Entries from May 2006
May 31, 2006
Ana kidung rumeksa ing wengi
teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahine kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
miwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirna
Ada lagu yang mengalun di malam hari. Lagu yang menjadikan kuat, selamat, dan terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala macam petaka. Jin dan setan pun tidak mau. Segala jenis sihir tidak ada yang berani, apalagi perbuatan jahat. Guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuri pun menjauh dariku. Segala bahaya akan sirna.
Potongan syair di atas adalah syair Jawa yang disebut macapat. Kategori macapat ini adalah Dhandhanggula. Syair ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Syair ini diciptakan Sunan untuk dilantunkan di malam hari dan berdo’a kepada Allah SWT.
Sunan Kalijaga, seperti halnya Syekh Siti Jenar, memang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa melalui sisi budaya. Seperti diketahui banyak orang, Islam menemui banyak halangan untuk berkembang di tanah Jawa karena bertemu dengan kultur yang sudah sangat kuat, yaitu kultur Hindu/Buddha di bawah pengaruh kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, Sunan Kalijaga melakukan transmogrifikasi dengan memasukkan unsur-unsur Islam dalam budaya-budaya Jawa seperti memasukkannya ke dalam syair-syair macapat, memodifikasi wayang kulit, menciptakan lagu yang sangat terkenal, Lir-Ilir, dsb. Pendekatan budaya seperti ini yang memang tidak disebutkan secara literalistik linguistik dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist menyebabkan banyak pihak menganggap ajaran-ajaran Sunan Kalijaga adalah bid’ah.
Keterangan panjang lebar di atas kudapatkan dari buku Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga yang ditulis oleh Achmad Chodim dan diterbitkan oleh penerbit Serambi (penerbit yang juga mengeluarkan versi Indonesia dari The Da Vinci Code yang fenomenal itu). Buku ini tidak memaparkan sejarah Sunan Kalijaga, melainkan ajaran-ajaran Sunan Kalijaga secara komplit, mulai dari tembang rumeksa ing wengi, puasa mutih 40 hari 40 malam, selamatan, hakikat diri manusia, saudara empat, dll. Buku ini memaparkan ajaran-ajaran tersebut tanpa menjustifikasi bahwa ajaran-ajaran tersebut adalah bid’ah, bahkan cenderung melakukan pembelaan dengan alasan-alasan yang dikemukakan.
Cukup enak dibaca, karena meskipun materi yang dibahas adalah berat dan kontroversial, buku ini menggunakan pengantar bahasa yang super ringan, bahkan agak terlalu ringan sehingga aku pikir tidak layak sebuah buku menggunakan bahasa seringan ini. Buku ini kurasa cukup banyak memberikan sisi dan sudut lain tentang bagaimana memandang Islam untuk memberikan sudut pandang yang lebih luas. Overall, nilainya 7 dari skala 1-10.
Posted in Agomo, Review
275 Comments »
May 26, 2006
Kemarin, adalah hari dimana perburuan foto dilakukan lagi. Yap, aku diajak oleh Pak Waskitho (dosenku PTI, Sisdig 1, Sisdig 2) dan Pak Nunut (dosenku IMK) hunting foto bersama teman-teman sekampus yang sama-sama suka motret. Berangkat dari kampus pukul 06.00 pakai panther-nya Pak Nunut meluncur ke luar kota Surabaya menuju Air Terjun Kakek Bodo, Pasuruan, deketnya Tretes, Prigen. Awalnya rencananya sih mau ke Air Terjun Ngglundhung, tapi karena Pak Nunut harus segera kembali ke Surabaya, akhirnya jadi ke air terjun stupid grandfather itu.
