENGHANCURKAN KERAJAAN KEDIRI DENGAN RATNA MANGGALI PUTRINYA.SUNGGUH ALIRAN SESAT.
January 15th, 2010 at 9:36 am
semua milik ALLAH tuhan semesta alam dan junjungan serta salam saya panjatkan manusia yang memberikan pencerahan dalam kehidupan yaitu NABI MUHAMMAD SAW. beserta isinya hanya kepada ALLAH SAW dialah kita berharap dan memohon semoga di berikan petunjuk dalam kehidupan di dunia dan akherat karna AL-QUR’AN menjelaskan secara rinci dari adam turunke ke bumi sampai manusia mati menuju alam yang kekal …..Eksistensi tuhan sampai kapanpun selalu ada dan kekal. dalam sosiologi tatanan sosial kehidupan sudah terus menerus berkembang dan tidak stakk di masyrakat, jadi kita tidak usah bingung realita sosial menjadi pluralistik masing-masing punya dasar yang kuat dan semua kita kembalikan pada YANG MAHA TUNGGAL ALLAH SWT. lah wong kita di sini cuman numpang dan numpang berkarya untuk kehidupan di muka bumi ini kok.
January 16th, 2010 at 9:47 am
berbahagialah yang senantiasa berbuat baik.yang pantang membunuh mahluk apapun.yang menganggap semua makhluk tak beda dengan dirinya.yang mengganggap TUHAN ada bersemayam pada diri semua makhluk.
January 27th, 2010 at 6:01 pm
Kata mbahku, belajar tanpa guru maka gurunya adalah syetan. dan kalau berguru pun harus liat gurunya, gmana cara dia beribadah dan bertingkah laku apakah tidak menyimpang dari al quran dan hadist. Al Ulama’ warosatul ambiyaa’ ( Ulama’ adalah pewaris para nabi ). sebagai pewaris maka sudah diberikan ijin oleh nabi untuk menyampaikan, dan dari ikatan-ikatan ini do’a nabi ikut serta didalamnya yg otomatis ilmu akan menjadi lebih bermanfaat ( sekarg banyak orang pintar dan berilmu tapi tak banyak manfaat kepada yg lain melainkan malah menjadi sumber fitnah diantara mereka bahkan membahayakan bagi kesatuan umat).
Ilmu dari ulama’ (guru) akan bisa berkembang pada diri si murid, sebagai pembuka ilmu dan pandangan bathin sehingga mata hatinya hidup yang akan semakin jelas dan makin bisa membaca kebesaran2 Alloh tentang apa2 yg dia indera (melihat, mendengar dan merasa).
Do’a nabi seumpama tongkat estafet yg dapat diterima oleh pewarisnya ( dari sahabat sampai ke ulama’) jadi itu yang akan jadi lebih berarti…..semoga syafa’at nabi juga tak terputus kepada mereka.
para wali sebagian dari pewaris, yg wajib dita’ati….mereka punya kelebihan yg kadang kita tak bisa mengartikan…jangan dianggap bid’ah. diam lebih baik karena kita tidak mengerti dari pada salah kita menghujat sang pewaris.
SEBAGAI GAMBARAN….
Kita ke dokter berobat, terus dikasih obat. di kertas obat ada aturan pakai…
Untuk dewasa 3 x 1 tablet atau dengan resep dokter.
resep dokter ditulis 2 x 1 tablet sehari. apakah salah????
Tentu tidak, karena dokter sudah menganalisa bagaimana si pasien dengan pengecualiannya. mungkin dia punya sakit mag biar gak ngefek serius ke mag nya.
Perusahaan obat menulis resep itu dengan ATURAN UMUM.
Perusahaan juga menganjurkan dengan resep dokter karena ada PENANGAN2 KHUSUS. tentu dengan tidak keluar dari batasan2 obat yang telah diresepkan oleh perusahaan.
Alloh swt mewahyukan Al qur’an kepada nabi, Nabi menyampaikan kepada ummat ( makkah dan madinah waktu itu ). Nabi menyampaikan dan mengajarkan Al quran kepada para sahabat, sahabat jg memperoleh ajaran sunnah ( perkataan, perbuatan dan taqrir ) langsung dari nabi. sunnah ini merupakan bentuk penjelasan dan penerapan Al Quran pada kehidupan sehari2 baik mengenai hukum, ibadah, jual beli sb. Dari sinilah ada perintah ( amanah ) dari nabi kpd para sahabat untuk menyampaikan dan mengajarkan Al quran dan hadist nabi.
Sejak sahabat sudah ada perbedaan tentang menjalankan ibada sunnah, tapi nabi diam ( berarti membolehkan) misal maslah sholat sunnah taraweh yg 20 oleh sahabat abu bakar. itu berarti sudah ada hal husus yg dibaca nabi.
di zaman wali atau ulama’ pun ada hal demikian ketika dalam penyebaran ajaran islam, ada perbedaan karena dampak masyarakat yg dihadapi, dan mereka melakukan ijtihad ( mohon petunjuk kepada Alloh dengan cara hususnya). mereka pewaris para nabi, yg mempunyai maqom (kedudukn yang baik) tentu tidak sembarangan mengambil tindakan. mereka telah dipilih oleh Alloh dan dekat pada Alloh. Kita sebagai masyarakat awam tentu tak menjangkau maksudnya…inna a’malu binniyah…segala sesuatu dinilai dari niatnya bukan bentuknya…
karena itu kita butuh guru karena kita amat sedikit pengetahuan tentang NYA.
dan syetan selalu ingin membelokkan iman kita, jika tak kuat2 memegang tongkat estafet maka tongkat itu akan lepas dari kita.
semoga Alloh swt mengampuni jika ada kesalahn, karena hamba tempatnya salah dan kebenaran selalu dari Alloh swt.
kapan2 saya menulis lagi boleh ya..
January 30th, 2010 at 7:08 pm
Salut sekali dengan rubrik ini, krn dapat mengambil hikmah bagaimana sy mencari Tuhan. Ada pepatah SURGA DITELAPAK KAKI IBU dg media ini sy memaknai 3 hal :
1. IBU artinya INDUK yaitu kedua orang tua kita, maka secara kodrati kita wajib
berbakti kpd Ortu kita untuk bisa mencapai surga.
2. IBU artinya Ibu pertiwi/bumi, kalau perilaku scr lahir & batin kita diatas bumi ini
tidak sesuai perintah-Nya maka surga tdk akan didapat.
3. IBU sy memaknai bahwa INDUK dari pada Al-Quran adalan surat Al-Fatihah.
Ketiga pengertian dasar ini mungkin bisa sebagai masukan Cipta, Rasa dan Karsa kita untuk menjadikan Karya di dunia ini Realistis sehingga bisa dikatakan LUMRAH.
Dg pengertian sy yang dangkal, sy menangkap bahwa cara penyebaran agama yang dijalankan Kanjeng Sunan Kalijaga dg Welas Asih / Rohman Rohim / Cinta kasih. Saya memaknai bahwa kita akan bisa mencapai tingkatan atau apapun istilahnya hanya Rohman Rohim-lah sarananya dg tidak tercemari kepentingan baik pribadi maupun golongan.
February 4th, 2010 at 11:33 am
KALIJAGA MEMBAWA AGAMA SELANGKANGAN.YANG MAHIR AKAN AJARANNYA JADI IMAM TANTOWI SEKTE AJARAN SURGA EDEN.ATAU AGUS SOLICHIN SATRIO PININGIT WETENG BUWONO.
February 4th, 2010 at 9:54 pm
Hal pertama kita mengenal Tuhan biasanya dari ortu atau guru disekolah saat kita masih kecil….
Pada masa ini kita akan terima apa adanya tanpa ada banyak pertanyaan, bisa diartikan doktrin pertama pada awal perjalanan hidup dalam pengenalan Tuhan.
Saat kita remaja dengan banyak pemikiran kritis, kita mulai mencari bukti kebenaran
Pada masa ini logika akan lebih dominan, sangat berbahaya jika tidak ada guru agama sebagai pembimbing. Karena pemikiran pada masa ini tentu seiring dengan sifat anak muda, grusa2u, emosional, kuat dalam berpendapat sehingga sulit dipatahkan, dsb. sangat bagus klu yg diplajarinya benar karena akan jadi prinsip yg kuat, akan tetapi sangat berbahaya jika yg di pelajariinya keluar dari ajaran agama karena amat sulit meluruskannya.
Saat dewasa ketika bisa berfikir lebih arif, disini dimulailah pendalaman tentang apa yg dia dapat saat muda…..mulai senang mencari orang yg bisa dijadikan guru atau diajak sharing tentang Tuhan dan alam gaib.
_____________________________________________________________
Sebuah renungan kecil…..
1. Dalam Al quran :
Sesungguhnya Alloh menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah.
2. Dalam sebuah hadist yg maksudnya kurang lebih :
Jika dosa tidak menyelimuti hati anak adam niscaya mereka dapat melihat kerajaan langit.
