Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga
May 31, 2006
Ana kidung rumeksa ing wengi
teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahine kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
miwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirna
Ada lagu yang mengalun di malam hari. Lagu yang menjadikan kuat, selamat, dan terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala macam petaka. Jin dan setan pun tidak mau. Segala jenis sihir tidak ada yang berani, apalagi perbuatan jahat. Guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuri pun menjauh dariku. Segala bahaya akan sirna.
Potongan syair di atas adalah syair Jawa yang disebut macapat. Kategori macapat ini adalah Dhandhanggula. Syair ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Syair ini diciptakan Sunan untuk dilantunkan di malam hari dan berdo’a kepada Allah SWT.
Sunan Kalijaga, seperti halnya Syekh Siti Jenar, memang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa melalui sisi budaya. Seperti diketahui banyak orang, Islam menemui banyak halangan untuk berkembang di tanah Jawa karena bertemu dengan kultur yang sudah sangat kuat, yaitu kultur Hindu/Buddha di bawah pengaruh kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, Sunan Kalijaga melakukan transmogrifikasi dengan memasukkan unsur-unsur Islam dalam budaya-budaya Jawa seperti memasukkannya ke dalam syair-syair macapat, memodifikasi wayang kulit, menciptakan lagu yang sangat terkenal, Lir-Ilir, dsb. Pendekatan budaya seperti ini yang memang tidak disebutkan secara literalistik linguistik dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist menyebabkan banyak pihak menganggap ajaran-ajaran Sunan Kalijaga adalah bid’ah.
Keterangan panjang lebar di atas kudapatkan dari buku Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga yang ditulis oleh Achmad Chodim dan diterbitkan oleh penerbit Serambi (penerbit yang juga mengeluarkan versi Indonesia dari The Da Vinci Code yang fenomenal itu). Buku ini tidak memaparkan sejarah Sunan Kalijaga, melainkan ajaran-ajaran Sunan Kalijaga secara komplit, mulai dari tembang rumeksa ing wengi, puasa mutih 40 hari 40 malam, selamatan, hakikat diri manusia, saudara empat, dll. Buku ini memaparkan ajaran-ajaran tersebut tanpa menjustifikasi bahwa ajaran-ajaran tersebut adalah bid’ah, bahkan cenderung melakukan pembelaan dengan alasan-alasan yang dikemukakan.
Cukup enak dibaca, karena meskipun materi yang dibahas adalah berat dan kontroversial, buku ini menggunakan pengantar bahasa yang super ringan, bahkan agak terlalu ringan sehingga aku pikir tidak layak sebuah buku menggunakan bahasa seringan ini. Buku ini kurasa cukup banyak memberikan sisi dan sudut lain tentang bagaimana memandang Islam untuk memberikan sudut pandang yang lebih luas. Overall, nilainya 7 dari skala 1-10.
Posted in 












June 1st, 2006 at 4:06 pm
lih, baca artikel ini:
http://arai.level9-team.or.id/blog/?p=3
masuk akal
June 2nd, 2006 at 7:24 am
#henri:
trims hen link-e. menambah luas sudut pandang
June 7th, 2006 at 9:42 am
Hem… hari gini emang susah nyari pemuda yang masih mengkaji ajaraan kejawen. Aku seneng ada teman disini. Perkenalkan, saya Erlangga… pengajar beladiri yang bedasarkan ajaran kejawen+islam. Lebih jelas tentang kegiatanku bisa kunjugi www.metafisika.info
June 24th, 2006 at 11:01 am
hai!aku baru baca blok kamu yang ternyata nambah bahan untuk tulisanku nanti. kalau kamu berkenan mau ngasih beberapa info tentang buku yang kamu baca,"mistik dan makrifat sunan kalijaga". oh ya, kamu tahu gak tentang naskah yang berjudul piwulang sunan kalijaga? kabari aku ya! trims!!
June 24th, 2006 at 12:11 pm
Aku ngga tahu naskah itu, tapi setahuku, ajaran Sunan Kalijaga ada dua, dalam Suluk Linglung ama Serat Dewa Ruci, dua ajaran yang hampir sama namun berbeda secara fundamental [#1].
July 27th, 2006 at 7:27 pm
Sunan kalijaga, dewaruci …
wah uaku buangauet kwi……
manunggaling kawulo gusti…. ana al haq - al hallaj
awareness-A. de mello,buku2ne anand khrisna…
must read book
tapi ati-ati….
marai edan lan mumet..
koyo aku…………
October 25th, 2006 at 2:52 am
Pendapat gw biasa aja. cuma sbg perjalanan hidup yg perlu digarisbawahi.
February 2nd, 2007 at 4:12 am
menarik sekali, tapi setau saya nggak hanya Sunan Kalijaga yang melakukan itu (menyebarkan agama Islam di tanah Jawa melalui sisi budaya). Para Wali yang lainnya juga, bahkan juga mengarang beberapa lagu/tembang jawa dan tembang dolanan anak2
February 14th, 2007 at 1:52 pm
Alhamdulillah! Buku tersebut sangat baik untuk bahan wacana “ngelmu”. Tapi pasti hanya sedikit yang diberi “hidayah” dari Alloh SWT..
March 8th, 2007 at 8:09 am
wah…bukunya kereeen tuh….selamat!!! bagi orang yang sudah mendapat karunia makrifat seperti sunan Kalijaga, manunggaling kawulo Gusti, nanti terbitin buku syeh siti jenar juga dong…tapi versi Original nya, jangan propaganda terus…
March 13th, 2007 at 12:06 am
Perbanyak referensi, Torekot, maripat, akan lebih sempurna bila di barengi oleh sareat.
ana berencana untuk membuat web untuk kumpulan aliran, dari sareat, hakekat, torekot, sampai makrifat ada di situ, tanpa adanya merasa paling benar. yang penting bagaimana mencapai sukma sejati. mohon berkahnya.
wassalam
March 19th, 2007 at 2:56 pm
wah cocok banget kanggo aku
March 19th, 2007 at 3:00 pm
bagus dan cari yang terbaik walapun terkesan aneh tapi nice 4 me
March 20th, 2007 at 5:46 pm
Maaf…Baru lihat-lihat
April 29th, 2007 at 2:51 pm
sebenarnya buku - buku soal ajaran makrifat udah pernah baca terutama ajaran makrifat syeh siti jenar, tapi buatku makrifat itu sesuatu yang sangat menarik baik untuk dibaca maupun di pelajari. aku pikir gak banyak yang tau soal makrifat terutama anak muda jaman sekarang, gak taunya setelah aku buka wbsite ini banyak juga tanggapannya soal makrifat. kalo ada lagi apapun soal makrifat dibahas lagi yaa.. aku seneng banget baca - baca tentang makrifat. salam kenal untuk yang lain ………!!
May 11th, 2007 at 12:16 am
Mbah kali mengajarkan hakikat dengan syariat
Mbah siti mengajarkan hakikat tanpa syariat
Belajar tentang hakikat dengan syariat ibaratnya orang yang meniti jembatan di tengah jurang yang dalam sekali..
May 31st, 2007 at 7:05 pm
Sepengetahuan saya
syaikh siti jenar maupun Sunan Kalijaga, sama-sama menganut manunggaling kawula gusti - bersatunya manusia dengan tuhan-
Lho koq manusia ama tuhan bersatu, gmn sih…. Gmn cara coba…
bedanya, syaikh siti jenar menganggap manunggaling kawula gusti tersebut benar-benar menganggap-meyakini- bahwa dirinya telah bersatu dengan tuhan - Allah-. Sehingga ia adalah tuhan, tuhan adalah dia.
dalam suatu ayat -wadoh, lupa ayat brapa surah apa- intinya, apa yg dilakukan oleh si manusia merupakan apa yang dilakukan Allah. Tangan-ku adalah tangan-Nya, kakiku adalah Kaki-Nya.
Asumsinya, karena ia telah mencapai tahap makrifat, maka ia semakin yakin bahwa ialah tuhan, tuhan ialah ia.
sampai ia berkata “Jadi untuk apa shalat??, masa’ tuhan sholat?, tuhan menyembah tuhan?”
pertanyaannya,
Lalu untuk apa hakikat tuhan sebagai sesuatu yang tidalk terbatas, yang tidak dapat dijangkau oleh kemampuan manusia, yang Maha meliputi segala sesuatu, hingga dapat diliputi oleh syaikh siti jenar….
Sunan kalijaga menganggap bahwa ayat tersebut mengasumsikan bahwa, ketika manusia telah mencapai tahap tersebut-tahap tertinggi dalam (maaf lupa istilahnya), maka apapun yang dilakukannya adalah sebagai perwujudan dari iman dan taqwa, berdasarkan al-qur’an dan hadist. Sehingga yang dilakukan oleh si manusia tersebut tidak melenceng, karena Allah telah meridhoinya, Alah akan melindungi, menjaga merahmati si manusia tersebut.
