Entries from November 2005

Susah Mengendalikan Emosi?

Date November 16, 2005

Apa iya aku ini susah ngendalikan emosi? kalau lagi emosi bisa bikin pekerjaan nggak beres? Aku ndesain halaman depan ITS di rumah pakai Thinkpad lebaran kemarin. Emang sih, suasana emosi sedang kacau, tidak pada rel yang benar, gara-gara siapa lagi kalo bukan int pecicilan itu. dan sekarang, aku baru saja nyelesaiken revisi halaman depan itu di saat emosi sudah mereda. ternyata hasilnya jauh lebih baik daripada yang kemarin… hehehehe…. mood-ku ternyata sangat mempengaruhi keseharianku. ah entahlah.. semoga jiwaku udah tenang kembali. masih banyak hal lain yang mesti aku kerjakan. ^___^

Hari Pertama Kuliah

Date November 14, 2005

Hari ini adalah hari pertama aku aktif kuliah dan bekerja kembali. dari pagi sudah diceko’i email pak Ari soal website Graha, lalu terbang ke kampus buat ikut kuliah Digital Image Processing yang membosankan ( :(0 ). Lalu sesore ini kuhabiskan buat mengerjakan segala sesuatu, termasuk dikerjai Crystal Ball habis-habisan.

Sekarang, senja 17:43…. aku liat keluar jendela ruanganku di lantai 6… terlihat remang gedung Pasca Sarjana. sret… rasa sepi dan hampa menyergapku kembali… aku teringat lagi pada keseharianku yang monoton. Ya Allah… kenapa ini? kenapa aku ini? belum cukupkah penderitaanku? kapan jiwa ini akan tenang kembali, seperti kemarin-kemarin….

Liburan panjang 2 Minggu, Antara Cinta dan Luka

Date November 13, 2005

Wess… liburan 2 minggu buat Idul Fitri selesai sudah. Liburan kali ini sangat berwarna, menghapus kehidupan monoton yang biasa aku jalani. Yang paling seru selain bisa ketemu saudara-saudara, teman-teman lama adalah ini: aku rela mengkhianati janji aku kepada aku sendiri. siapa yang mengira kalau sabtu 5 Nov kemaren tiba-tiba tanganku gerak sendiri: cabut C350, cari entri phonebook ‘I’. Dan akhirnya aku tahu kalau akan ada sesuatu yang menyakitiku lagi. dan itu benar, dua sore esoknya adalah sore yang amat indah bagiku — bukan bagi dia tentunya :p — tetapi dengan konsekuensi… dua hari setelah itu aku merasakan kesepian.. dan hampa….

Aku nggak tahu kalau efeknya kayak gitu. Hanya dia sendiri yang bisa menolongku: dengan cara tidak lagi berbaik hati padaku. tapi kayaknya itu nggak mungkin deh. Tapi aku sedikit berlega ketika jumat kemaren, pertemuan terakhir dengannya, aku sudah cukup bisa bersikap wajar. tidak ada lagi rasa berbunga-bunga, tidak ada lagi perasaan sakit, tidak ada lagi perasaan berharap… alhamdulillah….

Well… kini aku sudah ada di depan kompiku lagi: Eliza. siap kembali ke kehidupan monoton dan sepi ini. tidak akan ada lagi rasa sakit. tidak akan ada lagi rasa hampa. yang ada hanyalah damai…….. Wellcome back to the race, Galih!