3. Jika kita pelajari, semua perintah Alloh diwahyukan (disampaikan) melalui malaikat jibril kepada nabi ( terkumpul berupa Al Quran ) yang slanjutnya dsampaikan oleh nabi kepada ummatnya. akan tetapi ada satu perintah husus yg langsung nabi sendiri yg menerimanya melalui pertemuan langsung dengan Alloh di Arsy dimana malaikat jibril tak sanggup menemani. perintah itu adalah SHOLAT 5 waktu.
dari sini bisa kita artikan…..
KUNCI BERTEMU KITA KEPADA ALLOH ADALAH SHOLAT.
( karena itu Syetan akan memalingkan anak adam dari sini dengan cara apapun. bisa kita lihat dari dulu sampai sekarang ada saja cara sholat yg berbeda bahkan tidak sholat ).
KETIKA KITA MENJALANKAN SYARIAT AGAMA, MENJAUHI DOSA DAN BISA AJEG ( TERUS MENERUS ) PERLAHAN MATA BATIN KITA AKAN LEBIH MEMBUKA DAN PERLAHAN AKAN TAJAM, PINTU HIJAB ( TABIR ) AKAN SATU PERSATU DIBUKA OLEH ALLOH SEHINGGA HAL2 GAIB MULAI TAMPAK, RAHASIA2 ALLOH MULAI BISA TERBACA, ITU SEBAGIAN JANJI ALLOH BAGI ORANG2 YG TEKUN BERIBADAH DENGAN BENAR2 IHLASH KARENA ALLOH SEMATA. AKAN TETAPI COBAAN DISINI ORANG AKAN TERLENA SEHINGGA KEMAMPUAN BATIN ITU YANG MEMBIKIN DIA TERLENA, DIA JADI SIBUK DIKEBATINAN DAN MULAI MENDUAKAN IBADAH.
AMAT MERUGILAH ORANG INI KARENA SUDAH SETENGAH PERJALANAN TERJATUH.
BAGI YANG TETAP TEGUH, DAN TETAP MELAKUKAN PENDEKATAN KEPADA ALLOH, DIA AKAN PERLAHAN MEMPEROLEH ILMU KE-TAUHID-AN YANG SEMAKIN TINGGI.
KETIKA DISINI, MERASAKAN DUNIA ITU BUKAN APA2, ALLOH MENJADI TUJUAN YG UTAMA. HATINYA TENANG TAK TERSIBUKKAN OLEH KEDUNIAWIAN. DIALAH SANG PEMENANG, YG AKAN DAPAT DERAJAT YG TINGGI DISISI ALLOH. DIA HADIR DIHADAPAN ALLOH DENGAN SEGALA BUKTI LUKA KARENA MEMUSUHI DUNIA.
DALAM SEBUAH AYAT AL QURAN MENYEBUTKAN : HAI JIWA YANG TENANG, KEMBALILAH KEPADA TUHANMU…..
( yang terpanggil adalah jiwa yg tenang, yg jauh dari ambisi keduniawian).
SEMOGA KITA TERMASUK ORANG YG TERPANGGIL, DAN DALAM GOLONGAN OARANG2 YANG SELAMAT DARI API NERAKA. AMIIN.
February 7th, 2010 at 1:10 pm
ISLAM DILIHAT DARI URAT KATANYA ADALAH,SLAM.SLAM ARTINYA HITAM.MENDAPAT IMBUHAN I=A YANG ARTINYA BUKAN HITAM.ATAU MENYIMPANG DARI HITAM.AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA YANG MENYIMPANG DARI HITAM.HITAM ADALAH WARNA DEWA WISNU.DEWA PEMELIHARA.KARENA MENYIMPANG DARI AJARAN DEWA YANG MEMILIKI WARNA HITAM.ADALAH BUKAN SESUATU YANG LAYAK DIPELIHARA OLEH DEWA WISNU,ATAU SRI KRISNA,ATAU BUDHA,ATAU JESUS KRISTUS.AGAMA ISLAM ADALAH KEBALIKAN DARI AJARAN WISNU.LEBIH TEPATNYA AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA PARA ASURA.HINGGA DALAM ISLAM DIKENAL TAHUN ASURA.DI TANAH JAWA DIKENAL DENGAN TAHUN ASURA HINGGA KINI MASIH DIRAYAKAN OLEH KAUM ASURA.ASURA BERARTI KAUM RAKSASA.DALAM PEWAYANGAN ADALAH KAUM RAHWANA.RAJA RAKSASA.LAWAN RAHWANA ADALAH RAMA.
February 10th, 2010 at 11:48 am
Mengubah yang buruk menjadi baik itulah tujuan manusia lahir ke dunia.Ada 2 pilihan bagi manusia.Semakin terpuruk dalam neraka.Atau merubah total diri hingga ke surga.Bila mau berontak dari neraka perlu usaha keras.tidak ada yang didapat dengan cara yang mudah.Naik gunung bawa beban perlu tenaga dan usaha.Terjun bebas ke jurang tak perlu usaha keras.Ada 2 kebahagiaan.Kebahagiaan jiwa sifatnya kekal.Kebahagiaan badan tidak kekal.
February 12th, 2010 at 10:03 pm
ASS.
mana mungkin seseorang yang belum tahu dirinya masuk dalam kehidupan makrifat/sufi mengomentari makrifatnya syech siti jenar atau para wali songo lainnya
February 17th, 2010 at 11:23 pm
intinya, kita diciptakan mengkaji siapa diri kita, untuk apa, dan bagaimana.
February 21st, 2010 at 11:40 am
” Wah ajaran makrifat itu sungguh teramat luar biasa untk mendalami & m’Pelajarinya
karna untuk dapat mencapai ketahap itu hanyalah orang2 yg memiliki jiwa yg bersih dan penuh perjuangan agar bisa menjadi manusia yg “BERTAQWA” agar bisa dipilih oleh gusti ALLOH SWT…diZaman era saat ini aQ yakin ada orang seeperti itu meskipun 1 dari jutaan orang….
March 1st, 2010 at 11:17 am
BULLSHIT.AGAMA ESEK-ESEK MENJADI KEBANGGAAN.SIKAP HIDUP YANG MENUNTUT DAN MENGAJARKAN MANUSIA SENANTIASA BERSENGGAMA.KELAK LAHIR SEBAGAI MAKLUK MELATA DENGAN SIKAP BADAN TIDUR TERUS.APA ITU YA ULAR.ORANG ISLAM KELAK TERLAHIR SEBAGAI ULAR.
March 1st, 2010 at 8:26 pm
buat anggun hormati diri anda dngn tdk menghujat yg lain,jdkan paham anda suatu keyakinan yg bermanfaat u anda tp anda tdk hrus maksa yg lain sebagai anda.manusia sejati adalah yg punya nalar dan rasa.tanpa salah satu kalo tdk hewan ya gila.pahami ajaranmu untukmu biarkan yg lain dengan apa yg dia yakini.islam,kristen,hindu, budha,ato apapun hanyalah pakaian.anda tdk perlu maksa orng lain berpakian seperti anda sementara dia tdk cocok dari berbagai sisi.apapun keyakinanmu buat sy tdk penting namun bagi saya akan jd penting ketika anda mulai menghujat ,menyumpah orng lain kaerena beda dg anda.apa itu AJARAN KEYAKINANMU?!hebat bener keyakinanmu……..fanatik boleh tp pakai akal sehat dong!!!!!!
March 5th, 2010 at 11:16 am
Belakangan ini di dunia mulai tumbuh bibit-bibit ketidak percayaan akan Agama dan Tuhan, kenapa…?
Menurut mereka sentimen Agama dan Keyakinan tehadap Tuhan telah menyebabkan jutaan nyawa melayang…….., Agama hanya menyebabkan manusia saling hujat dan membunuh….., Jika Tuhan mengajarkan kedamaian, kenapa mereka yang mengenal Tuhan justru saling menebar kebencian dan permusuhan……
Itu juga yang tercermin dalam Rubrik ini………, mereka yang punya keyakinan dan mengenal Tuhan……, saling benci dan menghina satu sama lain….seakan-akan Agama dan Tuhan-Nya lah yang paling benar…….
Jadi……, bibit-bibit ketidak percayaan akan Agama dan Tuhan……akan semakin luas dan subur……
March 5th, 2010 at 1:04 pm
wong iku ojo kagetan lan gumun. wong iku rungmaksani awake dewe ojo rukmasani wong. ilat seng dienggo mateni wong lan iku iso mateni aake dewe2. kuwe ngono tapi ojo ngono kuwe ngene tapi ojo ngene. mati o sajroning urip lan urip o sajroning mati. urip iku mung impen tapi urip seng asli mung neng akhirat. rogo mu rogo ku iku mpun neng akhirat tapi batin seng nyoto iku neng donyo
March 6th, 2010 at 8:27 pm
Untuk semua saudaraku yang bertauhid, tidak usah terpancing dengan komentar2 para pengagung ajaran kejawen murni (ajaran jawa kejawa), saya sudah meneliti dan pada satu kesimpulan :
AGAMA : UNIVERSAL/KEPERCAYAAN
KITAB : HATI NURANI
ASAL : LANGIT-LANGIT LIDAH
TUHAN : UDHELE DW
mereka bangga dengan kebesaran nenek moyang, tanpa dapat melihat cela dan cacat yang ada, yakin seperti babi buta.
