Pengalaman Service MacBook Pro

Seperti yang saya ceritakan di sini, tiba-tiba MacBook saya mati total. Alhamdulillah sekarang sembuh kembali. Sekarang saya ingin cerita pengalaman service MacBook Pro di bengkel-bengkel Apple di Jakarta.

Pertama kali begitu si Mac ini mati, pikiran saya membawanya ke service centre resminya, yaitu iBox. Lokasinya di Ratu Plaza dan di Menteng. Ini kali kedua saya dikecewakan oleh service center ini (pertama kali waktu LCD iPhone isteri saya jatuh dan pecah). Saya mencoba menghubungi nomor-nomor kontaknya, tidak ada yang mengangkat. Kesimpulan: bengkel iBox tidak bisa diharapkan.

Kemudian saya mencoba mencari bengkel lain yang dekat kantor. Ketemu bengkel Warung Mac (Mac Arena) di mal Ambasador. Dari websitenya sih cukup menjanjikan karena teknisinya bersertifikasi. Waktu ke sana, laptop dibuka, dicolek sana-sini. Kemudian si masnya berkata, “Ini biaya pengecekan 3,8 juta, waktu pengecekan seminggu.”

Kaget dong saya, ngecek doang masak bisa jutaan gitu. Iye, saya maklum kalau barang-barang Apple itu kemahalan overpriced, tapi masak sampe segitunya. Saya tanya lagi ke masnya buat memastikan, “Ini ngecek doang mas? Belum sama spare part kalau ada yang rusak?”

“Iya, paling ini IC powernya biasanya minta diganti.”

“Ya udah sini saya bawa lagi kalau gitu”. Dari hasil saya telpon ke beberapa bengkel lain, mereka mengenakan biaya pengecekan cuma 50-100 ribu saja. Sampai sekarang saya tidak tahu pasti apa iya ngeceknya sampai segitu mahal. Saya kadung ilfil. Kesimpulan: Warung Mac mengecewakan.

maclogicboard

Perjalanan saya kemudian berlanjut ke bengkel OPIANS di Roxy Square. Orangnya ramah dan baik, tapi sayang tidak bisa mereparasi karena harus ganti mesin (mother board/logic board). Mereka tidak punya spare part nya. Mereka sudah mencoba mengganti IC powernya dan tidak berhasil. Kalau mau ganti motherboard, harganya USD $700 atau sekitar 9 jutaan. Sudah bisa buat beli laptop Windows baru. Tapi ya buat apa laptop Windows? Saya sudah ada laptop Windows punya kantor. Ini yang saya bikin pupus harapan dan memutuskan untuk belajar Android ketimbang belajar iOS.

Dari OPIANS, saya menyiapkan rencana B. Saya mau beli logic board bekas dari ebay. OPIANS bilang bisa masangin dan biayanya 600 ribuan. Saya mulai searching-searching di eBay dan rata-rata yang jual lokasinya di Amerika. Harganya sekitar USD $320. Jadi kalau ditambah biaya kirim dan pajak, kira-kira saya harus siap 5 jutaan. Uang yang tidak sedikit.

Tapi saya atas saran isteri memutuskan untuk mencari second opinion. Dokter aja kita mintai pendapat dari dokter lain, masak ini engga. Saya menemukan Zapplerepair, bengkel Mac cabang Singapura yang katanya teknisinya langsung dari Foxconn. Saya makin semangat waktu tahu ternyata ada cabangnya di Melawai, cukup dekat dengan kantor. Asli males juga kalau harus ke kantor pusatnya di Jakarta Pusat.

Jadi sabtu sore, hari ketiga puasa, saya bawa Mac ke Zapplerepair. Hari Selasa saya dikontak kalau logic boardnya memang kena, sama seperti pendapat Opians. Tapi mereka bisa mengusahakan spare part karena motherboard saya akan dibawa ke Cina. Saya setuju karena secara budget jauh di bawah jika saya beli dari eBay.

Hari Selasa kemarin saya dikontak Zapplerepair bahwa Mac saya sudah bisa diambil. Penyakitnya sesuai dengan yang diramal Warung Mac: IC Power. Saya dikenakan biaya 2,3 juta. Alhamdulillah, normal kembali, sudah bisa untuk menulis postingan ini. Bersiap buka XCode lagi.

macisback

Berkah Ramadhan.