Kira-kira begitulah makna dari ayat tersebut.
Kalau ada yag kurang atau salah tolong dikoreksi
July 12th, 2007 at 3:05 pm
Buat Gawil,
sebelum nanyain gimana tuhan dan manusia bersatu. coba dulu tanya ‘manusia’ itu spt apa,gimana?
August 19th, 2007 at 1:01 am
Di Forum Religiositas Agama, saya menemukan artikel yang menarik sekali. Ini situsnya: http://hatinurani21.wordpress.com/
MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?
Pengantar
Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)
Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
- Bs. Belanda selama 300 tahunan
- Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
- Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
- Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
- Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).
Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
Gerilya Kebudayaan
Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
- Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
- Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
- Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
- Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
- Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
- Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
- Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
- Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
- Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
- Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
- Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
- Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
- Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,” ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).
- Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
- Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!
- Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
- Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
- Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
- Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
- Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
- Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
- Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
- Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
- Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.
Penutup
Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.
Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.
August 19th, 2007 at 5:52 am
#hati nurani:
another conspiration theory. bagus sekali, thanks
August 29th, 2007 at 2:18 pm
Sepengetahuan saya dan menurut saya pribadi, apabila kita mau mengkhaji lebih dalam ajaran dari semua wali yang tergolong dalam “Wali Songo” itu akan menemukan suatu titik temu yaitu manunggaling kawulo gusti, hanya yang membedakan adalah darimana sudut pandang qta melihatnya, apabila sudut pandang syariat akan menimbulkan polemik yg berkepanjangan, lain lagi sudut pandang dari tataran ma’rifat, melihat bahwa disitulah intisari ajaran islam yang sesungguhnya, disitulah ditemukan makna yang “tersirat” bahwa Allah itu tidak jauh dari diri qta, bahkan lebih dekat dari urat leher qta, bagaimana caranya ? dijawab di dalam Alquran bahwa man arofa nafsahu faqod arofa robbahu (barangsiapa menganal dirinya (fitrahnya) maka dia akan mengenal Tuhannya).
Menurut saya perlu sikap yg bijak dalam membaca buku karya A. Chodjim ini, sehingga qta tidak terbawa nafsu utk segera memberikan claim bid’ah, fanatik dsb. Untuk lebih memperdalam diperlukan inayah (dr Allah) dan pemegang kunci rahasia yg dimiliki oleh para Guru Panuntun
September 2nd, 2007 at 6:01 pm
Saya suka degan ajaran makrifat apa lagi yang original dari jawa,saya masih pengen tau banyak tentang Siti Jenar ,Sunan Kalijaga dan Dewa Ruci
Salut,posting yang bagus
September 23rd, 2007 at 3:02 pm
Saya senang dengan konsep ajaran Sunan Kalijaga yang senantiasa mengajak kita untuk waspada secara batin. Kewaspadaan batin ini sangat penting, karena hal itu sebagai manifestasi dari QALBU kita (maka AA GyM membuat konsep manajemen qolbu). Untuk mencapai waspada harus melalui laku yang disebut tarekat/tirakat. Adapun laku itu adalah sholat 5 waktu dan sunah, membaca quran, beramal baik, berbicara baik, berpuasa, menjauhi segala larangan agama dan lain sebagainya.
Untuk hatinurani21, Kebudayaan itu tidak berhenti. Kebudayaan adalah pikiran dan perasaan sebagai daya cipta rasa dan karsa manusia. Kalau kebudayaan Jawa yang Anda maksud adalah masa kerajaan Majapahit, tentu hal itu tidak benar. Majapahit adalah budaya HINDU DAN BUDHA, jadi bukan Jawa. Sekarang orang Jawa sudah mengalami perubahan dalam berbudaya karena kedatangan Islam. Jadi bukan penjajahan, Anda akan sangat salah kalau hal itu sebgai penjajahan. Sekarang saya tanya kebudayaan Jawa itu yang seperti apa???
Kebudayaan Jawa itu adalah rasa, cipta dan karsa orang Jawa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam bertingkah laku dan berbuat. (lihat Koentjaraningrat). Jadi sebenarnya inti kebudayaan itu selalu berkembang dan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat (Jawa). Apakah kita menolak kereta api, kendaraan bermotor, komputer dan lain sebagainya. Masyarakat Jawa memiliki keterbukaan untuk berbagai budaya asing asal sesuai dengan kepentingan Jawa.
September 23rd, 2007 at 9:13 pm
ilmu makrifat banyak sekali jenisnya di dunia ini, menurut saya baiknya salah satu saja yang kita jalani karena semua ilmu makrifat tujuannya sama, bagaimana mengenal jati diri sendiri dan dzat Allah sehingga tujuan akhir dari perjalanan makrifat itu sendiri adalah bagaimana terjadinya dan menjadi “Manunggaling” dengan Maha Pencipta. Tapi perlu diingat belajar itu harus ada GURU, karena belajar tanpa adanya GURU adalah sesat, karena tidak ada kontrol….
October 6th, 2007 at 7:58 pm
saya berharap dapat di kirim kidung2 apa saja yang di beri oleh walisongo khususnya sunankalijaga, berserta cara mengamalkannya. untuk perhatiannya saya ucapkan beribu terima kasih…… wasalam
October 8th, 2007 at 2:31 am
Yang paling utama untuk kita-kita semua adalah benerin dulu TAUHID & AKIDAH kita, karena menurutku ilmu (ajaran) ISLAM yang paling tinggi adalah TAUHID…
October 8th, 2007 at 2:38 am
Ngapain juga pake kidung2 segala, emang referensi dari Al Qur’an ngga’ cukup!! Sangat banyak dan sangat cukup tuh do’a untuk kita amalkan. Itu juga langsung dari para nabi yang jauh lebih tinggi daripada seorang wali…
Kebanyakan dari kita tidak mau menggali ajaran dari Qur’an, malah dari kitab2 jawa yang katanya karangan para wali. (Saya msh belajar dari Qur’an) Padahal mungkin wali tuh juga ngambil dari Qur’an ndiri atau mungkin dari pemikirannya sendiri..(wah yang ini tidak bisa 100% benar)
November 11th, 2007 at 10:55 pm
Assalamu `alaikum wr wb.
Temen-temen yang budiman, saya menemukan komunitas yang saya harapkan bisa menjadi ajang yang baik untuk kita semua.
Saya ingin berolah pikir dan roso dengan jenengan semua.
Saya baru mulai belajar.. dan guru yang baik adalah lingkungan dan komunitas yang memberikan perkembangan positif. Saya berharap ditempat yang tepat.
Saya terkesan dengan ajaran ILMU SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU, MANUGALING KAWULO LAN GUSTI (VERSI SYEKH SITI JENAR DAN SUNAN KALI JOGO).
Saya merasakan bahwa ajaran ini makrifat yang luar biasa dan tidak mudah dipelajari juga tidak sulit dilaksanakan. Saya berfikir juga kemut-kemut. Hal ini karena keterbatasan ilmu saya.
Saya juga banyak bertanya pada orang yang saya anggap bisa memberikan jawaban.Banyak sekali yang saya rasakan dan alami adalah sesuatu yang harus diartikan,saya sedih ilmu saya dan kebanggaan akan logika saya sering pupus oleh suatu wacana dan paparan. Saya menyadari saya musti mengalami proses dan harus bertahap. Karena begitupun juga proses kita hidup.
Alqur`an dalah kitab suci saya. Satu ayat Alqur`an adalah beribu ribu ilmu, karomah, barokah dan fadhilah yang bisa kita gali. Menggali antara ulama dan kyai satu dengan yang lain bisa saja beda. Bukan ayat suci yang salah, tapi keterbatasan kita sebagai manusia yang mempunyai tingkatan dan wadah berbeda. Sunan Kali jogo dan syek siti jenar adalah orang yang menggali wahyu Alloh kepada NAbi Muhammad SAW (Alqur`an) tersebut. Dan mereka mengajarkan dengan berbagai versi yang intinya penjabaran (IQRA`). Ibarat Guru Matematika tentunya cara mengajarkan dengan metode yang berbeda berdasarkan gaya guru tersebut.
Metode yang samapun tiap guru akan mempunyai tingkat keberhasilan yang berbeda.
Menurut saya Selama Ajaran itu bermuara kepada Allah SWT sebagai Dzat yang sempurna dan Dzat yang Ahad, dan meyakini 2 kalimah syahadat, saya pikir dimana salahnya.
Ibarat guru mau pake cara apapun jika satu tambah satu adalah dua sebagai hasil logika matematika, apapun metodenya syah-syah saja.
Tentunya yang wajib kita tinjau adalah metode yang tepat di tempat dan waktu yang tepat (luwes dan tepat sasaran).Jangan sampek mengakibatkan salah persepsi dan meyakini yang kita tidak paham sangkan paran nya. Disinilah bimbingan dan penyuluhan sangat diperlukan. Olah roso dan olah pikir untuk IQRA`.
