Entries from January 2006

Sekali Lagi, Angkat Topi untuk JDeveloper

Date January 28, 2006

Senang sekali sebuah IDE sekelas JDeveloper memiliki lisensi Free. Benar-benar tool yang sangat hebat. JDev sudah membuktikan kehebatannya ketika aku mendevelop website-ku, berbasis JSF dan Struts. Sekali lagi ketika aku mencoba membedah web service, lagi-lagi JDeveloper membuatku berdecak kagum melihat kecepatan dan kemudahannya dalam membuat Webservice client, dokumen WSDL, UDDI, dan segala tetek bengeknya. Semuanya bisa dilakukan nyaris tanpa turut campur tangan kiri, alias hanya dengan mouse saja :p.

JDeveloper tidak menyertakan teknologi Webservice secara default. Anda harus meng-enable-kannya dengan cara mengklik | File | New… | [tree] General | Application. Pada dialog | New Application | pilih | Manage Templates…|

Pada dialog | Manage Application Template | cari tree No Template/All Technologies dan klik subtree Empty Project. Di situ ada daftar Available Technologies. Pindahkan Web Services ke Selected Technologies. Anda segera akan bisa menggunakan Webservice dengan JDeveloper.

Webservice Client dengan JDev

Seperti yang telah saya katakan di awal, JDev sangat memudahkan kita dalam mendevelop Webservice. Jika Anda ingin membuat sebuah webservice client (JDev EA menyebutnya webservice proxy), Anda cukup membuat New Project (|File|New|[tree]General|Empty Project|). Kemudian klik kanan project yang baru saja dibuat dan pilih |New…|. Anda akan dibawa ke |New Gallery| dan pilih tree |Bussiness Tier| dan klik subtree |Web Services|. Pilih Web Service Proxy. Di situ Anda akan diberikan Wizard yang meminta Anda memasukkan data-data yang diperlukan JDev untuk membuat webservice proxy.

Taruhlah sebuah studi kasus. Kita akan mengakses sebuah webservice yang sudah populer: Google Webservice API. Data-data yang diperlukan adalah sbb:

WSDL Document URL: http://api.google.com/GoogleSearch.wsdl

Ikuti langkah-langkah wizard. Tekan saja tombol Next dan biarkan setting default dari Wizard JDev. Biarkan JDev menyelesaikan tugasnya dengan membuat class-class yang diperlukan dan membukakan sebuah file untuk kita edit. Cari method main dan cari komentar yang berbunyi // Add your own code here. Tambahkan listing di bawah ini:



GoogleSearchResult results = myPort.doGoogleSearch(

“[add your google key]”, // Google Key

“web service sample code”, // Key word

new Integer(0), // Results start index

new Integer(10), // Max results

new Boolean(false), // Filter

“”,

new Boolean(true), // Safe search

“”,

“”,

“”);

ResultElement[] result = results.getResultElements();

// Display search results

for(int i=0;i
System.out.println(result[i].getURL());


Jangan lupa mengganti google key dengan Google Key Anda. Jika Anda belum memilikinya, Anda bisa register di alamat http://www.google.com/apis/ Jika sudah, tekan menu |Run| Run [nama_file].java | dan jadilah webservice client sederhana kita. Mudah bukan? ;). Referensi lengkap soal ini ada di situs Oracle: http://www.oracle.com/technology/oramag/webcolumns/2003/techarticles/balusamy.html

Todays’ Note

Date January 26, 2006

Yesterday I had just completed my work in designing new website for a local company located in ITS. This project would not be special if there was no unique things in this site. What’s that? yeah, it had to be written in English. Oh My Lord… you know how good my English was (you can read it now, it’s horrible.. :p). The good news was that I’ve got only one brochure describing the company’s profile. So, based on this brochure, I’ve tried to compile its webpages one by one. I’ve used my best to try to followed its structures and styles. Many buzz words, as always brochure has :). But at the end of the project, I’ve amazed with my work. Not very bad, but it looked very elegant.

Tomorrow I have to meet my final task’s lecturer to discuss about my progress. I don’t know what I will be tomorrow, but today I must prepare for it. Actually I prefer to read my new book: “Java Web Service for Experienced Programmer” than doing something boring just like reading IEEE paper. But if I want to still “alive” this week, I have to prepare this. And at Saturday, maybe I will have very interesting “adventure”. What’s that? Just wait, I will write just as the adventure is finished. Cheeers!

Kenapa?

