RC5_CBC Implementation, sebuah jingkrak-jingkrak yang sia-sia
Sudah lama sekali aku tidak mengalami hal seperti ini sejak awal-awal aku belajar mrogram (sekitar praktikum BP dulu). UTS Take Home NetSecurity-nya Pak ROyan aku kebagian enkripsi RC5_CBC. Kucari di google yang ada cuma enkripsinya doang, ya udah… tidak ada lagi yang dapat menolongku kecuali aku sendiri!
Sungguh…. tugas ini benar-benar menguras tenaga, sampai-sampai alam bawah sadarku ikut mencoba membantuku dengan mimpi ngoding RC5.. . Meski setengah linglung, tiba-tiba tadi menjelang buka aku menemukan cara untuk melakukan algoritma itu. Duh! melonjak senang aku! tinggal nulis ke file saja urusan gampang, pikirku…
dan.. ternyata untuk urusan nulis ke file saja tidak semudah biasanya. format bit yang sudah dirancang rusak ketika ditulis di file dengan mode teks dan karakter. Sudah kucoba dengan memakai mode binary, sama saja. kelihatannya aku salah dari awal dengan tidak memakai blok kode untuk mengimplementasikan algoritma ini… ya udah… sampek di sini saja… aku tahu kapan aku harus menyerah….
Well.. besok aku pulang ke Tulungagung. Mau melepaskan dari semua ini, kuliah, tugas, kerjaan, TA, dan masalah yang menyesakkan ini… Wellcome home galih.. dan tak lupa aku mengucapkan “Taqaballahu mina wa mingkum, taqabal ya kariim… Minal Aidin wal faizin.. Selamat hari raya idul fitri 1426 H, Mohon maaf lahir dan batin”
Workaholic, am I?
Baru aja baca postingannya Mas Rahmad99 di BBS. Nggak pingin ikutan nimbrung, dah muak sama sampah-sampah IF. Jadi ngoceh aja di sini, tempatku sendiri, bebas ngga ada yang ngelarang. Kalau ada yang tersinggung, “ngapain baca webku???”
Kurang lebih isinya soal nge-game dan praktik-praktik non akademik di lab, HIMA, dsb. Hmm… bener juga… AJK kesannya eksklusif banget, angker, sangat tidak kondusif buat belajar (aku cuma tahan setengah jam nggarap tugas di sana). Labprog… kompie gede-gede dan cepet-cepet kekuasaan para admin, yang ironisnya ada satu yang identik dengan game.. banyak sekali game yang terinstall di situ. Kurasa cuma IBS dan RPL yang agak mbeneh. tapi… tempat paling kondusif buat belajar bagiku adalah: ITSnet!!. Paling-paling yang ngeganggu cuma hantu dan genderuwo perpus. Bahkan kelihatannya mereka sangat senang dan “memfasilitasi” kalau ada yang lagi serius belajar.
Hmm… workaholic… itu kata Bophi menjuluki aku. Mungkin memang benar, di saat ada polemik ngegame di BBS, aku malah pengen sekali tahu: Di mana sih letak kenikmatan nge-game itu????
Soal Modul 4 Praktikum Sisop 2005
Alhamdullillah, soal modul 4 yang membahas soal multithread di GCC selesailah sudah. ternyata bikin soal itu tak kalah susahnya dengan ngerjakan soal, apalagi asisten lain ngga ada yang bisa dimintai tolong. ya udah kerjakan sendiri dengan standar aku sendiri, wong tidak ada feedback dari asisten lain, “Lih ini terlalu gampang”, atau “Lih jangan begini donk…”, atau “Sebaiknya soalnya kayak gini nie…” Hmmm… prinsip barusan kukira muncul dari Pak RL dee… soalnya kalo ngga salah bapaknya pernah bilang begitu, wekekekeke….
soalnya ada di web-nya praktikum SISOP, atau di sini nie:
Buat seluruh praktikan Sistem Operasi, selamat mengerjakan yach ^____^
tetap semangat, khusus buat praktikanku, kalo ada masalah tanya ke aku, wokeh…..
happy nice coding!
Bikin Soal Modul 4 Praktikum Sisop
Kok ngga ada asisten yang sama sekali bantu yah¿
Dimintai tolong pada ga mau semua!!!
nggak asisten nggak praktikan
NGGAK BERES KABEH!!!!!
praktikum paling kacau yang pernah kujalani:
- kekecewaan 1: tidak ada rapat koordinasi di awal praktikum
- kekecewaan 2: tidak ada pembagian siapa yang bikin soal
- kekecewaan 3: praktikan nggak semangat kabeh
- kekecewaan 4: ngga ada yang mau peduli sama pembuatan soal.. masak soal tahun lalu??? sing bener ae jeh!
btw: thanks to taqi yang udah dikit-dikit membantu
Today, October 12nd, 2005
Two years ago, and one year ago, this day was very special for me. The day which I’ve waited for since a week or even two week before. I’ve prepared for that day very well, prepared for some box ready shipped to a city I’ll never forget. And at the night, some words sent to her to show how much i care about her. not very romantic words, just “Happy birthday my dear, may all your wishes come true…”
Okay, let’s back to the present Galih! I’ve just realized that all of them are useless and killing me time by time slowly. What for? She doesn’t do like I do just like we are friend or if I take her words: “brother and sister” . At least I still have my pride. I’ve just realized if I’m still standing here — with lot of confusing reasons — I will trap in this past memory and never wake up from suffer and this deeply pain.
I’ve decided it, today is not different with the other day. I don’t care whatever happen with our friendship. I don’t care if it will be destroyed. She just started it! I have to save myself. I have to wake up as soon as possible.
Just for a intermezo, if she read it: Happy birthday, my dear… may all your wishes come true….
Semangat Ngerjain TA Lagee
Tadi pagi pas presentasi PPL ke Bu Siti jaringan TC-107 putus ( payah… ), jadi aku terpaksa ambil file dari eliza ke flash disk. Eeh.. di depan kelasnya PASTI ketemu Pak Rully, lalu kita jadi diskusi panjang soal semangat-ku yang memudar gara-gara pusing baca paper buat TA aku yang fractal coding. Akhirnya motivasi dari Pak Rully (bapak emang jagoan memotivasi ) membuat semangatku mulai membara lagi… OK Lih, ntar malem Sabtu daku mau ngabisin malem bersama papernya Jacquin…
See ya :p
Naff, terendap laraku
Terendap laraku, lagu yang baru kuketahui judul dan penyanyinya tadi malam di MP3nya wawan (code-named: ndut2). Meski agak sedikit kadaluarsa dengan keadaanku sekarang, lagu ini masuk banget buat keadaaan beberapa saat yang lalu, di saat sedang berjuang untuk benar-benar melepaskan diri darinya. semoga kini aku sudah benar-benar lepas darinya, and try to love someone that loves me too
Resah jiwaku menepi
Mengingat semua yang terlewati
Saat kau masih ada di sisi
Mendekapku dalam hangatnya cintamu
Lambat sang waktu berganti
Endapkan laraku di sini
Coba tuk lupakan bayangan dirimu
Yang selalu saja memaksa tuk merindumu
Sekian lama aku mencoba
Menepikan diriku di redupnya hatiku
Letih menahan perih yang kurasakan
Walau kutau kumasih mendambamu
Lambat sang waktu berganti
Endapkan laraku di sini
Coba tuk lupakan bayangan dirimu
Yang selalu saja memaksa tuk merindumu
Lihatlah aku di sini
Melawan kecilnya takdirku sendiri
tanpamu aku lemah
dan tiada berarti
Comments