Karena manusia diberi keterbatasan (wadah, kemampuan, IQ dll), karena dengan keterbatasan itu Hazbun Minnan Naas bisa sukses. Kita membutuhkan orang lain untuk melengkapi kita. Mari membuka diri untuk saling mengisi dan mengingatkan. Sama-sama Iqra` terhadap lingkungan sekitar. Karena kebenaran Haqiqi adalah milik Alloh semata.Di atas langit masih ada langit.Berguru sampai ke liang lahat.
Saya Mohon komentar dan saran..apalagi petuah…
(joko sutrisno).
November 13th, 2007 at 9:08 am
nambah dikit….mas joko…
tentang “metode yang tepat ditempat dan waktu yg tepat” bagaimana kalo kita melaksanakan Islam Jawa saja…(Islam yg diajarkan dijawa, dengan budaya jawa dan masa/era yg sekarang)….jadi bukan Islam arab, yg diajarkan dengan budaya arab, disamakan dengan kondisi arab 4000 tahun yg lalu apakah itu masih relevan…. coba baca buku Syekh Siti Jenar “Makna Kematian” Achmad Chodjim…. bagus deh…
December 6th, 2007 at 10:37 am
terima kasih atas wacana yang bagus, semoga bermanfaat khususnya untuk generasi muda menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya.
December 7th, 2007 at 7:36 am
saya ikut nimbrung ya nih
aku baca lagu jawa ” kidung wengi ” ini aku inget banget sama ibuku di solo , karena ibuku dulu kalau cucunya rewel pasti nembang kidung wengi itu …. trus diem deh cucunya dan enak di dengarnya aku suka banget . Ibuku orang solo asli sekarang umurnya dah 106th kayaknya lagu kidung wengi itu menjadi warisan dari ibuku walau yang mengarang bukan ibuku ,sekaligus tembang yang enak ku dengar.
December 17th, 2007 at 11:06 am
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Numpang tanya ….
Hampir semua tokoh/pemimpin/raja/wali/nabi pasti mempunyai trah/keturunan pemimpin (bangsawan)…. kayaknya jarang dari rakyat jelata (ada sih tapi setelah ditelusuri garis keturunan mbah buyutnya adalah pernah menjadi tokoh/pemimpin)… yang ingin saya tanya adalah adakah tokoh/pemimpin yang memang tidak mampunyai trah pemimpin 100%, dia asli jelata ?
Memang dalam Islam tidak ada pembagian kasta, bahwa semua manusia adalah sama kedudukannya/derajatnya dihadapan Allah SWT, hanya yang membedakannya adalah keimanan dan ketaqwaannya…
Coba deh dilihat kembali tokoh-tokoh/pemimpin terkenal pasti mempunyai trah demikian …
Maksud saya adalah apakah bahwa kodrat/takdir manusia itu memang sudah diatur demikian apakah mungkin golongan sudra dapat menjadi golongan brahmana? (bisa tapi sangat kecil peluangnya)
Kembali kepada makrifat… menurut saya adalah bahwa pengalaman/perjalanan bathin seseorang yang sudah tingi itu sulit untuk dilukiskan dengan lisan/atau kata-kata dan pengalaman yang sangat indah nan manis itu hanya dapat dirasakan oleh dirinya sendiri dan saya rasa akan berbeda dengan pengalaman orang lain …dimana rasa indera keduniawian sudah tidak mempunyai arti lagi …rasa kenikmatan, keteduhan, ketenangan dan … memang sulit untuk dikatakan….
tapi untuk mendaki ketingkat yang tinggi itu tidak mudah … banyak godaan, tantangan,..
Bahwa semua yang ‘ada’ ini adalah bayangan/tipuan dari indra kita … adanya suara merdu itu adalah olah dari indra telinga kita coba searainya tuli?, pemandangan yang dindah dan berjuta warna-warni juga adalah olah dari indra mata kita, coba seandaninya buta?, rasa panas/dingin juga olah dari indra kita? semua diolah indra dan diproses di dalam otak yang tidak lebih besar dari ganggaman tangan kita? bumi, matahari, besar-kecil, jauh-dekat, cantik-buruk hanya merupakan permainan otak kita? jadi sejatinya adakah semua itu nyata? dan dimana sebenarnya “aku” ini?
Sejatinya siapa ‘diri kita’ ini pasti belum dikenal .. yang mana ‘diri’ ini, jasmani fana inikah? untuk itu untuk mencari Tuhan, kenalilah ‘diri’ kita dulu, karena Dia dekat dan sangat dekat lebih dekat dari urat leher kita ? Namun sayang kita sendiri belum mengenal siapa diri kita ini? kita hanya terbuai oleh nafsu indra kita… ‘aku’ semakin tertutup oleh hawa nafsu dunia semakin tebal dan semakin tidak dikenal … untuk itu carilah ‘aku’ … kenalilah ‘aku’ … maka kau akan mengenal Tuhanmu ….
Mohon dijawab ya …
Demikian mohon maaf dan ampun kepada Allah SWT … wabilahitaufiq walhidayah
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
January 15th, 2008 at 8:00 pm
Sallam,
Mohon maaf & Ridho..
sekiranya saya ini memang kurang mengerti dan paham,..
sekiranya memang baik adanya mempelajari tentang para Wali yang dengan perantara mereka adanya telah meng-islamkan tanah nusantara maka sudi kiranya kita semua bertemu, mencari dan berperantara dengan para Alim Ulama yang mumpuni..
Karena mengkaji dan mempelajari tanpa peran orang yang lebih memahami akan tentu lebih baik adanya dan jauh bermanfaat atas tujuannya..
Sang Guru pituduh atau Guru sejati yang menjadi cerminan akan selamatnya saudara akan ilmu yang akan dipelajari…
sekali lagi alfagir mohon maaf mohon ridho..
Wassalam..
February 10th, 2008 at 7:27 pm
Manunggaling kawulo gusti yang sekarang telah banyak berkembang antara lain pemahaman KAWRUH JIWO yang di pelopori oleh Ki Ageng Suryo Mentaram. Dan yang ini sekarang bukan lagi berbentuk agama ataupun kepercayaan ataupun kebatinan ataupun keyakinan lagi tapi sudah merupakan ilmu pengetahuan \ falsafah hidup \ sikep yang banyak dianut dan dikembangkan. Ini adalah perkembangan dari budaya ber agama ke budaya yang menggunakan olah pikir yang selalu aktual. Bila berminat hubungi komunitas KAWRUH JIWO terdekat.
Dedy Hartadi Bronto Kusumo - Salatiga
February 10th, 2008 at 7:29 pm
LANGGENG BUNGAH SUSAH
February 13th, 2008 at 8:33 am
KIDUNG DUKUH JERUK
I. Sababne manungsa, pada lali mareng Gusti
Pada duwe mata, ora weruh mareng Gusti
Wis manjing waktune, Sedulur…………….
Eling mareng Gusti
*1 Ngakune wong Islam, enggo kaca mata batok
Pada duwe mata, ora pada bisa deleng
Saiki waktune, sedulur…………………
Weruh mareng Gusti
* Duwe mata, ora pada bisa deleng |
Duwe ati, ara pada bisa ngarti |
Duwe rasa, ora pada ning rumangsa |
Maring Kuasa | 2x
II. Sababne wis jamane, saiki manjing jaman edan
Sing durung kelakon, saiki wis pada kelakon
Goleti Elmune, Sedulur…………….
Manjing sempurna
*2 Sabab wis gumelar, Elmune ning alam dunya
Ojo dielatkeuna, iku hak ke sedulur kabeh
Sing ngaku wong Islam, sedulur………….
Manjing sempurna
** Manungsa sing pada jaluk Selamat |
Manungsa sing pada jaluk ne Nikmat |
Manungsa sing pada jaluk Sempurna |
Mulang mareng Gusti | 2x
Untuk bahan kajian:
www.gagakmas.org
February 19th, 2008 at 4:11 pm
dengan begini orang tidak akan punya pikiran yang sempit. bravo.
February 27th, 2008 at 11:22 am
assalamualaikum
aq mau tanya “apakah arti hidup ingsun didunia ini?
