Kenangan 16 Februari 2001
Lho Lih? katanya kategori “Loving her” udah ditutup? kok ini masih ada posting baru? Hehehe… enggak.. entri ini nggak akan ngomong patah hati lagi kok. Kebetulan hari ini 14 Februari, yang kata anak-anak muda ini adalah hari kasih sayang (woopss.. lepas dari sejarah agamanya lhoo..).
Aku mengenal tanggal ini waktu kelas 2 SMU. Waktu itu kelas 2-5 sengaja merayakan hari ini secara besar-besaran atas prakarsa ibu ketua kelas, Bertha. Acaranya adalah tukar kado. Dasar belum kenal apa itu Valentine, aku sih ngisi kadoku asal saja. Tetapi.. bukan acara ini yang bikin aku berkesan, tetapi efek kelanjutannya. Apa itu?
Saat itu aku sedang naksir berat ama temen satu les di Prima. Tiba-tiba ide itu muncul begitu saja, memberikan cokelat padanya. Akhirnya dengan bantuan Sigit (kalo ngga salah ingat) aku mencari cokelat Cadburry dan kertas kado seadanya. Aku minta tolong Vera buat mbungkusin. Cara mbungkusnya asik banget, thanks ya Ver… ^_^. Saat itu valentine jatuh di hari Senin, dan ketemu di les hari Rabu.
Memang waktu itu Prima sedang mengadakan latihan ulangan cawu, jadi ngga ada acara belajar-mengajar. Soal-soal kukerjakan lebih cepat daripada biasanya, dan sisa waktu kugunakan untuk menunggunya keluar sambil menata hati dan mental. dag.. dig.. dug.. dag.. dig… Dan.. wajah cantiknya akhirnya terangkat dan ia pun bangkit dari tempat duduknya, menuju mushala, kelihatannya akan shalat Ashar. Well.. kesempatan itu tidak kusia-siakan. Mushala masih sepi dan,
“Eh, (kupanggil namanya) — mmm… met Valentine yah…,” kataku tergagap
“Yak ampuun.. makasih Galih….,” dan diteruskan sederetan kata-kata yang nggak jelas — aku sudah nggak bisa mendengarkan lagi… perasaan itu membuncah, senang, grogi, bercampur jadi satu.
Bahkan sekarang pun, waktu menulis ini, adrenalinku berdesir. Malu jika mengingatnya.. Mungkin wajahku waktu itu memerah.. Entahlah.. yang jelas lututku masih terasa gemetar pada jarak 10 km waktu aku pulang ke rumah.
Entahlah sekarang bagaimana kabar gadis itu. Tan kocapo kata orang Jawa. Apakah dia sudah menikah atau belum aku nggak tahu, yang jelas dia adalah salah satu wanita yang pernah mewarnai hidupku, apalagi pada saat itu adalah saat-saat dimana aku jatuh cinta pada dua wanita sekaligus! hahahaha…..
PHP XML Parser
Hari ini aku suntukkk!!! Tidak tahu caranya mendapatkan nilai kekontrasan dari image, akhirnya aku beristirahat bentar dari TAku. Aku kembali memikirkan rancangan untuk internationalization (or I18N for short) di website ITS. I18N akan sangat mudah jika dikerjakan dengan Java/JSP karena pemisahan data dan presentasi yang benar-benar nyaman. Tidak seperti PHP. Meskipun ada cara untuk memisahkannya (PHP Smarty) dan PHP Object Oriented, idealisme-ku menjerit bahwa PHP bukanlah sesuatu yang bisa digitukan. Itu namanya mekso. Daripada mekso mending pindah sekalian ke J2EE!
Sementara ini, aku memutuskan tetap untuk bertahan di PHP daripada mengeluarkan tenaga sia-sia untuk migrasi ke Java Enterprise. Banyak pertimbangannya, tapi yang paling vital adalah masalah regenerasi. Siapa penerusku? Menemukan seorang yang paham PHP jauh lebih mudah daripada menemukan seorang yang paham akan J2EE.
Dari pertimbangan itu, dan idealisme-ku yang sombong untuk tidak memakai framework, aku mencoba memakai XML untuk I18N. Berita baiknya, PHP telah mendukung XML sejak awal. Sayangnya, parsernya adalah event-based mirip SAX-Parser, padahal aku lebih familiar dengan parser yang DOM. Ya udah, akhirnya aku terpaksa memakai parsernya dengan kode yang jauh lebih panjang. Pertanyaan berikut muncul, dengan kerumitan ngoding XML seperti ini, masih yakinkah aku tetap memakai XML untuk I18N?
