Entries from February 2006
February 28, 2006
Di waktu senggangku, aku sangat tidak suka membiarkan waktuku terbuang percuma untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Biasanya kalau lelah aku tidur, kalau tidak aku senang untuk menghibur diri dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan hati, bermain-main dengan Java Enterprise, atau baca buku. Seperti halnya weekend kemarin, aku pulang kampung 2 hari. Karena sesuatu hal, Thinkpad kesayangan tidak bisa ikut serta, terpaksa aku ngembat notebook Toshiba P3 milik ITSnet. Hardisknya cuma 4 GB dan sisa 700 MB. Jadi hanya kuinstall Apache friends XAMPP dan editor kesayangan: VIM.
Sampai di rumah bingung mesti ngapain dengan Toshiba itu. Mau dengerin Mp3 ya nggak ada wong hardisk-nya kecil. Mau tidur juga tidak terlalu capek. Kemudian ide itu muncul begitu saja. Aku ingat, pada saat ngoding di ASP.Net dengan C#, aku kagum dengan HTML DataGrid-nya, sebuah komponen DataGridTable yang dirender dengan tag [table]-[tr]-[td] yang datasource-nya dari database, yang memiliki komponen pager, editor, updater yang sangat mudah. Dan yang paling mengagumkan bagiku, dia sangat reusable.
Aku pikir, alangkah indahnya dunia jika PHP punya hal itu: sebuah reusable HTML Datagrid component. Tentunya sangat mempercepat pekerjaanku sekarang (freelance web-developer) yang anehnya tidak ada habisnya — datang dan pergi — di saat waktuku habis untuk konsentrasi di Tugas Akhir. Mencoba mencarinya di internet, tidak ada satupun yang memuaskanku. Kalau tidak mbayar ya tidak jalan. Akhirnya hanya dengan berbekal VIM tanpa Macromedia seperti biasanya, aku mulai memindahkan apa yang kulihat di C#.Net ke PHP.
Biasa ngoding OOP di Java, OOP PHPku sangat mirip dengan Java, soalnya ada PHP Bean segala =) wuakakakak…. 2 hari 2 malem kuhabiskan untuk membuat komponen ini. Hasilnya sangat baik di PHP 5, tetapi agak mogok jalan di PHP 4 yang memiliki dukungan OOP rendah. Tetapi yang mogok cuma saat editing, pager-nya berjalan dengan sangat baik. Aku seneng karena komponen ini reusable meski butuh setting dan konfigurasi yang sedikit ribet (masalah sekuriti dan ini komponen pertamaku yang reusable di PHP :p). Ada catatan menjengkelkan ketika ngoding komponen ini. Aku benci Laptop Toshiba!! kenapa? karena layout keyboard-nya yang bikin salah mencet!!
Posted in Catatan Harian, Developer
6 Comments »
February 27, 2006
Anda tahu apa sebenarnya cinta itu? Menurut Anda, apakah cinta mesti memiliki? Apa hubungannya dengan egoisme? Sebenarnya, adakah patah hati itu? Apakah patah hati itu… bukan sekedar kedok dari egoisme? Apakah cinta romantis itu adalah cinta sejati? Tetapi… salahkah jika manusia menginginkan apa yang diinginkannya? Salahkah manusia mengharapkan cintanya berbalas cinta semanis madu? Kata orang, cinta adalah pengorbanan… tetapi… bukankah pengorbanan itu ada batasnya?
Itulah… pertanyaan-pertanyaan yang saling tumpang tindih. Itulah kerumitan cinta. Antara keinginan, egoisme, pengorbanan, kepentingan, kebahagiaan, luka hati, dan sejuta perasaan bercampur aduk. Kita mungkin tidak akan pernah bisa mendefiniskan dan menentukan dengan tepat bagaimana cinta itu seharusnya.
Tetapi yang jelas, cinta itu adalah anugerah Tuhan. Sesakit apapun, seindah apapun, selalu ada sisi yang membuat kita semakin dewasa. Jika Anda mengalami patah hati, segeralah bangkit, jangan beralarut-larut dalam kesedihan karena kita tidak pernah tahu rencana-Nya yang jauh lebih indah daripada rencana yang pernah direncanakan manusia (diambil dari lembaran petuah int — wanita paling mengagumkan yang pernah aku kenal). Berat memang, tetapi gunakan selalu akal sehat Anda dalam melalui jeram kesedihan ini. Yakinlah bahwa sebenarnya ada seorang putri yang berdiri menunggu Anda, yang akan mengerti Anda, dan siap menemani dalam suka dan duka. Mungkin tidak lebih baik dari wanita yang Anda inginkan saat ini, tetapi yang pasti jauh lebih mengerti Anda. Segera hapus air mata Anda dan carilah putri itu!