March 6th, 2010 at 8:45 pm
klu seperti itu namanya orang yang belum tahu agama yang seutuhnya, dan ingat pesan saya kalu ngajinya/ syareatnya belum cukup jangan sampek mempelajari ilmu khakekat HARAM karena dapat menyesatkan orang yang belum paham syareat n Thorekot n ingat yang namanya makrifat itu adalah buah dari kita kalu sudah mempelajari ilmu syareat,Thorekot,Khakekat n buahnya makrifat, ingat ilmu makrifat itu ilmu yang tidak sembarangan orang mempunyainya tp ilmu yg langsung Allah lah yang memilihnya/ yang menghendakanya. INGAT Ilmu makrifat tidak bisa dipelajari. jd klu belajar ilmu agama jangan langsung njujuk tp ada tahapanya n ilmu agama jangan sekali-kali dilogika karena Allah memberikan ilmu kepada manusia bagaikan setetes air n ilmu allah sekuas lautan. Semoga bermanfaat
March 6th, 2010 at 9:05 pm
klu manusia tidak percaya Tuhan n agama, terus pa yang dipercaya? sombong banget namanya n itu adalah musibah yang besar, ingat sekaya2nya manusia apakah bisa membeli bumi? n sepandai2nya manusia tidak akan bisa membuat semesta alam kan? n seadil2 manusia tidak akan bisa adil dengan makhluk hidup kan? contoh Allah bisa memberi makan makhliknya semua mulai dari makhluk yg kecil sampai yg besar n memberi udara untuk bernafas semua makhluknya, Terus pa yang mau di sombongkan manusia ????
March 14th, 2010 at 1:34 am
(WOLAK WALIKING JAMAN HANGENANI JAMAN EDAN SING ORA MELU EDAN RA KEDUMAN AKEH ANAK TANPO BOPO AKEH JANJI KANG ORA DITETEPI AKEH WONG NGELANGGAR SUMPAHE DHEWE…….. ) SEPENGGAL BAIT SALAH SATU KARANGAN NJENG SUNAN KALI JOGO http://www.mrgondrong@ymail.com
March 19th, 2010 at 2:06 am
setelah saya membaca dan alhamdulilah saya bisa mengerti dan alhamdulilah pernah merasakan nikmat dari ALLAH SWT,. walaupun itu kurasakan hanya sekejap tapi aku yakin aku akan merasakannya lebih lama.. insya ALLAH aku kan kembali untuk bertaubat dan kembali seperti dulu lagi dan mendapatkan nikmat itu lagi…ku akui emang godaan setan yang terkutuk sangat dahsyat dan menjatuhkan mental kita dan tentu saja jika mental kita sudah jatuh maka otomatis iman kita pula akan ikut hanyut di dalamnya…. maka berhatilah dalam menjalankan setiap langkah kehidupanmu… jangan tergoda dari tiga faktor ini Pertama : harta, tahta dan yang terakhir wanita…ketiga faktor inilah yang membuat manusia melenceng dalam perbuatannya… maka berhati-hatilah… n jangan lupa kita harus saling mengingatkan kepada sesama…
March 19th, 2010 at 11:14 pm
hidup hanyalah sesaat, jika yang pernah berbuat salah dosa maka lekaslah taubat. taubatan nasuha, karena ALLAH selalu menerima taubah kita sampai masa yang ditentukan yaitu saat dimana nyawa kita diambil oleh ALLAH. kita tidak tahu kapan ajal kita datang bisa esok nanti atau sekarang setelah kita baca tulisan ini. mari kita istiqomah untuk beribadah dan senantiasa mendekatkan diri pada ALLAH. belajarlah bahwa tujuan hidup kita adalah ALLAH. tiada urusan apapun hanya untuk ALLAH. mari kita berlomba lomba mendapatkan berkah dari ALLAH semata. semoga kita termasuk orang yang mendapat berkah ALLAH di dunia yang sementara ini dan di akherat yang kekal abadi, amin ya ALLAH
March 21st, 2010 at 12:32 am
Lir ilir…lir ilir…
Tandure wis sumilir…
Tak ijo royo – royo…
Tak sengguh penganten anyar
Cah angon…. cah angon..
Penekno blimbing iku…
Lunyu – lunyu penekno…
Kanggo mbasuh dodod iro…
Dodod iro…dodod iro…
Sumilir bedah ing pinggir…
Dom ono, Jlumatono
Kanggo seba mengko sore…
Mumpung gedhe rembulane…
Mumpung jembar kalangane…
Sun surako….surak horeeeeeeeeeeeeeeee…
March 22nd, 2010 at 9:05 pm
Salut ama komentar WONG EDAN
DALAM SEBUAH AYAT AL QURAN MENYEBUTKAN : HAI JIWA YANG TENANG, KEMBALILAH KEPADA TUHANMU…..
( yang terpanggil adalah jiwa yg tenang, yg jauh dari ambisi keduniawian).
Mohon maaf jika saya salah memaknai :
Ketika kita menghadap kepada TUHAN ternyata hanya jiwa yg tenang, AMAL, ILMU, makrifat atau apapun sdh tidak kita bawa, krn Tuhan tidak butuh amalan manusia dan Tuhan gudangnya Ilmu apapun. Mohon petunjuk bagaimana saya sbg makhluknya untuk bisa menuju jiwa yg tenang tsb. Karena sy merasakan masih ada yg merasa paling benar diantara yg benar. Sebagai contoh kita ini di hidup di NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ) yg berfalsafah PANCASILA ( Ketuhanan Yang Maha ESA ) bukan NKRI (Negara Kesatuan Republik Islam)
Mohon maaaf bila ada ungkapan sy yg kurang berkenan.
Hormat Saya
Danang SSJ
March 23rd, 2010 at 11:37 am
CHINA HAUS KEKUASAAN.CHINA HAUS HARTA BENDA.CHINA SUMBE KEHANCURAN.KALIJAGA DATANG DARI CHINA DENGAN AJARAN SESATNYA MENENGGELAMKAN MAJAPAHIT.SEKARANG PADA KASUS BANK CENTURY CHINA TETAP BERPERAN MERAMPOK KAS NEGARA.ZAMA SUHARTO CHINA JUGA DITUDING PENYEBAB KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.AGAMA KALIJAGA MENGANTARKAN UMAT MANUSIA SENGSARA DI DUNIA DAN SENGSARA DI AKHIRAT.
March 24th, 2010 at 1:54 am
Heee. kok bingung?
kok ra takon marang sing ngobahne awak ini utawa sing gawe awak (badan + perangkat badan) dapat bergerak atau berkatifitas. iku lho sing biasane menehi pituduh waktu arep aktifitas,
hu hu hu hu hu
March 25th, 2010 at 9:00 am
thx, infone. nek sempat tak hunting. baru punya satu buku punya beliau
March 29th, 2010 at 4:19 am
OJO RUMONGSO BISO NANGING BISO-O RUMONGSO
NGERTIO OPO KANG SIRO LAKONI
ALANG-ALANG DUDU ALING-ALING TUMRAPING KAUTAMAN
??????????????????????????????????????????????????????????????
Lantiping batin cinondro
Ambabar garbaning hawa
Mapan sajroning jiwanggo
Pernah tan keno tinoto
Among karyo pratondho-nyo
Hyang Kawekas kang kagungan sabdo
March 31st, 2010 at 12:00 pm
kok gak bisa di copy ya ke I mail,……………………
April 1st, 2010 at 12:52 am
Assalamualaikum wbkth. Maaf terlebih dahulu. Saya hanya buka sedikit jalan untuk kita sama2 merenungi. pertanyaan Allah kpd Nabi Musa as “Apakah amal perbuatan yg baik yg boleh kau lakukan untuk Aku”. Nabi Musa as menjawab “Aku melaksanakan ibadah solat, puasa, zakat, zikir, tasbih & tahmid”. Allah menjawab “Itu kebaikan yg kau lakukan adalah untuk diri kau sendiri”. Sebenarnya apakah yg Allah kehendaki dari hamba. Maka Alah SWT menjawab “Selagi kau belum boleh mengasihi wali Ku dan membenci musuh Ku, maka selagi itu kau masih bekum boleh membuat amal yang baik untuk Ku”.
Saya terbaca artikel di website jalantasawuf blog tentang soal jawab dan pertanyaan tersebut. Jadi disini apakah maksud yg mengandungi hikmah dgn friman Allah SWT tersebut.
Marilah sama2 kita merenungi kata2 Allah dan mohon terus kpd Allah agar mendapat jawaban dari Allah sendiri.
Selagi mohon maaf, salam sejahtera kpd rakyat Indonesia.
April 5th, 2010 at 2:39 pm
aku suka . . . cuma sekarang siapa yang masih peduli dengan budaya sendiri . . sing Islam yo rumongsa bener sing liyane yo podo rumongso bener lha kapan Jawa sing apik tumrap awak iki metu ketok neng jagad donyio . . . . YO JO DO SAK KAREPMU DEWE KAYAK GTU . . RUJUAN WALI ITU MENGHORMATI BUDAYA ASLI SEKARANG . . . GAK USUM . . .
April 7th, 2010 at 5:04 am
maturnuwun, nunut ngopy, soale saiki lagi ora ono wektu kanggo moco nganti rampung….