March 3rd, 2008 at 2:06 pm
selamat siang.
saya tertarik dengan rubik makrifat dan ingin membaca buku tentang makrifat,
kira - kira buku dengan judul apa ya yang cocok untuk saya baca.
thx.
e-mail:bayu_ft@yahoo.com
April 12th, 2008 at 4:32 pm
oh… tapi dalam makrifat, tidaklah pengetahuan diperoleh dengan teori. Pengetahuan didapat setelah mengalami kebenaran itu sendiri. Kebenaran yang disesuaikan dengan maqom si penerima, kebenaran yang relative, bukan untuk konsumsi publik. makrifat jalan yang sepi dan intim. oh…
April 14th, 2008 at 10:06 pm
“syariat-tharikat-hakikat-ma’rifat”. selanjutnya adalah “ma’rifatnya hakikat”, dan “hakikatnya ma’rifat”. diatasnya ada lagi puncak dari segala ma’rifat…
April 22nd, 2008 at 11:38 am
Dewa Ruci tulisannya Sunan Kalijaga ya. Waduh gak ngerti aku. Opo dudu Yosodipuro sing nulis bebas soko Nawarucine SyiwaMurti. Opo aku sing rancu mocone yoooooooo…..
May 3rd, 2008 at 3:54 pm
tq menurut pengetahuan saya MAKRIPAT ADALAH SUTU CARA UNTUK BERTAKORUB PADA ALLOH SAYA BERIKAN PENJELASAN BAGI YANG MENCARINYA DI (65 82860236) KARENA INI MASALAH RAHASIAH ALLOH
May 26th, 2008 at 1:42 pm
banyak wali perkara wali , tapi tidak se”jawi” sunan Kalijogo, mungkin pembaca ada yang punya buku ” kaki Waloko” dan Joko Lilung karya dari Sunan Kalijogo, kalau ada di toko Buku toko buku apa ? demikian juga tentang ajaran dari Sekh Siti Jenar, secara lengkap
June 7th, 2008 at 2:40 pm
untuk dapt mempelajari ma’rifatnya kanjeng sunan kalijaga&shek siti jenar+sunan gunung jati, ada baiknya mempelajari tarikh dam perjalanan beliau beliau terlebih dulu dari sumber2 yang benar dan dapat dipercaya keshahihanya,trims
June 10th, 2008 at 12:42 pm
makasih telah menulis mistik dan makrifat karena wawasan yg aku pelajari dari th1997 sekarang lebih gamblang untuk mengerti setelah ku cross dg tulisan anda makasih ya aaaaaaaaa
HIDUP TANPA RUH MATI TANPA AJAL
JAUH JAUH MENCARI BILAH
BULUH ITU ADA DI DALEM BULUH
JAUH JAUH MECARI ALLAH
ALLAH ITUADA DI…………..
June 13th, 2008 at 9:10 am
itu semua percuma aja!!!!1
June 13th, 2008 at 3:03 pm
adjkandlnasldnasd
June 25th, 2008 at 12:33 pm
minta tolong kasih judul buku makrifat ya !
June 28th, 2008 at 2:09 pm
tolong bantu aku pahami semua ini. Aku masih berputar-putar. Aku bisa mengerti teori namun belum dapat mengangkap “rasa”
July 3rd, 2008 at 4:18 pm
Nah ini dia, yang bisa diajak mikir untuk pulang kepadaNYA(innalillahi wainna ilaihi roji’un : aku dari dan akan kembali padanya), OK para sahabat, untuk mencari hidup yang benar itu diperlukan pengertian yang benar pula, jadi gak asal ikut/taqlid dan kemudian fanatik buta, sebenarnya Innaddina ‘indallohil islam jangan diartikan sesungguhnya agama yang di RIDHO’I Allah adalah islam ini pengertian yang salah, karena dalam ayat tsb gak ada kata ridho atau seharusnya ayat tsb : Innaddina ‘indallohil “dinul islam” tapi hil islam, jadi seharus pengertiannya menjadi : sesungguhnya intisarinya agama adalah Pasrah, jadi nyambung dengan Hadits Nabi : Awaluddin Makrifatullah (awalnya addin harus makrifat/mengenal Allah dulu) dan untuk bisa makrifat kepada Allah itu dibutuhkan suatu kepasrahan. jadi mau pake agama budha,hindu,islam,atau kristen yang penting beliau bisa makrifat/mengenal Tuhan yang Maha Esa ya monggo-monggo aja, toh anda mau ke Kraton Yogyakarta silahkan mau pake kendaraan apa dan jalan yang mana pasti nyampek kesana, asal tahu jalan dan pake kendaraan atau jalan kaki, ya tentunya nyampeknya gak sama. kalau gak percaya coba aja lihat Al-Qur’an Surat Albaqoroh ayat 62 :
62. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin[56], siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah[57], hari kemudian dan beramal saleh[58], mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
he… he … tentu saja kata-kata ” siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah ” ialah orang yang sudah mampu makrifat kepada Allah.
Dan tentu saja bukan hanya makrifat kepada sifat(sifat yang 20, asma(asma’ul husma, af’al nya(adanya lagit,bumi dsb) saja, tapi juga kepada zat/wujudnya juga, ingin bukti Coba buka Al-Quran QS(17) : 72 adalah sbb :
72. Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
jadi tahu akan Beliau jangan nunggu dialam Akherat ntar tambah sesat kata kitab Al Qur’an.
jadi kalu dihubung dengan syech siti jenar, sunan kalijogo, al hallaj ya gak salah ajaran beliau ini.
OK gitu dulu dan trim’s untuk semua sahabat ( sorry baru tahu forum ini)
July 5th, 2008 at 9:18 am
Please visit us at http://airsetitik.co.cc or http://airsetitik.tk
July 7th, 2008 at 4:11 pm
urip ngertio maknane urip
July 17th, 2008 at 11:10 am
MasDedy saya tertarik dengan apa itu KAWRUH JIWO , bisa ngasih alamatnya di bandung dan tolong alamatkan ke ” arakhman1961@yahoo.com ” . trims ya
wass.wr.wb
gusdur
July 19th, 2008 at 2:34 am
saya sudah membaca beberapa kali buku tersebut yang banyak berguna untuk saya khususnya orang jawa yang mana SUNAN KALIJAGA memberikan pandangan islami yang berakar budaya jawa ,buku ini juga membantu terapi jiwa saya pada saat menghadapi masalah selain sholat dan berdoa kepada ALLAH…semoga ini bisa menjadi masukan bagi yang belum membacanya..
July 25th, 2008 at 12:14 pm
wah…Matur Suwun…Mugi2 kang moho dumadi maringi Ridlo ten Panjenengan Sedoyo
Sakniki juarang tenan pangumpul sederek2 seng pengen ndepe2 mados ilmune fengeran lewat pituah kejawen…
July 26th, 2008 at 12:24 pm
ini pengetahuan yg baik… kenapa nggak sharing aja di milis tertentu.. misal milis makrifat.
July 30th, 2008 at 11:20 am
Saya termasuk yang mengamalkan ajaran sunan kalijogo dengan ilmunya makrifat jawa atau istilah jawanya sedulur papat limo pancer dengan menyatukan empat unsur yang ada dalam diri manusia yaitu air,api,tanah,angin.yang semuanya itu dapat diamalkan. Kita memiliki kemampuan dan empat unsur tersebut harus bersatu, selama ini kita ketahui bahwa yang belum bersatu adalah unsur api.
Saya sangat setuju dan sangat senang sekali masih ada orang yang tahu tentang kidung rumekso ing wengi(tembang penjaga malam).
kunjungi blog saya : kaumsufi.blogspot.com
July 31st, 2008 at 11:49 am
apa ajaran- ajaran yang dimiliki dan dilaksanakan oleh sunan kali jaga semasa hidupnya?
August 19th, 2008 at 1:45 am
menurut saya, makrifat adalah tataran tertentu sehingga tercapai kedekatan dengan Nur Illahi. Secara Islam makrifat dapat dapat dicapai dengan langkah-langkah : bersyareat dahulu,kemudian hakekat, baru bisa mencapai makrifat. hati-hati dengan makrifat, karena jika tidak dilakukan dengan langkah langkah yang telah ditentukan oleh Al qur’an, mleset-mlesetnya malah masuk dalam “Black hole”. karena banyak yang telah mengklaim tentang tataran makrifat ini tanpa bersyareat terlebih dahulu.lebih bahaya lagi mengklaim bahwa telah bertemu dan menyatu dengan Illahi, wah jadi kelewatan kalo kayak gini….bisa disebut kesombongan yang berlebihan. Manusia hanya makhluk kecil dan lemah, tidak bisa dibandingkan dengan kebesaran Illahi yang Maha Besar.