Jika sudah tidak ditakdirkan berjodoh, sehebat apapun usaha kita untuk mendapatkannya, kita tidak akan pernah mendapatkannya. Dan jika berjodoh, ia pasti akan datang, tinggal kita berusaha untuk mencarinya! Dan tentu saja, terapkan mantera sakti ini:
Ya Tuhanku jika ia memang jodohku, dekatkanlah. Dan jika dia bukan jodohku, jodohkanlah….
tulungagung, 26 februari 2006
Posted in Melankolis
10 Comments »
February 23, 2006
Implementasi Sistem Temu Kembali Citra Berdasarkan Histogram Parameter Fraktal
Itu adalah judul TA-ku yang proposalnya sudah di-ACC (akhirnya) oleh dua dosen pembimbingku, pak RL dan pak IRF. Judulnya nggak keren banget yah? Lebih keren kalo pake bahasa inggris sebenernya: Implementation of Image Retrieval System Based on Histogram of Fractal Parameter (wikss…) Besok tinggal dikumpulkan ke Bu Ika (Bu CHF), dan membuat power point untuk dipresentasikan di ruang sidang.
Proposal TA sepanjang 10 halaman ini aku buat 3 hari tiga malam mulai Sabtu kemarin. Tidak seperti menulis artikel ataupun laporan praktikum, untuk menemukan satu kalimat aja rasanya berat sekali. Mungkin karena beban yah.. jadi setiap kalimat harus dipertimbangkan, karena aku tahu, inilah awal karya monumentalku akan dimulai.
Hari Selasa, 21 Feb 2006, Aku menemui pak RL seperti yang telah aku janjikan. Asyik, tidak banyak revisi yang harus dilakukan, hanya memperluas area yang diteliti dari citra grayscale menjadi citra berwarna dan mengubah kata-kata prototip menjadi implementasi. Aku kira beliau akan mengoreksi proposalku lagi karena aku disuruh kembali hari ini, Kamis. Tetapi betapa terkejutnya aku ketika aku ditanya mana proposal yang sudah aku perbaiki? Lho? ternyata perbaikannya cuma yang didiskusikan hari Selasa. Ya udah, aku langsung ngebut membuat perbaikannya — kembali ke ITSnet, ‘bercengkerama’ dengan Eliza bentar dan ngeprint di Canon S100-ku yang tintanya mulai pudar. Kembali ke kampus menemui pak IRF (pertemuan pertama yang sangat mengesankan :) ) untuk meminta beliau menjadi pembimbing II. Asyiknya, pak IRF langsung menandatangani proposal itu, sehingga ketika menemui pak RL kembali, proposal itu langsung ditandatangani juga.
Anda tidak berminat untuk membaca cerita soal ngapain itu TA kan? hehehe… yang jelas mulai minggu depan sudah bisa kembali konsentrasi ke urusan teknis lagi. Semoga besok senin ada sedikit pencerahan di saat kebuntuan seperti sekarang ini. Cheerss…
Posted in Tugas Akhir-ku
11 Comments »
February 21, 2006
Aku menulis ini karena tergelitik posting-posting di maling list komunitas Linux/OpenSource. Aku selalu bertanya-tanya, kenapa sih dua sistem operasi ini berseteru dengan hebatnya. Seringkali, bahkan hampir selalu, para mailis-er selalu menyebut Microsoft dengan M$, atau Microshit, ‘you know that’, atau apapun yang menyatakan kebenciannya pada pembuat sistem operasi terpopuler di dunia ini.
Padahal menurutku, tidak ada yang harus diperdebatkan dan dibenci. Mereka mempunyai positif dan negatif yang seimbang. Mereka bermain di kelas yang berbeda. Linux jagoan di soal kestabilan, cocok untuk server, anti serangan virus, dll. Tetapi siapa yang bisa mengalahkan kemudahan Wizard instalasi Windows? Tinggal letakkan kursor di tombol Next, sambil memejamkan matapun instalasi akan beres dengan cepat (Next-Next-Next-Finish). Soal harga? Ah, sama saja, itu cuma politik bisnis saja. Microsoft memang mahal, tetapi support yang diberikannya juga sangat baik. Linux memang gratis, tetapi sama sekali tidak ada jaminan, garansi, dan support. Bagi pengguna korporat, support adalah salah satu hal yang sangat penting.