April 7th, 2010 at 11:11 am
menarik sekali, tapi setau saya nggak hanya Sunan Kalijaga yang melakukan itu (menyebarkan agama Islam di tanah Jawa melalui sisi budaya). Para Wali yang lainnya juga, bahkan juga mengarang beberapa lagu/tembang jawa dan tembang dolanan anak2
April 13th, 2010 at 5:04 pm
saya lebih tenang dan meresapi arti hidup manusia di dunia ini dengan informasi yang di sampaikan dalam buku mistik dan makrifat sunan kali jogo, makna kematian, makna kehidupan dan makrifat syekh siti jenar. dan belajar dari ilmu hidup lainnya di dunia ini agar saya bisa di beri ketenangan hidup….orang2 yang mau berpikir, dan tidak menganggap diri paling benar, menerima segala masukan yang positif di wajibkan membaca buku ini, tapi tidakpun tidak apa, tidak ada paksaan…..selamat menyelami diri pribadi masing2……..
April 14th, 2010 at 3:11 pm
SETAU SAYA MAKRIFAT ITU TINGKATAN ISLAM YANG TERTINGGI….. SOW GAK SEMBARANG ORANG BISA MEMAHAMINYA.. JD KUDU ATAI ATI COZZ BISA AJA BERAKIBAT FATAL.. KRN PEMAHAMAN SETIAP ORNG ITU BERBEDA BEDA… N TINGKAT PEMIKIRAN MANUSIA ITU GAK SELALU SAMA… TAPI TETEP SATU TUJUAN. ALLAH.
April 15th, 2010 at 1:06 pm
Raden Said @ SUnan Kali Jaga.. Terima Kasih pada yang mahu menghargai perjuangan beliau..
Saya amat menghargai usaha kalian dalam memperjuangkan Raden Said. Sebagai waris beliau untuk generasi kelima..saya amat berharap agar kalian dapat memanfaatkan ilmu untuk memperjuangkan ajaran Islam..
Semoga Allah merahmati Allahyarham moyangku..Amiiin.
April 20th, 2010 at 1:42 pm
ASSALAMU’ALAIKUM WRWB UNTUK SEMUA PEMBACA DAN PENULIS KOMENTAR DI BLOG INI…………MARI BERSAMA-SAMA KITA UCAPKAN KALIMAT : LAA ILAAHA ILLALLOH, MUHAMMADUR ROSUULULLLOH….
April 20th, 2010 at 3:28 pm
Assalamualaikum. wr.wb. Ikut nimbrung nich…..
Pada prinsipnya jika manusia ingin mengerti, memahami, dan mengetahui apa arti sejatinya hidup, maka jadilah manusia yang berilmu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME (jadilah kekasih Allah). Maka dengan ijinnya apa yang diharapkan dan didambakan untuk menjadi manusia yang sejati seutuhnya secara lahir maupun bathin insyaallah senantiasa Allah akan Meridho’inya. Karena sesungguhnya tujuan manusia diturunkan ke dunia adalah untuk beribadah dan menyembah Allah sang pencipta, sebagai pewaris para nabi.
Maaf…bukan maksud menggurui namun ini hanya secuil pengetahuan yang saya punya. mudah-mudahan bermanfaat. Amin.
April 24th, 2010 at 8:47 pm
maha benar allah dengan segala firmannya. maha suci allah dengan segala kebesarannya. tunjukanlah kami kejalan yang kau ridhai, bukan jajlan jalan orang yang kau murkai. AMIN ALLAH HUMA AMIN
April 25th, 2010 at 9:45 am
Jangan sampai kita terjebak dengan Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar dengan melihat apa yang dimiliki oleh Beliau dengan tidak pernah mengetahui proses yang mereka lalui untuk mendapatkan Karomah tersebut. Karomah yang nereka dapatkan tersebut dilandasi dengan Syareat, Tarekat, Hakikat dan ma’rifat yang kuat. Kelirulah kita kalau mau hasilnya saja dengan meninggalkan salah satu dari Syareat, Tarekat, Hakikat dan ma’rifat.
April 27th, 2010 at 1:44 pm
Mereka adalah para sufi ahli Makrifat Wali Allah, sepatutnya kita menghormati mereka atas derajat mereka di sisi Allah, bukan sebaliknya
Sufi Tasawuf Makrifat
May 3rd, 2010 at 12:14 pm
niat jahat untuk mendirikan kerajaan islam berhasil atas bantuan makhuk jahat dan makluk gaib dan iblis.kalijaga menjadi raja di keraton solo.keraton terkutuk.yang ada cuma pertentangan.bersekutu dengan setan hanya mendulang kehancuran dan penderitaan.agama kalijaga agama iblis.yang mengantarkan manusia pada neraka dan penderitaan hidup abadi.
May 4th, 2010 at 12:20 am
banyak orang omong doang…
May 10th, 2010 at 1:27 pm
assalamualikum …
Jangan menyombongkan diri & jangan merasa benar, ini semua cuman titipan … yg tersebar didunia ini semua na mayat … yg akhir na cuman di bunggkus dengan kain.
kun kata allah, fayakun kata muhammad, jabarun kata jibril …
wsslm …
astagfirullah haladzim subhanaka ini kuntu minadholimin …
May 13th, 2010 at 1:13 pm
Adalah didalam kajian hakikat kesemua perjalanan AGAMA bersendikan akan perjalanan pulang iaitu pengenalan akan AGAMA ialah untuk mengenali asal dan usulnya diri kita dan kaitan kita dengan Tuhan. Maka sebagai mana yang telah kita ketahui perjalanan mengenal itu membawa kita kepada pengertian SHARIAT, TARIKAT, HAKIKAT DAN MAKRIFAT dan juga yang dikatakan MARGA atau JALAN dalam kefahaman AJARAN HAKIKAT maka PERJALANAN itu sebenarnya IALAH jalan kita mendekati akan Tuhan kita iaitu mengikuti peraturan yang menjadi asanya HUKUM agar patuh akan apa yang dikehendaki dan kedua kebaktian diatas peraturan itu yang membuka kepada pintu RAHMATnya dan menyempurnakan akan pengenalannya dan sampai akan perjalanannya kepada Tuhannya.
Maka sempurnanya itu diatas PERJALANAN AGAMA ialah memahami akan zahirnya atau turunnya akam hukum itu dan mematuhi akan hukum itu bukan diatas suatu PAKSAAN dan MENERIMA PADAH jika ditolak tetapi diatas mengenal TUHAN ITU DAN MENYINTAINYA bukan seperti PERCAYA KEPADA TUHAN kerana ini tiada membawa manusia itu kepada keimanan sejati kerana sekadar percaya adalah membawa kepada DASAR KEWAJIPAN kerana takut didera sementara KENAL DAN CINTA Tuhan membawa erti ibadat diatas sebab kerana cinta tanpa paksaan dan bukan kerana DOSA atau PAHALA maka disini kita lihat HUKUM ITU DIPATUHI TETAPI KENA TAHU KENAPA BARU SEMPURNA KENYATAAN KITA.
Akan perkara yang dikenali sebagai PERJALANAN itu terbahagi ia kepada 7 makam iaitu
1. SHARIAT – TUBUH
2. TARIKAT – HATI (SANUBARI)
3. HAKIKAT – QALBI (HATI FUAD)
4. MAKRIFAT – SIR
5. HARIKAT – SIRUSIR
6. RAMAKAT – KHAFA
7. EKATAT – AKHFA
Empat yang pertama telah dikenali sementara tiga yang terakhir merupakan batin kepada MAKRIFAT.
RENGKASAN 4 JALAN YANG PERTAMA
1. SHARIAT = satu jalan zahir yang membentuk suatu peraturan yang telah digariskan oleh Allah dalam Al-Quran dan rasulullah melaluinya hadis.
KARMAMARGA SEMBAH RAGA – ertinya perjalanan ibadatnya hanya bertumpukan diatas kesungguhan dan tertib akan ibadatnya dan berusaha untuk memperbaiki akan ibadatnya sehingga tiada cela lahiriahnya dan mengharapkan diatas kelakuannyanya itu mendapat ganjaran
2. TARIKAT = satu jalan yang diterokai bagi merapatkan diri dengan Allah s.w.t.. Ianya merupakan jalan menyucikan diri dan hati supaya terbentuk jalinan akrab diantara dirinya dengan Allah s.w.t.
BAKTIMARGA SEMBAH SUKMA – ertinya perjalanan ibadatnya yang semakin mantap dikeusiaannya dan kerajinannya menjalankan ibadat dengan sempurna shariatnya membawanya kepada tahap kebaktian yang sejati kepada Tuhannya
3. HAKIKAT = suatu jalan menyelami dan mengenali diri sendiri yang merupakan satu-satunya jalan ke arah makrifat diri dengan Allah s.w.t.