September 19th, 2008 at 8:32 pm
salam,
saudara seahli, bagaimana bisa saya dapatkan buku mistik dan makrifat sunan kalijaga
September 24th, 2008 at 6:22 pm
aku punya sahabat sering bertemu beliau
dan secara pemahaman jika ditulis tidak mungkin dimengerti, begitu juga jika didiskusikan, karena itu merupakan ilmu rohani - ilmu nurani, kalau ilmu nurani yang dipelajari maka gurunya pun mengajarkan melalui nuraninya kepada nurani muridnya, jadi untuk mempelajari hal tersebut yah harus berguru ke para sunan itu. supaya tidak salah kaprah, kan orangnya sudah wafat?- iya jasadnya yang wafat, nuraninya tidak.
syarat nya berguru :
-bersihkan hati/diri ala ESQ
- ihlas beribadah karena Allah
- semua kelakuan dunia harus karena Allah
-setiap tarikan nafas merupakan zikrullah
nah yang bisa bimbing untuk itu banyak diantaranya :
-Bapak Abu Sangkan
AMIN
bukan sesuatu yang susah jika Allah menghendaki, maka mintalah pada Allah jangan lewat riset
September 25th, 2008 at 11:51 am
ass wahai teman,wahai sahabat,wahai saudara,wahai kekasih, yang selalu ada walaupun aku tiada, yang selalu memeberi apapun yang kupinta ……………….. oh saudaraku seiman masih adakah orang yang memberi jalan tuk menolongku guna menemui kekasih ku, bila ada tolong tunjukkan karena aku menyadari bahwa dia kekasihku tapi aku belunbisa ketemu karena terhalang tirai ,padahal aku kepingin berkasih mesra dan bermanja-manjaan
September 25th, 2008 at 12:09 pm
ass saudaraku dimana saya bisa belajar tuk memahami dan menjalankan ilmunya jeng sunan kali jaga bila ada dimana dia aku butuh bimbingan aku butuh penunjuk jalan aku butuh seseorang yang mendampingiku guna menuju tujuan akhir hidup ,tujuan dimana jalan untuk menuju pulang kerumah ,tolong kalo ada kirimkan ke Zai_haji@yahoo.com
October 2nd, 2008 at 3:34 pm
ass,saudara2ku yang seiman, ilmu ma’rifat menurut pemahaman saya adalah ilmu kasampurnan atau ilmu selamat dalam artian selamat dunia sampai akhirot. oleh karena tiada agama lain kecuali Islam yang mampu membimbing kita untuk selamat dunia sampai akhir Ruh {akhirot}. mudah2an kita semua adalah hamba2 Allah yang tetap iman dan Islam Amien 3x
October 14th, 2008 at 8:50 am
Salam untuk semua, semoga Alloh senantiasa membimbing kita semua.
Menuntut ilmu adalah wajib, karena Kanjeng Nabi dawuh ojo ngamal tanpo ilmu. Dan ilmu yang pertama wajib dipelajari adalah ilmu tentang Alloh alias makrifat, karena gimana kita ibadah dengan benar kalo tidak tahu untuk siapa ibadah, gimana bisa nyembah dengan benar bila belum kenal betul dengan yang disembah, tapi harus diingat ojo koyok iblis dia udah makrifat alias kenal Gusti Alloh tapi rumongso luwih apik soko adam akhir-e dadi sombong nek wis ngono ujungnge lali maring Gusti Alloh juga,lali nek kabeh ngono mau sing dadekno Gusti Alloh akhir-e tanpa sadar ora nurut maring Gusti Alloh.
Para konco kabeh wong nek lagi belajar sing perlu diwaspadai yoiku ati2 karo “rumongso weruh alias rumongso pinter” akibate iso koyok iblis ujung-ujung-e ora ikhlas, ilmu iku perlu lan wajib tapi ilmu bukanlah segala-galanya, hanya Allohlah yang segala-galanya dan hanya untuk Allohlah segala-galanya, Alloh mau jadikan hamba-Nya jadi apapun suka-suka Alloh karena kita memang milik-Nya, namanya milik ya terserah yang punya. Sing jelas Gusti Alloh seneng maring wong sing seneng berbuat baik karo mahluk-e. Gusti Alloh seneng maring hambane nek diperintah nurut lan nek dilarang yo nurut alias ora kakean takon lan nek diparingi yang nrimo opo anane.
Kanjeng Nabi dawuh : “barangsiapa yang belajar alias menuntut ilmu lalu mengamalkannya maka Alloh akan menganugrahkan padanya ilmu/pemahaman yang belum ia ketahui.”
Kata Imam Al Ghozali : “Sebaik-baik manusia adalah yang berilmu,sebaik-baiknya yang berilmu adalah yang beramal, dan sebaik-baiknya beramal adalah yang ikhlas.” Ikhlas iku hadiah dari Alloh, wong sing iso ikhlas iku semta-mata paring-e Gusti Alloh, tanpa anugrah dari Alloh pasti ora iso ikhlas, dadi nek ikhlas yo mbalik-e ning Alloh maneh ora ning awak-e dhewe.
Ikhlas iku penting tapi lebih penting lagi amal, soale amal iku kewajibanne hamba ikhlas iku urusanne Alloh,ganjaran iku penting tapi ibadah iku luwih penting maneh, soale ibadah iku kewajibanne makhluk sedang ganjaran iku paring-e Sing Nggawe urip.
Ingat dawuh-e Syech Achmad A’thoillah r.a : “Sebaik-baik karomah yaitu bisa istiqomah ibadah dengan baik dan benar (lahir-bathinne apik) pada Alloh Swt.”
Nek wis iso istiqomah ojo lali bahwa istiqomah itu pemberian Alloh dadi nek wis istiqomah isine yo cuma syukur maring Gusti Alloh wujud-e ibadah, dadi ibadah iku ngono sakjane wujud syukure hamba nang Gusti Alloh.
Sepurane nek tambah bingung soale aku dhewe yo isih bingung…….
Semoga Allogh mengampuni kita semua…..amin.
Wassalaam
October 21st, 2008 at 2:07 pm
Agama Islam ternyata sangat dalam dan jika ingin memperoleh pemahaman yang hakiki maka diperlukan dengan ikhlasan, kebersihan hati, keterbukaan hati dan mendapat petunjuk dari Allah SWT. Islam tidak cukup hanya menjalankan semua ajaran Syariat.
Kita harus tahu dan mengerti sejarah agama besar yang ada di Indonesia, tahu dan mengerti sejarah Adam, tahu dan mengerti mana ajaran Nabi dan mana ajaran Rasul. Tentunya semuanya itu harus mengerti dengan sebenar-benarnya. Mohonlah agar dibukakan hati dan pikirnya untuk dapat ngerteni ini semua. Tentunya tidak dengan fanatik buta yakni merasa dirinya paling tahu dan hebat dan paling benar sehingga hatinya tertutup apalagi untuk merenung dan menerimanya.
Hanya orang-orang yang telah dibukakan hati dan pikirnya serta telah mendapat petunjuk dari Allah yang dapat menerimanya.
Dia memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. (Al-An’am, 88)
Jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqoroh, 38)
Mereka itulah yang telah mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Al Baqoroh, 5)
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. (An Nahl, 105).
Janganlah kiranya atas kesepakatan orang ramai terhadap sesuatu yang di ada-adakan sesudah para sahabat Rasullullah. Yang baik sekarang, ialah orang yang bekerja untuk dirinya sendiri dan diam. Juga di antara tanda-tanda ulama di akhirat itu, sangat menjaga diri dari perbuatan-perbuatan bid’ah meskipun telah mendapat persetujuan dari kebanyakan ulama.
Jangan menilai manusia untuk hal beribadah kepada Allah dengan melihat dari Dhohirnya saja, misalnya si Fulan tidak pernah melakukan Sholat lima waktu atau tidak pernah berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian si Fulan di vonis mengikuti ajaran sesat atau kafir. Karena hal beribadah kepada Allah, yang tahu hanya si Fulan dan Allah saja. Benar dan salah; diterima atau tidaknya ibadah hanya Allah saja yang tahu karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Benar.
Bagaimana kalau si Fulan memang sudah tidak melaksanakan ajaran tingkat Syariat lagi??? Tetapi sudah menjalankan pada ajaran tingkat Hakikat Ruh dan Ma’rifat??? Ibarat sekolah si Fulan sudah pada posisi sekolah untuk meraih gelar Doktor, sedangkan manusia yang memvonis si Fulan biasanya masih dalam taraf sekolah dasar. Si Fulan tidak akan balik menghujat atau mengomentari karena sudah pada tataran tingkat tinggi sehingga maklum kepada anak sekolah dasar. Mari kita lihat pemahaman berikut:
Anak Sekolah Dasar karena sesuai pakem guru yang mengajarkan dan sesuai taraf pemahaman paling dasar maka contoh harus dibuat paling mendasar dan paling mudah. Cara mendapat nilai 2 di Sekolah Dasar adalah 1 + 1 = 2; tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, hasil angka 2 dapat diperoleh dari 6-4=2 dan seterusnya mengikuti tingkat pemahaman dan daya nalar seseorang.
Anak SD memandang bahwa pelajaran tingkat SMP sangat sukar untuk dipahami apalagi dimengerti, itu sangat dimaklumi karena daya nalar, pikir, kematangan anak SD belum sampai untuk menerima pelajaran tingkat SMP, namun lain, bahwa murid SMP dapat paham akan daya nalar dan pikir anak SD, sehingga maklum. Apalagi kalau sudah memperoleh gelar Doktor tentunya hanya memaklumi pelajaran tingkat Sekolah Dasar dengan segala keterbatasannya.