Jadi, semuanya kembali kepada kebutuhan Anda dan perusahaan Anda. Jika Anda adalah desainer grafis, saya rasa Linux bukan pilihan yang tepat; produktivitas Anda tidak akan optimal jika harus memakai software grafis open source yang rata-rata “nanggung”. Konsekuensinya, Anda harus mengeluarkan dana yang besar untuk investasi. Jika Anda bukan desainer, atau developer, atau network administrator, Anda pasti akan memilih keluarga Unix. Tidak ada yang harus diperdebatkan, tidak ada yang harus dibenturkan. Microsoft is good, and so is Linux! (Catatan: saya adalah pengguna non-fanatik Windows Server 2003 (lisensi MCA ITS) dan Debian Linux sarge/etch)
Posted in Developer
3 Comments »
February 18, 2006
Novel Agatha Christie ini sebenernya sudah kubaca lama sekali, aku beli di toko buku Uranus Surabaya 1 April 2004. Novel itu kuambil begitu saja dari rak bukuku yang penuh debu dan kubaca lagi dari awal. Alur ceritanya sangat dinamis, sangat berbeda dengan novel-novel Agatha Christie lainnya yang kebanyakan penuh dialog dan membosankan.
Cerita dimulai dengan diperkenalkannya tokoh utama bernama Anthony Cade, dengan setting di Rhodesia Afrika. Anthony adalah seorang pemuda yang sangat menyenangkan, hangat, dan penuh pengalaman akan petualangan — sosok yang diidam-idamkan banyak gadis-gadis! Di sini ia bertemu dengan James McGrath, teman lamanya, yang memberinya suatu pekerjaan untung mengirimkan memoar Count Stylptitch yang telah meninggal, politikus dari Herzoslovakia, ke London, tanah Air Anthony. Jika berhasil menyerahkan memoar ini kepada penerbit, ia akan dibayar 100 pounds!
Seperti memoar-memoar politikus, memoar ini membawa skandal yang menjadi inti dari cerita ini. Konflik dimulai hingga ke Chimneys, rumah Marquis of Caterham yang menjadi tempat pertemuan rahasia para politikus Inggris. Di Chimneys, Anthony terlibat dalam kasus pembunuhan Pangeran Michael dari Herzoslovakia yang akan naik tahta dan didukung oleh Pemerintah Inggris.
Sebuah novel bagiku tidak akan pernah menarik tanpa kehadiran seorang wanita. Virginia Revel, bangsawan Inggris yang juga terlibat dalam kasus ini, yang akhirnya menjadi tokoh pendamping Anthony Cade. Virginia adalah wanita berusia 27 tahun dengan proporsi tubuh yang sangat ideal — seperti wanita-wanita dalam puisi. Pembawaannya ceria, hangat dan cantik. Ia terlibat dalam kasus Chimneys karena surat-surat seorang wanita yang menggunakan namanya.
Ada seorang tokoh lagi yang tidak penting. Ia adalah Bill Eversleigh, asisten menteri luar negeri Inggris: George Lomax. Ia menarik bagiku karena ia sangat memuja dan tergila-gila pada Virginia. Berkali-kali Bill menyatakan rasa sayangnya pada Virginia, namun Virginia hanya menanggapinya dengan bercanda, tidak serius. Tidak heran, karena Bill adalah tipe-tipe lelaki yang gampang mengutarakan rasa sayangnya kepada wanita.
Nah, biasanya kita suka mencari-cari tokoh-tokoh itu di dalam dunia nyata, tak terkecuali aku. Virginia Revel mirip sekali dengan seseeorang yang pernah sangat aku sayangi. Banyak wanita yang lebih cantik dan lebih menarik… namun hanya ia yang bisa membuat hati Galih berdesir hanya karena beberapa kalimat pendeknya masuk di HPnya. Persis Virginia Revel. Dan sayang sekali, seorang Bill Eversleigh sangat mirip dengan Galih sendiri dalam pemujaannya terhadap Virginia… termasuk nasib akhirnya yang tidak mendapatkan Virginia!
Posted in Review
2 Comments »