JANNAMARGA SEMBAH JIWA – ertinya perjalanan ibadatnya disertai akan ilmu yang memberi erti diatas segala hukum shariat itu yang mana dia memahami kenapa dan apa maksud shariat itu
4. MAKRIFAT = adalah jalan yang dilalui oleh wali Allah yang agung.
YUGAMARGA SEMBAH RAHSIA – ertinya perjalanan ibadatnya sudah mencapai tahap kesempurnaan yang tertinggi dan sudah keluar dari tabiat kebiasaan beribadatnya manusia dimana segala ibadatnya tertumpu diatas kefana’an dirinya sehingga tiada lagi keberadaan dirinya
PENGENALAN KEPADA HARIKAT, RAMAKAT DAN EKATAT
Selepas pengenalan kepada empat perjalanan maka disini diperkenal akan 3 lagi jalan yang membawa kepada kesempurnaan terakhir. Adapun 3 jalan terakhir ini adalah batin kepada MAKRIFAT atau jalan RAHSIA alam SIRURSIR namanya terbahagi kepada 3 BATINnya iaitu
1. Sirrusir ( RAHSIA DALAM RAHSIA)
2. Khafa (TERSEMBUNYI –GHAIB)
3. Akhfa (AMAT TERSEMBUNYI – GHAIBUL-GHAIB)
Pengenalan jalan ini hanya terbuka kepada manusia dalam masa 11 ribu tahun sekali dan hampir-hampir tiada yang dapat melengkapkan kerana setiap jalan itu pula terbuka untuk 11 orang manusia yang terbaik diantara bangsa dan keturunannya dan lagi setiap perjalanan itu memakan 1.1 juta tahun dan penghujung perjalanan ini jika lengkap akan tiga perjalanan memakan masa selama 330 juta tahun.
Adalah pengenalan akan HARIKAT, RAMAKAT dnan EKATAT ini suatu yang dinamakan batin kepada makrifat dimana makrifat itu sendiri terpecah kepada tiga bahagian tersebut menjadi ia hakikat akan makrifat atau batinnya makrifat itu. Kefahaman diatas perkara ini amat bergantung diatas kefahaman makrifat itu sendiri dan hanya terbukti kebenarannya apabila seseorang itu telah sampai kepada pengajian makrifat.
MARTABAT PERJALANAN HARIKAT
Ianya suatu jalan yang membawa ertinya kesatuan diatas dua keberadaan yang ditampirkan sabagai INSAN AL-KAMIL iaitu sempurnanya KUN diatas lidahnya satu Kun dengan Tuhannya, inilah martabat orang yang telah memasuki wilayah MAKRIFAT segera tenggelam didalam lautan ilahiyah yang menjadikan dirinya tiada lagi berkata diatas lidahnya melainkan di KUN-kan oleh Tuhannya. Mereka yang didalam martabat harikat ini menjadi dia RAJA yang akur akan segala sesuatu dan menjadi dia penghukum hukum Allah itu menjadi kitab akan Allah itu dan menjadi ganti diri Allah itu dikemanusiaannya iaitu ternyata ketuhanannya di kemanusiaannya tiada dapat terbeza oleh manusia awam kerana KUNnya itu Kun Tuhannya. Disini yang arifbillah itu mengenali Tuhannya dengan kalamnya dan shuhud yang tiada lagi bertempat melainkan pada dirinya itulah ternyata akan kekuasaan ilahi itu tiada liagi ada batasan lagi
MARTABAT PERJALANAN RAMAKAT
Adalah perjalanan RAMAKAT pula perjalanan kepada menghadirkan diri kepada dua alam dan duduk nya pada satu alam dimana tiada lagi kemanusiannya dan ketuhanannya bahkan telah luluh pada satu alam jua walaupun masih ujud keduanya tetapi alamnya tiada dua tetap satu jua dan mereka yang didalam perjalanan ini adalah pemegang kuasa pemeliharaan yang membawa erti kesatuan kehormanian yang seimbang diatas dua alam pada satu alam itu jua maka ilahiyah itu sudah berubah kepada satu AKU dua DIRI namun tiada shiriknya lagi kerana tuhannya telah menjadikan dia dua kepala satu tubuh membolehkan dia melihat pada satu mata dua pandangan kasyaf pada bayangan yang cerah dan kelam itu jua.
MARTABAT PERJALANAN EKATAT
Ini adalah satu jalan semata-mata perjalanan MAHARAJA bukan Raja kerana disini tiada lagi Dia atau Aku bahkan hancur semuanya kepada suatu martabat yang menyatu akan segalanya kuasa dan kehendak sebagai KUASA SEMATA-MATA yang membawa kepada PENCIPTAAN dan KEHANCURAN itu ada pada sesiapa yang sampai ke martabat ini.
May 14th, 2010 at 12:58 pm
kulo namung saget ngomong subhanalaah,,,amargi kulo mboten negrtos menopo menopo,kulo namung saget dongo kagem rencang sedaten mugi mugi gusti welas asih kulo kalian sedayanipun ,,amiiinn mator suwun.
May 23rd, 2010 at 6:18 am
SOPO SING ENTUK PITUDUH, PITUDUH IKU MUNG KANGGO AWAKE DHEWE
SOPO SING ENTUK SASAR, SASARE IKU YO MUNG KANGGO AWAKE DHEWE
WONG JOWO OJO NGILANGAKE JAWANE kang ateges ISO JARWAKAKE UGO BISO JAWAB URIPE DHEWE, pamrihe DIMEN BISO NYEMBADANI LAHIR BATINE.
S…..opo ngerti ing panuju, prasasat sugih pagere wesi.
A…..digang adigung adiguno ojo digowo.
B…..ondho kuwi mung titipan, pangkat mung sampiran, nyowo mung gadhuhan.
D…..adio damar satrio mring sapodho-podho.
O…..jo rumongso biso nanging biso-o rumongso.
J……ujur iku cinondro budi kang luhur.
A…..jining diri soko kedaling lathi.
N…..gertio opo kang siro lakoni.
A…..jining rogo soko busono.
K…..atentremaning batin gumantung ono ing roso panarimo.
A…..lang-alang dudu aling – aling tumraping kautaman.
May 23rd, 2010 at 2:48 pm
assallamu’allaikum wr.wb
ajaran sunan kali jaga iku….ajaran lelakon otowo laku lampah…..sejatining ilmu lan ilmusejati onone ning ati…sopo sing iso ngolah ati…mestine iso ngolah lelakon…..sadulur papat iku nafsune menungso…sufiah, almarah, almawah lan mutmainah….iku kabeh ojo sampe nguasai ati….tapi sa walik’e ati yang kudu iso nguasai sadulur papat iku…..insyallah selamet dun’yo lan akherat…… iku sa ngertiku…..ojo ngebahas ma’rifat dulu….terlalu mumet untuk menungso awam….nek menungso wis ngerti sopo aku (awa’e dhewe) insyaallah hati kita akan menuju arah ma’rifat akan berjalan sendirinya…..tanpa kecampuran nafsu atau ambisi sedikitpun
sekian terima kasih….matur nuhun
May 23rd, 2010 at 3:01 pm
nek menungso isih dereng saget ngendali’e nepsu (nafsu) , lan dereng ngertos sopo aku (ade = awa’e dhewe) jo mendalami ma’rifat dulu….nanti ra kuat lhoooo…he…he..he…
May 23rd, 2010 at 10:43 pm
budaya adalah buah akal budi, arab, eropa, cina dan jawa yang kita cintai. kesemuanya merupakan kekuasaan Allah semata . dalam Alqur’an dikatakan bahwa, ” telah diciptakan manusia bersuku – suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenali satu sama lain ” dan Allah telah berfirman pula dalam Alqur’an ” sesungguhnya telah kami ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah ”
Budaya dan ciri khas suatu bangsa, kaum dan suku diharapkan bisa dipahami oleh kaum atau bangsa lain dg ciri khas masing-masing.
namun yang terpenting yang kita pegang kuat bahwasanya kita kelak akan menghadap sang Khaliq, maka tugas kita saat ini adalah ibadah, ibadah banyak sekali bentuknya : berbaik – baik dengan sesama manusia, dg alam sekitar dan tentunya ibadah kepada Allah sesuai dg sari’ah.
ok, jangan ada pikiran membenci budaya bangsa lain, apalagi memandang budaya bangsa lain lebih rendah.
kalau kita ambil budaya bangsa lain yang lebih membuat bermanfaat untuk kepentingan m,endekatkan diri kepada Allah kenapa tidak ? seperti solawatan, ketemu sesama kawan bertegur salam, pastilah akan bermanfaat secara batin dan itu sunah nabi, marilah kita sama – sama berlomba menuju kebaikan
May 30th, 2010 at 6:50 pm
Nyuuwn pangapunten ndoro sableng !
Sungguh menangis dan meringis, telah masuk kejurang yang dalam dari faham dan ajaran yahudi kristen yg jauh dari Islam.;
01. Cerita, dongeng, legenda, sejarah Sunan Kali jogo maupun Syech Siti Jenar dan Wali Songo adalah rekayasa Penjajah Kafir Belanda cq Kristenisasi, alias penyesatan dan pemurtadan dari Islam, terlalu banyak kalau dirinci
02.Poko inti ajaran manunggaling Kawula ning gusti sesungguhnya ajaran inti Paulus Kristen pagan/Katolik, bukan AJaran Nabi Isa AS / Yesus silahkan buka Kitab Matius 1;1
03. Urutan dari cerita dan dongeng yang tidak ber sanad atau data autentik sangat absurd, dan hampir 90% berceritakan kesaktian yg muskil, yag tidak satupun diajarkan atau dicontohkan Baginda Rasulullah SAW maupun para Sahabat.