Kasihan Orang Matematika
Yap, judul itu adalah kutipan perkataan pak RL yang masih berngiang-ngiang di telingaku. Kemarin kita mendiskusikan masalah teori fractal compression secara pendekatan algoritmik. Beruntunglah kita sebagai orang komputer. Untuk membuktikan suatu teori — misalnya suatu image kontraktif terhadap image lainnya — orang Ilmu Komputer cukup bikin program dan membuktikannya secara rekursif dan menampilkan hasilnya. Lha, orang Matematika? Dia harus susah payah mendevelop suatu notasi, mengembangkannya, dan akhirnya membuktikannya dengan pembuktian teoritis secara matematis — Galih sangat tidak suka ini . Kenapa notasi matematika seringkali panjang dan mbulet? untuk mencegah AMBIGUITAS! Lihat kelemahan lingua franca yang mudah dimengerti tapi menimbulkan banyak persepsi. Gajah di kepalaku belum tentu sama dengan Gajah di kepalamu, meskipun kita sama-sama tahu objek Gajah itu kayak apa. Oleh sebab itulah notasi Matematika mbulet dan rumit meski hanya untuk menerangkan ruang 2 dimensi XY, misalnya.
Sampai saat ini, baru saja aku berhasil menulis prosedur untuk membaca image bitmap, dan mengambil nilai pixel grayscale-nya. Tahukah Anda kalau warna grayscale itu ternyata adalah warna-warna RGB yang memiliki nilai sama untuk ketiganya? jadi, karena projek yang kuobservasi nantinya adalah grayscale image, dengan mengambil sample gambarnya si Lenna (siapa sih Lenna, kok terkenal banget di dunia Digital Image Processing?), aku cukup mengambil nilai salah satu band RGB tersebut. Library yang kupakai adalah Java Advanced Image 1.1.2. Terima kasih untuk JDev yang sangat membantuku dalam mempelajari JAI, dengan Javadoc browser-nya yang luar biasa! Masih panjang perjalananku, aku mesti bisa mengambil informasi contrast dan brightness-nya sebelum aku memasuki prosedur-prosedur rekursif yang membingungkan.
TA menurutku, adalah sebuah karya monumental. Aku kelak tidak akan pernah ditanya tentang “apa yang kamu dapatkan di kuliah Statistik dulu?”, tetapi “TAmu dulu apa?”. Apakah setelah melalui pembelajaran yang berat selama 3,5 tahun, Aku harus merelakan untuk membuat karya yang “ecekemyess” yang jika dicetak setara dengan buku Elex Media yang seharga 20 ribu itu? Relakah aku? Inilah saatnya untuk mengekspresikan disiplin keilmuanku yang telah kudapat di bangku IF ini….
Weekend Bersama Oracle Database 10g XE
Dari keinginan untuk mengeksplorasi kembali PL/SQL dan dengan dirilisnya Oracle 10g XE beta-release, aku memutuskan untuk melakukan migrasi database Galih JaveBlog ke XE daripada ke MySQL 5. Sebenarnya lisensi untuk XE belum membolehkannya untuk menjadi production system, tetapi Aku ingin melihat reaksi dan performanya segera. Banyak pengalaman yang didapatkan, seperti perbedaan tipe data antara DATE dan DATETIME, paging di PL/SQL (aku sudah lupa kuliah Basis Data Lanjut soalnya, hehehe), hingga pengalaman dengan XE yang dibatasi hanya 19 koneksi konkuren. Cerita lengkapnya ada di:
http://www.galihsatria.com/galih/basdat/resource/mysql2oracle.htm
Blog ini sekarang bersandar pada database Oracle XE. Aku nggak tahu bagaimana performa sebenarnya, oleh karena itu aku sangat mengharapkan feedback tentang performa database ini dari Anda-Anda yang telah sudi mampir di sini. Cheers!
Legend of Zorro, Zorro II: Unmasked
Suntuk melakukan migrasi blog ini dari database MySQL ke Oracle XE (oleh-olehnya akan aku ceritakan nanti di sini), aku lihat DVDnya Legend of Zorro, versi terbaru dari legenda Zorro. Bintangnya tetep, Antonio Banderas (Zorro / Don Alejandro De La Vega), Catherine Zeta-Jones (Elena De La Vega). Maklum karena film ini memang terusannya The Mask of Zorro, jadi selain pemeran utamanya sama, judulnya juga memiliki banyak Alias: Legend of Zorro, The Mask of Zorro 2, The Return of Zorro, dan Zorro II: Unmasked.
Film bergenre Action/Komedi/Romantis/Sequel ini ceritanya asyik juga. Dimulai dari Zorro yang telah memiliki isteri dan anak, Elena dan Joacquin. Di kehidupan keluarganya, Zorro harus mendapatkan konsekuensi dari kutukannya, kerahasiaannya, komitmennya memerangi kejahatan: menjadi asing di depan isteri dan anaknya. Joacquin hanya tahu bahwa ayahnya pergi untuk urusan bisnis. Sampai saat Zorro terlibat pada penyelamatan sebuah kotak suara gubernur dan terlibat dalam pertempuran seru di jembatan, topengnnya terlepas, dan ada seorang detektif Pinkerton yang mengetahuinya. Nah.. dari sinilah konflik cerita dimulai.
