Entries from March 2006

Ask me

Date March 30, 2006

Dari Huda, aku menemukan kata-kata ini. Asyik juga buat mbajul, heheheheek… dia emang masternya bajul Labprog IF

Ask my eyes to stop looking at you
Ask my brain to stop thinking about you
Ask my imagination to stop dreaming about you
Ask my hands to stop reaching you
Ask my legs to stop walking towards you
Ask my heart to stop beating for you
Ask me everything…
but don’t you ever stop me from loving you

Bagaimana?

Date March 29, 2006

Bagaimana mungkin aku bisa melupakannya, bagaimana aku bisa membencinya, jikalau aku selalu menulis inisial-nya di saat aku bergelut dengan kode-kode program?

TOra: Toolkit for Oracle

Date March 27, 2006

Anda seorang Oracle Database Administrator? Jika ya, Anda pasti kenal tool dahsyat bernama TOAD keluaran Quest Corp. Tool ini mungkin merupakan software administrator paling lengkap untuk database Oracle. Berbagai dukungan tersedia mulai dari basic administration, PL/SQL Debugger, hingga pengaturan spatial database. Namun sayang beribu sayang, fitur yang kaya ini diiringi harga yang selangit pula (kenapa praktikum basis data di IF masih pakai Toad?).

Nah, berangkat dari harganya yang selangit, saya mulai mencari alternatif-alternatif pengganti Toad. Saya menemukan PL/SQL Developer sebagai alternatif pertama. Sayang sekali, tool ini juga mbayar.. Alternatif kedua yang ketika mencoba versi trial-nya saya sangat tertarik adalah SQL Detective. Cukup menarik, tapi harus mbayar lagi.

Akhirnya saya ingat bahwa masih ada satu lagi tool yang bagus: TOra. Open source, gratis, dan multiplatform. Software ini dibangun diatas library Qt. Cukup handal untuk administrasi database sehari-hari karena mencangkup PL/SQL debugger, schema browser yang sefleksibel dan se-menyenangkan Toad, code completion, Server tuning, backup manager, session manager, rollback manager, dan segudang fungsi lainnya.

Performance

Di Debian Linux, TOra merupakan paket standar dan dapat langsung diinstall lewat apt-get install. Secara default, koneksi TOra adalah MySQL. Di Windows, koneksi default adalah Oracle. Berjalan di Windows Server 2003, performa TOra sangat baik meski masih banyak terdapat bug-bug yang harus diperbaiki. Kemungkinan bug ini disebabkan oleh library windowing TOra menggunakan Qt: library windowing keluarga *nix yang “dipaksa” diporting ke Windows.

Overall, untuk ukuran software gratis dan open source, TOra sangat saya rekomendasikan. Silakan kunjungi website-nya! Mari kurangi kecanduan terhadap software-software ilegal.

Semuanya perlu proses, karena tidak ada sesuatu tercipta tanpa melalui suatu proses

Nambangan, Akhirnya Aku Kembali ke Pantai Ini

Date March 26, 2006

Weekend kali ini dapat dikatakan sebagai weekend fotografi buatku. Sekedar iseng asal jepret saja daripada si Powershot A400-ku ngga aku gunakan. Bersama Mas Uqi, Sabtu sore berdua hunting mencari objek siluet. Dapat objek pohon pisang di belakang Poltek Elka. Suasananya asyik, sepi, dan lengang. Aku sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan siluet, karena kameraku yang poket tanpa filter tidak akan sanggup melawan matahari. Tapi aku seneng, aku dapet objek human-interest: bapak yang sedang mencari rumput dijemput dua anak kecilnya dan pulang bersama-sama membawa rumput.

Lanjut, Minggu pagi-pagi buta kami berdua udah ngebut ke utara. Ke Pantai Nambangan mengejar matahari terbit. Aku pernah motret bersama Pak Was dan Pak Suhadi Lili akhir tahun lalu. Dapat juga beberapa objek yang agak lain daripada cuma sekedar sunrise (langitnya mendung, jadi ga dapet view). Dapet objek yang lain karena pakai lensa tele Macro punya mas Uki, sehingga bisa dapat objek perahu di tengah laut yang sedang sedang surut. Setelah itu kita muter-muter jalanan Surabaya yang masih sepi dan sejuk.

Waah.. benar-benar weekend yang lain dari biasanya yang cuma ngoding… ngoding.. dan tentu saja patah hati… **

Sometimes we don’t know what we used to be,
And the stupid things we have done,
At this time,
I don’t have anything anymore even my destroyed dreams,
Please forgive me for the last time

Mahasiswa Berprestasi

Date March 24, 2006

Dua hari yang lalu Motorolla C350-ku bunyi, Neen menghubungiku. Ia menyampaikan pesan dari Pak Nunut kalau aku diundang untuk ikut Lomba Mawapres. Ah? nggak salah nih? Padahal aku sudah pensiun dari lomba-lomba macam apapun sejak SMA. Lomba terakhir yang kuikuti adalah seleksi Olimpiade Fisika Internasional, tapi itu udah lama sekali…

Biar bagaimanapun, aku menghormati undangan ini dengan memikirkannya sekali lagi. Aku mencari referensi bagaimana sih Mawapres itu dan aku menemukannya di situs kemahasiswaan ITS yang baru saja ku-link-kan di website ITS. Dikatakan di sana, seorang mawapres adalah mahasiswa yang bukan sekedar IP yang tinggi, tetapi juga mumpuni dalam EQ, Imtaq, dan performance lahir batin. Waah… bener-bener mahasiswa yang sempurna.

Dari situ aku pun melihat diriku sendiri: Galih, tidak pernah peduli dengan nilai yang didapatkannya. Yang penting, Galih mengerti dan menguasai konsep yang sedang dipelajari dan bisa mengaplikasikannya secara praktis. Urusan nilai adalah urusan nomor ke-100. Meskipun IP memang memenuhi untuk ikut lomba mawapres, tapi aku tetap merasa tidak pantas karena mawapres harus punya IP yang nyaris 4.00 (say: 3,90).

Berikutnya, seperti halnya siswa teladan, mawapres juga harus aktif dalam kegiatan organisasi dengan segudang kegiatan, punya keahlian dalam public relation dan sederet keahlian lainnya. Ah, Galih tidak punya itu. Galih bukan anggota himpunan. Galih tidak memiliki keahlian dalam public relation. Galih malah mroyek ke sana ke mari, nyambi kerja menjadi kuli komputer di tempat yang tidak tetap. Masak orang seperti ini pantas jadi mawapres?

Berdasar pertimbangan itu, akhirnya aku tidak menghadiri undangan tersebut sebagai tanda penolakanku terhadap undangan itu dengan alasan merasa tidak pantas. Terimakasih untuk Pak Nunut yang sudah memberi kehormatan itu dan mohon maaf tidak bisa memenuhinya. :)