Entries from February 2006
February 15, 2006
This morning, when I went to my office — just like another day, I’ve just got myself come to ITS Language Centre, clarifying my expired card. You know guys, if you are an ITS students, take English Program on your FRS for this semester, just feel free to learn English course at ITS Language Centre at no charge. They named it as IKOMA Care Program. You only need copy of KRSM and KTM, submit them to ITS Language Centre and it’s done. Take placement test to know your english level first.
I’m not LC staff, but why don’t we get this opportunity? If we want to learn Englsih, actually we don’t need anything except a facilitated place that we can speak English without worry. Because I’m the man who don’t have much time to get trapped on Surabaya’s traffic jam, LC is the best place for me. Hehehehe… it’s enaugh for this advertisement, I have to go to BAAK to get my KRSM. I will save my allocated money because of this program, hehehehe…. cheeerss!
Posted in Catatan Harian
2 Comments »
February 14, 2006
Bangun pagi, menjelajah ke blog-nya beberapa orang, aku menemukan sesuatu yang bagus buat referensi newbiee (orang yang baru mempelajari sesuatu). Berawal dari weblognya Tom Kyte, aku menemukan posting di Oracle Newbiee, tips dan trik buat newbiee
Keluhan Tom Kyte membuatku maklum (karena aku sering juga mengalaminya), namun juga seperti menamparku. Kebuntuanku dalam TA-ku, apakah karena aku ingin serba instan? kurang dalam mempelajari Java Advanced Imaging? bisa jadi. Tapi paling tidak, pagi ini aku dapat pelajaran yang berharga…
Posted in Catatan Harian
No Comments »
February 14, 2006
Lho Lih? katanya kategori “Loving her” udah ditutup? kok ini masih ada posting baru? Hehehe… enggak.. entri ini nggak akan ngomong patah hati lagi kok. Kebetulan hari ini 14 Februari, yang kata anak-anak muda ini adalah hari kasih sayang (woopss.. lepas dari sejarah agamanya lhoo..).
Aku mengenal tanggal ini waktu kelas 2 SMU. Waktu itu kelas 2-5 sengaja merayakan hari ini secara besar-besaran atas prakarsa ibu ketua kelas, Bertha. Acaranya adalah tukar kado. Dasar belum kenal apa itu Valentine, aku sih ngisi kadoku asal saja. Tetapi.. bukan acara ini yang bikin aku berkesan, tetapi efek kelanjutannya. Apa itu?
Saat itu aku sedang naksir berat ama temen satu les di Prima. Tiba-tiba ide itu muncul begitu saja, memberikan cokelat padanya. Akhirnya dengan bantuan Sigit (kalo ngga salah ingat) aku mencari cokelat Cadburry dan kertas kado seadanya. Aku minta tolong Vera buat mbungkusin. Cara mbungkusnya asik banget, thanks ya Ver… ^_^. Saat itu valentine jatuh di hari Senin, dan ketemu di les hari Rabu.
Memang waktu itu Prima sedang mengadakan latihan ulangan cawu, jadi ngga ada acara belajar-mengajar. Soal-soal kukerjakan lebih cepat daripada biasanya, dan sisa waktu kugunakan untuk menunggunya keluar sambil menata hati dan mental. dag.. dig.. dug.. dag.. dig… Dan.. wajah cantiknya akhirnya terangkat dan ia pun bangkit dari tempat duduknya, menuju mushala, kelihatannya akan shalat Ashar. Well.. kesempatan itu tidak kusia-siakan. Mushala masih sepi dan,
“Eh, (kupanggil namanya) — mmm… met Valentine yah…,” kataku tergagap
“Yak ampuun.. makasih Galih….,” dan diteruskan sederetan kata-kata yang nggak jelas — aku sudah nggak bisa mendengarkan lagi… perasaan itu membuncah, senang, grogi, bercampur jadi satu.
Bahkan sekarang pun, waktu menulis ini, adrenalinku berdesir. Malu jika mengingatnya.. Mungkin wajahku waktu itu memerah.. Entahlah.. yang jelas lututku masih terasa gemetar pada jarak 10 km waktu aku pulang ke rumah.
Entahlah sekarang bagaimana kabar gadis itu. Tan kocapo kata orang Jawa. Apakah dia sudah menikah atau belum aku nggak tahu, yang jelas dia adalah salah satu wanita yang pernah mewarnai hidupku, apalagi pada saat itu adalah saat-saat dimana aku jatuh cinta pada dua wanita sekaligus! hahahaha…..
