Entries from December 2005
December 15, 2005
Baru saja bikin int ngambek (tuu liat buku tamu)…. ngeri juga liat int marah-marah, semua yang berhubungan dengan aku — webku, email-emailku, friendsterku — dibom abis! bikin pusing, hampir saja ngerusak mood-ku buat ngerjain Data Mining tadi malem. dasar ‘adek’ ngalem, untung dah maapin aku. tapi… seneng juga liat dia bisa marah sama aku, jadi sekarang yaa.. manut aja lah apa maunya, mau dianggep kakak monggo, mau dianggap setan yo monggo.. don’t care condition lah. nggak bisa dapet lebih dari itu ya ngga pa pa, begini aja dinikmati apa yang bisa didapat, hehehehe….
Well.. ngomong soal hari ini, anyway lancar lah.. pembuatan tugas data mining agak kehambat soalnya tim ITSnet harus rapat ama pak bos Arik. Ada beberapa hal yang mesti aku lakukan, tetap dalam koridor tugasku, mengurusi semua lalu lintas informasi dunia maya di seantero lembaga ITS. Masih banyak yang harus dilakukan, semoga ini bisa menekan dan mencegah galih yang melankolik menguasai diriku. aku harus mematikannya sementara, percuma memupuk harapan sekecil apapun ke adek kecil itu, adek int, meski sampai sekarang……… aku belum benar-benar menemukan figur yang bisa menjadi wanita pujaanku, selain dia….. i wish i find this soon…….
Posted in Catatan Harian, Melankolis
No Comments »
December 12, 2005
Take a rest bentar di Tulungagung benar-benar menyegarkan kembali semangat buat kembali ke medan perang. Kutinggal Tornado GS-ku di bungurasih, lalu naik Sri Lestari besar warna kuning. mostly, di perjalanan aku tidur. hmm.. benar-benar capek mental aku berarti. Asyiknya, di Tulungagung udah dijemput oleh dua senyuman yang membuatku survive hingga saat ini: senyum ayah dan bunda. disambut oleh humor-humor segar khas ayah, jadi nggak kerasa perjalanan terminal Tulungagung ke rumah.
Ternyata eliza-note — IBM Thinkpad yang kubawa — tidak banyak kusentuh di rumah. aku banyakan tidurr hari sabtu itu. sabtu sore, cuaca mendung sejuk. aku ngajak ibu beli rujak ama cenil sambil jalan-jalan sore. sengaja ngga pake mobil, biar nuansanya benar-benar jalan-jalan sore. asik sekali lho bisa jalan-jalan berdua dengan ibu, hehehehe…
Well… sekarang udah ada di surabaya lagi, siap menghadapi berbagai macam urusan yang menumpuk… kuliah Data Mining suruh bikin program, belum lagi kerjaan yang ngurusi websiteeeeeeee mlulu (PHP.. mukok.. huekks..), minggu depan musti present Java dan BIBeans di Pelatihan Oracle IBS. weksss… dah numpuk… tapi pikiran rasanya segar… siap bekerja lagi! makasih ayah, makasih bunda, pilar kehidupanku saat ini dan esok hari.. love you so much!
Posted in Catatan Harian
No Comments »
December 7, 2005
Capek sekali aku hari ini… hari ini akhirnya aku berhasil menaklukkan SOAP dan WebService-nya Google untuk kutanamkan di search engine-nya www.its.ac.id. yang bikin seneng adalah bahwa aku berhasil mengimplementasikannya dengan PHP, bukan Java atau .Net yang memang langsung didukung oleh platform GoogleAPI. Meskipun tentu saja tidak semewah fasilitas kalau pakai Java, PHP sudah sangat mencukupi.
Mungkin yang bikin capek hari ini adalah bahwa aku untuk pertama kalinya memasuki hutan belantara Labprog-nya Information System untuk membantu Mas Sokam ngajari subnetting ke anak-anak SI. Well… lab yang benar-benar terisolir baik secara fisik maupun logik. secara fisik, letaknya mojok di belakang, dan ruangan yang tak seberapa lebar itulah yang digunakan SI untuk melakukan segalanya. Secara logik, lab ini dibentengi firewall yang benar-benar “kejam”. Tak ada akses sedikitpun ke DMZ ITS. Masuk DMZ buntu, mau nerima dari DMZ juga buntu. Waaah….
Asik juga bisa ketemu anak-anak SI, kesanku sih: ramah-ramah. Meski bikin capek, aku seneng bisa membagi ilmu yang sangat sedikit ini dengan mereka. Soale digarap yak… semoga berhasil! ^_______^
Posted in Catatan Harian
No Comments »
December 3, 2005
Hmmm… aku baca novel setebal 500an halaman ini gara-gara mas uqi yang promosinya bombastis banget. iya sih, liat judulnya aja juga bombastis banget, ceritanya soal misteri di balik karya-karya Leonardo da Vinci yang disinyalir menyimpan rahasia kebohongan Gereja Vatikan yang disimpan rapi turun temurun oleh Biarawan Sion yang salah satu anggotanya adalah Sir Issac Newton, dan Leonardo da Vinci.
Lepas dari sisi-sisi agamis dan konspiratifnya, novel ini enak sekali buat dibaca. Kita akan lupa kalau kita lagi baca novel tebaal, soalnya alurnya mengalir dengan asik. Kita juga disuguhi berbagai pengetahuan soal sejarah seni, seperti pentagram, The Vitruvian Man, anagram kriptografi lukisan Mona Lisa, dan arti seni dari lukisan Madonna of the Rocks karya Leonardo da Vinci. Soal ketegangannya kalo boleh aku menilai masih kalah dengan novel-novel Sydney Sheldon, meskipun penggambaran suasana setting tempat novel ini unggul. Ketika baca ini, aku merasa suasana atmosfer tempat aku membaca tidak terlalu semencekam kalau aku baca novelnya Sydney, tapi betapa mengejutkannya ketika imajinasiku tentang Museum Louvre dan Piramida Terbaliknya begitu dekat dengan kenyataan saat aku melihanya di internet.
Sampai sekarang, aku masih baca separuhnya. Sampai Robert Langdon dan Sophie Neveu membawa cryptex dan melarikan diri dari Bezu Fache, kapten polisi rahasia Perancis dan Interpol! Nggak rugi deh beli novel ini meski harganya nyaris meludeskan selembar uang plastik. Sensasi yang dibawanya benar-benar menghibur — sekali lagi lepas dari faktor agamis yang Katolik banget.
Posted in Review
No Comments »