 

Tantangan Sesungguhnya adalah Ketika Tren Turun

Capture

Ada ungkapan yang bilang, semua orang bisa menghasilkan keuntungan trading ketika tren sedang naik (bullish). Tapi apakah semua bisa bertahan ketika tren turun seperti ini? IHSG lagi tren turun alias bearish. Tidak tanggung-tanggung, dari 5400-an ke 4800.

Secara teknikal, kalau kita lihat grafik di atas, menurut saya tidak ada sinyal yang menunjukkan kalau tren akan bearish (atau saya yang tidak bisa baca grafik). Malah kalau dilihat, tren jangka pendek sudah berakhir dan harga sedang akan naik. Kira-kira dekat dengan waktu buat membeli.

Besoknya IHSG malah jatuh. Siapa yang bisa cut loss dengan kecepatan longsor seperti itu? Sejauh pengalaman saya, saya pasti nyangkut alias tidak sempat cut loss. Longsornya terlalu cepat. Ditinggal meeting sebentar saja, harganya jatuh terlalu deras. Saya tidak bisa mencari strategi bagaimana mengatisipasi kejatuhan harga seperti ini. Prinsip trading adalah, let your profit run, cut your loss quick. Jadi meskipun rugi berkali-kali, tapi jumlah akumulasinya masih kalah jauh dibandingkan keuntungan yang dibiarkan itu. Teorinya, wkwkwk…

Mungkin selain analisis teknikal, diperlukan juga update berita-berita seperti bagaimana kondisi ekonomi Eropa dan Amerika, kondisi keuangan dalam negeri, dan lain-lain. Atau barangkali teman-teman punya tips tersendiri waktu mengalami kejadian bearish seperti ini?

Internet yang Masih Mahal

FullSizeRender

Jangan bilang 4G, LTE, atau internet super cepat kalau paket data masih mahal, khususnya untuk mobile internet. Paket 3 Giga yang mau saya beli ini sejatinya cuma 600 MB (atau malah 400 MB) karena memang saya memakainya cuma jam segitu. Ini masih mending karena bonusnya bisa dipakai cukup lama, jam 1 sampai jam 6 (yang bisa habis dalam sehari saja kalau buat download atau Youtube), saya pernah nemu bonusnya cuma bisa dipakai jam 2 sampai jam 3 pagi saja, hehehe…

Apa ya paket internet mobile yang benar-benar murah ga pakai tipu-tipu marketing macam begini? Untung ini cuma saya pakai di modem buat main CoC di laptop kantor (wkwkwkw). Buat HP saya pakai Halo Fit 130 ribu, lumayan lah, ada bonus bicara soalnya.

Tarhib Ramadhan 1436H: Mencoba Lebih Menghayati

Karena tuntutan diet dan harus menurunkan berat badan, saya memaksa fisik saya bergerak lebih banyak dengan naik bus Trans Jakarta. Motor diparkir di Ragunan, kemudian jalan kaki dari halte Mampang sampai kantor yang berjarak kira-kira 800 meter. Bolak balik pagi dan sore lumayan lah.

Di dalam busway itulah saya menyadari kalau saya telah mendzolimi banyak orang waktu saya naik motor dan masuk jalur busway. Mendzolimi orang yang berdiri di dalam bus dan yang sedang antri di halte. Perjalanan bus menjadi lebih lama gara-gara orang masuk jalur busway. Asli dosa itu. Naik transportasi umum itu lebih mahal dan lebih lama kalau dibanding naik motor. Tapi kadang-kadang tidak mungkin untuk mengerti sebelum berada di posisi yang kita dzolimi.

Seharusnya Ramadhan adalah ibadah yang membuat kita lebih peka hal-hal seperti ini. Seharusnya puasa tidak hanya menahan haus dan lapar, tetapi pemaknaannya bisa lebih jauh daripada sekedar syariat sahnya saja. Seharusnya puasa tidak hanya jumlah berapa kali khatam Al-Qur’an, tetapi apakah ada hikmah yang bisa diambil dan dihayati dari sana.

Itu saja. Mohon maaf jika saya mulai sok ngustadz lagi. Maklum, aji mumpung tahunan, hehehe… Ini adalah nasihat untuk diri saya sendiri. Maafkeun jika ada salah-salah kata yang kurang berkenan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1436 H.

Siap Mudik!