Sampai sono masih pagi, masih sepi sehingga leluasa untuk mencari angle. Aku yang bawa Nikon FM10 yang tua dan Canon Powershot A400 semangat njebur ke kali yang berbatu-batu. Jari kelingkingku sampek terluka kena batu tajem saking semangatnya pecicilan di situ. Asyiknya, pas di situ ada pelangi yang muncul, jadi aku eksperimen pengambilan gambar dengan slow speed (Bulb 1, 2 detik) dan high speed (sekitar 1/60 sampai 1/250 detik). Sekitar 2 jam njeprat njepret ke sana kemari, kita langsung cepat-cepat kembali ke Surabaya, mampir dulu di warung soto buat ditraktir pak Nunut. Whee.. makasih pak Nunut, makasih pak Was! ^__^
Ket. gambar: dari kiri ke kanan:
- Dede’ - Nikon D70
- Pak Waskitho Wib - Canon EOS 350D
- Pak Nunut PJ - Canon EOS 300D
- Helmi
- Hendrak - Sony Cybershot DSC
- Aku (keliatan gendut yah?) - Nikon FM10, Canon PS A400.
Nb: layoutku baru loh.. ^_^ sekarang pakai aliran Georgia, pindah dari aliran Verdana yang kecil. Semoga tagline-nya bener-bener menginspirasiku yang sedang merangkak keluar dari jebakan masa lalu: A NEW DAY HAS COME!
Posted in Catatan Harian
5 Comments »
May 20, 2006
I know just how to whisper
And I know just how to cry
I know just when to find the answer
And I know just how to lie
I know just how to fake it
And I know just how to scheme
I know just when to face the truth
And then I know just when to dream
…
But I don’t know how to leave you
And I’ll never let you fall
And I don’t know how you do it
…
The beating of my heart is a drum
And it’s lost, and it’s looking for a rhythm like you
You can take the darkness at the pit of the night
And turn into a beacon burning endlessly bright
I’ve gotta follow it ’cause everything I know
Well it’s nothing til I give it to you
…
But I’m never gonna make it without you
Do you really want to see me crawl
And I’m never gonna make it like you do
…
out of nothing at all…
I know it’s hard for me, but I still have to try. My heart still cry.. my heart can never stop to cry… and I think… I can never get away from… I think I can fake myself when I see it’s so long time I didn’t write it on this blog. but i know… it’s forced me to write this again…
Posted in Melankolis
3 Comments »
May 15, 2006
Hari Minggu, 14 Mei 2006, aku diminta kru Laboratorium Pemrograman untuk mengisi pelatihan Java Server Pages. Wah.. aku senang sekali bisa diberi kesempatan untuk pamer JSP lagi karena aku melihat tren yang jelek mengenai Java di kampus, yang perlahan-lahan dominasi Java digantikan oleh .net Framework. Padahal menurutku, Java adalah bahasa yang tepat sekali untuk belajar konsep OOP, melihat begitu kentalnya Java dengan OOP.
Pesertanya banyak sekali, satu labprog yang besar itu bisa penuh, padahal di lab Rekayasa Perangkat Lunak juga ada pelatihan JSP dengan tutor yang sudah malang melintang menjuarai berbagai lomba nasional, Aris. Hehehe… penuhnya labprog bukan karena aku, tapi karena memang Pak Darlis, dosen PBW, mewajibkan semua peserta kuliahnya ikut pelatihan ini. Ada semacam kebanggaan tersendiri ketika membaca tulisan Pak Darlis di BBS yang membatalkan kuliah tambahan dan mempercayakan semua muridnya kepadaku.
Aku menggunakan NetBeans sebagai IDE dan tidak menggunakan IDE favoritku, JDeveloper, karena resource komputer Labprog tidak memungkinkan. Aku ingin mendemonstrasikan kehebatan dan kemudahan NetBeans yang gratis untuk mengalahkan popularitas JCreator yang jelek dan mbajak itu — kebiasaan yang buruk. Well, semoga saja beberapa kemudahan Netbeans berhasil menggerakkan mereka pindah dari JCreator, syukur-syukur jika pindah ke Java *mringis*
Materi yang kubahas adalah servlet, scriplet, java bean, dan JDBC Connection dengan MySQL dengan JDBC native driver. Cukup sedikit dan aku melaluinya dengan sangat perlahan, karena tujuanku di sini bukan pamer teknologi Java, tetapi memberikan konsep dasar yang harus dimengerti terlebih dahulu. Fungsi kualitas, bukan fungsi kuantitas yang kutekankan. Pada prinsipnya, aku menjabarkan konsep JavaBean yang secara singkat aku tulis di postinganku sebelumnya.