Apa kesimpulan dari itu:
Sama halnya dengan pemahaman agama, jika si Fulan sudah pada tataran tingkat tinggi yakni pada tingkat Hakikat Ruh dan Mari’fat, dia akan maklum dan cenderung tidak akan bereaksi dengan hujatan manusia. Karena jika ditanggapi maka di khawatirkan akan timbul Bid’ah dan akan mengurangi ibadah kepada Allah.
Jika tingkatan ajaran di atasnya akan menjadi maklum dengan tingkatan ajaran dibawahnya, begitu seterusnya. Murid SMP akan maklum dengan daya nalar dan pemahaman murid SD dan seterusnya.
Janganlah kiranya atas kesepakatan orang ramai terhadap sesuatu yang di ada-adakan sesudah para sahabat Rasullullah. Yang baik sekarang, ialah orang yang bekerja untuk dirinya sendiri dan diam. Juga di antara tanda-tanda ulama di akhirat itu, sangat menjaga diri dari perbuatan-perbuatan bid’ah meskipun telah mendapat persetujuan dari kebanyakan ulama.
Mari coba lihat di sekiling kita, banyak orang yang baru tahu sedikit tentang ajaran Islam, kemudian sadar atau tidak sadar menyimpulkannya sendiri dan seolah olah menjalankannya itu sudah merasa paling benar dan hebat, petik ayat Al Qur’an sana sini sambung sana sini beri bumbu kocak biar banyak penggemar (itu semua tidak lebih dari tong kosong nyaring bunyinya). Apakah mereka sadar, kalau sudah mempermainkan dan mendustakan agama? Dan apakah mereka juga mengerti bahwa hal ini dilarang oleh agama? Karena mereka menyimpulkannya sendiri menurut pengertian dan sekehendak hatinya, bukan karena petunjuk dari Allah. Hanya orang-orang yang telah diberi petunjuk dengan benar yang dapat mengerti arti sebenarnya dari ayat yang tersirat dan tersurat.
Para sufi tidak pernah bercerita kepada umum kecuali kepada kalangannya sendiri atau kepada orang-orang yang terpilih.
Ibarat ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, para ahli agama (Sufi) yang mumpuni mereka semakin berisi semakin menjauh dari keramaian, mereka asyik menyendiri dan bicara seperlunya saja.
Al Qur’an Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. (Faathir, 32)
Dia-lah yang menurunkan Al Qur’an kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. (Ali Imron, 7)
Ayat-ayat Al Qur’an berisi ayat yang tersurat (mutasyaabihaat) dan tersirat (muhkamaat). Jika ingin memahami, memperdalam, menjalankan, maka sebaiknya kita harus paham dan mengerti bahwa isi kandungan Al Qur’an terbagi 3, yakni:
1. Wa Hu wa Qur’aannul Majid (Cara mendekatkan diri kepada Allah)
2. Wa Qur’aannul Karim (Memuliakan Bahasa dan kandungannya)
3. Wa Qur’aannul Hakim (Hukum dan peraturan berikut halal haram)
Jika kita ambil semuanya dalam satu kesatuan maka ibarat manusia makan pisang dengan kulitnya, yakni rasanya ramai seperti permen nano nano, ada rasa masam, manis, sepet, pahit.
Begitu juga dalam ayat Al Qur’an berisi cerita yang baik dan tidak baik, sehingga manusia dituntut untuk dapat mengambil dan menjalan yang baik saja dan buang yang tidak baik.
Tidak semudah yang dibayangkan untuk mempelajari Al Qur’an meskipun telah belajar dari Sufi yang mumpuni, karena itu semua sangat tergantung dari kebersihan hati, keikhlasan, keterbukaan hati dan telah mendapat petunjuk dari Allah. Apalagi jika mengkaji ayat-ayat yang tersembunyi arti dan maksudnya, semua itu mengandung bahasa tingkat tinggi.
Janganlah memperdebatkan halal haram, susunan bahasa, cara membaca, surga, neraka dan pahala tetapi lupa bagaimana cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al-Maidah, 35)
”Tiap-tiap orang berbuat menurut keadannya masing-masing” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (Al-Israa, 84)
Yakni Isi Al Qur’an yang berisi bagaimana manusia mendekatkan diri kepada Allah dengan menggunakan Rohani yakni dengan Tafakur di malam hari sampai dengan menjelang Shubuh. Yakni tidak menggunakan jasmani dengan Sholat Tahajud dan berzikir.
Banyak manusia demi harga diri berani mati, itu namanya mati sia-sia. Apa harga diri dibawa mati? Apa yang didapat ?? Cuma kehebatan dan menjadi decak kagum bagi manusia yang ditinggalkan (masih hidup), bahwa si fulan berani mati karena membela harga diri keluarga atau membela harga diri karena dihina? Apa mereka dapat membantu si fulan yang sudah mati dengan sia-sia? Setelah mereka yang memuji si fulan semuanya meninggal beberapa tahun kemudian? Apa yang terjadi dengan berani mati demi harga diri dikemudian hari?? Judulnya siapa si fulan? Mereka tidak kenal dan tidak ada yang cerita, karena semua saksi hidup sudah meninggal ??? Mungkin hanya keturunannya saja yang mungkin juga tahu cerita dari katanya tentang kisah heroik berani mati demi harga diri si fulan?? Apakah seratus tahun kemudian sejak si fulan mati sia sia itu masih ada yang ingat dengan kisah heroiknya?? Jawabnya mendekati mustahil, kecuali si fulan memang tokoh nasional?? Bagaimana si fulan setelah mati ??? Fulan hanya bisa menyesalinya di akhirat. Kenapa fulan dulu tidak bisa mengendalikan emosi dan hal-hal duniawi lainnya ???? Anak keturunannya juga sudah pada meninggal? Fulan cuma bisa menyesalinya karena fulan mati dengan sia-sia dan ruhnya tidak kembali kepada sang pencipta karena fulan ketika masih hidup di dunia tidak dapat menjaga ruhnya dengan baik dan benar. Ntah ruh si fulan nyangkut dimana???
October 21st, 2008 at 9:14 pm
Assalamu’alaikum saudara2ku sekalian,
Kita semua memaklumi kehebatan sunan kalijogo dalam berdakwah khususnya metode dakwahnya yang berhasil meski berhadapan dengan kultur Jawa, hindu dan buda dalam memberikan pencerahan tentang Islam yang rohmatan lil’alamin. Dan tetap bisa membimbing umat tuk ma’rifatulloh sebagai tujuan hidup dalam pencapaian kebahagiaan yang sempurna/ ilmu kasampurnan, dan nilai2 keluhuran yang sudah lama tertanam di kultur jawa. Dan agama islam sendiri tujuannya untuk menyempurnakan akhlak manusia, baik hubungannya kepada sesama, alam sekitar atau kepada sang pencipta da bukan sekedar bisa berbahasa arab, bisa membaca kitab atau berpakaian yang beratribut islami, tapi jauh dari itu dapat sebagai kholifah di muka bumi, lahirnya menapak bumi (melaksanakan aktifitas umumnya) tapi hatinya di langit (hati terasa kroso lan rumongso) bahwa segala amal kebaikan yang diperbuat adalah karena daya dan upaya sang Pencipta semata.
October 29th, 2008 at 3:01 am
asalamualaikum wr. wb. saya berharap semua dapat mengerti di dalam isi sholat tahiyat akhir, bahwa yang nanti masuk dalam kebahagiaan di kehidupan yang akan datang bukanlah nabi, syekh ataupun wali melainkan orang yang soleh,
jadi dalam kehidupan seksrang ikuti saja proses illahi, jangan terkurung dalam dimensi ilmu atau keinginan keinginan tertentu. wassalam
November 4th, 2008 at 11:45 pm
ass.wr.wb
Hyang sukma adi Luwih Payungana janeng kula. Kandjeng Sunan Kalijaga merupakan salah satu waliyullah dari ribuan waliyullah lainnya. Kandjeng Sunan dapat mengajarkan ISLAM tanpa meninggalkan Jawa. Beliau seakan seorang yang insanul kamil. dan tiada yang tahu kapan persis kematiannya. Kita harus mencontoh beliau, sebagai umat Rasulullah SAW dan mempelajari agama seutuhnya. Dan memehami “Sejatining Urip, Sejatining Panembah, Kasampurnaning Pati.”
November 5th, 2008 at 11:48 am
Aku harap semua anak muda mw mempelajari kejawen kebudayaan kita,apaalgi mau mengamalkannya……uhhh pasti asyik banget!!!!!!!!!!!
gue kagum paling ma kanjeng sunan kalijaga,
pkoknya beliau Is The Best deh soal ajarannya………………..