Tahun ini insya Allah adalah pertama kali saya mudik dengan mobil pribadi setelah lebaran tahun lalu tidak mudik karena Zafran baru lahir. Jadi mulai sekarang saya mulai mempersiapkannya.

Saya rencananya mau ambil jalur Pantura, mencoba jalan tol baru Cikampek – Palimanan yang baru saja diresmikan itu. Kemungkinan titik kemacetan akan ada di pertigaan Pejagan. Saya sudah cek lewat Google Street View dan di sana selain ada pertigaan yang sibuk, ada palang pintu kereta api. Tapi tidak ada cara keluar dari tol untuk balik ke jalur Pantura tanpa menyeberang rel ini.

Menyusuri Pantura sampai Semarang, masuk tol Ungaran, turun ke Salatiga terus ke Boyolali. Dari Boyolali jalurnya sudah saya kenal, terus lurus ke Solo, kemudian belok lagi ke arah Ponorogo lewat Sukoharjo-Wonogiri. Dari Ponorogo naik bukit sampai Trenggalek, lalu Durenan, lalu desa Malasan, baru sampai rumah.

Saya ga jadi beli GPS navigator karena saya pikir sudah ada Waze yang memberikan informasi kepadatan lalu lintas yang tidak bisa diberikan oleh GPS navigator yang biasanya macam Garmin itu. Jadi nanti pakai handphone isteri yang sudah pensiun itu, dijepit di kaca depan.

Stamina fisik harus digenjot. Berat badan harus turun ga boleh lebih dari 83 kg (sekarang masih 87 kg). Mobil barusan ganti oli juga kemarin, pakai oli Honda Matic.

Eh, ini Ramadhan belum mulai dah posting mudik, kwkwkw. Harusnya Tarhib Ramadhan dulu. Besok deh bikin artikelnya.

Memulai Perjalanan Bersama Android

Sudah dua kali handphone isteri saya jatuh dan LCD-nya pecah berantakan. Sekali LCD-nya diganti, saya melihat ada penurunan kualitas gambar. Kali kedua, kualitas gambarnya makin menurun. Baterai-nya juga menurun drastis. Karena itu, isteri saya memutuskan untuk ganti handphone baru. Dari iPhone 4S ke Redmi 4i yang berbasis Android.

Lho, kok ga ke iPhone 6 atau iPhone 5S? Alasan pertama (alasan jujur hehe), adalah, bahwa kondisi finansial keluarga sudah tidak memungkinkan untuk membeli iPhone. Atau dengan kata lain, prioritas keuangan keluarga kami sudah bukan di gadget lagi, tapi selain untuk kebutuhan sehari-hari, juga untuk menyiapkan pendidikan Zafran yang jika dihitung-hitung, melirik angkanya pun tak berani.

Alasan kedua, alasan yang lebih teknis dan sok objektif, apakah saat ini iPhone masih yang terbaik? Apakah dengan harga semahal itu sepadan dengan fitur yang diberikannya? Ya, kalau melihat merk, image, gengsi, kelas, iPhone adalah pilihan utama. Dari sisi spesifikasi dan fitur, dari dulu sebenarnya iPhone sudah agak ketinggalan, tapi saya melihat setelah iPhone 4S, jarak itu makin jauh. Ponsel-ponsel Android semakin berlari berkembang pesat.

Apakah tanda-tanda alam, selang sehari sebelum flash sale-nya Mi 4i, Macbook Pro saya tiba-tiba mati. Ga ada angin ga ada hujan, mati aja gitu. Keesokan harinya saya bawa ke bengkel Mac di Roxy Square, saya pikir hanya sekadar koneksi power. Dhuar, dua hari setelah itu SMS dari tukangnya bikin saya shock, motherboad nya yang kena. Saya masih mencoba mencari second opinion dari bengkel lain, kalau memang mati beneran paling saya ambil hardisk-nya aja untuk copy data-nya. Again, sudah bukan waktunya lagi beli sesuatu yang fancy-fancy seperti Mac. Niat saya untuk belajar bikin aplikasi iOS juga harus diurungkan.

Jadi begitulah, mungkin sudah waktunya untuk memulai perjalanan bersama Android. Laptop kantor saya install Android SDK buat belajar bikin aplikasi Android. Sementara saya masih bertahan dengan iPhone 4S dan iPad 3, semoga mereka bisa bertahan selama mungkin, hehehe…