Elena pun dibujuk untuk menjadi mata-mata sebuah gerakan tindakan penghancuran Amerika dengan ancaman kerahasiaan Zorro. Karena cintanya, Elena terpaksa menyanggupinya dan mesti pura-pura jatuh cinta pada pimpinannya (duh lupa aku namanya, diperankan oleh Rufus Sewell). Bahkan Elena bercerai dengan Zorro. Konflik asmara pada titik ini sangat menarik, sampai akhirnya memaksa Zorro untuk, sekali lagi, memakai topengnya untuk memerangi kejahatan dan menyelamatkan keluarganya. Zorro is returning back!
Cerita menjelang ending menurutku adalah saat yang paling berkesan. Ketika Zorro akan menyelamatkan keluarganya (Elena dan Joacquin yang tertangkap), ia terlibat pertempuran sangat seru dan akhirnya jatuh di ujung pedang si Rufus Sewell (biasalah film Hollywood). Dan topengnya mesti dibuka dengan paksa. Betapa terkejut Joacquin melihat pahlawan yang dipujanya ternyata adalah Ayahnya sendiri, yang sekaligus ia benci. Aku sampai berkaca-kaca melihat raut muka Joacquin, sebuah tatapan yang terkejut, bangga, sekaligus sedih, karena Ayah yang baru saja dia banggakan mesti mati sebelum Ia bisa memeluknya). Zorro: Unmasked!
Lepas dari cerita dan bintangnya, film ini sinematografi-nya benar-benar hebat. Setiap scene dan frame seperti diperhitungkan dengan sangat cermat, angle, lighting, benar-benar hebat! Mungkin bisa dapet FPE kalo di FN, hehehehe…..
Legend of Zorro
Starring: Catherine Zeta-Jones, Antonio Banderas, Rufus Sewell, Adrian Alonso (Joacquin)
Produced by: Steven Spielberg, Columbia Pictures Studio
Directed byL Martin Campbell
Location: San Miguel de Allende, Mexico
Semester VII, Review….
Semester VII selesailah sudah. Hari ini semua matakuliah telah keluar nilainya. Alhamdulillah, semuanya lulus. Termasuk matakuliah yang paling aku khawatirkan, Pengaman Jaringan (maaf ya pak, insiden mailis kemarin ), telah keluar dengan mulus. Bukan apa-apa, aku khawatir sebab UTS dan UASku tidak meyakinkan. UTS dengan implementasi RC5-CBC yang terpaksa bikin sendiri implementasinya meski jauh dari sempurna dan diteruskan dengan UAS yang harus menjadi cracker, menjebol sekuriti RSA 128 bit.. ampunnnnn…………..
Tapi syukurlah, semuanya sudah selesai. Tidak ada lagi beban mata kuliah wajib yang harus diikuti. Tinggal bikin TA, ngerjain laporan KP, ama ikut test TOEFL. Kelihatannya sedikit memang, tetapi kurasa inilah yang akan menjadi semester terberat. Berat karena tidak hanya tekanannya, berat karena juga ada tekanan dari “dunia luar”. Akhirnya, sebagai penutup semester ini, terimakasih untuk dosen-dosen pengajarku di semester VII ini: Pak Darlis [Data Warehousing], Bu Nanik [Digital Image Processing], Bu Siti — maaf kemarin mesti berdebat seru dengan Ibu — [Proyek Perangkat Lunak, Perawatan Perangkat Lunak], Pak Royyan — maaf sudah bikin bapak tersinggung di mailing list [Pengaman Jaringan], Pak Joko [Pemodelan dan Simulasi Bisnis]. Terimakasih untuk semuanya…..
Kembali ke Dunia Nyata
Yap! Mimpi dua hari kemarin selesai sudah. Mimpi yang benar-benar mimpi. Mimpi yang indah itu dimulai dengan hujan dan diakhiri dengan hujan pula. Sabtu, hari yang seharusnya menjadi hari penuh petualangan itu (terimakasih ya Allah…) akhirnya hanya menjadi hari Sabtu yang biasa dengan aku pulang ke Tulungagung diiringi dengan hujan yang rintik-rintik. Dua hari kemudian mimpi itu bercerita, menguasaiku, dan aku dibuat terbuainya. Tidak apa-apa… mungkin itu adalah mimpi terakhirku, dan memang aku tidak terlalu menikmatinya seperti mimpi-mimpi-ku sebelumnya. Dan memang aku selalu berdo’a semoga mimpi itu segera berakhir dan tidak menghantui aku….
31 Januari 2006, saatnya aku harus kembali dari dunia mimpi. Kembali dengan disambut oleh hujan yang sangat deras yang menyapu wajahku. Saat-saat itulah selalu menjadi saat yang menyiksa buat aku. Kembali dari impian dan harapan yang tak mungkin tiba. Tapi syukurlah, kemarin itu tidak terlalu menyiksaku. Anehnya, ada semacam perasaan yang seperti mendorong aku untuk bersakit-sakit dan bermellow-mellow.. hahaha.. semoga ini adalah pertanda yang baik buat aku.. pertanda bahwa mimpi itu tidak akan datang menghantui dan menyiksa aku lagi.. semoga!
Comments