November 13th, 2008 at 1:03 pm
Ilmu yang melalui buku adalah untuk “tahu” sahaja.
Yang penting adalah kefahaman atau apa yang terlintas pada hati (Ruh Jasmani dan akal)dari pembacaan kitab itu; mestilah berhati2 dan dirujuk kepada firman dan hadis dan guru yang murshid.
Itu lah yang sebenar di ajar kepada kita oleh …….
“Makrifat” adalah “yang” diperlihat oleh Tuhan, Hyang Sukma, Hyang Widi; dan yang melihat adalah juga Hyang Sukma, Hyang Widi. (….,Zat, Sifat, Asma, Afaal) kita hanya menerima hikmah dari makrifat itu akibat permintaan dan amalan “kita”.
Itulah martabat amalan yang harus di amalkan, bukan untuk didebatkan dan menyalahkan satu sama lain.
November 13th, 2008 at 2:06 pm
Kami menjawab persoalan GaWil,
Sunan Kalijogo & Sitti Jenar tidak bermaksud -manunggaling kawula gusti adalah “bersatunya manusia dengan tuhan”.
Kefahaman kita yang salah. Pentafsiran perkataan “bersatu” itu yang salah.
manunggaling kawula gusti - adalah “pengakuan diri” “iktikad kita” asal (Zat kembali kepada zat). (Dari Allah kepada Allah) (Innalillah)( WailaihiTurjaun) (Kamil Mukamil)
“Kita tetap diri kita” bukanya Tuhan.
” Tuhan “Niat..atau (Kun….)” maka mendadi roh.. mendadi kita bukannya “dirinya sendiri” mendadi kita.
Tuhan tetap Hyang Tunggal tidak serupa dengan segala sesuatu. (tidak nampak)
Yang dikatakan oleh Uneng Siti Jenar, Mansur Al Hallaj “Ana al-haq” bukan bererti mereka mengakui diri mereka itu Tuhan. Bukan sewenang-wenangnya.
Bahkan” Zat,..Hyang Sukma..Al Haq (Kebenaran)” Tuhan lah yang berkata-kata.
Mereka telah tenggelam didalam zat, (Wailahi turjaun)
Mesti faham entiti atau makna Tuhan, Allah, Hyang Sukma,Hyang Widi, Nur Muhammad, Cahaya, umat Muhammad, Roh dan lain2)
Entitinya sama , cuma bahasa yang berlainan.
Jadi kita tidak perlu mempersoalkan kerana yang dipersoalkan itu adalah “kefahaman atau tahap pengetahuan” kita tentang tuhan dan kejadian manusa.
Kita perlu memohon kearah sebenar-benar jalan menuju nya.
November 22nd, 2008 at 10:32 am
ASSALAMUALAIKUM,,..,,
aku ngefans banget sama kanjeng sunan kalijaga…
apa lagi sekarang ini aku lagi memperdalam ilmu aku dari kanjeng sunan kalijaga..
aku sekarang jadi tambah percaya diri karena aku mengikuti ilmu yang di beri oleh sunan kali jaga, meskipun tidak secara langsung , tapi aku sangat menikmati ilmu yang di turunkan oleh sunan kalijaga kepada cucu - cucunya seperti kami saat ini.,….
banyak sekali ilmu yang diberi oleh kanjeng sunan kalijaga , meskipun banyak tapi aku tidak pernah berpikir kalo ilmu ini haram untuk di lakukan. karena di dunia ini tidak ada ilmu yang haram. kan semua ilmu itu milik ALLAH.SWT.
betul?????
aku sangat suka sekali dengan kelakuan kanjeng sunan kalijaga yang amat sangat santun sekali di kalangan masyarakat…
termasuk buku yang di terbitkan ini juga tidak terlalu jelek tapi malahan sangat bagus bisa menambah wawasan buat ilmu agama yang lama kelamaan menjadi pudar seiring dengan perkembangan teknologi yang membuat manusia menjadi bingung.. dan di perdaya oleh komputer…
jadi untuk meningkatkan ilmu keagamaan kita maka harus di galakkan sekali dengan adanya buku -buku dan semacamnya untuk jiwa muda yang akan datang nantinya…
aku butuh bantuan buat para umat ALLAH dan pecinta RASUL dan pengikut setia WALIALLAH…..
aku ingin bimbingan nya untuk menuju hidup yang lebih menjerumus ke agamaan yang membuat percaya diri menjadi utuh lagi dengan ilmu AGAMA PASTINYA,..,
NI email aku,.,.,
MIFTAKHUMRONI@YAHOO.CO.ID
WASSALAMUALAIKUM,,.,.,.,.,.
November 25th, 2008 at 12:24 pm
untuk mencapai tahap manunggaling kawula gusti, bersihkan qolbu dari berbagai penyakit. dan perhatikan nafas
November 28th, 2008 at 4:13 pm
sudah lama saya membaca artikel panjenengan, tentang kaidah kaidah kemakrifatan.akan tetapi dari apa yang telah diutarakan membuat saya ingin mengetahui lebih jauh tentang ajaran kemakrifatan.tapi sebe,umnya nyuwun sewu apa yang telah diutarakan kesemuanya merupakan hasil lelaku jenengan ataukah semuanya hanya sebatas ranah pemikiran,dengan kata lain kesemuanya merupakan kasanah pola pikir.matur suwun.
November 28th, 2008 at 4:17 pm
dari apa yang saya amati selama ini, kasanah kemakrifatan yang anda sampaikan membuat saya ingin bertanya tentang kesemuanya wacana tersebut apakah nerupakan hasil lelaku spiritual anda ataukah hanya sebatas ranah pola pikir,dengan kata lain merupakan hasil pemikiran dan perenungan semata.matur suwun.
November 30th, 2008 at 12:31 am
untuk semuanya. Ilmu itu bersatunya Sareat, Hakekat, Tarekat dan Ma’rifat. didalam buku (kitab) Hikam sareat itu di umpamakan perahu yang berlayar di samudra, sedangkan Hakekat adalah samudranya itu sendiri yang membawa perahu ke tengah2 samudra, tarekat adalah kemudinya, sedangkan Ma’rifat itu adalah Mutiara di dalam tengah-tengah samudra. jadi untuk mendapatkan ma’rifat itu tidaklah mudah, harus ada Guru yang menjadi petunjuk jalan (Guru mursyid) yang mengajarkan tentang Islam yang sebenar-benarnya-benar dengan didasari oleh gapura Isalam yaitu Al-Qura’an dan Hadist. banyak paguron yang mengakui mengajarkan Ma’rifat tanpa dasar Qur’an dan Hadis, hanya omongan biasa saja. karena sekarang banyak Ilmu Istijrad yang berkedokkan Ma’rifat. Hati hati yach….. jangan sampai kecolongan. yang paling penting bersihkan hati dan fikiran kita dan selalu berfikir positif.
December 8th, 2008 at 11:36 am
Rumekso ing Wengi —– > mempunyai kekuatan yang dahsyat bila yang me-nembangkan/melantunkan/menyanyikan juga menyertainya dengan LELAKU .
Ora et labora : Donga lan Lelaku . Donga/doa saja –> yah sekedar umak-umik di mulut saja, tidak berarti apa-apa tanpa LELAKU .
Kidung Rumekso ing Wengi dalam buku nya Achmad-Chodjim: Sunan kalijaga : Mistik & Makhrifat hanya ada 5 pupuh . Kurang komplit . Seharusnya kidung itu mempunyai : 10 pupuh .
kanjeng Sunan kalijaga : membagi 4 tingkatan dalam pencapaian Makhrifat seperti halnya Ibnu Godjali . Syariat –> tarekat –> hakekat —> Makhrifat .
Kanjeng Sunan Kalijaga ( dihadapan sidang para Wali ,diketuai Syech Maulana Malik Ibrahim ) :… kanjeng sunan , ewodene syahadat,sholat,puasa,zakat lan haji meniko namung dunungipun syariat , utawi tetalinipun Islam , anamung Kanjeng Sunan, SEJATI nipun ISLAM inggih meniko ..NAPAS INGKANG TANPA PAKEN ,artinipun .. menawi kita bade manunggal ing Gusti Kang Ghaib, kita ugi kedah mateni napas supados saged manunggal ing Gusti wau .
December 15th, 2008 at 12:55 pm
Di atas merupakan judul yang bagu tetapi lebih bagus dan benarnya lagi jika tidak lagi mistik dan makrifat, namun… HAKIKAT DAN MAKRIFAT KANDJENG SUSUHUNAN KALI JAGA, Itu lebih luas dan lebih benar adanya. Mistik berbeda dengan keajaiban, dan bukan tingkatan dalam Agama Allah SWT. tingkatan yang dimaksud spt Syari’at, THariqah, Hakikat, Makrifat, dan mistik tdk termauk didalamnya.