Sebenarnya, materi sudah selesai pukul 14:30, tetapi wah.. peserta masih semangat dan merequest cara-cara inserting data dari form JSP ke database. Wokeh, permintaan dilayani. Sebenarnya inserting data jika tanpa framework mengharuskan kita berkotor-kotor di scriplet. Tapi ngga pa pa, yang penting jalan saja dulu.
Selesai pelatihan aku capek sekali.. tapi sekaligus gembira presentasiku tidak mengecewakan. Terima kasih untuk kru labprog (cinderamatanya asik sekali :D) yang telah memberikan “panggung” untuk show off lagi ^_^, dan Pak Darlis (aduh… kok dadak repot-repot sih pak). Di pelatihan kemarin juga aku mendapat pengetahuan baru: yaitu bahasa pandangan mata! Bagaimana kita bisa berbicara hanya dengan saling pandang. Oalah… :p
Posted in Catatan Harian
8 Comments »
May 12, 2006
Intermezzo lagi, izinkan aku memperkenalkan lingkungan tempat aku bekerja dan mengerjakan TA-ku. Postingan ini sebenarnya terinspirasi dengan blog-nya pak budi rahardjo di multiply.
Gambar di atas adalah komputer utama. Namanya, Eliza. Menjalankan Windows Server 2003 lisensi MCA ITS. Monitor 21 inchi CRT layar datar. Kemudian ada printer Canon S100 SP buat ngeprint buku TA, ebook, dan segala macamnya. Di depan printer ada speaker Simbadda. Komponen ini wajib ada di meja kerjaku untuk mendengarkan uyon-uyon, kroncong Hetty Koes Endang, ataupun pop Dian Pisesha. Mobile phone Motorolla C350 yang sedang dicharge adalah hape kesayangan, yang akhir-akhir ini sering dibuat chatting dengan pak RL, dosen pembimbing TAku. Gelas kecil juga barang yang wajib ada. Isinya adalah air es dari dispenser yang sering aku campur dengan es batu biar tambah dingin.
Gambar kedua = Meja kedua.
Dari pojok kiri atas. IBM Thinkpad i-series pentium III 1.0 GHz. Menjalankan Windows XP Profesional edition lisensi MCA ITS. Buku di bawahnya adalah publikasi paper IEEE Transaction on Multimedia, yang salah satu judul di dalamnya adalah Tugas Akhir-ku. Kemudian satu set barang yang selalu melekat di aku kalau aku jalan-jalan: dompet, bolpen, kunci motor Tornado GS taon 1996, kunci kamar kos. Tumpukan buku di kanan adalah buku-buku yang sedang aku baca, di situ ada Doa Sang Katak, Tidak Ada Alasan, Matlab Documentation, PL/SQL Programming, dan beberapa textbook tebel yang isinya ngga jelas (baca: susah). Kemudian ada satu yang menarik, brosur dari Microsoft yang berbual: “Now that you’ve choosen Microsoft, now here’s choice to consider: Hawaii or Florida”. Brosur ini aku dapatkan dari box CD original Windows 98 punya ITS. Hehehe… brosur ini mungkin bertahan tinggal beberapa bulan lagi jika aku lulus semester ini, setelah itu, migrasi besar-besaran ke Linux harus dilakukan, maklum, kan tidak kuat beli Windows, hehehehe….
salam dahsyat!
galih.
Posted in Intermezzzo
4 Comments »