04.Bukti nyatapun terjadi para pewaris atau pengikut atau yang melestarikan hingga kini, jelas menyalahi ajaran Islam alias musrykin yang jauh sesatnya,maka negri ini terus terjajah dan dalam bencana dan bencana.
Ada buku baru yg Judulnya Masuknya Islam di Indonesia, namun namun dilarang beredar oleh PBNU karena akan merontokkan akidah dan ajaran lkejawen.. dimana sejarah dan buku pedoman yang mereka pakai hingga kini adalah hasil rekayasa yang diimani dan ditaaati para Ulama dan kyai Jawa.
Mudah mudah ini bisa mendorong lebih jauh dalam penggunaan akal ,logika dan nurani fitrah Islami danbukan nafsu hewani syaitoniah, sehingga menemukan Islam yang terang seterang Matahari di siang hari, tanpa abu abu seperti tasawuf
semoga mendapat hidayah dan inayah Allah SWt amien wasalam moh zaky
May 31st, 2010 at 4:36 am
Ha…ha…hi…hi…ho…ho…he…he…hu…hu
Bumi iku jujur ditanduri wineh pari thukul lan uwoh pari, ditanduri wineh melon arep thukul ugo uwoh melon, kasunyatan kahanan iku yen gelem moco/Iqro’ biso nuduhake menowo budipakartine manungso kudu jujur koyo dene bumi awit opo sing ditindakake arep nompo piwalese ( Allah merajai hari pembalasan / Al Fatehah ).
Kebodohan yoiku pemikirane manungso sing diucapake tanpo ditindakake, iso diarani JARKONI = Iso ujar/ngomong ora biso nglakoni.
Perbedaan boso biso njalari bedo penemu amargo durung mangerteni kang sejatine, koyoto umpamane ; SRENGENGE, SURYO, MATAHARI yen wong monco THE SUN, patang/4 tembung/ukoro iku bedo nanging duwe pengertian kang sejati npodho dadi ora ndadekake rebut bener yen NKRI kang aran BHINEKA TUNGGAL IKA. Negoro INDONESIA duwe PANCASILA sila kang kapisan KETUHANAN YANG MAHA ESA, agomo kang asifat keyakinan manggon aneng ati sanubari iku ora kanggo rebut bener amargo BENER IKU ONO TELU ;
1. BENER PRIBADI
2. BENER UMUM
3. BENER SEJATINE BENER
Olo becike agomo iku tergantung manungso sing nindakake, patrap lan ucape manungso biso kanggo patuladan marang umat liyane amargo semsem marang budipakartine, koyo dene kang ditindakake Kanjeng Nabi Muhammad SAW ugo Nabi-Nabi liyane miturut jamane dhewe-dhewe.
MUGI KAWULO DADOS TITAH INGKANG TANSAH NINDAKAKEN DHAWUHIPUN soho SAGET NINGGALAKEN LARANGANIPUN GUSTI ALLAH SWT……. AMIIIIIIIIIIIIIN
May 31st, 2010 at 5:32 am
to: cah embuh
Tolong terjemahkan ke bhs. Indonesia biar sy ngerti jelas
Terima kasih
May 31st, 2010 at 3:37 pm
cocok banget gue sama ajaran sunan kali jaga.pada dasarnya saya sendiri orang jawa jadi saya mudah untuk memahami.ilmu jowo kudu di gowo ilmu arab kudu di garab.
June 1st, 2010 at 10:32 am
Asww salam kenal,alhamdulillah kawula saged kenal panjenengan sedoyo snajan wonten dunia maya,guyup rukun agawe santosa amiin wasalam
June 10th, 2010 at 8:06 am
Sunan kali jogo iku sunan yang tahu betul , falsafah kehidupan di mana manusia harus hidup dengan mengedepankan kesatuan manusia dengan tuhanNya . Tanpa ada persatuan dengan tuhan kita bisa hidup ketamakan , kerakusan . dengan adanya tuhan di dalam hati manusia , segala tindakan akan terkontrol dengan sering sering kita berbicara dalam hati dengan tuhan duduk bersila memejamkan mata [ SEMEDI}
June 10th, 2010 at 5:08 pm
MATI TANPA AJAL HIDUP TANPA RUH
DARIMANA ENGKAU DATANG
DAN KEMANA ENGKAU AKAN KEMBALI
SUSAH – SUSAH MENCARI BILAH
BILAH ITU ADA DIBULUH
SUSAH – SUSAH MENCARI ALLAH
ALLAH ITU ADA DITUBUH
JAUH TIADA SENGGANG
DEKAT TIADA BERSENTUH
June 15th, 2010 at 9:01 am
Menurut saya apa yag dilakukan oleh kanjeng sunan kalijaga adalah apa yang dalam ilmu teologi disebut sebagai “kontekstualisasi agama”. Artinya agama kalau mau diterima dan tertanam kuat dalam sebuah bangsa atau budaya maka ia harus disesuaikan dengan konteks bangsa atau budaya setempat. Tentu , hal ini tidak usah membuat agama itu kehilangan jati dirinya. Sunan kalijaga dengan cerdik membidik kerinduan spiritual utama orang jawa yang tersurat dalam rumusan “manunggaling kawulo gusti.” Bukankah ini yang diajarkan oleh ilmu satra jendra hayuningrat pangruwating diyu?’ Bukankah ini pula kenapa dalam pewayangan Semar (sebagai personofikasi orang Jawa) digambarkan sekaligus adalah dewa (illahi) dan manusia ? Jadi islam sangat berhutang pada pendekatan kontekstualisasi yang dikembangkan oleh Sunan kalijaga. hanya masalahnya selalu ada orang yang menyalahpahami hal ini. sehingga kerap dianggap bidah. Syeh siti Jenar merupakan salah satu korban dari anggapan main stream yang kaku dan keras. Usaha kontekstualisasi ini juga terus diupayakan oleh kanjeng Sunan Gus Dur. Gus dur selalu ingin menghidangkan Islam yang berwajah Indonesia, bukan islam yang berwajah arab. sayang beliau juga sering disalah pahami. Padahal islam yang ditawarkan Gus Dur adalah islam yang sejuk, inkusif membumi dan rahmatan lil alamin……….
July 7th, 2010 at 3:20 am
man rofa nafsahu..faqod arofa robbahu…
bukan itu maksudnya…arfofa itu melihat,tahu,menjaga dar hawa nfsu dirinya sendiri
klu kita bisa ..maka akan berbahagia…bunyinya faqod arofa robbahu..
tau dgn ke agunganya sang maha pencipta..sehingga bunyinya takbir…
sdangkan dirinya…hanya bisa berpasrah..bunyinya…lailla ha ilawloh..
July 10th, 2010 at 1:33 am
Djongko Djoyoboyo
“ Perlambang Roda Cokro Panggilingan..(Surya Majapahit bermakna ALLAH, ADAM, MUHAMMAD, TAUHID, DZAT, SIFAT, ASMA, MAKRIFAT).., Memutarkan roda dunia kearah dan menuju Mardhotillah Sejati. Akan membentuk dan berwujud menjadi Wiku Suci dan Pendito sakti, Pemimpin umat manusia dalam menunaikan tugas sucinya sebagai persembahan suci / dharma bhakti ke hadirat Allah SWT. Sehingga dengan karenanya, Ia menjadi contoh dan tauladan, memberi tuntunan dan pimpinan kepada masyarakat sekelilingnya.. Allahumma taqobbal minnaa, yaa arhamarraahimiin.. Amien…”
” Ojo Neko-neko, Ojo Leno, Ojo Nakal. Laku Utomo Nguntungke Wong Liyo, Minimal Tidak Merugikan “
July 10th, 2010 at 2:08 am
asalamualaikum yasayid ya rasululoh,ya adam hawa,musa ibrohim daud,sulaiman ,khaidir ,aisah aminah.abu bakri hamzah umar,usman,yanabi ya waliyulah yarab malaikati mukorobin,ya muslim ahli kitab,ila takwa, aku berlindung dari kejahatan jin dan manusia yang di ciptakan, ya kususon nabi alloh ,rosul alloh .malaikat alloh ,mahluk alloh, muslimin ,mukminat ,yahudi.mazusi ,nasrani,takwa alpatihah ‘bismilahiroman nirohim alhamdulilah hiraobil alamin alloh humag firli liwali wali daya warham huma kama rabaya nisogiro,amin ya rab.
July 11th, 2010 at 12:07 am
Untuk sodara2ku semua saya mengundang anda untuk membaca novel bagus yg judulnya”dan dialah dia” buah pena dari Andi Bombang.Tetapi jika terjadi “sesuatu”setelah anda membaca novel tsb,maaf saya tidak ikut2an….resiko tanggung sendiri, hehehehehe.Tetapi jgn khawatir jika terjadi “sesuatu” maka hubungi http://www.andibombang.com
Buruan……
Sekian
July 22nd, 2010 at 11:21 am
AGAMA ITU DATANGNYA DARI ALLAH SWT. BAGI PARA PEMBACA JANGAN TERKECOH DENGAN TULISAN YANG TIDAK BAIK. CONTOH AJARAN KEJAWEN ITU TIDAK ADA DAN MEMANG TIDAK ADA. YANG ADA SEMUA AJARAN YANG BAIK DATANGNYA DARI ALLAH SWT.