Posted in Melankolis
1 Comment »
February 9, 2006
Hari ini aku suntukkk!!! Tidak tahu caranya mendapatkan nilai kekontrasan dari image, akhirnya aku beristirahat bentar dari TAku. Aku kembali memikirkan rancangan untuk internationalization (or I18N for short) di website ITS. I18N akan sangat mudah jika dikerjakan dengan Java/JSP karena pemisahan data dan presentasi yang benar-benar nyaman. Tidak seperti PHP. Meskipun ada cara untuk memisahkannya (PHP Smarty) dan PHP Object Oriented, idealisme-ku menjerit bahwa PHP bukanlah sesuatu yang bisa digitukan. Itu namanya mekso. Daripada mekso mending pindah sekalian ke J2EE!
Sementara ini, aku memutuskan tetap untuk bertahan di PHP daripada mengeluarkan tenaga sia-sia untuk migrasi ke Java Enterprise. Banyak pertimbangannya, tapi yang paling vital adalah masalah regenerasi. Siapa penerusku? Menemukan seorang yang paham PHP jauh lebih mudah daripada menemukan seorang yang paham akan J2EE.
Dari pertimbangan itu, dan idealisme-ku yang sombong untuk tidak memakai framework, aku mencoba memakai XML untuk I18N. Berita baiknya, PHP telah mendukung XML sejak awal. Sayangnya, parsernya adalah event-based mirip SAX-Parser, padahal aku lebih familiar dengan parser yang DOM. Ya udah, akhirnya aku terpaksa memakai parsernya dengan kode yang jauh lebih panjang. Pertanyaan berikut muncul, dengan kerumitan ngoding XML seperti ini, masih yakinkah aku tetap memakai XML untuk I18N?
Posted in Catatan Harian, Developer
8 Comments »
February 7, 2006
Yap, judul itu adalah kutipan perkataan pak RL yang masih berngiang-ngiang di telingaku. Kemarin kita mendiskusikan masalah teori fractal compression secara pendekatan algoritmik. Beruntunglah kita sebagai orang komputer. Untuk membuktikan suatu teori — misalnya suatu image kontraktif terhadap image lainnya — orang Ilmu Komputer cukup bikin program dan membuktikannya secara rekursif dan menampilkan hasilnya. Lha, orang Matematika? Dia harus susah payah mendevelop suatu notasi, mengembangkannya, dan akhirnya membuktikannya dengan pembuktian teoritis secara matematis — Galih sangat tidak suka ini :D. Kenapa notasi matematika seringkali panjang dan mbulet? untuk mencegah AMBIGUITAS! Lihat kelemahan lingua franca yang mudah dimengerti tapi menimbulkan banyak persepsi. Gajah di kepalaku belum tentu sama dengan Gajah di kepalamu, meskipun kita sama-sama tahu objek Gajah itu kayak apa. Oleh sebab itulah notasi Matematika mbulet dan rumit meski hanya untuk menerangkan ruang 2 dimensi XY, misalnya.
Sampai saat ini, baru saja aku berhasil menulis prosedur untuk membaca image bitmap, dan mengambil nilai pixel grayscale-nya. Tahukah Anda kalau warna grayscale itu ternyata adalah warna-warna RGB yang memiliki nilai sama untuk ketiganya? jadi, karena projek yang kuobservasi nantinya adalah grayscale image, dengan mengambil sample gambarnya si Lenna (siapa sih Lenna, kok terkenal banget di dunia Digital Image Processing?), aku cukup mengambil nilai salah satu band RGB tersebut. Library yang kupakai adalah Java Advanced Image 1.1.2. Terima kasih untuk JDev yang sangat membantuku dalam mempelajari JAI, dengan Javadoc browser-nya yang luar biasa! Masih panjang perjalananku, aku mesti bisa mengambil informasi contrast dan brightness-nya sebelum aku memasuki prosedur-prosedur rekursif yang membingungkan.
TA menurutku, adalah sebuah karya monumental. Aku kelak tidak akan pernah ditanya tentang “apa yang kamu dapatkan di kuliah Statistik dulu?”, tetapi “TAmu dulu apa?”. Apakah setelah melalui pembelajaran yang berat selama 3,5 tahun, Aku harus merelakan untuk membuat karya yang “ecekemyess” yang jika dicetak setara dengan buku Elex Media yang seharga 20 ribu itu? Relakah aku? Inilah saatnya untuk mengekspresikan disiplin keilmuanku yang telah kudapat di bangku IF ini….
Posted in TA/Kuliah
No Comments »