December 15th, 2008 at 1:03 pm
Di atas merupakan judul yang bagus tetapi lebih bagus dan benarnya lagi jika tidak lagi mistik dan makrifat, namun… HAKIKAT DAN MAKRIFAT KANDJENG SUSUHUNAN KALI JAGA, Itu lebih luas dan lebih benar adanya. Mistik berbeda dengan keajaiban, dan bukan tingkatan dalam Agama Allah SWT. tingkatan yang dimaksud spt Syari’at, THariqah, Hakikat, Makrifat, dan mistik tdk termasuk didalamnya.
December 22nd, 2008 at 11:38 am
HALO PARA MANUNGSA YG MEMBACA TULISAN Q NI…PERKENALKAN SAYA ADALAH INSAN YG DI LAHIRKAN DI DUNIA INI INGIN BERBAGI PENGLAMAN di dunia supranatural/kebatinan tentang syariat saya sndiri mykinkan adanya ilmu allah yg dbrikan kpd manusia sjak lahir dan sy jg tlah mraskan kbnaran adanya syariat dan sy sndri sdang dlm prjlanan mnjalalnkn amanah yang d brikan oleh allah.brupa ilham/kekuatan yg tak smbarang manusia bisa pelajari.umur saya 16 thn sy brsykur di usia mda ni sy bs mmpljari,memahami arti dari syariat dan tharekat.mungkin sy manusia yg trpilih dan yg d pilih oleh allah utk menjalankn amanah ini,semata-mata semua itu utk myknkan ktaqwaan qt kpd allah dan qt bs jd insan yg mulai amie…
December 22nd, 2008 at 11:53 am
asslm……..wr.wb
sblum’a sy minta maaf emang bnar pljaran ma’rifat itu bagus,ttp ssnghnya hnya manusia trtntulah yg bs mempelajari
tp psan sy buat pmbaca JANGAN SEKALI-KALI MENCOBA MENGAMALKAN KELEBIHAN ILMU MA’RIFAT KARNA SANGAT BERBAHAYA TANPA DI DASARKAN SYARIAT-SYARIAT ISLAM YANG KUAT !!!!!!!!!!!!
krna kbnyakn manusia yg mmpelajri ma’rift tnpa di dasari syariat yg kuat bs salah tanggap atau terjerumus kesesatan!!!!!1kekuatan ma’rifat sungguh dahsyat tdk bs d terima dgn akal sehat walaupn sy sndiri mngrti dasar-dasar ma’rifat,sangat mengerti benar wlpun sy tdak mngamalkan bagi sy mplajari syariat sj sdh cukup,
December 23rd, 2008 at 7:54 pm
Ass.Wr.Wb
Kalau pandangan aku, Hidup itu intinya segala yang kita lakukan dan kita niatkan semata-mata karena Alloh SWT, dengan petunjuk Al-quran dan hadist. Dalam perjalanan hidup apabila mendapat sesuatu yang tidak baik kita terima dan kembalikan kepada Alloh dengan sabar, doa, dan tawakal. Dan kalau kita dapat kegembiraan kita juga kembalikan kepada Alloh dengan bersyukur. Insya Aloh dengan bersyukur nikmat Alloh akan ditambah.
Dengan hal diatas kita akan merasa bahagia atau perasaan dalam hati merasakan kehadiran Alloh sebagai tujuan yang membuat tentram hati kita, bahwa Alloh SWT Yang Maha Besar, Maha Pengasih, Penyayang, dan banyak lagi.
Wass. Wr. Wb
December 27th, 2008 at 5:21 pm
Buat semua..
Jangan lupa ya kewajiban kita juga untuk memajukan kehidupan dimuka bumi ini, mengagungkan asma Allah SWT. serta menebar dan membuat kebahagiaan buat orang lain sebanyak-banyaknya contoh: membuat pabrik yang bisa menghidupi banyak keluarga..
dari beberapa pengalaman hal tersebut akan berjalan selaras bahkan semacam booster buat indra perasa kita, dengan apa yang saudara-saudara saat ini sedang diskusikan semoga menjadi berkah.
salam,
December 29th, 2008 at 5:16 pm
DUNIA MISTIK DAN SUPRANATURAL
PADEPOKAN METAFISIKA ASY-SYIFA’ (misi pelayanan masyarakat) Doa, Pengasih, Pelaris, Kemurahan Rezeki,Hikmat, Alam Ghaib, Kebal, Penunduk, Santau,Toyol, Jin, Syaitan, Petua, Silat, Rahsia Perkahwinan,Rahsia Wanita, Rahsia Lelaki dan Alam Ghaib
December 29th, 2008 at 9:24 pm
assalamu!!! setelah saya baca2 saran saya cuma yakin bahwa itu haq tidak batal. en balikn semua yang baik kepada Allah SWT. caritau siapa warosatul ambiya’ /ghouttsu hadazzaman RA, saat ini
December 29th, 2008 at 9:37 pm
NB”"
sering2 tawasul kpd kanjeng nabi en ghoutsu hadazzaman RA. sering melEk bengi,meres moto, lan menter weteng, dawuheng beliau. en paling penting intropeksi diri, jernihkan hati dulu, baru ketemu. trus perbamyak istighrokk, manunggaling gussti,tapi harus ada gurunya yang kamil- mukamil, untuk sadar kpd allah WA Rasulihi SAW ,mendekatkan diri kpd AllahSWT.
December 29th, 2008 at 9:50 pm
wong urip, kudu di elmoni”"!!
lan elmu kuwi kudu di uripi”"!!
eling marang gusti”
gusti ALLAH kang moho agung, moho welas lan asih, moho kaweruh,”"
mulo weruh ‘o, siro kabeh menyang gusti ALLAH, yen ora biso weroh, mulo rumongso o , di weruhi gusti ALLAH,
urib ono aturane ojo sakarepe dewe.
laa haula wala kuwwata illa billa hil aliyul adzim!!!!
December 30th, 2008 at 5:01 pm
hidup itu adalah pencarian panjang, hidup itu adalah ketersesatan jiwa, hidup itu adalah lembaga permusyawarahan untuk menentukan kita ke surga atau keneraka.
January 1st, 2009 at 11:54 am
kenapa harus ada perbedaan antara syariat, hakikat, ma’rifat???
siapa yang membuatnya???
semua itu hanyalah satu kesatuan jalan menuju alloh SWT…
jadi semua tidaklah berbeda, hanya sebuah proses yang saling berhubungan
January 1st, 2009 at 2:58 pm
Saya sangat senang dgn adanya Sunan Kali Jaga and Moga aja jadi bermanfaat dan pencerahan hidup bagi semua manusia menuju sang Illahi ( Gusti Pangeran maha Agung ). Memang sudah banyak orang jawa yang lupa akan kultur jawa yang menurut saya penting karena hidup di tanah jawa. Mengenai sedulur papat lima pancer itu maknanya sangat penting untuk dipahami. menurut saya lebih baik kita mengkaji diri karena akan mendekatkan diri kita ke Sang Illahi.
January 5th, 2009 at 7:18 am
saya senang bergabung dgn temen2 sekalian walaupun masih banyak di antara temen2 yg kayaknya blm bs memahami keseimbangan wassalam
January 5th, 2009 at 7:43 am
saya sangat tertarik sekali dengan buku2/perguruan dgn tema mencari tuhan apa lagi passya sudah menyanyikan lgu mencari tuhan. trus skarang yg saya tanyakan kenapa perguruan/belajar ilmu ma’rifat pada guru yg mursyid tentunya harus di ukur dgn uang/di beli dgn uang apa kanjeng sunan menyarankan hal itu? tlong di jawab temen2 ya… pls… de..h!
January 5th, 2009 at 1:47 pm
saya amat bersyukur kerna ramai kawan2 membincangkan hal makrifat serta mengenali diri..alhamdulillah..moga2 lebih ramai lg akan berbuat demikian..allah haq
January 6th, 2009 at 8:44 am
MANUNGGALING KAWULA NING GUSTI……MANUNGGAL.: Menjadi Satu….KAWULA:….Kita Budak Yang Talah Membusuk Untuk Tetap Harum NING:…Pada GUSTI : Sang Pencipta Maya Pada Seisinya…Kontek dari sebuah konsep ketuhanan yang perlu dicermati dan diyakini oleh setiap manusia dibumi ini bagi semua penganut ketuhanan. Keyakinan HATI manusia ketika MENGHADAP, MEMUJA. BERTAKBIR. Kita HARUS MENYATU, MENJADIKAN HATI KITA SEBAGI RUMAH TUHAN YANG KITA SEMBAH….Tampa semua itu kita MENJADI BUDAK yang tetap busuk dan HIDUP….Tampa wanginya roh-roh yang semerbak bagi kasturi….masih lanjut….coy