July 22nd, 2010 at 11:26 am
HANYA ADA SATU AJARAN YANG BENAR YAITU ISLAM. ILMU YANG BENAR DAN BAIK ADALAH ALQURAN DAN SUNAH NABI MUHAMMAD SAW. KARNA SUDAH TERBUKTI BENAR…BENAR…BENAR.
July 27th, 2010 at 1:42 pm
YA BEGITULAH APABILA HANYA SENANG PADA KULITNYA,HTUARUSNYA YA ISINYA
AGAMA ITU BERASAL DARI JAWA/NUSANTARA AGOMO, AGEMAN YA PAKAIAN YANG
DIGUNAKAN UNTUK MENUTUPI/MEMBUNGKUS BADAN / LAKU KITA. DIAWALI JAUH SEBELUMNYA YAITU NEGARA KERTAGAMA, ARTINYA NEGARA YG BERDASARKAN PATOKAN ATAU ATURAN, YAITU BUDI PEKERTI ATAU NILAI LUHUR YG BERLAKU DI MASYARAKAT (KEARIFAN LOKAL) AGAR MENJADI “SUASANA DAMAI / TOTO TENTREM
KARTO RAHARJO”, A = TIDAK, GAMA = KACAU, JADI AGAR MENJADI TIDAK KACAU.
PERTANYAANNYA,MENGAPA KATA “AGAMA” SEKARANG DILETAKKAN/DIPINJAM UNTUK MEMBUNGKUS PAHAM DARI LUAR “AGAMA HINDU,AGAMA BUDHA, AGAMA
KRISTEN, AGAMA ISLAM” ?
SEMENTARA ITU AGAMA TRADISI NUSANTARA MALAH DIBERIKAN LABEL ISTILAH YG BERBAHASA ARAB “BATHIN – KEBATHINAN, ROCHANI-KEROCHANIAN” DAN MALAH DITAFSIRKAN SIRIK, MUSRIK, KUNO, SESAT, DLL.
SEHARUSNYA KITA TIDAK KELIRU DG NAMA AGAMA TRADISI/KEARIFAN LOKAL YG MEMILIKI NILAI LUHUR, DARIPADA HARUS IMPOR DAN DIKASIH LABEL NUSANTARA “AGAMA”
July 28th, 2010 at 6:27 am
kitab yang anda cari ada pada saya
July 29th, 2010 at 3:24 pm
jare mbah buyut ku biyen sanger manungso biso kondo podho karo ati lan kelakuane uripe bakal mulyo dunyo lan akhirote……. trims titip salam.
July 29th, 2010 at 3:27 pm
wong islam iku ndak bakal engkel-engkelan yen 3 sing tetep digatekno ora usah ngurusi urusan wong liyo ning sanger iso bodo ngelingno, makane telung perkoro kuwi wajibpe lakonono, larangane adohono lan bodo donggoo marang gustimu …. kuwi islam bakal ora geger sapodo podo, podho islame engkel2an golek benere dw2…. mohon maaf kalu pengertian saya hanya sekedar itu….
August 1st, 2010 at 11:03 am
dari posting diatas saya dpt info byk, cuma msh ada kegalauan apakah manuskrip/salinan itu asli atau tdk ? mengingat besarnya peran orientalis javaness prof.Dr. Zult Mulder dlm melakukan gubahan atas karya para wali yg kala itu dibawah kekuasaan Hindia Belanda.thanx.Kalo ada yang punya salinan original mohon diposting
August 3rd, 2010 at 11:13 pm
Assalamualaikum Wr ………..
Sebelumnya saya minta maaf kepada anda semua yang telah memberi komentar tentang Sunan Kalijaga dan Syeh siti Jenar, Amat disayangkan tujuan sunan kalijaga dan Syeh Siti Jenar adalah untuk menegakkan islam ditanah jawa jadi gagal hanya karena anda semua salah dalam memahami agama islam, tujuan islam adalah untuk keselamatan didunia dan akhirat itu yang paling pokok sekali (Al Quran sudah maha lengkap menuntun kita semua, allahhuakbar…. ), bukannya kebathinan atau hal-hal yang lain, jangan dibahas tentang ilmu kejawen yang disebarkan oleh Wali Songo, itu hanya salah satu pendekatan oleh wali songo pada masyarakat jawa. Al Quran di depan mata kita sudah ada….pelajarilah, pahamilah, laksanakanlah, insya allah kita dapat hidayah dari allah SWT. Disana anda semua akan tahu bahwa tugas Wali Songo sebenarnya belum selesai dalam menegakan Din allah dimuka bumi ini hanya karena anda semua salah dalam memahami agama islam ini.
Sekali lagi saya minta maaf…..sungguh kebenaran itu tidak ada sama kita manusia yang lemah ini tapi kebenaran itu ada sama allah. Tidak ada satupun dari kita ini yang benar kecuali bagi yang betul-betul sanggup dan beriman menjalan Al Quran sesuai dengan Sunnah……..
August 5th, 2010 at 7:58 am
ass wr wb…
maaf ikut nimbrung dikit walo mungkin kurang berkenan
coba kita telaah sesuai dengan jaman nya ya
pada jaman kesunanan dan para wali dimana kidung2 adalah sarana yg paling cocok untuk digunakan sarana dakwah saat itu dengan nuansa yg tenang dan kelamnya malam tanpa ada glamour lampu dan hingar bingarnya kota sperti sekarang ini…jd saya rasa kidung2 para wali itu sudah sesuai dengan jaman nya,,,,,,
ada sebagian tg komentar soal MANUNGGALING KAWULO GUSTI
menurut saya Manunggaling kawulo gusti itu ya SHOLAT kenapa di artikan terlalu njelimet ,,,,,
dgn SHOLAT yg KHUSUK maka kawulo lan gusti MANUNGGAL ,, kalo msh ada lintasan lintasan pemikiran pada saat sholat ys SHOLAT NYA BLM KHUSUK DAN BELUM BS MANUNGGAL ,,, ( ada seorang sahabat nabi yg kena panah di punggung nya ,, dan dia berkata pada sahabat nya TOLONG CABUT ANAK PANAH INI DI SAAT AKU SHOLAT ) Krn dia merasa pada saat sholat dIA BISA MANUNGGAL DENGAN ALLAH DAN TDK ADA RASA SAKIT SAAT ANAK PANAH TERSEBUT DI CABUT ,, Bukan karena sakti tp krn sangat khusuk nya beliau sholat maka yg ada hanya ALLAH allah ALLAH saja baik dalam fikiran, hati, dan rasa seluruh anggota tbuh ,,,,,,
bagaimana dengan sholat KITA ..apakah sudah selevel para NABI , para, sahabat, para wali . para kyai n ulama ato level nya masih merangkak seperti bayi belajar jalan..
nah coba kita renung kan apakah mungkin org yg sholat nya dan pengetauan tauhid level TK ato SD( sperti KITA ) membahas org yg level sholat dan pengetauan / pemahaman tauhidnya Level S1 /S2 ( para wali aulia)
sehingga banyak di katakan orang BAHWA DULU TAK TERUCAP TAPI ADA DAN TERWUJUD SEDANG SEKARANG TERUCAP TAPI TDK ADA DAN TERWUJUD yaitu MAKRIFAT ALLAH ( kalo dulu masaalah makrifat ALLAH dan TASAUF tdk ada yg gembor2 krn semua itu sdh dilakoni ( ilmu laku ) tdk jd bahan bahasan TAPI sekarang banyak yang membahas tp tdk ada ato sedikit yg malakukan/menjalankan / melaksanakan ,,,,
( dikit dikit bid’ah ini gini itu, begitu dll cuma saur manuk tdk ada isinya)
marilah kita belajar dari AWAL dulu YA belajar WUDLU dulu sebelum SHOLAT
WUDLU SAK DURUNGE WUDLU (WUDLU SEBELUM WUDLU ITU GIMANA)
WUDLU SAK JERONING WUDLU (WUDLU DI SAAT WUDLU )
WUDLU SAK WISE WUDLU ( WUDLU SETELAH WUDLU)
BARU LELAKU BAB WUDLU
nanti kalo sdh bs lelakuning WUDLU ( MENJALANI BUKAN PENEGERTIAN / PEMAHAMAN ) wuldu siLAHKAN BELAJAR LELAKUNING SHOLAT…………………………..( BERSAMBUNG BILA ADA YG MINAT )
August 7th, 2010 at 5:53 am
aswb mas bento yg namanya manunggal itu yaitu seperti musyawarah nah disitulah terjadi manunggal walau berbeda pangkat dan kedudukan, Tuhan ya Tuhan ..Hamba ya Hamba ,disitu aja sudah terjadi manunggal atau kesepakatan dan laku…..,wudhu ada 2 yaitu wudhu jasad dan wudhu jiwa…..jasad dengan air dan jiwa dengan ayat-ayat quran,,,,,,diawali dengan doa atau permohonan pada Tuhan…..tembang-tembang itu adalah prtunjuk yang diberikan antara sesama manusia yang enggan dikatakan menggurui artinya juga meniru alquran….