Date January 23, 2006

kenapa aku terlalu menyukaimu?

kenapa aku terlalu mengharapkan cintamu?

kenapa aku tidak pernah bisa berhenti untuk menyukaimu?

kenapa hatiku masih berbunga-bunga ketika melihat senyum manismu?

kenapa hatiku selalu kacau balau kalau aku bertemu denganmu?

kenapa aku masih mengharap ketika aku tahu bahwa harapan itu tidak ada?

aku ingin berkata bahwa aku tidak membutuhkanmu

aku ingin mengatakan pada semua bahwa kau tidak ada artinya buatku

aku akan baik-baik saja

tapi ternyata…. aku sangat membutuhkanmu,

untuk mengusir rasa sepi di kehidupanku

karena kutahu, sedikit waktu bersamamu sangat membekas di hatiku

betapa bersamamu, hari-hariku begitu ceria

tolonglah aku yang sudah tak berdaya tuk melawan ini

aku tak tahu lagi bagaimana harus melalui ini

kutahu ini hanya akan menjadi luka

membunuhku perlahan-lahan

karena pengharapan ini akan menjadi pungguk merindukan bulan

Ada yang tahu kenapa? :(

Kelakuan Googlebot

Date January 21, 2006

Googlebot adalah mesin crawler/spider webpage milik search engine paling populer di dunia. Bagi para webmaster, mengerti kelakuan googlebot adalah sangat penting agar posisi-nya di ranking search engine bisa bagus. Dari beberapa informasi yang kuambil dari net, beberapa diantaranya adalah:

1. Dynamic pages yang mengandung huruf karakter ? tidak akan dicrawl

2. Kelakuan googlebot mirip lynx. Fitur-fitur Javascript, cookies, session ID, frame, DHTML, atau flash mungkin tidak dicrawl oleh bot

3. File robots.txt adalah file yang dibaca bot untuk mengetahui mana yang boleh dicrawl mana yang tidak

4. URL parameter seperti &id=haha TIDAK AKAN PERNAH dicrawl oleh bot.

SOLUSI:

1. Memakai teknik URL Rewriting yang telah kubahas di artikel terdahulu.

2. Memakai teknik pemrograman untuk membuat URL yang ramah (friendly).

Ada beberapa hal yang penting yang disarankan oleh Google sendiri kepada para webmaster:

1. Buatlah situs dengan hirarki yang jelas. Setiap page sebaiknya dapat diakses dari minimal satu halaman lain lewat static link

2. Buat deskripsi yang jelas tentang suatu halaman

3. Jangan remehkan tag TITLE dan ALT. Beri deskriptif text di situ

4. Periksa setiap broken link

5. Jangan masukkan link lebih dari 100 dalam satu halaman

6. Buatlah webpage untuk user, bukan untuk search engine!

.. mungkin aku akan segera mengimplementasikannya di web tempat aku bekerja, ITS segera.. ^__^

Berhasil Dideploy!

Date January 21, 2006

Melelahkan dan hampir bikin putus asa! Itulah kata yang tepat ketika mendeploy web yang baru ini. Betapa tidak, web JSF yang berjalan dengan sangat baik di Embedded OC4J-nya JDeveloper ini mogok berjalan di Tomcat. Ketika melihat log-nya, class ADF Faces tidak ditemukan. Lhakok bisa? pikirku bingung. Banyak hal yang kulakukan, mulai mengupgrade Tomcat ke 5.5.12, menambah library ADF langsung ke Tomcat, ganti server Weblogic BEA 8, ganti server ke Stand Alone OC4J, semuanya tidak bisa. Selidik punya selidik, ketika aku memeriksa daftar library di Project-ku, di situ ada 2 checkbox yang tidak tercentang pada deployment descriptornya. Sambil sedikit berdebar-debar, aku mencoba mendeploy lagi. Dan.. berhasil!!!! fiuh….. 2 checkbox kecil yang membawa kesengsaraan….

Ok, what’s new di versi 3.5 ini?

1. Konfigurasi faces yang lebih tertata

2. Colong berita ditambah MetroTV News dan Detikinet dan penghapusan beberapa entri berita yang jarang diupdate

3. Dear diary yang sudah kuberi blogger khusus

Thanks to: Mbah google, forum java.sun.com, forum oracle, forum apache, jsf-framework (can it be compared to asp.net?), eliza, itsnet, dan semuanya yang telah berkenan mendengarkan umpatan-umpatanku ketika menulis ulang web ini.

if you feel you can, you can do that guys! but once you feel you can’t, forever you won’t do that! Cheers!