August 7th, 2010 at 1:35 pm
aswb sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku dan matiku menuju kepada Allah Pemelihara alam semesta …..jalannya ada pada Alfatiha Sirotholmustaqim…..Shirithol mustaqim ada 2 yaitu Shirothol yang mendapat rahmat dan Nikmat Lalu Shiritholmusraqim yang mendapat laknat atau dhzolim….amin. Manusia diberi hak untuk memilih dalam kembali kepada Tuhannya ….mengikuti orang-orang yang Haq atau mengikuti orang-orang yang bathil…………monggo.
Nabi Adam AS hingga Nabi Muhamad SAW adalah termasuk Yang Haq…..sedangkan yang Bathil adalah dipimpin oleh Iblis dan balatentaranya……anda mau ikut yang mana silahkan….sedangkang orang musrik tanpa hisap langsung menjadi bahan api neraka,orang-orang yang Muqarobbin mereka berada di Hadirat Allah tanpa hisap pula.
Shirotholmustaqim = Hanya menyembah Allah. kiranya apa yang telah saya sajikan dapat memberikan manfaat pada kita semua………selamat………selamat
Innalillahi wainnalillahirojiun……………..
August 10th, 2010 at 12:06 pm
…Assalkm Wr Wb….
Mohon jgn dicampuradukkan antara AGAMA dan POLITIK…
…trimakasih
August 15th, 2010 at 1:35 am
assalamu alaikum.saudraku seagama dan suku jawa umumnya.sungguh kasihan orang yang merasa jawa yg kata mereka telah di exploritas dan di jajah sepanjang jaman.padahal mereka aja yg bodoh,kolot,sesat jalan dan cara hidupnya.sehingga nalarnya tdk bisa menerima perubahan zaman.padahal kita sama sama sadar.kita berasal dari mana,dan mau kemana.?kita sadar kehidupan ini tdk absolut.maaf kalau kepercayaan kejawen merasa tergilas itu bukan karena imbas arabi..atau penjajah barat.tapi lebih di karena kan yg disebutkan di atas tadi.maka jadilah bukti firman allah;dan orang orang kafir,thahut akan mengajak/mengeluarka dari jalan terang menuju jalan yg gelap.alias keblangsak dunia akhirat.kami jg jawa tulen.tapi tidak merasa di grujuk bangsa arab.justru kami bangga,jawa dan bangsa indonesia umumnya hatinya peka terhadap kebenaran yg hakiki.mungkin yang merasa gerah atas islam,yaitu komunitas agama minoritas.sungguh kasihan saudaraku…sungguh nampak jelas fifman allah swt.mereka bisu,buta,tuli sehingga tdk bisa kembali ke jalan benar. wasalamu alaikum.
August 16th, 2010 at 11:44 pm
Yang Menyebabkan Jawa / Indonesia menderita itu bukan cina atau kalijaga, tapi yahudi / amerika dan penjajah wong londo inggris / sekutu. yahudi itu bukan kristen, agama kristen itu ciptaan orang yahudi untuk memperlemah orang indonesia jadi bermental tempe.. yang bisa baca situasi ini cuma Bung Karno dan pengikutnya… dia mau lawan Yahudi – Sekutu – Amerika – Nekolim (Neo kolonialisme) pakai kekuatan Rusia – China dan dia bikin poros jakarta moskow beijing, tapi komunisme gagal melawan yahudi, manusia biasa tidak bisa melawan orang yahudi.. yahudi itu manusia paling sempurna di muka bumi, yang bisa melawan yahudi cuma Dajjal (Firaun dan Hitler – Penyembah Ra, Dewa Mesir) ; Manusia biasa hanya jadi makanan Butho Cakil di tanah jawa seperti uraian di atas, Tapi Nabi Muhammad s.w.t mendapat wahyu dari Allah – maha Adil untuk memberikan Makrifat pada pengikut beliau agar manusia biasa dapat mengimbangi kedasyatan yahudi – melawan jahiliyah modern – Neo Kolonialisme.. cuma Islam satu satunya jalan yang bisa membungkam yahudi.. saatnya akan tiba jika Isa Al masih diturunkan Allah s.w.t kembali ke bumi untuk memimpin Islam dan menghukum yahudi sekaligus meluruskan umat kristiani yang telah di manipulasi “cuci otak” yahudi.. saatnya akan saat perputaran planet tiba pada titik “zero point energy” lihat :
http://hiddenlighthouse.wordpress.com/category/zero-point-energy/
Islam agama yang benar, Nabi Muhammad Nabi terakhir
Sunan Kalijaga / syekh siti berjasa besar menyebarkan Islam di tanah Jawa
Penyebab kesengsaraan manusia adalah Yahudi,
Nabi isa akan datang memeluk Islam dan menghukum Yahudi
Makrifat adalah ilmu yang perlu dipelajari.. waktunya sudah dekat..
wassalam
August 18th, 2010 at 7:26 pm
salam…….salam…….salam……wah soori nih aku nggak ngerti politik,politik itu aPA SIH ?.
yANG AKU TAU ” JANGAN KAU CAMPUR ADUKKAN ANTARA YANG HAQ DENGAN YANG BATHIL” ITU PERINTAHNYA MAS . JANGAN DIBUAT SAMAR-SAMAR JADI KAGAK JELAS DAN MENYESATKAN GITU BUNG
GITU KALI YA,,,,,,HEHE……………ABIS AKU GAK TAU TUH YANG NAMANYA POLITIK.
August 20th, 2010 at 12:28 pm
penyebar kebencian diserahkan Tuhan Kepada Iblis………………………….monggo siapa yang mau naik kereta apinya ,,,,,tut…………..tut…………….tut ……siapa hendak turut keneraka….bolelah naik dengan kebencian,,,,,,,,heheheheheh
August 22nd, 2010 at 7:44 am
eheeeem
Biso-o ngandhakake gula iku legi lan uyah iku asin yen wis podho ngrasakake utowo ngicipi.
Wedang teh sak teko dirasakake wong 4 rasane yo ono 4, penemu rasane yo miturut pribadine/agemane dhewe-dhewe sanajan sak wadhah. Keyakinan iku ora biso dipekso lan ora podho siji lan sijine, ugo arep dadi perilaku kang ditindakake sabendinane. 4 kitap suci (Taurat, Zabur, Injil lan Al-Quran) kang wis nyoto-nyoto firmane Allah SWT kudu di Iman-i. Kanti lambaran Islam/Kesucian (Manggonono batin ilangno sifat 9) arep antuk dalan kang lurus kang akeh rahmat lan barokahe Allah SWT. Sopo lamis (lair lan batine ora jumbuh) podho wae wong cidro (apus-apus), anjalari rahmat lan barokahe soko Allah SWT sirna.
OJO PODHO REBUT KLAMBI ANANGING GOLEKONO CARANE NGANGGO KLAMBI KANG BENER. dimen bangsa Indonesia iki TOTO TITI TENTREM KERTO RAHARJO, GEMAH RIPAH LOHJINAWI
August 23rd, 2010 at 12:54 am
wah sami hebat hebat, penjabaran yg masuk/keluar akal. ruar biasa. padahal podo durung biso ndeloki githoke dewe dewe …
sing podo ati ati dulur. ditoto ati ne dewe disik lagi podo sumejar. dilakoni kanti setiti lan ati ati, mugi sami karaharjan sing di sedyo. sae sing cah embuh ucapke .. he he he heeh heeh.
August 23rd, 2010 at 3:10 pm
Tuhan itu Rasa, rasa itu hak individu, karena rasa itu keyakinan, dan keyakinan itu tidak bisa d paksakan, maka setiap manusia berhak untuk mengakui dan meyakini apa yang di yakininya, tetapi akhir-akhir ini banyak manusia yang mengaku paling benar tetapi secara tidak sadar dia sudah menandingi sifat Tuhan, dengan mendosakan sesama makluk, menerakakan sesama manusia, bukankah itu hak prerogatif Tuhan?????
August 23rd, 2010 at 11:49 pm
aswb maksud lagu tersebut adalah membaca Quran sayang. gak usah neko-neko.tapi nekoe wae hheheheheeh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
August 25th, 2010 at 3:01 am
Assalamualaikum
Saudaraku semua…..
apa diantara kalian udah ada yang bisa ning ?
Wassalam
August 27th, 2010 at 12:46 am
AJARAN SYEKH SITI JENAR COCOK UNTUK JAMAN SEKARANG INI
August 28th, 2010 at 12:02 pm
sabaya pati sabaya mukti
August 29th, 2010 at 12:54 pm
terserah semunya dech
August 30th, 2010 at 5:01 am
@junaedy: gimana caranya supaya Ning ya?
August 31st, 2010 at 4:58 pm
jadi, kema’rifatan sunan kalijaga berasal dari ALLAH.
jangan lah kalian berprasangka yang tidak baik..
August 31st, 2010 at 5:04 pm
jadi apakah arti dari sedulur papat kalimah pancer??
dan darimanakah asalnya??
dan sebenarnya siapa yang disebut sedulur ini??